1/24/09
Sentimenkah
Bukan Sebuah Kebetulan
Jumlah Rakaat Sholat dihitung waktu itu 61200
1/23/09
UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

Pembukaan
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan
inikemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Seminggu sekali, dari kelas 1 SD kita mendengarkan text ini dibacakan, pernahkah meresapi dalamnya makna
1/22/09
15 atau 25 tahun lagi
kalau tidak di tangan kita, di tangan siapa lagi Indonesia akan dibesarkan, dijayakan, disejahterakan?
JAWAB!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
sekali lagi JAWAB!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Di tangan para Caleg yang tidak malu menampangkan muka (memuakkan) di perempatan-perempatan jalan diatas banner berharga ribuan bungkus nasi rames?
Di tangan mereka yang cemas dengan IPK, berpikir keras untuk perut mereka, akan kerja dimana nanti saya setelah lulus untuk makan, memenuhi perut saya ini?
Di tangan mereka yang hanya pandai berdebat, beradu argumen dengan aksi 'nol' besar?
Di tangan mereka yan rajin tahajjud tetapi terdiam melihat keterpurukan bumi tempat kakinya dipijakkan tiap hari?
Di tangan mereka yang beralasan 'sibuk', padahal itu hanya dalih akan rasa takutnya dimutasi atau pekerjaannya tak diperpanjang lagi?
Di tangan siapa?
Kita! Itu jawaban terbaik menurut saya hari ini.
Yang punya mimpi besar melebihi jangakauan dirinya, yang membulat keyakinannya tak memikirkan beitu terpuruk keadaannya di hari ini,
yang beraksi diluar nalar orang-orang biasa, yang punya sumber semangat jauh diatas sekedar 'materi', yang terus mencari ilmu bukan untuk di-save saja tetapi terus diformulasi dan menerus dibagikan, yang berani menjalankan 'ide' dengan kepasrahan hasil hanya pada Yang Di Atas,
yang bersungguh-sungguh, fokus, peka menangkap peluang demi peluang, memperbaiki detail demi detail menuju kesempurnaan, yang selalu berusaha berbaik sangka atas apapun kondisi, yang selalu memilih untuk bergerak sepelan apapun ketimbang diam, mending salah ketimban diam, karena dari salah, yakin, ada pelajaran untuk perbaikan, ketimbang hanya diam,
yang memahami potensi tak ternilai manusia akan muncul hanya ketika berkolaborasi, menghubungkan antara satu orang dengan orang lainnya, menghubungkan antara satu ide dengan ide lainnya, menghubungkan antara satu peluang dengan peluang lainnya, menghubungkan antara peluang dengan ide, antara ide dengan orang dan antara orang dengan peluang, yang memahami bahwa hanya cinta dan doa yang menjadi bekal ketekunan dan hanya ketekunanlah yang akan melahirkan satu keberhasilan berkarakter, keberhasilan sejati
yang memahami bahwa makna sukses adalah berbagi, ya berbagi sebagai tanda berkelimpahan,
seandainya kau dapat berpikir dengan demikian mendalam, tentang satu negeri yang kita cintai ini, yang kita pijak setiap hari, dua atau tiga dekade lagi, takkan tega kau serahkan ini selain pada orang-orang yang lebih baik dari kita,
bukan mereka, ya, tapi kita, dan orang-orang yang lebih baik dari kita,
sungguh, seandainya pikiranmu sampai pada titik itu, tak ada celah yang membuatmu dapat mengeluh atas beratnya hari ini, demikian indah, sangat indah tak terperi,
berpikirlah, mendalam berpikir dalam perenungan, untuk satu cinta, cinta pada negeri yang membesarkan kita hingga hari ini
1/21/09
3B : Rumus Kenali Sahabat
B pertama :
Berperjalanan (bersafari, musafir) dengannya
B kedua :
Bermalam dengannya (kalau tidak salah tepatnya, bermalam dirumahnya)
B ketiga :
Berbisnis dengannya
Akan ketahuan tuh watak dan tabiat asli teman baik/sahabat kita. Bisa menerimakah kita? Baik dan jeleknya? Sahabat sejatikah kita?
7B, pelajaran dari Bafak 7
1 Berani melangkah. Itu satu ciri utama seorang entrepreneur
2 Bisnis. Demam bisnis dan anti Karyawan, salah satu ilmu yang paling saya geluti di Bogor
3 Bijaksana. Oleh seorang teman saya dikenalkan istilah ini dari buku Gue Never Die
4 Bersegera menikah. Kali pertama terslenting itikad untuk menyegerakan menikah
5 Berinisiatif. Tanpa inisiatif tidak ada bisnis yang jalan, tak ada entrepreneur yang sukses
6 Berpositif thinking. Tanpa positif, orang jauh dari sikap, siap menikah
7 Belajar. Setiap hari adalah belajar, baik salah atau benar sikap kita, pelajarilah, perbaikilah, sempurnakanlah
Cutting Stiker
saya tak lupa huruf "S" di dalam kotak berwarna merah yang di print di atas kertas buram itu.
Sekarang kotak itu sudah hilang...
Sungguh saya bangga, karena sesungguhnya semua ini diluar mekanisme saya, ini mekanisme Tuhan dan saya, Hilmy, kita ada di dalam mekanisme itu.
...Menjadi Fenomenallah! Insya Allah...
Menyuruh itu Mulia
cerminan orang yang tidak egois, perfeksionis, merasa bisa mengerjakan semuanya seorang diri,
cerminan orang yang berbaik sangka bahwa orang-orang disekelilingnyapun ingin bahagia dengan berkontribusi,
cerminan orang yang ikhlas lapang tangan membuka diri untuk berkomunikasi,
cerminan orang yang percaya kepada orang lainnya,
cerminan orang yang membuka lengan merangkul memberi kesempatan untuk sukses bersama,
cerminan orang yang memiliki jiwa leadership,
karena di dunia ini tak ada yang bisa dikerjakan seorang diri, karena itu belajarlah menyuruh, karena menyuruh itu ada ilmunya, tentang tata kata, etika, perwaktuan, tata hubungan antara satu hal dengan hal lainnya,
sungguh, menyuruh bukan pekerjaan hina, bahagialah jika bisa menyuruh, jika berani menyuruh,
kalau hari ini kamu belum bisa menyuruh, belajarlah,
belajarlah,
kecuali kamu tak pernah memimpikan untuk berkiprah besar
Ujian Karakter
Bekerja sendirian, saya pernah, bahkan sering. Berapa sering pada tidur duluan, pulang duluan, sementara saya harus sampai pagi-pagi buta. Maka itu ketika kemarin di Kebumen harus sendirian ngetik dan nggunting2i label ditinggal Andri dan Fikry bagi saya bukan hal yang menyedihkan.
Berlatihlah, seperti Karyanto menyiapkan Gedung Setda sendirian, sementara 2 orang lainnya pergi ke Purworejo dari bangun tidur (belum mandi acan) dan pulan-pulang peserta sudah ada yang datang, 2 orang lainnya sedang telpon2 untuk event besoknya lagi, 2 orang lainnya sedang sebar brosur di cilacap dan yang lainnnya lagi tak tahu kabarnya.
Berlatih seperti Naim, yang Ngurus Even Banjarnegara, dia fotokopi sendiri, ngurus rekomendasi sendiri, tanda tangan 300 surat lebih sendiri, lipat-lipat sendiri, klip sendiri, dan antarkan surat itu sendiri. Tidak mengeluh dia.
Berlatihlah seperti Andri, yang saya cuma urun tulisan, sementara urusan iklan, kertas, naik cetak, turun cetak dia tidak pernah keluhkan garap itu sendiri.
Terlihat saat ini, siapa yang karakternya menguat dan siapa yang letoy. Tak perlu saya verbalkan itu, pesan saya, lebih sungguh-sungguhlah belajar. JANGAN PERNAJ LIHAT HASIL KERJA KITA DENGAN APA YANG KITA DAPATKAN HARI INI. BESOK ...
Dari Mas Akhsin tentang Leadership
Dulunya ketua Rohis, dua angkatan diatas kepengurusan saya. Dari dia lah saya belajar begitu berkesan tentang ketangguhan seorang pemimpin (The strenght of Leader).
Waktu itu Idul Adha, kali pertama saya ikut acara Rohis, belum jadi pengurus waktu itu, dan saya kebagian tugas motong-motong daging kambing, menjijikan pertama, sumpah... pertamanya pengen pulang aja... tapi pertamanya dipaksain, lama-lama enjoy juga, kenyal, asyik juga motong-motong daging kambing.
Ketika semua belepotan dengan darah dan keringat, darah kambing maksudnya, eh, si mas Akhsin sang ketua Rohis malah cuma sliwar-sliwer puter-puter dari mushola, ruang guru, lahan pembantaian kambing dan tempat yang akan dipakai untuk pembagian nanti sambil mententeng kertas dan bolpoint di atas clip board.
"Sombong nian sang ketua Rohis", pikir saya waktu itu, apalagi waktu itu saya belum mengenal dekat dia.
Nyatanya, itulah gaya leadership yang bisa dibilang mensukseskan pengkurbanan kambing tahun itu pada khususnya dan kepengurusan Rohis tahun itu pada umumnya. Mas Akhsin memang tidak turun ke bawah meraasakan bagaimana kenyalnya daging dan tajamnya pisau, tetapi dia ketat mengontorl setiap pergerakan daging-daging yang masuk kemasan dan bagaimana persebaran tiket.
Akibatnya, tahun itu acara idul adha sukses, tidak seperti tahun sebelumnya yang katanya kacau balau karena calon penerima daging berdesak-desakan masuk, daging tercuri, kresek tidak merata, ya.
Itulah, yang sering tidak disadari oleh tim, sama seperti yang saya pikirkan waktu itu, pemimpin yang baik bukan pemimpin yang apa-apa dipegang. Bagi saya pemimpin yang baik adalah pemimpin yang cerdas menjalankan dua fungsi. Pertama KOORDINASI dan kedua DELEGASI.
Clipboard yang dipegang mas Akhsin adalah center dari koordinasi, dan suara dia yang lantan menyuruh sana dan menyuruh sini adalah menjalankan fungsi delegasi. The Result, even sukses.
Gaya kepemimpinan macam itu yang saya akui jempolan pernah saya lupakan satu setengah tahun terakhir, dan mulai akan saya coba terapkan lagi, agar struktural tim terjaga, misi berjalan dan visi tercapai. Saya tidak bisa menjelaskan kesemuanya secara verbal kepada tim, yang saya minta hanya tim lebih mau belajar, memahami posisinya dalam struktural besar terwujudnya Indonesia Emas. Diposisi mana kamu, saya akan ambil bagian?
Pekerja Keras
Atau sebut lainnya Naim, cocok dengan salah satu kredo saya "jadikan setiap even menjadi inspirasi even selanjutnya", ya, di jalan jangan takut mencoba hal baru, turun bagi-bagi brosur di perempatan, presentasi dihadapan anak SD yang sebelumnya belum direncanakan. Itu nilai lebih dari seorang pengemban misi.
"Dont just do what I tell U!"
1/20/09
Muhammad Rizky
"Nuuun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan."
1/19/09
Jiwa Semangat Donk
Ini yan saya rasakan dan belum sempat saya sampaikan sebelumnya. Bahwa sesungguhnya hari-hari kita adalah pembuktian atas apa yang kita tuliskan di Koran Dinding. "Nuuuuun, walqolami walayasdurun...". Mencapai keberhasilan itu biasa, tetapi mencapai keberhasilan yang sebelum keberhasilan itu tercapai sudah tergambar dalam impian di benak kita, itulah istimewa. Itulah The Power of Dream.
Bisa membeli mobil itu biasa, tapi memberanikan diri membeli mobil saat uang belum ada di tangan, itulah istimewa. Itulah The Power of Believing.
Bertindak dengan maksimal, kerja keras, itu biasa. Tetapi bertindak dengan inisiatif, sebagai perwujudan pribadi yang peka akan kebutuhan sekeliling dan peluang yang bisa diambil disekeliling, itulah istimewa. Itulah The Power of Action.
Bersungguh-sungguh dalam semangat itu biasa, tetapi bersemangat dengan satu niatan diatas nilai-nilai materi, itulah istimewa. "Kanggo sebo mengko sore..", saya suka mengistilahkan itu. Itulah The Power of Spirit.
...Knowledge, Idea, Focus, Positive, Choice, Synergy, Love...
Menjadi kaya, sejahtera, berkelimpahan itu biasa, tetapi memiliki semangat berbagi melebihi kecemasan kita akan kehidupan kita hari esok bagaimana, itulah istimewa. Pa Zainal Abidin dan Uztadz Yusuf Mansyur guru besar kita soal ini. Itulah The Power of Success.
Karena itulah, kording istimewa, sangat istimewa. Karena itulah Kording terus terbit, sefluktuatif apapun pendapatan iklan. Terus, harus terus, menulis.
Regional Entity By Roadshow ICE. Road to National begin with Matematika Dahsyat 3
-spanduk roadshow 1x5 meter 1
-backdrop roadshow 2x4 meter 1
-poster A3 setengah rim
-kolom metrobis dan advertorial koran
a Otak Kanan
i brosur dan presentasi di kelas 5 dan 6 SD SD favorit
ii brosurman di mall, bank
iii surat smp-sma
b Temu OSIS
i surat smp-sma, u.p. pembina osis/kesiswaan
ii outgoingcall data dari disdik
c Workshop Asmaul Husna
i surat terbuka diprint ukuran poster di masjid-masjid strategis kabupaten
ii surat untuk tamir dan remaja masjid melalui tamir masjid agung
iii surat untuk semua kecamatan dan kelurahan di kota untuk perwakilan tokoh masyarakat, tokoh pemuda melalui kantor pos
iv surat smp-sma u.p. pembina rohis, pengurus rohis, guru agama
v surat guru-guru sd melalui upk
d Psiko-edukasi
i. surat smp-sma dua versi, untuk kepsek dan undangan terbuka
ii. surat guru-guru sd melalui upk
2 Follow up Indonesia Cerdas Emosi I 2009
-follow up diklat psiko-edukasi 4x pertemuan
Keukeuh,
Januari, 15 Januari 2009 (Hari ini harga BBM luluh, jadi 4.500)
Sebuah Entitas
Ya, itulah hikmah bisikan kata sukses di awal pagi. Bagi saya ketika berangkat tadi pagi, jumlah peserta tidak jadi soal. Saya hanya bersyukur, satu ide yang saya gagas sendiri bahkan tidak sempat saya rembug dengan teman saya sebelumnya, langsung saja cetak poster dan gagas time-schedule, hari ini mulai bergulir prosesnya.
Yang menjadi esensi expansi Semangat Donk out of box of Banyumas adalah saya berharap ini bisa menjadi trigger meng-out of box-an mindset teman-teman, yang saya tahu, saya lihat dan saya rasakan sudah sangat jumud. Kejumudan adalah istilah yang saya dapat dari Mas Akhsin, salah satu guru leadership saya di Rohis dulu yang sekarang sudah menenteng titel, menggandeng istri di usia sangat muda di Lion Air sana.
Kejumudan adalah awal kehancuran. Tak ada kata lain selain harus dihilangkan kejumudan itu, ini soal mindset, bagaimana mungkin kita akan sukses kalau kita sudah menjustis atau menghakimi diri kita sendiri sebagai orang malang, orang gagal, orang lelah. Sudahlah, untuk kesekian kalinya saya katakan, kesulitan ini bukan tanda kita salah jalan, kesulitan bukan resistor (penghambat) tapi transistor (penguat), kamu tak perlu percaya pada saya, itu musyrik namanya, percaya hanya pada Tuhan. dan percayalah saya adalah wakil Tuhan di muka bumi, yang berani melangkah, yang berani mengambil resiko, yang sedang ditempa kekuatan karakternya, yang bisa jadi kadang bahkan sering salah langkah.
Lihatkah siginifikannya pergerakan peningkatan kualitas diri kita. Dari obrolan berdua di kamar di atas kertas buram, sekarang ada di dinding-dinding ratusan sekolah, ada di folder-folder ijazah peserta training, terpampang di halaman web, bersyukurlah atas itu. Itulah kenapa saya mengajak keluar dari Banyumas, agar kita tidak Banyumas-sentris. Yakinlah, kita terus melaju, melesat, menjawatengahkan diri, mengindonesiakan semangat, dan menduniakan kiprah. Saya tahu kamu lelah, bisa jadi orang membacamu sedang putus asa, atas mimpi-mimpi yang tertunda.
Tuhan menuntun kita seperti menuntun runtut-runtutan judul kording, yang tidak sembarangan diurut-urutkan, Tuhan menjaga kita seperti menjaga degupan jantung dengan iramanya, hembusan nafas dengan kadar kerapatannya. Angkuh benar merasa kehendak kitalah yang paling hebat, padahal bukankah judul kording, jantung dan nafas itu diluar kehendak kita?
Satu pesan bermakna dari salah satu orang yang saya kagumi dia Hill, ya Napoleon Hill, dia katakan di buku spektakulernya, bahwa seorang yang memiliki satu impian dan ia sudah mengorbankan apapun di hari ini -kuliahnya, nilainya, kebersamaan dengan keluarga, penampilan, waktu senggang, kenyamanan tidur cepat bangun siang, dan banyak lagi- demi impiannya itu, tidak ada hal lain yang akan terjadi padanya kecuali dia akan benar-benar mendapatkan apa yang dia inginkan.
Dan kalau dihubungkan dengan kata-kata dari Tata, "...di waktu terbaik."
Kenapa harus begitu? Karena tidak ada yang lebih mahal, kecuali "keyakinan", ya, keyakinan kitalah yang sedang diuji. Punya keyakinan yang kuatkah? Tidak mudah menyerahkah?
Maka, mulai hari ini, Semangat Donk bukan entitas kamar, bukan entitas kampus, bukan entitas lapisan masyarakat tertentu, bukan entitas lokal, tetapi entitas regional yang dalam waktu dekat akan menasional. Percaya?
1/18/09
Kebuboy
1/16/09
Lelah tak terperi, Menyenangkan tak terkira
Apa?
Avanza... Ah yang bener? Tak usah dipikir buat yang tak percaya, menghambat saja. Kawan, ini bukan untuk gelamoriaku, tapi ini jawaban dariku atas keraguan selama ini..
Jalan ini hebat! hanya itu yang aku yakini. Semoga kau juga!!!
Sekarang saya percaya
Kalau karena itu harus tersingkir dengan sendirinya, saya juga yang akan sedih. (Bukan Hilmy yang saya maksud, tak ragu sedikitpun pada komitmen dan keyakinannya)
Inilah proses, yang dulu sering saya sebut seleksi alam, tak pernah berhenti seleksi alam. Bertahan! atau mati! Berubah! atau mati.
Dan Januari ini, Berbeda! atau mati! HARUS menulis kau, HARUS!
Kerja Rodi : Bikin Mandulnya Alat Vital Produktivitas
Bagi saya persentase memiliki dampak gede. Berapa persen buat yang jual, berapa yang masuk kas. Dengan begitu, semangat progresivitas akan terpupuk.
SUSU ULTRA STRAWBERY

1/14/09
Apa si Kaya itu?
Kaya Harta itu semut.
Orang yang kaya harta saja bisa saja terperangkap dalam persepsi sempit dirinya sendiri, jalannya pelan (jalan peningkatan kualitas diri) dan arahnya entah, seperti gajah yang mengikuti semut.
Orang yang kaya mindset saja memiliki kunci-kunci kekayaan harta. Sebut saja jiwa pembelajar sebagai bantuk kekayaan mindset, semangat untuk maju, kemampuan untuk supel, bukankah itu pintu-pintu rejeki. Seperti semut yang mengikuti gajah. Lho? memang bisa? bisa, karena semut bisa menaiki punggung gajah tetapi gajah tidak bisa menaiki punggung semut.
Di kampus, kita diajari bagaimana caranya menjustifikasi diri. Dan diajak untuk bisa memaksimalkan keahlian kita agar bisa diterima sebagai satu bentuk komoditas yang dibutuhkan pasar, pasar dunia kerja.
Di luar kampus, saya diajari bagaimana caranya mengeksplorasi diri, menemukan titik terkuat dan terlemah di dalam diri, berinteraksi, survive, keberanian mengemukakan gagasan, keberanian melangkah dalam kondisi tidak ideal.
Itulah beda keduanya. Satu alasan kenapa saya tak merasa bersalah tak berangkat praktikum hari ini. 20 juta akumulasi uang kuliah yang sudah saya hamburkan bisa kembali dengan satu atau dua derajat saja tingkat kekayaan mindset saya, saya naikkan.
Tapi satu atau dua tahun saya forsir diri saya di empat tembok ruang kelas di kampus, bisa-bisa otak saya menjadi kerdil, nyali saya mlempem, inspirasi saya tumpul, dan serangkaian justis (pembenaran) kepada diri sendiri yang demikian memprihatinkan lainnya. Akibatnya, hanya untuk 20 juta mungkin saya harus 20 tahun mengais 'tong sampah' rejeki.
Banggalah, coba bandingkan dengan rekan-rekan selifting kita, siapa yang pencapaiannya paling besar, siapa yang kekayaan mindsetnya paling tinggi? Kalau cuma titel S1, beli 20 juta juga bisa. Kalau cuma NIP dari profesi PNS, siapa yang tahu presiden mendatang akan meluncurkan program nasional prihatin bersama dan perampingan PNS besar-besaran.
Teman, jangan mempertuhankan negara. Negara ini dibangun bukan oleh para PNS, tapi para pembelajar yang mereka belajar dari alam langsung.
Teman, jangan mempertuhankan keahlian. Tidak ada jaminan orang terus akan mau membayar keahlian kita hingga tua dan mati nanti.
Teman, jangan bangga kau kaya hari ini, kalau mindsetmu kerdil. Dan banggalah yang mindsetnya hebat tetapi dari segi materiil belum mencukupi. Ini proses, yakinlah, kamu sudah pegang kuncinya, tinggal menunggu The Best Timing
Mus, Mustahil
Begitulah mustahil sudah tidak lagi tampak di depan saya, pergi entah kemana. Yang ada tinggal 'mungkin'. Mobil, LCD..
Dan bukan hanya itu, kita semua bertitel sarjana, punya (ownership) satu-satu bisnis di bawah SDI atas keringat dari nol, 2 taun yang lalu, bukan franchise, lebih tergambar didepan saya adalah cabang.
Jadi, tenang saja, badai hari ini adalah penguat kapal 'karakter' kita. Kalau mau, saya bisa jelaskan dengan logis keyakinan saya atas ke-mungkin-an ini.
Sosialisasikan 'Mencontreng'
Inilah hal yang paling membuat saya gemes, berpuluh program dibahas, didealkan, dikomitmenkan dan dijalankan, tapi tidak ada feedback laporan. Kalau pada berdalih, 'kan ga ditanya?' itu SALAH BESAR.
Satu komitmen yang sudah diijabkabulkan penerimaan dan pengerjaannya, berarti tercakup di dalamnya adalah ending dari task itu : laporan.
Saya hanya bisa memfasilitasi, membuat cheklist dan kolom kosong untuk dicontreng, itu saja. Agar saya crita dan koordinasi program selanjutnya juga enak, nda ilfeel seperti kemarin-kemarin.
Karena itu, contrenglah, laporkanlah, jangan menunggu ditanya. Mencontren adalah hal sepele tapi punya arti besar terhadap kontinuitas program, sementara baru Andri diantara sekian banyak, yang sudah memegang teguh budaya 'mencontreng'. Yang lain mulai ya!
1/12/09
Baru Pernah, Cuma Ber-4 pula, Benar2 Baru Pernah ...
1/11/09
Panthera Tigris
Kerajaan: AnimaliaFilum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Familia: Felidae
Genus : Panthera
Spesies: Panthera tigris
Harimau atau macan (Panthera tigris) tergolong dalam kerajaan hewan dalam Phylum Chordata (mempunyai saraf tulang belakang), sub-phylum vertebrata (bertulang belakang), kelas mamalia (berdarah panas, berbulu dengan kelenjar susu), pemakan daging (Carnivora), keluarga Felidae (kucing), genus panthera, spesies tigris (harimau).
Harimau tersebar luas di Asia, mulai dari Turki kearah timur, populasi terbanyak terdapat di Asia tenggara. Harimau biasanya memburu mangsa yang agak besar seperti rusa, kijang, babi, kancil, tetapi akan memburu hewan kecil seperti landak apabila mangsa yang agak besar itu tidak ada.
Ada sembilan subspesies harimau dalam genus Panthera. Enam di antaranya masih hidup pada masa sekarang. Tiga subspesies harimau selebihnya telah dianggap punah secara resmi. Berdasarkan warna harimau dapat dikelompokan menjadi 4 kelompok, harimau warna normal, harimau putih berloreng, harimau putih seluruhnya (pure white), harimau warna mas (golden tiger)
Hari ini 11 Januari (setahun Mission Statement)
Menjalani Kisah Cinta Ini
Naluri Berkata Engkaulah Milikku
Bahagia Selalu Dimiliki
Bertahun Menjalani Bersamamu
Kunyatakan bahwa Engkaulah jiwaku
Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu
Pernahku Menyakiti Hatimu
Pernah kau melupakan janji ini
Semua Karena kita ini manusia
Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu
Kau bawa diriku
Kedalam hidupmu
Kau basuh diriku
Dengan rasa sayang
Senyummu juga sedihmu adalah Hidupku
Kau sentuh cintaku dengan lembut
Dengan sejuta warna
1/10/09
Chance v.s. Character
Ketika berhasil melewati kesulitan bahagia,
Mana yang lebih bahagia diantara keduanya?
Kedua!
Itulah perbandinan karakter dan kesempatan. Jadi mana yang kita cari, karakter apa kesempatan?
1/9/09
Avanza is trigger
Mental miskin adalah expresi seorang materialis yang tak sadar bahwa dirinya materialis. Apa si materialis itu? maknanya demikian mendalam bagi saya, yakni orang yang nilai dirinya belum bisa berlepas diri dari nilai diri materi (finansial). Karena itulah Andri berkomitmen untuk kording tidak boleh tidak terbit satu bulanpun, apapun yang terjadi. Atau Hilmy berkomitmen, kedepannya harus ada pemisahan yang jelas antara Semangat Donk sebagai komunitas dengan Semangat Donk sebagai lembaga profesional. Atau saya berkomitmen untuk Avanza bersama sebelum Jazz pribadi.
Ini bukan sekedar komitmen, sudah dibuktikan kording tidak pernah untuk tidak terbit, kalaupun ada keterlambatan itu karena kendala teknis non-finansial, begitu juga soal free hotspot di L22, sesungguhnya itu bukan pemborosan walaupun saya amat menyayangkan kalau itu hanya digunakan untuk berhura-ria dengan chating (dengan para trainer misalnya), ada hal lain yang bisa kita kerjakan, kita cari dan kita pelajari, jalan terbuka lebar. Namun demikian, soal produktivitas internet saya tempatkan di urutan prioritas kedua, rasa-rasanya upaya saya sudah maskimal untuk menggenjot SDCP, untuk membangun semangatdonk.com, dan fokus di prioritas pertama saya adalah mengeluarkan diri kita dari perangkap 'kita miskin', menjadi 'kita kaya'.
Ketika kesadaran sudah beralih dari 'kita miskin' menjadi 'kita kaya', maka bukan hanya gaya hidup yang meningkat, sesungguhnya gaya hidup yang dalam hal ini free hotspot dan avanza hanyalah trigger, tetapi yang kita pancing sebenarnya adalah metalitas produktif kita. Karena sesungguhnya tidak ada satu hal yang bisa membantah bahwasannya kita itu punya potensi, potensi, bukan sekedar potensi biasa tetapi sangat brilian, sayang kita belum bisa keluar dari 'perangkap' miskin, masuk ke 'kendaraan' kaya, untuk produktifitas yang lebih.
Sebenarnya kita mampu, sayangnya kita amat minim melatih bawah sadar kita untuk menyadari itu, maka hanya inilah pencapaian maksimal dan kerja keras kita. Ubah diri kita, dan dunia kita akan berubah. Diri yang dimaksud di sini adalah bawah sadar. Dan bawah sadar itu perlu dipicu dengan stimulan, itulah trigger.
Inilah pembelajaran di universitas-harapan, kampus sejati kehidupan kita, tidak diajarkan oleh dosen mata kuliah apapun di kampus-kampus kampungan yang membodohi mahasiswanya sendiri dengan menyekat, mempersempit sudut pandang dan pola pikir mahasiswanya, dan mereka manut-manut saja.
1/8/09
Saya Tidak Normal
Jalan hidup yang saya pilihpun adalah jalan yang berbeda dari kebanyakan orang normal, aneh, menantang, misterius, tetapi bagi saya, inilah hidup.
Juga pernikahan yang akan saya jalani bukan pernikahan yang diawali dengan siap segala sesuatunya. Seperti Ustadz Aris Ahmad Jaya, yang membuat bahagia kami bukan materi, baik di awal maupun kesudahannya, tetapi keyakinan menjemput mimpi bersama. Berbeda dari normalnya, tetapi indah, saya tak bisa melukiskan itu.
1/7/09
S Coret
Nilai A

"Ada yang mesti kita periapkan, hati yang menerima, jiwa yang rela dan keikhlasan..."
Keikhlasan adalah mata kuliah yang saya dapatkan 2 tahun di Purwokerto ini, sekitar sesemester terakhir malah, saya hadapi praktikumnya, semoga saya lulus dengan nilai A.
Karena memang tidak ada yang perlu disesalkan, disayangkan, semua sudah terjadi, perubahan tidak bisa dihindari, saya hanya bagian kecil dari semua itu. Yang saya yakini, ini semua adalah mekanisme-NYA. Sang pendegup jantung dengan irama indahnya, Sang pelukis pelangi dengan paduan warna lembutnya.
AT Mahmud
Alangkah indahmu
Merah (jingga) kuning hijau (biru nila ungu)
Di langit yang biru
Pelukismu Agung
Siapa gerangan
Pelangi Pelangi Ciptaan Tuhan
1/6/09
Semuanya Menyerah
satu demi satu menyerah,
tinggal aku dan Engkau?
aku masih boleh melangkah kan?
yakinkan aku, kali ini aku akan lulus kan?
semua aku serahkan pada mekanisme-Mu,
seperti aku serahkan degupan jantungku dan aliran darahku
tugasku hanya melangkah, ke arah mimpiku kan?
Dari Ita
Dari Dayu
Permasalahan paling utama dari manusia adalah mereka tidak mau bereksperimen dengan mimpi mereka,mereka tidak menindak lanjuti mimpi mereka dan mereka hanya menganggap mimpi sekedar mimpi
Bedanya
Pengusaha akan berkata, "mimpi saya terwujud",
perhitungan itu pekerjaan si semut 'sadar',
mimpi itu pekerjaan si gajah 'bawah sadar'.

