2/3/09

Besok ke Kendal

Untuk mengindonesiakan kiprah kita, saya bangga dengan kalian, sungguh

Mubahan

Sepintas terlihat memaksakan diri... itu pandangan orang negatif. Kenapa terlihat semacam itu, itu hanya karena kita melampaui dari apa yang kita lakukan biasanya.

Karena itulah, bagi orang positif, ini terlihat sebagai optimalisasi aplikasi potensi diri. Ya, kita punya 80.000 km pembuluh darah, 2 milyar sel otak, dua ginjal dengan sistem super rumitnya. Ih, tega amat benda semahal itu cuma dipakai untuk leha-leha di atas lantai, untuk berkelekar di atas kasur, jan, waduh, mubahan temen...

Ayolah, OPTIMALKAN! Malas nian kau!
Kecuali kita tak punya Pa Zainal, tak punya Pa Purdi, tak punyas Mas Ridwan, tak punya Master Fahrur, tak punya Pa Waidi,

hari ini, kita itu seperti tikus yang kelaparan di gudang Energen. Melasi tenan...

Tak terhitung

Lagi-lagi mimpi saya terwujud, untuk yang ke-tak terhitung kali-nya. Saya tak pernah merencanakan hari ini, tapi saya pernah memimpikannya,

Dua perlintasan rel setelah pasar Gebang dan Avanza..

Total Action, Total Surrender

Tidak penting sanjungan orang,
tidak penting pada nurut pada mekanisme saya,
tidak penting pada menggerutu di belakang,
tidak penting pada hobi tidur,
tidak penting pada merautkan wajah lelah (salah sendiri kurang olahraga),

Penting bagi saya adalah, simpati dari Tuhan saya,
atas kesungguhan kita,
kesungguhan double total

Pertaruhan Sejati

Dua bulan ke depan, saya pertaruhkan semua, ujian, sudut pandang orang, energi, waktu, bahkwan teamwork. Untuk satu pembuktian...

Dan saya ikhlas ucapkan 'selamat tinggal',

untuk para pemalas,
untuk para penyetengah-setengah,
untuk para penidaksadar potensi dahsyat dalam dirinya,
untuk para peromantisme terselubung,
untuk para pembual mimpi,

Dan dengan bangga saya ucapkan 'salut' sepenuh hati, untuk para pemenang,
yang tak mengerjakan hanya setengah,
yang tak berpikir hingga dua kali untuk berlelah-lelah,

16 Jam Hari Ini

Kok kuat ya? single fighter, nyetir sendirian 16 jam (istirahat cuma sebentar-sebentar), Purwokerto, Cirebon, Indramayu, Cirebon, Purwokerto...

Dahyat! Rusaknya jalan Babakan-Songgom, tapi hari ini sungguh menyenangkan aku rasa...

hm..

Inilah yang hebat dari Puput,
komentator sejati,
jangan2 komen lebih dulu ada daripada postingannya...

2/2/09

INDONESIA BERGERAK

Dalam rangka 100 tahun Kebangkitan Nasional, kampanye Indonesia Bergerak! menciptakan sebuah poster yang terbuat dari elemen dasar IB! yaitu tetesan darah.
Kali ini tetesan darah tersebut membentuk kepala macan. Kami bermaksud menstimulasi Rakyat Indonesia untuk ikut berpartisisapi menciptakan negara Indonesia menuju Macan Asia!..
Sudah saatnya kita BERGERAK! Jangan bangkit melulu lalu tidur kembali.. Ayo Indonesiaku! BERGERAK!!

Bagaimana dengan pergerakanmu membangun Indonesia?..sudah hingga tetes darah penghabisan kah?..


BELUM!!!!!!!!!!!!!!!!!
SEDIKIT-SEDIKIT MENGELUH,
SEDIKIT-SEDIKIT TIDUR,
SEDIKIT-SEDIKIT MENUNDA,
SEDIKIT-SEDIKIT MENYALAHKAN YANG LAIN,
SEDIKIT-SEDIKIT MERASA LELAH,
YA, KITA HARUS SADAR, SATU-SATUNYA JEMPATAN DARI PULAU REALITA KE PULAU IDEALITA KITA CUMA SATU : KEIKHLASAN MEMANDANG SEMUA INI HANYA SEBAGAI PROSES!!!!!!!!

Sadar?

SDI

atau Sarekat Dagang Islam, Sarekat itu seakar dengan serikat, yang artinya perkumpulan atau komunitas, Dagang itu bisnis atau ber-entreprenur, Islam itu 165.

Jadi, SDI bukan tempat mencari nafkah, hanay satu pilarnya saja menjunjung dan mengokohkan kemandiran bentuknya unit bisnis. Itupun bukan perusahaan, tetapi Holding Company.

Saya tertegun dengan yang Pa Fahrur katakan, SDI itu seperti payung, bolehlah masing-masing membesarkan diri di bawah payung, tapi jangan lupa besarkan dulu payungnya, bukan cuma besarkan tetapi dahsyatkan.

Agar sarekat dagang Cina di Glodok, Pasar Wage, di negeri ini, bisa kita lewati...

1/29/09

Masukan dari Rizky

Untuk Hilmy, kurangi acuhmu-cobalah lebih peduli, karena peduli bisa jadi bagian dari tanggung jawab. Kalau di jam yang seharusnya fikry belum nyamper, cobalah buat ikhtiar tambahan more than just sms, kasihan kan Fikry

Untuk Karyanto, tolong untuk TIDAK ceroboh lagi, perang Uhud mengakibatkan kekalahan di pihak kaum muslimin tidak lain karena 'ceroboh', ikuti suara hati disiplin, pikirkanlah orang-orang yang jauh lebih lelah kerjanya, atas dasar apa mengerjakan sesuatu tidak tuntas, sekenanya, kepenginnnya sesimpel mungkin. Itu adalah akar kecerobohan yang menghancurkan

Untuk Andri, tempatkan Indie pada proporsinya, pertahankan sikap tidak bergantung. Karena belum jadi istri, mbok?

Untuk Hanie, lebih menghargai pimpinan, bukan pada egonya, tapi pada strukturalnya. Tempatkan idealita dalam realita yang lebih pas. Satu contoh, kenapa terang sore bisa jadi prioritas, sementara acuh tak acuk terhadap program Semangat Donk Dare to Care? Tahu kan tingkat progresivitas Semangat Donk Dare to Care... kalo sungguh2 dikembangkan bisa bikin terang sore di semua kota di Indonesia. Hargai sinergi, pimpinan ada tempatnya, idealita ada tempatnya, arogansi diri juga ada tempatnya

Untuk Fikry, praktekan apa yang ada di training SM, salah satunya dengan mempelajari unggah-ungguh orang Jawa. Di Jawa, bahasa non verbal dari raut muka kita dan intonasi suara kita punya makna yang mendalam...

Untuk Kusworo, sinergikan semua, sesungguhnya sejajar adalah dambaan saya, tapi bukan sejajar dalam kesendirian-kesendirian (split), tapi sejajar dalam satu 'mekanisme besar sinergi'. Akan terus saya perjuangkan itu

Untuk Azis, berpikir 2x dan bertindak sekali tidak lebih baik dari bertindak 20x dan berbuat salah 10x. Buat apa intelek kalau tak punya jam terbang. Belajarlah dari Naim, tidak pernah pilih-pilih Action, itu namanya visioner, mengalahkan kaum intelek

Untuk Naim, melulu uang itu akan membuat kita sendiri bergantung pada uang. Mulai berpikir bahwa mengangsur dan tanggungan bulanan adalah mekanisme Tuhan yang sudah Dia atur pendapatannya, buat apa jadi beban, asal kita tetap bertahan dalam optimalnya ikhtiar. Percayalah, semua akan mengalir, tercukupi dengan sendirinya, bahkan berlebih, buktikan saja ...

Untuk Rhea, kurangi over acting dan over-expresive, seenerjik apapun seorang entreprenut, wanita dihargai dari keluhuran budi yang tampak dari sikapnya. Berinovasilah, bukan sekedar mengekor

Untuk Rizky, segeralah menikah, yakinlah kuat-kuat dan bertahanlah. Selamat menjalani hidup yang sebenarnya (sebenar-benar bahagia)

1/28/09

Doa Pagi Ini

"Ya Allah,
dalam kapasitas sesempit apapun kepemimpinanku hari ini,
aku bersyukur padamu,
sekaligus aku memohon padamu,
agar, Engkau tambahi aku ilmu tentang kepemimpinan,
seperti ilmu yang Engkau karuniakan kepada Rasulullah, Abu Bakar, Salahudin Al Ayyubi, Mahmoud Ahmadinejad,

Spesifiknya,
anugerahi aku kekayaan kata-kata,
agar aku bisa menjelaskan apa-apa yang selama ini tak bisa aku jelaskan dengan verbal,
apa-apa yang membuat selisih pandang,

atau,
anugerahi aku kekuatan hati,
seperti Engkau anugerahkan pada Napoleon, Honda dan Bung Karno,

agar tetap yakin,
dan membagikan keyakinan ini seluas-luasnya,
bahwa apa yang tampak hari ini,
bahwa apa yang dikerjakan hari ini,
bahwa apa yang didapatkan hari ini,
adalah proses,
proses semata-mata,
bukanlah hasil,
bukanlah tujuan akhir,

Dan wahai Engkau yang Jantungku ada dalam mekanisme-Mu,
karuniakan aku kemampuan,
menjadi manusia yan preventif terhadap kritik,
bukan semata-mata menjadi manusia yang reaktif terhadap kritik,

Demi Qalam,
dan apa yang mereka tuliskan,

Pertemukan aku dengan lebih banyak buku,
agar meluas wawasanku,
menebal keyakinanku,
melipatganda semangat dan kiprahku,
dan terpelihara,

Jadikan aku orang yang terbuka,
akan ilmu,
akan masukan perbaikan,

Amin..."

1/26/09

Krisis 10 tahunan

Teman, dunia terus berubah, budaya terus bergeser. Kita, manusia hanyalah bagian kecil dalam perputaran dunia dan budaya. Tahukah kamu bahwa dunia sudah mengalami krisis dua kali, dalam kurun waktu terdekat ini, pertama di tahun 1998 dan kedua di tahun 2008. Namun, apa yang terjadi dengan Indonesia? Negeri katulistiwa kita ini belum 'mentas' dari krisis pertama sudah dilibas krisis kedua, tanpa jeda

Leadership

Kepemimpinan bukan perkara menyuruh saja,
kepemiminan bukan perkara mendominasi saja,
kepemimpinan bukan perkara mendikte saja,
kepemimpinan bukan perkara menuntut laporan saja,
kepemimpinan bukan perkara berkoar-koar saja,

Pemimpin, dalam pengertian yang saya miliki, adalah seperti seorang yang berada di paling depan, diantara rombongan orang-orang, menembus ilalang dan belantara 'masa depan', dengan 'gaman' seadanya, 'memenclas', melibas apa-apa yang ada dihadapannya, agar serombongan itu bisa lewat...

Pembuka jalan, ya, mungkin itu yang saya pahami.

Dan pemimpin harus menyadari, mengakui kelemahan dirinya, bahwa pada saat membuka jalan, tidak selalu bisa menjadi sempurna dengan mengayomi semua, menggendong semua, memapah semua, atau membiarkan masing-masing asyik dengan permainannya sendiri-sendiri.

Tidak ada yang lebih dominan dari serombongan itu kalau kita berbicara soal keselamatan bersama. Belantara yang ditembus bukanlahj belantara main-main, kita tak tahu ada apa di depan sana, yang kita tahu ada sebuah peta gambaran ujung belantara itu yang bernama 'IMPIAN'. Kita juga tak dibekali navigasi beraneka rupa, kompas yang menuntun perjalanan kita itu bernama 'KEYAKINAN'.

Dan kita sadar misi, perjalanan serombongan ini dibatasi oleh waktu, jam tangan waktu itu bernama 'AKSI', dan hal yang membuat serombongan ini bisa berjalan bersama bukanlah kesamaan apapun, kecuali 'SEMANGAT'.

Dan hal lain yang harus disadari oleh seorang pemimpin adalah, bahwa kadang-kadang pemimpin dituntut untuk menjelaskan, kenapa yang ditebas, yang diberangus, adalah ilalang dan pepohonan di arah sini, bukan diarah lainnya ... Kenapa pemimpin begitu bersemangat menebas dan membersihkan ilalang dihadapannya, sementara serombongan yang dibawanya dia abaikan, logistiknya, keringatnya, keashyikan pribadinya... .Intuisi, ya, intuisi kadan tidak bisa diverbalkan dengan penjelasan.

Dalam kasus seperti ini, pemimpin dituntut untuk lebih mau belajar keras tentan komunikasi, bukan hanya komunikasi kata-kata, tetapi juga komunikasi hati yang disebut simpati dan empati.

Begitu juga serombongan yang dibawanya harus berusaha keras memahami, bahwa apa yang dicapai bersama sejauh ini bukanlah tujuan akhir. Itulah kenapa sang pemimpin masih terus menebas pepohonan, memberangus ilalang.

Be Different

Bai Saya Mr. Fahrur is not just matematika.... Beliau salah satu mentor terhebat saya. Disaat saya dan Hilmy kelimpungan menyelesaikan tulisan untuk Kording bulan ini, saya ketemu si Master Matematika Dahsyat ini...

Dari dulu tahu, apa yang selalu dia dengung2kan, seperti halnya tadi apa yang berulang dia lantang2kan?

Menjadi berbeda! Menjadi Berbeda! dengan serangkaian kata bijaknya dalam berbagai versi dia ungkapkan ajakan itu.

Sungguh Bukan mengepas-paskan, bukan sebuah kebetulan.

1/24/09

Jangan 'Kemaruk'

Jangan 'kemaruk', atau dibahasalainkan menjadi 'serakah', itu salah satu pesan yang begitu membekas di saya, saya dapat dari Bob Sadino, di sabuah kafe mewah di Bandung, d'Palm..

Apa si kemaruk yang dimaksud Om Bob?
Malas saya menjelaskan disini, inti yg saya tangkap, berdiri di dua kapal cuma akan jatuh,
kecuali kapal itu beriringan berjalannya...

Sejak itu saya berusaha untuk tidak kemaruk,

Mencontreng


Sudah tidak tahu lagi bagaimana saya harus verbalkan budaya kaum intelektual tingkat tinggi ini dipraktekkan.

Lagi lagi dan lagi lagi, cuma 1 orang yang mencontrengi, tanda bahwa list sudah selesai dilakukan.

Sebuah nilai 'minus' tersendiri, kalau satu list sudah beres tapi belum dicontreng, apalagi kalau belum beres, tidak menandai pula, apakah schedule telat atau sudah beres...

Sentimenkah

Dulu Peserta dari Primagama Jalan Bank Lebih dari 50 Orang, sekarang kok cuma 4. Tanya kenapa?

Bukan Sebuah Kebetulan

Nomor Name Tag Character Building AGA0216
Jumlah Rakaat Sholat dihitung waktu itu 61200

1/23/09

THE POWER OF WRITING


Bukan sekali dua kali saja saya merasakan dahsyatnya efek menulis,

Menulis itu Dahsyat!

UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945


Pembukaan

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan
inikemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Seminggu sekali, dari kelas 1 SD kita mendengarkan text ini dibacakan, pernahkah meresapi dalamnya makna

1/22/09

15 atau 25 tahun lagi

Saya hanya ingin sampaikan,
kalau tidak di tangan kita, di tangan siapa lagi Indonesia akan dibesarkan, dijayakan, disejahterakan?

JAWAB!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
sekali lagi JAWAB!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Di tangan para Caleg yang tidak malu menampangkan muka (memuakkan) di perempatan-perempatan jalan diatas banner berharga ribuan bungkus nasi rames?

Di tangan mereka yang cemas dengan IPK, berpikir keras untuk perut mereka, akan kerja dimana nanti saya setelah lulus untuk makan, memenuhi perut saya ini?

Di tangan mereka yang hanya pandai berdebat, beradu argumen dengan aksi 'nol' besar?

Di tangan mereka yan rajin tahajjud tetapi terdiam melihat keterpurukan bumi tempat kakinya dipijakkan tiap hari?

Di tangan mereka yang beralasan 'sibuk', padahal itu hanya dalih akan rasa takutnya dimutasi atau pekerjaannya tak diperpanjang lagi?

Di tangan siapa?





Kita! Itu jawaban terbaik menurut saya hari ini.

Yang punya mimpi besar melebihi jangakauan dirinya, yang membulat keyakinannya tak memikirkan beitu terpuruk keadaannya di hari ini,

yang beraksi diluar nalar orang-orang biasa, yang punya sumber semangat jauh diatas sekedar 'materi', yang terus mencari ilmu bukan untuk di-save saja tetapi terus diformulasi dan menerus dibagikan, yang berani menjalankan 'ide' dengan kepasrahan hasil hanya pada Yang Di Atas,

yang bersungguh-sungguh, fokus, peka menangkap peluang demi peluang, memperbaiki detail demi detail menuju kesempurnaan, yang selalu berusaha berbaik sangka atas apapun kondisi, yang selalu memilih untuk bergerak sepelan apapun ketimbang diam, mending salah ketimban diam, karena dari salah, yakin, ada pelajaran untuk perbaikan, ketimbang hanya diam,

yang memahami potensi tak ternilai manusia akan muncul hanya ketika berkolaborasi, menghubungkan antara satu orang dengan orang lainnya, menghubungkan antara satu ide dengan ide lainnya, menghubungkan antara satu peluang dengan peluang lainnya, menghubungkan antara peluang dengan ide, antara ide dengan orang dan antara orang dengan peluang, yang memahami bahwa hanya cinta dan doa yang menjadi bekal ketekunan dan hanya ketekunanlah yang akan melahirkan satu keberhasilan berkarakter, keberhasilan sejati

yang memahami bahwa makna sukses adalah berbagi, ya berbagi sebagai tanda berkelimpahan,

seandainya kau dapat berpikir dengan demikian mendalam, tentang satu negeri yang kita cintai ini, yang kita pijak setiap hari, dua atau tiga dekade lagi, takkan tega kau serahkan ini selain pada orang-orang yang lebih baik dari kita,

bukan mereka, ya, tapi kita, dan orang-orang yang lebih baik dari kita,

sungguh, seandainya pikiranmu sampai pada titik itu, tak ada celah yang membuatmu dapat mengeluh atas beratnya hari ini, demikian indah, sangat indah tak terperi,

berpikirlah, mendalam berpikir dalam perenungan, untuk satu cinta, cinta pada negeri yang membesarkan kita hingga hari ini

1/21/09

3B : Rumus Kenali Sahabat

Teman dekat dan sahabat bisa dikenali (truely kenal) hanya dengan 3B. Ini rumus yang saya dapat dari Pa Supardi Lee di PPIB (Pusat Pengembangan Islam Bogor) dulu :

B pertama :
Berperjalanan (bersafari, musafir) dengannya

B kedua :
Bermalam dengannya (kalau tidak salah tepatnya, bermalam dirumahnya)

B ketiga :
Berbisnis dengannya

Akan ketahuan tuh watak dan tabiat asli teman baik/sahabat kita. Bisa menerimakah kita? Baik dan jeleknya? Sahabat sejatikah kita?

7B, pelajaran dari Bafak 7

Babakan fakultas 7, nama Kosan saya di Bogor 2005 lalu,

1 Berani melangkah. Itu satu ciri utama seorang entrepreneur
2 Bisnis. Demam bisnis dan anti Karyawan, salah satu ilmu yang paling saya geluti di Bogor
3 Bijaksana. Oleh seorang teman saya dikenalkan istilah ini dari buku Gue Never Die
4 Bersegera menikah. Kali pertama terslenting itikad untuk menyegerakan menikah
5 Berinisiatif. Tanpa inisiatif tidak ada bisnis yang jalan, tak ada entrepreneur yang sukses
6 Berpositif thinking. Tanpa positif, orang jauh dari sikap, siap menikah
7 Belajar. Setiap hari adalah belajar, baik salah atau benar sikap kita, pelajarilah, perbaikilah, sempurnakanlah

Cutting Stiker

Sekarang sudah punya cutting stiker, padahal awalnya dulu hanya coretan di atas kertas buram, antara saya dan Hilmy, di satu sudut kamar bernama 212,
saya tak lupa huruf "S" di dalam kotak berwarna merah yang di print di atas kertas buram itu.

Sekarang kotak itu sudah hilang...

Sungguh saya bangga, karena sesungguhnya semua ini diluar mekanisme saya, ini mekanisme Tuhan dan saya, Hilmy, kita ada di dalam mekanisme itu.

...Menjadi Fenomenallah! Insya Allah...

Menyuruh itu Mulia

Karena menyuruh itu mulia,
cerminan orang yang tidak egois, perfeksionis, merasa bisa mengerjakan semuanya seorang diri,
cerminan orang yang berbaik sangka bahwa orang-orang disekelilingnyapun ingin bahagia dengan berkontribusi,
cerminan orang yang ikhlas lapang tangan membuka diri untuk berkomunikasi,
cerminan orang yang percaya kepada orang lainnya,
cerminan orang yang membuka lengan merangkul memberi kesempatan untuk sukses bersama,
cerminan orang yang memiliki jiwa leadership,

karena di dunia ini tak ada yang bisa dikerjakan seorang diri, karena itu belajarlah menyuruh, karena menyuruh itu ada ilmunya, tentang tata kata, etika, perwaktuan, tata hubungan antara satu hal dengan hal lainnya,

sungguh, menyuruh bukan pekerjaan hina, bahagialah jika bisa menyuruh, jika berani menyuruh,
kalau hari ini kamu belum bisa menyuruh, belajarlah,
belajarlah,
kecuali kamu tak pernah memimpikan untuk berkiprah besar

Ujian Karakter

Bahkan sekarang sebelum jadi asisten, calon trainer ESQ harus menjalani tahap sebagai marketing dan event organizer training dulu. Itulah ketangguhan ilmu yang diperoleh dari sekedar event organizing.

Bekerja sendirian, saya pernah, bahkan sering. Berapa sering pada tidur duluan, pulang duluan, sementara saya harus sampai pagi-pagi buta. Maka itu ketika kemarin di Kebumen harus sendirian ngetik dan nggunting2i label ditinggal Andri dan Fikry bagi saya bukan hal yang menyedihkan.

Berlatihlah, seperti Karyanto menyiapkan Gedung Setda sendirian, sementara 2 orang lainnya pergi ke Purworejo dari bangun tidur (belum mandi acan) dan pulan-pulang peserta sudah ada yang datang, 2 orang lainnya sedang telpon2 untuk event besoknya lagi, 2 orang lainnya sedang sebar brosur di cilacap dan yang lainnnya lagi tak tahu kabarnya.

Berlatih seperti Naim, yang Ngurus Even Banjarnegara, dia fotokopi sendiri, ngurus rekomendasi sendiri, tanda tangan 300 surat lebih sendiri, lipat-lipat sendiri, klip sendiri, dan antarkan surat itu sendiri. Tidak mengeluh dia.

Berlatihlah seperti Andri, yang saya cuma urun tulisan, sementara urusan iklan, kertas, naik cetak, turun cetak dia tidak pernah keluhkan garap itu sendiri.

Terlihat saat ini, siapa yang karakternya menguat dan siapa yang letoy. Tak perlu saya verbalkan itu, pesan saya, lebih sungguh-sungguhlah belajar. JANGAN PERNAJ LIHAT HASIL KERJA KITA DENGAN APA YANG KITA DAPATKAN HARI INI. BESOK ...

Dari Mas Akhsin tentang Leadership

Akhsin Muamar, salah satu staf Lion Air saat ini yang baru menikah belum lama kemarin, orang luar biasa jebolan SMA 2 Purwokerto.

Dulunya ketua Rohis, dua angkatan diatas kepengurusan saya. Dari dia lah saya belajar begitu berkesan tentang ketangguhan seorang pemimpin (The strenght of Leader).

Waktu itu Idul Adha, kali pertama saya ikut acara Rohis, belum jadi pengurus waktu itu, dan saya kebagian tugas motong-motong daging kambing, menjijikan pertama, sumpah... pertamanya pengen pulang aja... tapi pertamanya dipaksain, lama-lama enjoy juga, kenyal, asyik juga motong-motong daging kambing.

Ketika semua belepotan dengan darah dan keringat, darah kambing maksudnya, eh, si mas Akhsin sang ketua Rohis malah cuma sliwar-sliwer puter-puter dari mushola, ruang guru, lahan pembantaian kambing dan tempat yang akan dipakai untuk pembagian nanti sambil mententeng kertas dan bolpoint di atas clip board.

"Sombong nian sang ketua Rohis", pikir saya waktu itu, apalagi waktu itu saya belum mengenal dekat dia.

Nyatanya, itulah gaya leadership yang bisa dibilang mensukseskan pengkurbanan kambing tahun itu pada khususnya dan kepengurusan Rohis tahun itu pada umumnya. Mas Akhsin memang tidak turun ke bawah meraasakan bagaimana kenyalnya daging dan tajamnya pisau, tetapi dia ketat mengontorl setiap pergerakan daging-daging yang masuk kemasan dan bagaimana persebaran tiket.

Akibatnya, tahun itu acara idul adha sukses, tidak seperti tahun sebelumnya yang katanya kacau balau karena calon penerima daging berdesak-desakan masuk, daging tercuri, kresek tidak merata, ya.

Itulah, yang sering tidak disadari oleh tim, sama seperti yang saya pikirkan waktu itu, pemimpin yang baik bukan pemimpin yang apa-apa dipegang. Bagi saya pemimpin yang baik adalah pemimpin yang cerdas menjalankan dua fungsi. Pertama KOORDINASI dan kedua DELEGASI.

Clipboard yang dipegang mas Akhsin adalah center dari koordinasi, dan suara dia yang lantan menyuruh sana dan menyuruh sini adalah menjalankan fungsi delegasi. The Result, even sukses.

Gaya kepemimpinan macam itu yang saya akui jempolan pernah saya lupakan satu setengah tahun terakhir, dan mulai akan saya coba terapkan lagi, agar struktural tim terjaga, misi berjalan dan visi tercapai. Saya tidak bisa menjelaskan kesemuanya secara verbal kepada tim, yang saya minta hanya tim lebih mau belajar, memahami posisinya dalam struktural besar terwujudnya Indonesia Emas. Diposisi mana kamu, saya akan ambil bagian?

Pekerja Keras

Bekerja keras adalah salah satu bentuk totalitas aksi (Total Action). Sebut saja Rhea, saya suka dengan hasil kerjanya, walaupun di depan cerewetnya melebihi panci yang jatuh dari anak tangga ke 1945 tugu monas, tetapi tuntas apa yang menjadi tugasnya. Habis pulsa saya untuk SMS-an, tetapi setidaknya saya ayem, karena ketika dilapangan mendapati kenyataan berbeda dari yang sudah direncanakan adalah bukan hal yang aneh, manuver demi manuver, itu kunci keberhasilan satu misi.

Atau sebut lainnya Naim, cocok dengan salah satu kredo saya "jadikan setiap even menjadi inspirasi even selanjutnya", ya, di jalan jangan takut mencoba hal baru, turun bagi-bagi brosur di perempatan, presentasi dihadapan anak SD yang sebelumnya belum direncanakan. Itu nilai lebih dari seorang pengemban misi.

"Dont just do what I tell U!"

1/20/09

Muhammad Rizky

Rani 'heboh sendiri', pertama yang memberikan frasa itu ke saya. Entahlah, saya menyukai nama itu. Bolehkah untuk nama pena nanti?

"Nuuun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan."

1/19/09

Jiwa Semangat Donk

Hidup sebagai seorang samurai, sempurna dan kedsiplinan yang sangat tinggi melebihi kaum lainnya, kehormatan diri lebih berharga dari nyawanya. Lalu bagaimana hidup sebagai seorang Semangat Donk?

Ini yan saya rasakan dan belum sempat saya sampaikan sebelumnya. Bahwa sesungguhnya hari-hari kita adalah pembuktian atas apa yang kita tuliskan di Koran Dinding. "Nuuuuun, walqolami walayasdurun...". Mencapai keberhasilan itu biasa, tetapi mencapai keberhasilan yang sebelum keberhasilan itu tercapai sudah tergambar dalam impian di benak kita, itulah istimewa. Itulah The Power of Dream.

Bisa membeli mobil itu biasa, tapi memberanikan diri membeli mobil saat uang belum ada di tangan, itulah istimewa. Itulah The Power of Believing.

Bertindak dengan maksimal, kerja keras, itu biasa. Tetapi bertindak dengan inisiatif, sebagai perwujudan pribadi yang peka akan kebutuhan sekeliling dan peluang yang bisa diambil disekeliling, itulah istimewa. Itulah The Power of Action.

Bersungguh-sungguh dalam semangat itu biasa, tetapi bersemangat dengan satu niatan diatas nilai-nilai materi, itulah istimewa. "Kanggo sebo mengko sore..", saya suka mengistilahkan itu. Itulah The Power of Spirit.

...Knowledge, Idea, Focus, Positive, Choice, Synergy, Love...

Menjadi kaya, sejahtera, berkelimpahan itu biasa, tetapi memiliki semangat berbagi melebihi kecemasan kita akan kehidupan kita hari esok bagaimana, itulah istimewa. Pa Zainal Abidin dan Uztadz Yusuf Mansyur guru besar kita soal ini. Itulah The Power of Success.

Karena itulah, kording istimewa, sangat istimewa. Karena itulah Kording terus terbit, sefluktuatif apapun pendapatan iklan. Terus, harus terus, menulis.

Regional Entity By Roadshow ICE. Road to National begin with Matematika Dahsyat 3

1 Umum Indonesia Cerdas Emosi I 2009
-spanduk roadshow 1x5 meter 1
-backdrop roadshow 2x4 meter 1
-poster A3 setengah rim
-kolom metrobis dan advertorial koran

a Otak Kanan
i brosur dan presentasi di kelas 5 dan 6 SD SD favorit
ii brosurman di mall, bank
iii surat smp-sma

b Temu OSIS
i surat smp-sma, u.p. pembina osis/kesiswaan
ii outgoingcall data dari disdik

c Workshop Asmaul Husna
i surat terbuka diprint ukuran poster di masjid-masjid strategis kabupaten
ii surat untuk tamir dan remaja masjid melalui tamir masjid agung
iii surat untuk semua kecamatan dan kelurahan di kota untuk perwakilan tokoh masyarakat, tokoh pemuda melalui kantor pos
iv surat smp-sma u.p. pembina rohis, pengurus rohis, guru agama
v surat guru-guru sd melalui upk

d Psiko-edukasi
i. surat smp-sma dua versi, untuk kepsek dan undangan terbuka
ii. surat guru-guru sd melalui upk

2 Follow up Indonesia Cerdas Emosi I 2009
-follow up diklat psiko-edukasi 4x pertemuan

Keukeuh,

Mana pantas saya mendapatkan seseorang, sementara keukeuh saya tak bisa mengalahkan keukeuhnya. Sampai hari ini, saya siap kehilangannya sesiap saya mendapatkannya,

Januari, 15 Januari 2009 (Hari ini harga BBM luluh, jadi 4.500)

Sebuah Entitas

Sukses, itu yang terpikir di benak saya sedari jam 03.00 dinihari dilepas pergi Ibu dan Bapak dari rumah hendak ke Kebumen tadi. "Harus sepagi itukah?', itu yang mereka tanyakan. Kebumen memang dekat, tapi serangkaian panjang hal kalau tidak selesai hari ini kacaulah besok. Nyatanya kata sukses itu terus bergaung, waktu terkejar rapih, kepala Dinas dan pejabat Setda juga ditemui, sukses, demi sukses terus mengalir...

Ya, itulah hikmah bisikan kata sukses di awal pagi. Bagi saya ketika berangkat tadi pagi, jumlah peserta tidak jadi soal. Saya hanya bersyukur, satu ide yang saya gagas sendiri bahkan tidak sempat saya rembug dengan teman saya sebelumnya, langsung saja cetak poster dan gagas time-schedule, hari ini mulai bergulir prosesnya.

Yang menjadi esensi expansi Semangat Donk out of box of Banyumas adalah saya berharap ini bisa menjadi trigger meng-out of box-an mindset teman-teman, yang saya tahu, saya lihat dan saya rasakan sudah sangat jumud. Kejumudan adalah istilah yang saya dapat dari Mas Akhsin, salah satu guru leadership saya di Rohis dulu yang sekarang sudah menenteng titel, menggandeng istri di usia sangat muda di Lion Air sana.

Kejumudan adalah awal kehancuran. Tak ada kata lain selain harus dihilangkan kejumudan itu, ini soal mindset, bagaimana mungkin kita akan sukses kalau kita sudah menjustis atau menghakimi diri kita sendiri sebagai orang malang, orang gagal, orang lelah. Sudahlah, untuk kesekian kalinya saya katakan, kesulitan ini bukan tanda kita salah jalan, kesulitan bukan resistor (penghambat) tapi transistor (penguat), kamu tak perlu percaya pada saya, itu musyrik namanya, percaya hanya pada Tuhan. dan percayalah saya adalah wakil Tuhan di muka bumi, yang berani melangkah, yang berani mengambil resiko, yang sedang ditempa kekuatan karakternya, yang bisa jadi kadang bahkan sering salah langkah.

Lihatkah siginifikannya pergerakan peningkatan kualitas diri kita. Dari obrolan berdua di kamar di atas kertas buram, sekarang ada di dinding-dinding ratusan sekolah, ada di folder-folder ijazah peserta training, terpampang di halaman web, bersyukurlah atas itu. Itulah kenapa saya mengajak keluar dari Banyumas, agar kita tidak Banyumas-sentris. Yakinlah, kita terus melaju, melesat, menjawatengahkan diri, mengindonesiakan semangat, dan menduniakan kiprah. Saya tahu kamu lelah, bisa jadi orang membacamu sedang putus asa, atas mimpi-mimpi yang tertunda.

Tuhan menuntun kita seperti menuntun runtut-runtutan judul kording, yang tidak sembarangan diurut-urutkan, Tuhan menjaga kita seperti menjaga degupan jantung dengan iramanya, hembusan nafas dengan kadar kerapatannya. Angkuh benar merasa kehendak kitalah yang paling hebat, padahal bukankah judul kording, jantung dan nafas itu diluar kehendak kita?

Satu pesan bermakna dari salah satu orang yang saya kagumi dia Hill, ya Napoleon Hill, dia katakan di buku spektakulernya, bahwa seorang yang memiliki satu impian dan ia sudah mengorbankan apapun di hari ini -kuliahnya, nilainya, kebersamaan dengan keluarga, penampilan, waktu senggang, kenyamanan tidur cepat bangun siang, dan banyak lagi-  demi impiannya itu, tidak ada hal lain yang akan terjadi padanya kecuali dia akan benar-benar mendapatkan apa yang dia inginkan.

Dan kalau dihubungkan dengan kata-kata dari Tata, "...di waktu terbaik."

Kenapa harus begitu? Karena tidak ada yang lebih mahal, kecuali "keyakinan", ya, keyakinan kitalah yang sedang diuji. Punya keyakinan yang kuatkah? Tidak mudah menyerahkah?

Maka, mulai hari ini, Semangat Donk bukan entitas kamar, bukan entitas kampus, bukan entitas lapisan masyarakat tertentu, bukan entitas lokal, tetapi entitas regional yang dalam waktu dekat akan menasional. Percaya?

1/18/09

Kebuboy

Itu mungkin nama kecil Kebumen. Di balik Backdrop chek2mail, sambil dengarkan mas ARIF RH membawakan otak kanan dahsyat. Ketawa2 sendiri saya,

Wah, ternyata memang Otak Kanan Dahsyat nggak kalah Dahsyatnya dengan Matematika Dahsyat! Akan saya boomingkan ini. Saya Optimis. Ini content bagus! Mas Arif pembawa materi bagus! Tinggal saya jadi manager event yang bagus, maka menasionallah Semangat Donk Indonesa.

Ini mungkin jalan lompatan sebelum masuk M, ya, ratus juta dulu. Tunggu pembuktian postingan ini. Mau jadi penonton? atw Pendukung?

1/16/09

Lelah tak terperi, Menyenangkan tak terkira

Tapak-tapak jejak Soedirman, Road to Jateng from Banyumas, Goes to Indonesia. Pulang dari Kebumen punya LCD. Pulang dari Purworejo punya apa...

Apa?

Avanza... Ah yang bener? Tak usah dipikir buat yang tak percaya, menghambat saja. Kawan, ini bukan untuk gelamoriaku, tapi ini jawaban dariku atas keraguan selama ini..

Jalan ini hebat! hanya itu yang aku yakini. Semoga kau juga!!!

Sekarang saya percaya

Saya, kita, tak lama lagi akan jadi tokoh nasional. Diantara kita ada yang ragu pada gaya leadership saya, pada keyakinan saya, pada tajamnya visi saya,

Kalau karena itu harus tersingkir dengan sendirinya, saya juga yang akan sedih. (Bukan Hilmy yang saya maksud, tak ragu sedikitpun pada komitmen dan keyakinannya)

Inilah proses, yang dulu sering saya sebut seleksi alam, tak pernah berhenti seleksi alam. Bertahan! atau mati! Berubah! atau mati.

Dan Januari ini, Berbeda! atau mati! HARUS menulis kau, HARUS!

Kerja Rodi : Bikin Mandulnya Alat Vital Produktivitas

Ya, alat vital bernama spirit entrepreneurship menjadi letoy bahkan mandul akibat kesalahan yang disepelekan. Jualan barang, dan keuntungannya semua untuk kas organisasi. Terus dapat apa donk yang jualan.

Bagi saya persentase memiliki dampak gede. Berapa persen buat yang jual, berapa yang masuk kas. Dengan begitu, semangat progresivitas akan terpupuk.

SUSU ULTRA STRAWBERY


Dari Susu Segar, kaya kalsium alami, 14 vitamin & 9 mineral.
Susu Ultra dipersiapkan menggunakan teknologi UHT dan dikemas secara aseptik. Kualitasnya tetap terjaga selama kemasan masih tertutup meskipun tidak disimpan dalam lemari es.
Dengan kemasan multilapis kedap cahaya dan udara yang melindungi susu dari pengaruh suhu dan sinar matahari yang dapat menurunkan kualitas susunya.
Disarankan minum susu UHT kaya kalsium sekurang-kurangnya 2 gelas (500ml) setiap hari untuk melengkapi kebutuhan keluarga akan 14 vitamin dan 9 mineral. Susu UHT cocok untuk anak usia diatas 1 tahun.
Ingredients: Fresh Milk, Sugar, Stabilizer, Strawberry Flavor, Carmine Color (CI 75470).
Nutrition Facts
Serving Size 1 Pack (200ml / 6.76 fl.oz).
Serving Per Container: 1.
Amount Per Serving
Total Energy: 140kcal.
Energy from Fat: 30kcal.
Contain Biotin 5.1mcg, Inositol 10.4mg, Choline 38mg, Chloride 185mg, and Cuprum 6.3mcg per serving.
Shake Before Opening. Once opened consume immediately.
Diproduksi Oleh: PT Ultrajaya Milk Industry Tbk, Indonesia.
BPOM RI MD 405710196022.

1/14/09

Apa si Kaya itu?

Kaya Mindset itu gajah.
Kaya Harta itu semut.

Orang yang kaya harta saja bisa saja terperangkap dalam persepsi sempit dirinya sendiri, jalannya pelan (jalan peningkatan kualitas diri) dan arahnya entah, seperti gajah yang mengikuti semut.

Orang yang kaya mindset saja memiliki kunci-kunci kekayaan harta. Sebut saja jiwa pembelajar sebagai bantuk kekayaan mindset, semangat untuk maju, kemampuan untuk supel, bukankah itu pintu-pintu rejeki. Seperti semut yang mengikuti gajah. Lho? memang bisa? bisa, karena semut bisa menaiki punggung gajah tetapi gajah tidak bisa menaiki punggung semut.

Di kampus, kita diajari bagaimana caranya menjustifikasi diri. Dan diajak untuk bisa memaksimalkan keahlian kita agar bisa diterima sebagai satu bentuk komoditas yang dibutuhkan pasar, pasar dunia kerja.

Di luar kampus, saya diajari bagaimana caranya mengeksplorasi diri, menemukan titik terkuat dan terlemah di dalam diri, berinteraksi, survive, keberanian mengemukakan gagasan, keberanian melangkah dalam kondisi tidak ideal.

Itulah beda keduanya. Satu alasan kenapa saya tak merasa bersalah tak berangkat praktikum hari ini. 20 juta akumulasi uang kuliah yang sudah saya hamburkan bisa kembali dengan satu atau dua derajat saja tingkat kekayaan mindset saya, saya naikkan.

Tapi satu atau dua tahun saya forsir diri saya di empat tembok ruang kelas di kampus, bisa-bisa otak saya menjadi kerdil, nyali saya mlempem, inspirasi saya tumpul, dan serangkaian justis (pembenaran) kepada diri sendiri yang demikian memprihatinkan lainnya. Akibatnya, hanya untuk 20 juta mungkin saya harus 20 tahun mengais 'tong sampah' rejeki.

Banggalah, coba bandingkan dengan rekan-rekan selifting kita, siapa yang pencapaiannya paling besar, siapa yang kekayaan mindsetnya paling tinggi? Kalau cuma titel S1, beli 20 juta juga bisa. Kalau cuma NIP dari profesi PNS, siapa yang tahu presiden mendatang akan meluncurkan program nasional prihatin bersama dan perampingan PNS besar-besaran.

Teman, jangan mempertuhankan negara. Negara ini dibangun bukan oleh para PNS, tapi para pembelajar yang mereka belajar dari alam langsung.

Teman, jangan mempertuhankan keahlian. Tidak ada jaminan orang terus akan mau membayar keahlian kita hingga tua dan mati nanti.

Teman, jangan bangga kau kaya hari ini, kalau mindsetmu kerdil. Dan banggalah yang mindsetnya hebat tetapi dari segi materiil belum mencukupi. Ini proses, yakinlah, kamu sudah pegang kuncinya, tinggal menunggu The Best Timing

Mus, Mustahil

Dulu mustahil kenal tokoh2 nasional. Dulu mustahil ada laptop belasan jumlahnya. Dulu mustahil, terkonek ke seluruh dunia melalui jaringan maya NON-STOP. sekarang? mustahil pergi entah kemana.

Begitulah mustahil sudah tidak lagi tampak di depan saya, pergi entah kemana. Yang ada tinggal 'mungkin'. Mobil, LCD..

Dan bukan hanya itu, kita semua bertitel sarjana, punya (ownership) satu-satu bisnis di bawah SDI atas keringat dari nol, 2 taun yang lalu, bukan franchise, lebih tergambar didepan saya adalah cabang.

Jadi, tenang saja, badai hari ini adalah penguat kapal 'karakter' kita. Kalau mau, saya bisa jelaskan dengan logis keyakinan saya atas ke-mungkin-an ini.