God,
Kau akan kabulkan itu kan ...
kalau, tidak,
biarkan aku ke rumah-Mu yang suci di Mekkah sana,
biar itu aku minta pada-Mu di sana ...
Amin (untuk siapapun pembaca), Al Fatihah...
2/21/09
Kalau
God,
kalau ada kebaikan dari hari yang aku lalui,
catat itu, tak pantas aku berharap atas pahala,
ampuni saja salahku God,
beri kekuatan utk perbaiki..
Sudah banyak kan orang yang aku ajak ke jalan-Mu,
dengan bermacam cara dan pencapaian,
aku minta itu saja God,
please...
Amin, (untuk siapapun pembaca...), Al Fatihah...
kalau ada kebaikan dari hari yang aku lalui,
catat itu, tak pantas aku berharap atas pahala,
ampuni saja salahku God,
beri kekuatan utk perbaiki..
Sudah banyak kan orang yang aku ajak ke jalan-Mu,
dengan bermacam cara dan pencapaian,
aku minta itu saja God,
please...
Amin, (untuk siapapun pembaca...), Al Fatihah...
Resiko
Resiko para pemimpi memang begitu berat,
harus memaksa diri untuk mengucek-kucek mata,
membersihkan sendal dari belepot lumpur,
untuk segera tanda tangan PO laptop baru,
beli perkakas mewah untuk aset kantor,
bahkan tanda tangan pengambilan Avanza,
sebentar lagi,
belum booking tiket kolektif untuk Umroh para Bapak dan para Ibu,
Namun begitu,
sang pemimpi sejati tetap saja makannya nasi
dan telor penyet,
sekali lagi kawan, maafkan
harus memaksa diri untuk mengucek-kucek mata,
membersihkan sendal dari belepot lumpur,
untuk segera tanda tangan PO laptop baru,
beli perkakas mewah untuk aset kantor,
bahkan tanda tangan pengambilan Avanza,
sebentar lagi,
belum booking tiket kolektif untuk Umroh para Bapak dan para Ibu,
Namun begitu,
sang pemimpi sejati tetap saja makannya nasi
dan telor penyet,
sekali lagi kawan, maafkan
Pa Iskandar FKA Kudus
Mas Ipang LC Semarang, Mba Siska Marketing Griptha, Pak Sumoyo PGRI Purbalingga, Mas Annis Lombok, Pa Kelik Bupati Purworejo, Mba Ary EU, Pa Miming Pangarah, Mas Arif Rahutomo, Pa Ary
2/18/09
Hukum Keseimbangan
TUHAN...
Engkau sedang membaca blogku kah?
Sungguh indah garis takdirmu,
Aku yang meninggalkan ujian semester ini, kau ganjar dengan perhelatan akbar hari ini,
bukan mana nominal 100jutanya, tapi pada satu mimpi yang luar biasa khayal, yang aq dan andri tempel di sterefoam waktu itu,
hari ini terjadi...
Oh,
sungguh ketat Kau perlakukan hukum keseimbangan-Mu,
disaat guyuran pujian dari teman-teman lamaku mengalir deras, lewat sms, chat, message, juga dari rekanan-rekanan seaktivitas,
tentang kagum, tentang luar biasa, tentang salut, tentang TOP BGT,
disaat yang samapun Kau hujani aku dengan salju cercaan, yang dinginnya menusuk ke dada,
sedang aku rasakan sangat kini,
Tuhan ini memang salahku,
ini pula kiprahku,
tapi semua ini bukankah bagian dari mekanisme besar-Mu?
Kau yang punya obatnya,
Kau yang menyimpan rahasia besar di balik semua ini,
mungkin agar aku tak takabaru,
mungkin agar aku semakin kuat,
mungkin represi positifku sedang Kau uji,
mungkin pretensiku terhadapmu sedang Kau pertanyakan,
semua itu cuma kemungkinan-kemungkinan yang cuma bisa aku tebak-tebak,
yang aku yakini,
Kau tak akan tak perhitungkan kebaikan-kebaikanku yang sudah, sedang dan akan kubuat,
yang menjadi perantaramu untuk menginspirasi,
membukakan pintu ilmu,
mendobrak pola pikir,
meneguhkan semangat,
mendikte keberanian,
mendorong aksi,
menarik kesimpulan,
membagikannya lagi
atas amal jariyahku itu Tuhan,
aku tak pantas meminta pahala dan surga-Mu,
aku hanya minta ampuni dosaku,
bukalah pintu ampunan-Mu,
aku ingin menjadi baik
Tuhan,
aku tahu Kau tidak sedang mengabaikanku,
Kau menyayangiku,
untuk-Mu, akan aku bacakan lagi Ar-Rahman (QS 55) setiap malamku,
ijinkan ya ...
... pamit dulu, mau berbuat baik hari ini,
menebus jelek-jelekku kemarin,
semoga tertebus
Engkau sedang membaca blogku kah?
Sungguh indah garis takdirmu,
Aku yang meninggalkan ujian semester ini, kau ganjar dengan perhelatan akbar hari ini,
bukan mana nominal 100jutanya, tapi pada satu mimpi yang luar biasa khayal, yang aq dan andri tempel di sterefoam waktu itu,
hari ini terjadi...
Oh,
sungguh ketat Kau perlakukan hukum keseimbangan-Mu,
disaat guyuran pujian dari teman-teman lamaku mengalir deras, lewat sms, chat, message, juga dari rekanan-rekanan seaktivitas,
tentang kagum, tentang luar biasa, tentang salut, tentang TOP BGT,
disaat yang samapun Kau hujani aku dengan salju cercaan, yang dinginnya menusuk ke dada,
sedang aku rasakan sangat kini,
Tuhan ini memang salahku,
ini pula kiprahku,
tapi semua ini bukankah bagian dari mekanisme besar-Mu?
Kau yang punya obatnya,
Kau yang menyimpan rahasia besar di balik semua ini,
mungkin agar aku tak takabaru,
mungkin agar aku semakin kuat,
mungkin represi positifku sedang Kau uji,
mungkin pretensiku terhadapmu sedang Kau pertanyakan,
semua itu cuma kemungkinan-kemungkinan yang cuma bisa aku tebak-tebak,
yang aku yakini,
Kau tak akan tak perhitungkan kebaikan-kebaikanku yang sudah, sedang dan akan kubuat,
yang menjadi perantaramu untuk menginspirasi,
membukakan pintu ilmu,
mendobrak pola pikir,
meneguhkan semangat,
mendikte keberanian,
mendorong aksi,
menarik kesimpulan,
membagikannya lagi
atas amal jariyahku itu Tuhan,
aku tak pantas meminta pahala dan surga-Mu,
aku hanya minta ampuni dosaku,
bukalah pintu ampunan-Mu,
aku ingin menjadi baik
Tuhan,
aku tahu Kau tidak sedang mengabaikanku,
Kau menyayangiku,
untuk-Mu, akan aku bacakan lagi Ar-Rahman (QS 55) setiap malamku,
ijinkan ya ...
... pamit dulu, mau berbuat baik hari ini,
menebus jelek-jelekku kemarin,
semoga tertebus
2/15/09
Toleransi 90%
terima kasih atas toleransimu yang demikian tinggi,
sungguh saya belajar banyak,
saya berjanji akan selalu berusaha menjadi lebih baik,
LANJUTKAN...
sungguh saya belajar banyak,
saya berjanji akan selalu berusaha menjadi lebih baik,
LANJUTKAN...
Itulah yang saya suka dari diri saya
Bebas,
Merdeka,
saya bebas berekspresi ide dan konsep apa saja dihadapan Andri,
saya bebas berpidato apa saja di sesi sambutan training-training Semangat Donk,
saya bebar memanaje investasi keuangan di SDI,
saya bebas bercurhat tanpa berpikir 2 kali bahkan untuk hal-hal paling memalukan dihadapan Azis,
saya bebas berjalan-jalan kemana saya mau,
saya bebas mengembangkan mindset sebesar apapun,
saya bebas merangkai mimpi sedahsyat apapun bersama Hilmy,
saya bebas mempertahankan keyakinan ini atas arahan dari Bunda Tata,
saya bebas dari variabel uang,
saya bebas dari variabel cinta (semu),
saya bebas dari variabel birokrasi,
saya melesat...
hingga Ending di langit ke-7 nanti,
Tuhan, sebelum waktu itu tiba ampuni segunung dosaku,
yang diulang-ulang,
yang membuat sakit hati orang,
yang memalukan,
Merdeka,
saya bebas berekspresi ide dan konsep apa saja dihadapan Andri,
saya bebas berpidato apa saja di sesi sambutan training-training Semangat Donk,
saya bebar memanaje investasi keuangan di SDI,
saya bebas bercurhat tanpa berpikir 2 kali bahkan untuk hal-hal paling memalukan dihadapan Azis,
saya bebas berjalan-jalan kemana saya mau,
saya bebas mengembangkan mindset sebesar apapun,
saya bebas merangkai mimpi sedahsyat apapun bersama Hilmy,
saya bebas mempertahankan keyakinan ini atas arahan dari Bunda Tata,
saya bebas dari variabel uang,
saya bebas dari variabel cinta (semu),
saya bebas dari variabel birokrasi,
saya melesat...
hingga Ending di langit ke-7 nanti,
Tuhan, sebelum waktu itu tiba ampuni segunung dosaku,
yang diulang-ulang,
yang membuat sakit hati orang,
yang memalukan,
R 2020 HA
Hari-hari bersejarah,
sebuah kemustahilan terjadi hari ini,
kita bisa bikin even di salah satu hotel terpopuler di Semarang, di jalan utama nomor satu,
Hotel Pandanaran di Jalan Pandanaran,
Bukan sebuah kebetulan,
tanpa direncana tanda disengaja,
semalam saya bertemu dengan Guru Menulis Mimpi saya, Pa Samsul Arifin UTHB,
juga partner se-grup saya di Jakarta dulu, Pa Edy Manajer MAJT...
Pa Edy,
2 hari kemarin saya ke MAJT dengan menara dan kafe putarnya,
juga ke Masjid Demak dan Masjid Menara Kudus,
jalan-jalannya 3 perintis Kording,
R 2020 HA, Avanza, G-vvti, hitam, 2007,
tinggal hitungan hari
Alhamdulillah
sebuah kemustahilan terjadi hari ini,
kita bisa bikin even di salah satu hotel terpopuler di Semarang, di jalan utama nomor satu,
Hotel Pandanaran di Jalan Pandanaran,
Bukan sebuah kebetulan,
tanpa direncana tanda disengaja,
semalam saya bertemu dengan Guru Menulis Mimpi saya, Pa Samsul Arifin UTHB,
juga partner se-grup saya di Jakarta dulu, Pa Edy Manajer MAJT...
Pa Edy,
2 hari kemarin saya ke MAJT dengan menara dan kafe putarnya,
juga ke Masjid Demak dan Masjid Menara Kudus,
jalan-jalannya 3 perintis Kording,
R 2020 HA, Avanza, G-vvti, hitam, 2007,
tinggal hitungan hari
Alhamdulillah
2/14/09
Materi SM saya minta segera di revisi
Saya minta ini dipertimbangkan secara serius,
bahwasannya materi harus segera direvisi-disempurnakan,
yakni sub bab Avanza...
Kapan bisa?
bahwasannya materi harus segera direvisi-disempurnakan,
yakni sub bab Avanza...
Kapan bisa?
Menara Kudus-Menara MAJT
Dhuhur-Ashar di Masjid Menara,
Maghrib-Isya di Masjid Kudus (dekat rumah pa Iskandar),
Malam tidur2an di pelataran Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)
Jumatan di Masjid Agung Demak,
Maghrib-Isya di Masjid Agung Baiturahman, Semarang
Lalu ke Kendal...
Menjelajah Indonesia
Maghrib-Isya di Masjid Kudus (dekat rumah pa Iskandar),
Malam tidur2an di pelataran Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)
Jumatan di Masjid Agung Demak,
Maghrib-Isya di Masjid Agung Baiturahman, Semarang
Lalu ke Kendal...
Menjelajah Indonesia
fosma165internasional.ning.com
Saya suka dengan topik-topik diskusi di Forum Internasional untuk Indonesia Emas ini. Salah satunya tentang Question "siapa yang mengajaki kamu training ESQ?"
nggak ada cerita dramatis sy ikut training ESQ ya gitu aja, ada brosur, ndaftar, mbayar, ikutan full 100% dan serap ilmunya habis2an, lalu aplikasikan,
jadi deh...
nggak ada cerita dramatis sy ikut training ESQ ya gitu aja, ada brosur, ndaftar, mbayar, ikutan full 100% dan serap ilmunya habis2an, lalu aplikasikan,
jadi deh...
2/12/09
Semoga Lancar
Beberapa menit kedepan, 2 iringan kendaraan, Avanza dan Xenia akan melaju ke arah Semarang,
untuk menggarap kecerdasan emosi di Kendal dan Semarang serta persiapan Kudus dan Salatiga,
Semoga selamat dan sukses merekah...
amin.
untuk menggarap kecerdasan emosi di Kendal dan Semarang serta persiapan Kudus dan Salatiga,
Semoga selamat dan sukses merekah...
amin.
2/11/09
Purdi Style
Kata Pa Purdi yang menginspirasi kita,
"kita bisa jalan2 ke kota2 di Indonesia, dan yang mbayari adalah bisnis kita di kota2 itu."
Memang, belum sampai segitu kita, wong baru lulus EU saja kemarin sore,
tapi lihat sekarang, mbok kita sudah bisa jalan2 ke kota2 di Indonesia,
dan yang mbayari adalah event kita...
Begitulah dekatnya mimpi kita... sangat dekat,
Maka itu, labelkanlah yang baik2 pada diri kita, pada proses ini,
soal delegasi, gampang, mengalir saja,
yg penting tabiat bertanggung jawab itu 'melekat' di diri kita...
Pa Purdi, njenengan sudah terduplikasi 9 orang di Purwokerto,
Indonesia akan maju 180 derajat celcius dalam waktu dekat,
hitungan tahun saja...
YAKIN ITU
"kita bisa jalan2 ke kota2 di Indonesia, dan yang mbayari adalah bisnis kita di kota2 itu."
Memang, belum sampai segitu kita, wong baru lulus EU saja kemarin sore,
tapi lihat sekarang, mbok kita sudah bisa jalan2 ke kota2 di Indonesia,
dan yang mbayari adalah event kita...
Begitulah dekatnya mimpi kita... sangat dekat,
Maka itu, labelkanlah yang baik2 pada diri kita, pada proses ini,
soal delegasi, gampang, mengalir saja,
yg penting tabiat bertanggung jawab itu 'melekat' di diri kita...
Pa Purdi, njenengan sudah terduplikasi 9 orang di Purwokerto,
Indonesia akan maju 180 derajat celcius dalam waktu dekat,
hitungan tahun saja...
YAKIN ITU
2/10/09
hidup pilihan
able accepting adaptable adventurous
athletic attractive bold brave
calm caring cheerful clever
complex confident creative cute
daring dependable dignified energetic
extroverted friendly funny giving
happy helpful honest idealistic
independent ingenious intelligent intuitive
kind knowledgeable logical loving
mature modest nervous observant
optimistic organized patient powerful
proud quiet realistic reflective
relaxed religious responsive romantic
searching self-assertive self-conscious sensible
sentimental shy silly spontaneous
stylish sweet sympathetic trustworthy
warm wise witty
athletic attractive bold brave
calm caring cheerful clever
complex confident creative cute
daring dependable dignified energetic
extroverted friendly funny giving
happy helpful honest idealistic
independent ingenious intelligent intuitive
kind knowledgeable logical loving
mature modest nervous observant
optimistic organized patient powerful
proud quiet realistic reflective
relaxed religious responsive romantic
searching self-assertive self-conscious sensible
sentimental shy silly spontaneous
stylish sweet sympathetic trustworthy
warm wise witty
2/8/09
Masa Training
Satu bulan kedepan, hingga 7 Maret 2009 adalah masa training,
sungguh2lah mengembangkan diri,
dan mengembangkan bidangnya,
dengan TEGAS saya akan evaluasi,
tidak boleh ada lagi yang main-main, atau setengah hati!
sungguh2lah mengembangkan diri,
dan mengembangkan bidangnya,
dengan TEGAS saya akan evaluasi,
tidak boleh ada lagi yang main-main, atau setengah hati!
Selamat Pagi Pak Bupati
Hal biasa sekarang, men'jag-jag' pendopo kabupaten,
terakhir kemarin bercengkerama dengan Pak Kelik Sumrahadi, Bupati Purworejo,
di Pendopo uniknya yang boleh dimasuki warga dan 'bakul-bakul' bebas, dan ada satu macan lembut bernama 'Kliwon',
Di hadapan bupati-bupati, gubernur dan presiden yang akan bertemu dengan saya besok-besok,
akan saya sampaikan dua hal melalui sambutan 'mengguncang' saya :
Pertama : Bahwa pendidikan di Indonesia dalam titik nadir krisis yang tidak ada tawar menawar harus segera diselamatkan oleh seluruh lapisan
Kedua : Bahwa meningkatkan kualitas pendidikan tidak harus mengubah kurikulum, cukup membekali para guru dengan motivasi, dan mereka bisa menyisipkan pesan-pesan dan sesi khusus motivasional di setiap jam pelajarannya walau 10 atau 15 menit, selama 12 tahun sekolah, generasi baru akan terbentuk
Saya rasa untuk ini saya pantas mendapat penghargaan presiden
terakhir kemarin bercengkerama dengan Pak Kelik Sumrahadi, Bupati Purworejo,
di Pendopo uniknya yang boleh dimasuki warga dan 'bakul-bakul' bebas, dan ada satu macan lembut bernama 'Kliwon',
Di hadapan bupati-bupati, gubernur dan presiden yang akan bertemu dengan saya besok-besok,
akan saya sampaikan dua hal melalui sambutan 'mengguncang' saya :
Pertama : Bahwa pendidikan di Indonesia dalam titik nadir krisis yang tidak ada tawar menawar harus segera diselamatkan oleh seluruh lapisan
Kedua : Bahwa meningkatkan kualitas pendidikan tidak harus mengubah kurikulum, cukup membekali para guru dengan motivasi, dan mereka bisa menyisipkan pesan-pesan dan sesi khusus motivasional di setiap jam pelajarannya walau 10 atau 15 menit, selama 12 tahun sekolah, generasi baru akan terbentuk
Saya rasa untuk ini saya pantas mendapat penghargaan presiden
Semata-mata soal SDM
Yang saya tahu, FB alias Facebook itu adalah media pertemanan yang lebih intelek ketimbang FS alias Friendster, jadi kalau di FS kita biasa iseng berteur sapa, maka di Facebook adalah media bertukar ilmu intelektualitas dan karya produktif,
Nyatanya, begitukah seterusnya? Ketika para pengguna FB tak terseleksi, mereka adalah pemanja diri di FS, maka FBpun akan terus bergeser secara depresif tingkat intelektualitasnya, bisa-bisa menjadi FS kedua.
Tentu, ini semata-mata bukan perkara script site, atau konfigurasi halaman,
ini semata-mata karena user SDM yang menggunakannya,
So, inilah yang musti kita cermati, kita sebagai SDM itu memberikan pengaruh elevatif apa depresif? Seperti pesan Robert Boden Powell Bapak para Pramuka, kita harus bisa menjadi pohon kelapa yang bisa tumbuh, menyuburkan dan memakmurkan dimanapun kita berada...
Korelasi ini tercermin silau di kualitas pendidik dan pendidikan kita,
seserius apapun kurikulum dikaji dan diganti-ganti,
tetap saja pendidikan di Indonesia berjalan mundur dari waktu ke waktu,
kalau mentalitas (akhlak) guru-gurunya tidak dicoba untuk disentuh, dipoles, diperbaiki,
Saya rasa untuk ini, SMC sebagai salah satu Divisi di SDI yang concern di bidang pengembangan SDM pendidik pantas mendapat penghargaan presiden.
Nyatanya, begitukah seterusnya? Ketika para pengguna FB tak terseleksi, mereka adalah pemanja diri di FS, maka FBpun akan terus bergeser secara depresif tingkat intelektualitasnya, bisa-bisa menjadi FS kedua.
Tentu, ini semata-mata bukan perkara script site, atau konfigurasi halaman,
ini semata-mata karena user SDM yang menggunakannya,
So, inilah yang musti kita cermati, kita sebagai SDM itu memberikan pengaruh elevatif apa depresif? Seperti pesan Robert Boden Powell Bapak para Pramuka, kita harus bisa menjadi pohon kelapa yang bisa tumbuh, menyuburkan dan memakmurkan dimanapun kita berada...
Korelasi ini tercermin silau di kualitas pendidik dan pendidikan kita,
seserius apapun kurikulum dikaji dan diganti-ganti,
tetap saja pendidikan di Indonesia berjalan mundur dari waktu ke waktu,
kalau mentalitas (akhlak) guru-gurunya tidak dicoba untuk disentuh, dipoles, diperbaiki,
Saya rasa untuk ini, SMC sebagai salah satu Divisi di SDI yang concern di bidang pengembangan SDM pendidik pantas mendapat penghargaan presiden.
Yuhu.....
Kalau Pa Fahrur Matematika DAHSYAT
Kalau Mas Arif Otak Kanan DAHSYAT
Kalau Mas Andri Maadsa Luar Biasa DAHSYAT
Ditambah Pa Purdi, Pa Zainal, Pa Waidi, Pa Je, Mas Ridwan, dan banyak lagi lainnya
Maka Semangat Donk menjadi TIGA KUADRAT DAHSYAT!
Buktikan saja nanti, 10 pemuda akan mengguncang dunia, dimulai dari dunia dominasi otak kiri, yang amat kolot, konservatif
Kalau Mas Arif Otak Kanan DAHSYAT
Kalau Mas Andri Maadsa Luar Biasa DAHSYAT
Ditambah Pa Purdi, Pa Zainal, Pa Waidi, Pa Je, Mas Ridwan, dan banyak lagi lainnya
Maka Semangat Donk menjadi TIGA KUADRAT DAHSYAT!
Buktikan saja nanti, 10 pemuda akan mengguncang dunia, dimulai dari dunia dominasi otak kiri, yang amat kolot, konservatif
SEMANGAT-DAHSYAT
Mengirim 19 surat dan proposal bersamaan,
Untuk 6 kecamatan di Kendal,
Untuk 11 kabupaten di Jawa Tengah
1 Untuk pemerintah Jawa Tengah
1 Untuk Tuhan Yang Maha Mulia : 1 event untuk keliling Indonesia, 2 event untuk ke negeri semilyar pasir, 1 event untuk membangun titik peradaban baru : profesional office, amin ...
Untuk 6 kecamatan di Kendal,
Untuk 11 kabupaten di Jawa Tengah
1 Untuk pemerintah Jawa Tengah
1 Untuk Tuhan Yang Maha Mulia : 1 event untuk keliling Indonesia, 2 event untuk ke negeri semilyar pasir, 1 event untuk membangun titik peradaban baru : profesional office, amin ...
2/7/09
Sejenak saja renungkan
Naik motor, ada helmya
Nyetir mobil, ada sabuk pengamannya
Ingin mandiri, ada payungnya
Bagaimana kita terhadap helm?
Sabuk pengaman, bagaimana dipermanfaatkan?
Payung, bagaimana kita perlakukan?
Nyetir mobil, ada sabuk pengamannya
Ingin mandiri, ada payungnya
Bagaimana kita terhadap helm?
Sabuk pengaman, bagaimana dipermanfaatkan?
Payung, bagaimana kita perlakukan?
2/5/09
Saya Paling Benci
Kita boleh berdebat soal apapun,
tapi tolong jangan berdebat soal uang, saya paling benci itu!
tapi tolong jangan berdebat soal uang, saya paling benci itu!
Hotel Pandanaran
Sungguh khayal teramat khayal buat saya dulu untuk,
Booking hotel Pandanaran,
dengan Mba Tita marketingnya,
Semoga booming peserta, dahsyat acaranya, excellent kesannya, amin...
Booking hotel Pandanaran,
dengan Mba Tita marketingnya,
Semoga booming peserta, dahsyat acaranya, excellent kesannya, amin...
Tempo Hari
Ketika kita memilih untuk berada di bawah payung,
janganlah fokus pada batas zona area payung itu,
fokuslah pada payung yang telah melindungimu dari hujan,
yakinlah, tanpa payung kau takkan sehebat hari ini, PASTI itu!
karena payung memang bukan untuk membatasi, bukan untuk menyeragamkan mimpi, apalagi mendikte,
terlalu sempit pikiran kita kalau memang itu,
karena payunglah kita leluasa dan terlindungi dalam mengembangkan diri,
satu pesan istimewa dari Pa Fahrur,
ketika kau meninginkan dirimu berkembang, impianmu berkembang,
maka seiringkanlah itu dengan berkembangnya payungmu, membesarnya payungmu,
manalah mungkin payung itu akan bisa melingkupi terus,
kalau kau hanya egois membesarkan dirimu,
tanpa,
atau hanya sedikit sekali kau berupaya mengembangkan payungmu,
ya,
besarkan juga payungnya,
ini bukan MISSION STATEMENT?
visi misi pribadi dan visi misi organisasi,
impian pribadi kita dan impian kelompok,
buat apa memperjuangkan impian pribadi yang tidak ada kontribusinya atau bahkan mereduksi 'payung'?
saya takut, itu sama artinya menikam diri sendiri,
memenjarakan diri yang semakin sibuk dibesarkan,
dalam payung yang tetap dibiarkan kecil,
saya rasa ini cukup menjawab pertanyaan tempo hari, bukan?
janganlah fokus pada batas zona area payung itu,
fokuslah pada payung yang telah melindungimu dari hujan,
yakinlah, tanpa payung kau takkan sehebat hari ini, PASTI itu!
karena payung memang bukan untuk membatasi, bukan untuk menyeragamkan mimpi, apalagi mendikte,
terlalu sempit pikiran kita kalau memang itu,
karena payunglah kita leluasa dan terlindungi dalam mengembangkan diri,
satu pesan istimewa dari Pa Fahrur,
ketika kau meninginkan dirimu berkembang, impianmu berkembang,
maka seiringkanlah itu dengan berkembangnya payungmu, membesarnya payungmu,
manalah mungkin payung itu akan bisa melingkupi terus,
kalau kau hanya egois membesarkan dirimu,
tanpa,
atau hanya sedikit sekali kau berupaya mengembangkan payungmu,
ya,
besarkan juga payungnya,
ini bukan MISSION STATEMENT?
visi misi pribadi dan visi misi organisasi,
impian pribadi kita dan impian kelompok,
buat apa memperjuangkan impian pribadi yang tidak ada kontribusinya atau bahkan mereduksi 'payung'?
saya takut, itu sama artinya menikam diri sendiri,
memenjarakan diri yang semakin sibuk dibesarkan,
dalam payung yang tetap dibiarkan kecil,
saya rasa ini cukup menjawab pertanyaan tempo hari, bukan?
2/3/09
Mubahan
Sepintas terlihat memaksakan diri... itu pandangan orang negatif. Kenapa terlihat semacam itu, itu hanya karena kita melampaui dari apa yang kita lakukan biasanya.
Karena itulah, bagi orang positif, ini terlihat sebagai optimalisasi aplikasi potensi diri. Ya, kita punya 80.000 km pembuluh darah, 2 milyar sel otak, dua ginjal dengan sistem super rumitnya. Ih, tega amat benda semahal itu cuma dipakai untuk leha-leha di atas lantai, untuk berkelekar di atas kasur, jan, waduh, mubahan temen...
Ayolah, OPTIMALKAN! Malas nian kau!
Kecuali kita tak punya Pa Zainal, tak punya Pa Purdi, tak punyas Mas Ridwan, tak punya Master Fahrur, tak punya Pa Waidi,
hari ini, kita itu seperti tikus yang kelaparan di gudang Energen. Melasi tenan...
Karena itulah, bagi orang positif, ini terlihat sebagai optimalisasi aplikasi potensi diri. Ya, kita punya 80.000 km pembuluh darah, 2 milyar sel otak, dua ginjal dengan sistem super rumitnya. Ih, tega amat benda semahal itu cuma dipakai untuk leha-leha di atas lantai, untuk berkelekar di atas kasur, jan, waduh, mubahan temen...
Ayolah, OPTIMALKAN! Malas nian kau!
Kecuali kita tak punya Pa Zainal, tak punya Pa Purdi, tak punyas Mas Ridwan, tak punya Master Fahrur, tak punya Pa Waidi,
hari ini, kita itu seperti tikus yang kelaparan di gudang Energen. Melasi tenan...
Tak terhitung
Lagi-lagi mimpi saya terwujud, untuk yang ke-tak terhitung kali-nya. Saya tak pernah merencanakan hari ini, tapi saya pernah memimpikannya,
Dua perlintasan rel setelah pasar Gebang dan Avanza..
Dua perlintasan rel setelah pasar Gebang dan Avanza..
Total Action, Total Surrender
Tidak penting sanjungan orang,
tidak penting pada nurut pada mekanisme saya,
tidak penting pada menggerutu di belakang,
tidak penting pada hobi tidur,
tidak penting pada merautkan wajah lelah (salah sendiri kurang olahraga),
Penting bagi saya adalah, simpati dari Tuhan saya,
atas kesungguhan kita,
kesungguhan double total
tidak penting pada nurut pada mekanisme saya,
tidak penting pada menggerutu di belakang,
tidak penting pada hobi tidur,
tidak penting pada merautkan wajah lelah (salah sendiri kurang olahraga),
Penting bagi saya adalah, simpati dari Tuhan saya,
atas kesungguhan kita,
kesungguhan double total
Pertaruhan Sejati
Dua bulan ke depan, saya pertaruhkan semua, ujian, sudut pandang orang, energi, waktu, bahkwan teamwork. Untuk satu pembuktian...
Dan saya ikhlas ucapkan 'selamat tinggal',
untuk para pemalas,
untuk para penyetengah-setengah,
untuk para penidaksadar potensi dahsyat dalam dirinya,
untuk para peromantisme terselubung,
untuk para pembual mimpi,
Dan dengan bangga saya ucapkan 'salut' sepenuh hati, untuk para pemenang,
yang tak mengerjakan hanya setengah,
yang tak berpikir hingga dua kali untuk berlelah-lelah,
Dan saya ikhlas ucapkan 'selamat tinggal',
untuk para pemalas,
untuk para penyetengah-setengah,
untuk para penidaksadar potensi dahsyat dalam dirinya,
untuk para peromantisme terselubung,
untuk para pembual mimpi,
Dan dengan bangga saya ucapkan 'salut' sepenuh hati, untuk para pemenang,
yang tak mengerjakan hanya setengah,
yang tak berpikir hingga dua kali untuk berlelah-lelah,
16 Jam Hari Ini
Kok kuat ya? single fighter, nyetir sendirian 16 jam (istirahat cuma sebentar-sebentar), Purwokerto, Cirebon, Indramayu, Cirebon, Purwokerto...
Dahyat! Rusaknya jalan Babakan-Songgom, tapi hari ini sungguh menyenangkan aku rasa...
Dahyat! Rusaknya jalan Babakan-Songgom, tapi hari ini sungguh menyenangkan aku rasa...
hm..
Inilah yang hebat dari Puput,
komentator sejati,
jangan2 komen lebih dulu ada daripada postingannya...
komentator sejati,
jangan2 komen lebih dulu ada daripada postingannya...
2/2/09
INDONESIA BERGERAK
Dalam rangka 100 tahun Kebangkitan Nasional, kampanye Indonesia Bergerak! menciptakan sebuah poster yang terbuat dari elemen dasar IB! yaitu tetesan darah.
Kali ini tetesan darah tersebut membentuk kepala macan. Kami bermaksud menstimulasi Rakyat Indonesia untuk ikut berpartisisapi menciptakan negara Indonesia menuju Macan Asia!..
Sudah saatnya kita BERGERAK! Jangan bangkit melulu lalu tidur kembali.. Ayo Indonesiaku! BERGERAK!!
Bagaimana dengan pergerakanmu membangun Indonesia?..sudah hingga tetes darah penghabisan kah?..
BELUM!!!!!!!!!!!!!!!!!
SEDIKIT-SEDIKIT MENGELUH,
SEDIKIT-SEDIKIT TIDUR,
SEDIKIT-SEDIKIT MENUNDA,
SEDIKIT-SEDIKIT MENYALAHKAN YANG LAIN,
SEDIKIT-SEDIKIT MERASA LELAH,
YA, KITA HARUS SADAR, SATU-SATUNYA JEMPATAN DARI PULAU REALITA KE PULAU IDEALITA KITA CUMA SATU : KEIKHLASAN MEMANDANG SEMUA INI HANYA SEBAGAI PROSES!!!!!!!!
Sadar?
Kali ini tetesan darah tersebut membentuk kepala macan. Kami bermaksud menstimulasi Rakyat Indonesia untuk ikut berpartisisapi menciptakan negara Indonesia menuju Macan Asia!..
Sudah saatnya kita BERGERAK! Jangan bangkit melulu lalu tidur kembali.. Ayo Indonesiaku! BERGERAK!!
Bagaimana dengan pergerakanmu membangun Indonesia?..sudah hingga tetes darah penghabisan kah?..
BELUM!!!!!!!!!!!!!!!!!
SEDIKIT-SEDIKIT MENGELUH,
SEDIKIT-SEDIKIT TIDUR,
SEDIKIT-SEDIKIT MENUNDA,
SEDIKIT-SEDIKIT MENYALAHKAN YANG LAIN,
SEDIKIT-SEDIKIT MERASA LELAH,
YA, KITA HARUS SADAR, SATU-SATUNYA JEMPATAN DARI PULAU REALITA KE PULAU IDEALITA KITA CUMA SATU : KEIKHLASAN MEMANDANG SEMUA INI HANYA SEBAGAI PROSES!!!!!!!!
Sadar?
SDI
atau Sarekat Dagang Islam, Sarekat itu seakar dengan serikat, yang artinya perkumpulan atau komunitas, Dagang itu bisnis atau ber-entreprenur, Islam itu 165.
Jadi, SDI bukan tempat mencari nafkah, hanay satu pilarnya saja menjunjung dan mengokohkan kemandiran bentuknya unit bisnis. Itupun bukan perusahaan, tetapi Holding Company.
Saya tertegun dengan yang Pa Fahrur katakan, SDI itu seperti payung, bolehlah masing-masing membesarkan diri di bawah payung, tapi jangan lupa besarkan dulu payungnya, bukan cuma besarkan tetapi dahsyatkan.
Agar sarekat dagang Cina di Glodok, Pasar Wage, di negeri ini, bisa kita lewati...
Jadi, SDI bukan tempat mencari nafkah, hanay satu pilarnya saja menjunjung dan mengokohkan kemandiran bentuknya unit bisnis. Itupun bukan perusahaan, tetapi Holding Company.
Saya tertegun dengan yang Pa Fahrur katakan, SDI itu seperti payung, bolehlah masing-masing membesarkan diri di bawah payung, tapi jangan lupa besarkan dulu payungnya, bukan cuma besarkan tetapi dahsyatkan.
Agar sarekat dagang Cina di Glodok, Pasar Wage, di negeri ini, bisa kita lewati...
1/29/09
Masukan dari Rizky
Untuk Hilmy, kurangi acuhmu-cobalah lebih peduli, karena peduli bisa jadi bagian dari tanggung jawab. Kalau di jam yang seharusnya fikry belum nyamper, cobalah buat ikhtiar tambahan more than just sms, kasihan kan Fikry
Untuk Karyanto, tolong untuk TIDAK ceroboh lagi, perang Uhud mengakibatkan kekalahan di pihak kaum muslimin tidak lain karena 'ceroboh', ikuti suara hati disiplin, pikirkanlah orang-orang yang jauh lebih lelah kerjanya, atas dasar apa mengerjakan sesuatu tidak tuntas, sekenanya, kepenginnnya sesimpel mungkin. Itu adalah akar kecerobohan yang menghancurkan
Untuk Andri, tempatkan Indie pada proporsinya, pertahankan sikap tidak bergantung. Karena belum jadi istri, mbok?
Untuk Hanie, lebih menghargai pimpinan, bukan pada egonya, tapi pada strukturalnya. Tempatkan idealita dalam realita yang lebih pas. Satu contoh, kenapa terang sore bisa jadi prioritas, sementara acuh tak acuk terhadap program Semangat Donk Dare to Care? Tahu kan tingkat progresivitas Semangat Donk Dare to Care... kalo sungguh2 dikembangkan bisa bikin terang sore di semua kota di Indonesia. Hargai sinergi, pimpinan ada tempatnya, idealita ada tempatnya, arogansi diri juga ada tempatnya
Untuk Fikry, praktekan apa yang ada di training SM, salah satunya dengan mempelajari unggah-ungguh orang Jawa. Di Jawa, bahasa non verbal dari raut muka kita dan intonasi suara kita punya makna yang mendalam...
Untuk Kusworo, sinergikan semua, sesungguhnya sejajar adalah dambaan saya, tapi bukan sejajar dalam kesendirian-kesendirian (split), tapi sejajar dalam satu 'mekanisme besar sinergi'. Akan terus saya perjuangkan itu
Untuk Azis, berpikir 2x dan bertindak sekali tidak lebih baik dari bertindak 20x dan berbuat salah 10x. Buat apa intelek kalau tak punya jam terbang. Belajarlah dari Naim, tidak pernah pilih-pilih Action, itu namanya visioner, mengalahkan kaum intelek
Untuk Naim, melulu uang itu akan membuat kita sendiri bergantung pada uang. Mulai berpikir bahwa mengangsur dan tanggungan bulanan adalah mekanisme Tuhan yang sudah Dia atur pendapatannya, buat apa jadi beban, asal kita tetap bertahan dalam optimalnya ikhtiar. Percayalah, semua akan mengalir, tercukupi dengan sendirinya, bahkan berlebih, buktikan saja ...
Untuk Rhea, kurangi over acting dan over-expresive, seenerjik apapun seorang entreprenut, wanita dihargai dari keluhuran budi yang tampak dari sikapnya. Berinovasilah, bukan sekedar mengekor
Untuk Rizky, segeralah menikah, yakinlah kuat-kuat dan bertahanlah. Selamat menjalani hidup yang sebenarnya (sebenar-benar bahagia)
Untuk Karyanto, tolong untuk TIDAK ceroboh lagi, perang Uhud mengakibatkan kekalahan di pihak kaum muslimin tidak lain karena 'ceroboh', ikuti suara hati disiplin, pikirkanlah orang-orang yang jauh lebih lelah kerjanya, atas dasar apa mengerjakan sesuatu tidak tuntas, sekenanya, kepenginnnya sesimpel mungkin. Itu adalah akar kecerobohan yang menghancurkan
Untuk Andri, tempatkan Indie pada proporsinya, pertahankan sikap tidak bergantung. Karena belum jadi istri, mbok?
Untuk Hanie, lebih menghargai pimpinan, bukan pada egonya, tapi pada strukturalnya. Tempatkan idealita dalam realita yang lebih pas. Satu contoh, kenapa terang sore bisa jadi prioritas, sementara acuh tak acuk terhadap program Semangat Donk Dare to Care? Tahu kan tingkat progresivitas Semangat Donk Dare to Care... kalo sungguh2 dikembangkan bisa bikin terang sore di semua kota di Indonesia. Hargai sinergi, pimpinan ada tempatnya, idealita ada tempatnya, arogansi diri juga ada tempatnya
Untuk Fikry, praktekan apa yang ada di training SM, salah satunya dengan mempelajari unggah-ungguh orang Jawa. Di Jawa, bahasa non verbal dari raut muka kita dan intonasi suara kita punya makna yang mendalam...
Untuk Kusworo, sinergikan semua, sesungguhnya sejajar adalah dambaan saya, tapi bukan sejajar dalam kesendirian-kesendirian (split), tapi sejajar dalam satu 'mekanisme besar sinergi'. Akan terus saya perjuangkan itu
Untuk Azis, berpikir 2x dan bertindak sekali tidak lebih baik dari bertindak 20x dan berbuat salah 10x. Buat apa intelek kalau tak punya jam terbang. Belajarlah dari Naim, tidak pernah pilih-pilih Action, itu namanya visioner, mengalahkan kaum intelek
Untuk Naim, melulu uang itu akan membuat kita sendiri bergantung pada uang. Mulai berpikir bahwa mengangsur dan tanggungan bulanan adalah mekanisme Tuhan yang sudah Dia atur pendapatannya, buat apa jadi beban, asal kita tetap bertahan dalam optimalnya ikhtiar. Percayalah, semua akan mengalir, tercukupi dengan sendirinya, bahkan berlebih, buktikan saja ...
Untuk Rhea, kurangi over acting dan over-expresive, seenerjik apapun seorang entreprenut, wanita dihargai dari keluhuran budi yang tampak dari sikapnya. Berinovasilah, bukan sekedar mengekor
Untuk Rizky, segeralah menikah, yakinlah kuat-kuat dan bertahanlah. Selamat menjalani hidup yang sebenarnya (sebenar-benar bahagia)
1/28/09
Doa Pagi Ini
"Ya Allah,
dalam kapasitas sesempit apapun kepemimpinanku hari ini,
aku bersyukur padamu,
sekaligus aku memohon padamu,
agar, Engkau tambahi aku ilmu tentang kepemimpinan,
seperti ilmu yang Engkau karuniakan kepada Rasulullah, Abu Bakar, Salahudin Al Ayyubi, Mahmoud Ahmadinejad,
Spesifiknya,
anugerahi aku kekayaan kata-kata,
agar aku bisa menjelaskan apa-apa yang selama ini tak bisa aku jelaskan dengan verbal,
apa-apa yang membuat selisih pandang,
atau,
anugerahi aku kekuatan hati,
seperti Engkau anugerahkan pada Napoleon, Honda dan Bung Karno,
agar tetap yakin,
dan membagikan keyakinan ini seluas-luasnya,
bahwa apa yang tampak hari ini,
bahwa apa yang dikerjakan hari ini,
bahwa apa yang didapatkan hari ini,
adalah proses,
proses semata-mata,
bukanlah hasil,
bukanlah tujuan akhir,
Dan wahai Engkau yang Jantungku ada dalam mekanisme-Mu,
karuniakan aku kemampuan,
menjadi manusia yan preventif terhadap kritik,
bukan semata-mata menjadi manusia yang reaktif terhadap kritik,
Demi Qalam,
dan apa yang mereka tuliskan,
Pertemukan aku dengan lebih banyak buku,
agar meluas wawasanku,
menebal keyakinanku,
melipatganda semangat dan kiprahku,
dan terpelihara,
Jadikan aku orang yang terbuka,
akan ilmu,
akan masukan perbaikan,
Amin..."
dalam kapasitas sesempit apapun kepemimpinanku hari ini,
aku bersyukur padamu,
sekaligus aku memohon padamu,
agar, Engkau tambahi aku ilmu tentang kepemimpinan,
seperti ilmu yang Engkau karuniakan kepada Rasulullah, Abu Bakar, Salahudin Al Ayyubi, Mahmoud Ahmadinejad,
Spesifiknya,
anugerahi aku kekayaan kata-kata,
agar aku bisa menjelaskan apa-apa yang selama ini tak bisa aku jelaskan dengan verbal,
apa-apa yang membuat selisih pandang,
atau,
anugerahi aku kekuatan hati,
seperti Engkau anugerahkan pada Napoleon, Honda dan Bung Karno,
agar tetap yakin,
dan membagikan keyakinan ini seluas-luasnya,
bahwa apa yang tampak hari ini,
bahwa apa yang dikerjakan hari ini,
bahwa apa yang didapatkan hari ini,
adalah proses,
proses semata-mata,
bukanlah hasil,
bukanlah tujuan akhir,
Dan wahai Engkau yang Jantungku ada dalam mekanisme-Mu,
karuniakan aku kemampuan,
menjadi manusia yan preventif terhadap kritik,
bukan semata-mata menjadi manusia yang reaktif terhadap kritik,
Demi Qalam,
dan apa yang mereka tuliskan,
Pertemukan aku dengan lebih banyak buku,
agar meluas wawasanku,
menebal keyakinanku,
melipatganda semangat dan kiprahku,
dan terpelihara,
Jadikan aku orang yang terbuka,
akan ilmu,
akan masukan perbaikan,
Amin..."
1/26/09
Krisis 10 tahunan
Teman, dunia terus berubah, budaya terus bergeser. Kita, manusia hanyalah bagian kecil dalam perputaran dunia dan budaya. Tahukah kamu bahwa dunia sudah mengalami krisis dua kali, dalam kurun waktu terdekat ini, pertama di tahun 1998 dan kedua di tahun 2008. Namun, apa yang terjadi dengan Indonesia? Negeri katulistiwa kita ini belum 'mentas' dari krisis pertama sudah dilibas krisis kedua, tanpa jeda
Leadership
Kepemimpinan bukan perkara menyuruh saja,
kepemiminan bukan perkara mendominasi saja,
kepemimpinan bukan perkara mendikte saja,
kepemimpinan bukan perkara menuntut laporan saja,
kepemimpinan bukan perkara berkoar-koar saja,
Pemimpin, dalam pengertian yang saya miliki, adalah seperti seorang yang berada di paling depan, diantara rombongan orang-orang, menembus ilalang dan belantara 'masa depan', dengan 'gaman' seadanya, 'memenclas', melibas apa-apa yang ada dihadapannya, agar serombongan itu bisa lewat...
Pembuka jalan, ya, mungkin itu yang saya pahami.
Dan pemimpin harus menyadari, mengakui kelemahan dirinya, bahwa pada saat membuka jalan, tidak selalu bisa menjadi sempurna dengan mengayomi semua, menggendong semua, memapah semua, atau membiarkan masing-masing asyik dengan permainannya sendiri-sendiri.
Tidak ada yang lebih dominan dari serombongan itu kalau kita berbicara soal keselamatan bersama. Belantara yang ditembus bukanlahj belantara main-main, kita tak tahu ada apa di depan sana, yang kita tahu ada sebuah peta gambaran ujung belantara itu yang bernama 'IMPIAN'. Kita juga tak dibekali navigasi beraneka rupa, kompas yang menuntun perjalanan kita itu bernama 'KEYAKINAN'.
Dan kita sadar misi, perjalanan serombongan ini dibatasi oleh waktu, jam tangan waktu itu bernama 'AKSI', dan hal yang membuat serombongan ini bisa berjalan bersama bukanlah kesamaan apapun, kecuali 'SEMANGAT'.
Dan hal lain yang harus disadari oleh seorang pemimpin adalah, bahwa kadang-kadang pemimpin dituntut untuk menjelaskan, kenapa yang ditebas, yang diberangus, adalah ilalang dan pepohonan di arah sini, bukan diarah lainnya ... Kenapa pemimpin begitu bersemangat menebas dan membersihkan ilalang dihadapannya, sementara serombongan yang dibawanya dia abaikan, logistiknya, keringatnya, keashyikan pribadinya... .Intuisi, ya, intuisi kadan tidak bisa diverbalkan dengan penjelasan.
Dalam kasus seperti ini, pemimpin dituntut untuk lebih mau belajar keras tentan komunikasi, bukan hanya komunikasi kata-kata, tetapi juga komunikasi hati yang disebut simpati dan empati.
Begitu juga serombongan yang dibawanya harus berusaha keras memahami, bahwa apa yang dicapai bersama sejauh ini bukanlah tujuan akhir. Itulah kenapa sang pemimpin masih terus menebas pepohonan, memberangus ilalang.
kepemiminan bukan perkara mendominasi saja,
kepemimpinan bukan perkara mendikte saja,
kepemimpinan bukan perkara menuntut laporan saja,
kepemimpinan bukan perkara berkoar-koar saja,
Pemimpin, dalam pengertian yang saya miliki, adalah seperti seorang yang berada di paling depan, diantara rombongan orang-orang, menembus ilalang dan belantara 'masa depan', dengan 'gaman' seadanya, 'memenclas', melibas apa-apa yang ada dihadapannya, agar serombongan itu bisa lewat...
Pembuka jalan, ya, mungkin itu yang saya pahami.
Dan pemimpin harus menyadari, mengakui kelemahan dirinya, bahwa pada saat membuka jalan, tidak selalu bisa menjadi sempurna dengan mengayomi semua, menggendong semua, memapah semua, atau membiarkan masing-masing asyik dengan permainannya sendiri-sendiri.
Tidak ada yang lebih dominan dari serombongan itu kalau kita berbicara soal keselamatan bersama. Belantara yang ditembus bukanlahj belantara main-main, kita tak tahu ada apa di depan sana, yang kita tahu ada sebuah peta gambaran ujung belantara itu yang bernama 'IMPIAN'. Kita juga tak dibekali navigasi beraneka rupa, kompas yang menuntun perjalanan kita itu bernama 'KEYAKINAN'.
Dan kita sadar misi, perjalanan serombongan ini dibatasi oleh waktu, jam tangan waktu itu bernama 'AKSI', dan hal yang membuat serombongan ini bisa berjalan bersama bukanlah kesamaan apapun, kecuali 'SEMANGAT'.
Dan hal lain yang harus disadari oleh seorang pemimpin adalah, bahwa kadang-kadang pemimpin dituntut untuk menjelaskan, kenapa yang ditebas, yang diberangus, adalah ilalang dan pepohonan di arah sini, bukan diarah lainnya ... Kenapa pemimpin begitu bersemangat menebas dan membersihkan ilalang dihadapannya, sementara serombongan yang dibawanya dia abaikan, logistiknya, keringatnya, keashyikan pribadinya... .Intuisi, ya, intuisi kadan tidak bisa diverbalkan dengan penjelasan.
Dalam kasus seperti ini, pemimpin dituntut untuk lebih mau belajar keras tentan komunikasi, bukan hanya komunikasi kata-kata, tetapi juga komunikasi hati yang disebut simpati dan empati.
Begitu juga serombongan yang dibawanya harus berusaha keras memahami, bahwa apa yang dicapai bersama sejauh ini bukanlah tujuan akhir. Itulah kenapa sang pemimpin masih terus menebas pepohonan, memberangus ilalang.
Be Different
Bai Saya Mr. Fahrur is not just matematika.... Beliau salah satu mentor terhebat saya. Disaat saya dan Hilmy kelimpungan menyelesaikan tulisan untuk Kording bulan ini, saya ketemu si Master Matematika Dahsyat ini...
Dari dulu tahu, apa yang selalu dia dengung2kan, seperti halnya tadi apa yang berulang dia lantang2kan?
Menjadi berbeda! Menjadi Berbeda! dengan serangkaian kata bijaknya dalam berbagai versi dia ungkapkan ajakan itu.
Sungguh Bukan mengepas-paskan, bukan sebuah kebetulan.
Dari dulu tahu, apa yang selalu dia dengung2kan, seperti halnya tadi apa yang berulang dia lantang2kan?
Menjadi berbeda! Menjadi Berbeda! dengan serangkaian kata bijaknya dalam berbagai versi dia ungkapkan ajakan itu.
Sungguh Bukan mengepas-paskan, bukan sebuah kebetulan.
1/24/09
Jangan 'Kemaruk'
Jangan 'kemaruk', atau dibahasalainkan menjadi 'serakah', itu salah satu pesan yang begitu membekas di saya, saya dapat dari Bob Sadino, di sabuah kafe mewah di Bandung, d'Palm..
Apa si kemaruk yang dimaksud Om Bob?
Malas saya menjelaskan disini, inti yg saya tangkap, berdiri di dua kapal cuma akan jatuh,
kecuali kapal itu beriringan berjalannya...
Sejak itu saya berusaha untuk tidak kemaruk,
Apa si kemaruk yang dimaksud Om Bob?
Malas saya menjelaskan disini, inti yg saya tangkap, berdiri di dua kapal cuma akan jatuh,
kecuali kapal itu beriringan berjalannya...
Sejak itu saya berusaha untuk tidak kemaruk,
Mencontreng

Sudah tidak tahu lagi bagaimana saya harus verbalkan budaya kaum intelektual tingkat tinggi ini dipraktekkan.
Lagi lagi dan lagi lagi, cuma 1 orang yang mencontrengi, tanda bahwa list sudah selesai dilakukan.
Sebuah nilai 'minus' tersendiri, kalau satu list sudah beres tapi belum dicontreng, apalagi kalau belum beres, tidak menandai pula, apakah schedule telat atau sudah beres...
Subscribe to:
Posts (Atom)