saya memimpikan :
bikin laundry untuk mahasiswa-mahasiswa 165 sebagai pelanggan sekaligus pemegang sahamnya,
bikin warung makan terdominan ikan, biar pinter2 kayak anak muda jepang, harga mahasiswa tapi,
bikin se lux KFC, tapi isinya mendoan dan aneka tahu, ada tahu slawi, ada tahu sumedang, ada tahu petis, ada tahu bakso, ada tahu-tahu lainnya... jadi purimas akan terkalahkan, KFC juga
bikin rumah makan IBG alias Ikan baroe gedhe dari 1 sampai 13, biar dipegang satu-satu sama anak SDI, Indie di Kroya, Rizky di Padang,
bikin jaringan RT RW net terbesar di Purwokerto, ada di setiap perumahan,
jadi agen asuransi syariah, buat modal ngelamar ke mertua, kan yg penting punya status : Konsultan Keungan Syariah (Syariah Financial Consultant)
Bikin persewaan LCD
Join sama rentalan lain, rentalin Avanza
Memberikan rapel untuk para pendiri kording minimal masing-masing 1 mobil dan 2 ticket umroh untuk Bapak-Ibu
Bikin training apa kek, di menara 165, segmentasinya alumni teens Jakarta dan sekitarnya
semangatdonk.com mengalahkan facebook, eit... disana kita pajang info produk dan belanja online juga, jadi bukan cuma "JADI PENGGEMAR", tapi juga "JADI PELANGGAN",
fotokopian juga...
Ayo floorkan semua dulu!
3/15/09
I want to make it real
Namun, yang pertama disadari adalah bahwa untuk menjadi DAHSYAT, harus melewati tahapan :
TAHU-BISA-TRAMPIL-AHLI-DAHYSAT
Itulah salah satu alasan kenapa saya mati2an mempertahankan dunia seminar dan training, karena jangan sampai kita belum pada tahapan dahsyat sudah berhenti duluan...
strip-strip diantara tahapan itu adalah "JENUH", setiap kita berhasil melewati kejenuhan, makan kita akan naik ke level berikutnya... itulah lift kesuksesan, kawan, ketika kau jenuh, itulah tandanya kau dekat, sangat dekat dengan TEKUN.
TEKUN adalah satu dari hanya dua kendaraan menuju keberhasilan, apa yang kedua ki? itulah BERUNTUNG.
keberuntungan itu hak Tuhan, tapi ketekuan itu pilihan manusia...
TAHU-BISA-TRAMPIL-AHLI-DAHYSAT
Itulah salah satu alasan kenapa saya mati2an mempertahankan dunia seminar dan training, karena jangan sampai kita belum pada tahapan dahsyat sudah berhenti duluan...
strip-strip diantara tahapan itu adalah "JENUH", setiap kita berhasil melewati kejenuhan, makan kita akan naik ke level berikutnya... itulah lift kesuksesan, kawan, ketika kau jenuh, itulah tandanya kau dekat, sangat dekat dengan TEKUN.
TEKUN adalah satu dari hanya dua kendaraan menuju keberhasilan, apa yang kedua ki? itulah BERUNTUNG.
keberuntungan itu hak Tuhan, tapi ketekuan itu pilihan manusia...
Pelajaran dari Rakor Fosma
Jauh hari sebelum pelaksanaan saya berulang menyampaikan "seharusnya tuan rumah punya konsep dan percaya diri pada konsep itu, soalnya, kalau pelaksanaan tidak memuaskan, apa semua yang di converence ikut jelek? apa koordinator ikut jelek? purwokerto doank yang akan jelek..."
Apa yang terjadi di Rakor sebenarnya sudah bukan hal mengejutkan bagi saya, itu sudah saya gambarkan, sampai akhirnya di atas Avanza di depan warnet dkt SMA 1 Purbalingga Iswa mengatakan perkataan yang sama dengan yang saya sebut di atas "..tuan rumah saja kan yang jelek?"
Inilah satu sendi makna kepemimpinan bagi saya, ketika posisi saya sebagai follower, tugas saya hanya "sendiko..." dalam wujud : 1) mengikuti mekanisme, dan 2) mengajukan usul...
Bagaimana ketika mekanisme yang dilontarkan pimpinan berseberangan dengan sudut pandang pribadi kita? tugas kita hanya mengingatkan.
Bagaimana bisa usul saya diacuhkan? maka saya akan gunakan segala bahasa, saya ketik proposal sendiri, print sendiri, stempel sendiri, ajukan ke ajudan bupati sendiri, konfirmasi sendiri dan dana bantuan dari pemkab purbalinggapun turun...
Begitu juga soal ketika air MCK jadi problem, semua bilang "nggak bisa lagi mas..", tapi nyatanya bisa tuh saya hubungi PDAM lewat Pa Budi... .
Realistis! Saya ikhlas dipandang sebagai diktator hari ini, karena saya tahu apa yang saya rancang, apa yang saya ikhtiarkan, ketika ini semua berjalan baik, kita semua akan bahagia, ketika semua ini gagal, saya akan tanggung jawab penuh.
Beda ketika saya mengonsepnya setengah2, menjunjung demokrasi yang tidak ditempatkan pada tempatnya, akibatnya rancangan ini kabur, output nyata juga tak wujud, arus kas tidak terbentuk, keuntungan tidak didapat, semua kecewa... maka saya benar-benar tidak bisa bertanggung jawab penuh atas itu.
Itulah kepemimpinan, dicap jelek hari ini (sekalipun cap jelek itu tidak terucapkan), lebih baik ketimbang dipuji-puji hari ini, tetapi hasilnya mengecewakan... Rizky untuk SDI, SDI untuk Indonesia Emas.
Apa yang terjadi di Rakor sebenarnya sudah bukan hal mengejutkan bagi saya, itu sudah saya gambarkan, sampai akhirnya di atas Avanza di depan warnet dkt SMA 1 Purbalingga Iswa mengatakan perkataan yang sama dengan yang saya sebut di atas "..tuan rumah saja kan yang jelek?"
Inilah satu sendi makna kepemimpinan bagi saya, ketika posisi saya sebagai follower, tugas saya hanya "sendiko..." dalam wujud : 1) mengikuti mekanisme, dan 2) mengajukan usul...
Bagaimana ketika mekanisme yang dilontarkan pimpinan berseberangan dengan sudut pandang pribadi kita? tugas kita hanya mengingatkan.
Bagaimana bisa usul saya diacuhkan? maka saya akan gunakan segala bahasa, saya ketik proposal sendiri, print sendiri, stempel sendiri, ajukan ke ajudan bupati sendiri, konfirmasi sendiri dan dana bantuan dari pemkab purbalinggapun turun...
Begitu juga soal ketika air MCK jadi problem, semua bilang "nggak bisa lagi mas..", tapi nyatanya bisa tuh saya hubungi PDAM lewat Pa Budi... .
Realistis! Saya ikhlas dipandang sebagai diktator hari ini, karena saya tahu apa yang saya rancang, apa yang saya ikhtiarkan, ketika ini semua berjalan baik, kita semua akan bahagia, ketika semua ini gagal, saya akan tanggung jawab penuh.
Beda ketika saya mengonsepnya setengah2, menjunjung demokrasi yang tidak ditempatkan pada tempatnya, akibatnya rancangan ini kabur, output nyata juga tak wujud, arus kas tidak terbentuk, keuntungan tidak didapat, semua kecewa... maka saya benar-benar tidak bisa bertanggung jawab penuh atas itu.
Itulah kepemimpinan, dicap jelek hari ini (sekalipun cap jelek itu tidak terucapkan), lebih baik ketimbang dipuji-puji hari ini, tetapi hasilnya mengecewakan... Rizky untuk SDI, SDI untuk Indonesia Emas.
Kisah Cinta
Andri dan Indie
Naim dan TU Somagede
Hanie dan A....
Rhea dan (ekhi ekhi)
Karyanto dan Wong Solo
Azis dan Bojonegoro-Bumiayu-Banjarpatroman (jalur bus kali..)
Hilmy dan nggak tau (katanya si anak sekolahan)
Kusworo dan Mba (tiiiiiiiiiiiiiiit)
Rizky dan seorang figur yang akan memandegani ke-dharma wanita-an Semangat Donk, so istimewa ...
Naim dan TU Somagede
Hanie dan A....
Rhea dan (ekhi ekhi)
Karyanto dan Wong Solo
Azis dan Bojonegoro-Bumiayu-Banjarpatroman (jalur bus kali..)
Hilmy dan nggak tau (katanya si anak sekolahan)
Kusworo dan Mba (tiiiiiiiiiiiiiiit)
Rizky dan seorang figur yang akan memandegani ke-dharma wanita-an Semangat Donk, so istimewa ...
Vacum Dulu
Vacum on Training, Agresif on (Real) Bussiness Other :
3-5 April : Rakor Lengkap SDI on Villa
10 April : Tasyakuran SDI
11-23 April : Masa Reses "The Power of Idea"
24 April : Terbit Kording Edisi 25
25 April-3 Mei : Masa Subur Seminar I
4-6 Mei : Tes Kemampuan Dasar Sekolah-Sekolah
11-13 Mei : UAS BN
18-20 Mei : UAS BN Susulan
21 : Upacara Harkitnas
22 Mei-2 Juni : Masa Subur Seminar II
8-13 Juni : UAS
20 Juni : Penerimaan Rapor
22 Juni-11 Juli : Libur musim panas ...
3-5 April : Rakor Lengkap SDI on Villa
10 April : Tasyakuran SDI
11-23 April : Masa Reses "The Power of Idea"
24 April : Terbit Kording Edisi 25
25 April-3 Mei : Masa Subur Seminar I
4-6 Mei : Tes Kemampuan Dasar Sekolah-Sekolah
11-13 Mei : UAS BN
18-20 Mei : UAS BN Susulan
21 : Upacara Harkitnas
22 Mei-2 Juni : Masa Subur Seminar II
8-13 Juni : UAS
20 Juni : Penerimaan Rapor
22 Juni-11 Juli : Libur musim panas ...
3/14/09
Sesungguhnya...
Apa si yang saya kejar dalam hidup ini?
Mobil? ya, begitu2 aja rasanya nyetir mobil...
Sehat? pada ujungnya juga akan selesai
Uang? Berapa lama si enaknya,
Jodoh? Itu mah hadiah (karunia) Tuhan, kenapa pula saya harus cemas ?!?
Persahabatan? Mbok persahabatan bagai kepompong...#&@*
Gelar? Mau buat ngelamar ke mana ...
Prestise? Sekarang saja saya sudah demikian terhormatnya ":+
Surga? Tak ada kalkulasi yang mampu kita hitung untuk membelinya ,,#
Bagi saya, kebahagiaan adalah ketika melihat tagihan PDAM, padahal dulu tak ada air 2 minggu pertama saya menempati L22.
Kebahagiaan adalah ketika bisa memberi parkir lebih dari atas sepoi angin Avanza padahal dulu cuma bisa naik motor seharga 2,5 juta.
Kebahagiaan adalah ketika bisa mengirim email dalam 5 detik, padahal dulu harus berlama-lama ke warnet.
Kebahagiaan adalah ketika mendapat sapaan semangat dari Kak Ridwan padahal dulu disikapi sinis di Insan Mulia
Kebahagiaan adalah ketika bisa melihat teman-teman tersenyum dalam keadaan kenyang dan raut muka ceria, padahal dulu murung, tekor dan tak memahami sepaham hari ini,
kebahagiaan adalah ketika sedikit ilmu yang saya punya, bisa saya pergunakan untuk berkontibusi ...
Mobil? ya, begitu2 aja rasanya nyetir mobil...
Sehat? pada ujungnya juga akan selesai
Uang? Berapa lama si enaknya,
Jodoh? Itu mah hadiah (karunia) Tuhan, kenapa pula saya harus cemas ?!?
Persahabatan? Mbok persahabatan bagai kepompong...#&@*
Gelar? Mau buat ngelamar ke mana ...
Prestise? Sekarang saja saya sudah demikian terhormatnya ":+
Surga? Tak ada kalkulasi yang mampu kita hitung untuk membelinya ,,#
Bagi saya, kebahagiaan adalah ketika melihat tagihan PDAM, padahal dulu tak ada air 2 minggu pertama saya menempati L22.
Kebahagiaan adalah ketika bisa memberi parkir lebih dari atas sepoi angin Avanza padahal dulu cuma bisa naik motor seharga 2,5 juta.
Kebahagiaan adalah ketika bisa mengirim email dalam 5 detik, padahal dulu harus berlama-lama ke warnet.
Kebahagiaan adalah ketika mendapat sapaan semangat dari Kak Ridwan padahal dulu disikapi sinis di Insan Mulia
Kebahagiaan adalah ketika bisa melihat teman-teman tersenyum dalam keadaan kenyang dan raut muka ceria, padahal dulu murung, tekor dan tak memahami sepaham hari ini,
kebahagiaan adalah ketika sedikit ilmu yang saya punya, bisa saya pergunakan untuk berkontibusi ...
3/13/09
Karyawan
Tidak mau saya jadi karyawan,
terpaksanya sang calon mertua memaksa saya untuk punya status,
saya ingin menjadi karyawan asuransi,
kenapa?
karena profesi itu mulia, selalu mendoakan keselamatan orang,
dan mengajak orang 'pasrah', meyakini bahwa segalanya bisa terjadi
terpaksanya sang calon mertua memaksa saya untuk punya status,
saya ingin menjadi karyawan asuransi,
kenapa?
karena profesi itu mulia, selalu mendoakan keselamatan orang,
dan mengajak orang 'pasrah', meyakini bahwa segalanya bisa terjadi
Sang Pembaharu
Pembaharuan selalu identik dengan tantangan
Sang Pembaharu tak pernah tak bertemu dengan sang penantang
Sungguh,
seandainya saya boleh jujur,
seandainya ada secuil konsep pembaharuan yang saya bawa,
yang mungkin ini tidak membawa dampak perubahan besar secara langsung,
tapi mungkin ini bisa menjadi sebuah inspirasi bagi yang lain,
Ya, seandainya saja sedikit saja yang saya bawa ini ada nilainya,
tantangan terberat yang saya rasakan bukanlah dari luar,
bukan dari tantangan meja hijau, bukan dari tantangan penerbit,
tapi dari yang ada di dekat-dekat,
Sang Pembaharu tak pernah tak bertemu dengan sang penantang
Sungguh,
seandainya saya boleh jujur,
seandainya ada secuil konsep pembaharuan yang saya bawa,
yang mungkin ini tidak membawa dampak perubahan besar secara langsung,
tapi mungkin ini bisa menjadi sebuah inspirasi bagi yang lain,
Ya, seandainya saja sedikit saja yang saya bawa ini ada nilainya,
tantangan terberat yang saya rasakan bukanlah dari luar,
bukan dari tantangan meja hijau, bukan dari tantangan penerbit,
tapi dari yang ada di dekat-dekat,
3/12/09
Monumen Purwokerto Kembali
Saya percaya ini akan berlalu,
kembali seperti dulu,
atau,
bisa jadi lebih indah... indah tak terperikan
karena apa?
karena kita adalah sama-sama pribadi solutif,
ke solusilah fokus kita,
terima kasih atas maafnya
kembali seperti dulu,
atau,
bisa jadi lebih indah... indah tak terperikan
karena apa?
karena kita adalah sama-sama pribadi solutif,
ke solusilah fokus kita,
terima kasih atas maafnya
Hari yang Aneh
Dayu
Beli akua beneran,
Mendoan
Banyak habis di makan anak Purwokerto, padahal itu dibeli bagian konsumsi untuk para tamu dari Bandung (kayaknya Mendoan bisa dibikin selevel Pizza Hut ni...enaaak si)
Itha
Suaranya keren, bisa ditiru sama siamang
Mas Wendy
Meninggalkan motor seharian di Purbalingga
Rizky
Mau diajak ke Pengadilan (Nebus SIM nya Naim)
Beli akua beneran,
Mendoan
Banyak habis di makan anak Purwokerto, padahal itu dibeli bagian konsumsi untuk para tamu dari Bandung (kayaknya Mendoan bisa dibikin selevel Pizza Hut ni...enaaak si)
Itha
Suaranya keren, bisa ditiru sama siamang
Mas Wendy
Meninggalkan motor seharian di Purbalingga
Rizky
Mau diajak ke Pengadilan (Nebus SIM nya Naim)
Wasting Time
Pesan saya,
mbok ya jangan pulang malam-malam,
kalau memang urusan bisa diselesaikan ringkas...
mbok ya nggak usah saling menunggu membuang waktu,
kalau bisa diputuskan cepat,
apalai cuma sekedar tempat makan,
mbok ya seperlunya saja berbincang,
kalau memang sudah larut malam,
tidak baik tidur malam-malam,
kalau tiada artinya,
tidur malam-malam si boleh saja,
kalau ada artinya ...
besok, lusa, kedepannya...
di hemat ya kawan... waktumu,
kalau mau bercandaan, berlama-lama, ya siang atau sore saja,
apalagi kaum ikhwit
mbok ya jangan pulang malam-malam,
kalau memang urusan bisa diselesaikan ringkas...
mbok ya nggak usah saling menunggu membuang waktu,
kalau bisa diputuskan cepat,
apalai cuma sekedar tempat makan,
mbok ya seperlunya saja berbincang,
kalau memang sudah larut malam,
tidak baik tidur malam-malam,
kalau tiada artinya,
tidur malam-malam si boleh saja,
kalau ada artinya ...
besok, lusa, kedepannya...
di hemat ya kawan... waktumu,
kalau mau bercandaan, berlama-lama, ya siang atau sore saja,
apalagi kaum ikhwit
Jadi tuh...
Saya dulu dibilang "perasa"..
Tapi sekarang ditatap sebagai seorang diktator,
wes, saya terus bergerak (obesesi pribadi macam apa si yang saya kejar, saya juga bingung...), ada hal istimewa jauh di atas itu,
Tapi sekarang ditatap sebagai seorang diktator,
wes, saya terus bergerak (obesesi pribadi macam apa si yang saya kejar, saya juga bingung...), ada hal istimewa jauh di atas itu,
3/6/09
Mengguncang Indonesia
Saya dapati di blognya Hilmy, lalu iseng-iseng saya buat slidenya, ada background pahlawan muncul satu-satu, ada silhuet peta Indonesia, ada backsound Tanah Airku-nya Ibu Sud, saya tunjukkan pada Fikry dan sekarang selalu ditampilkan di tiap training SDTC, saya kok merasa kata-kata ini akan mampu mengguncang bangsa yang sedang sakit ini,
Ini kata-katanya :
”Kami terus bergerak, mereka tak bisa menghentikan jalan sejarah… Sebuah perubahan besar akan datang menggemuruh di bumi kami. Perubahan itu pasti. Pasti. Pasti Datang!!”
Eko Laksono – Imperium III
Sekarang saya bergidik, merinding, tiap mendengar dan melihat slide yang menampilkan tulisan ini...
Ini kata-katanya :
”Kami terus bergerak, mereka tak bisa menghentikan jalan sejarah… Sebuah perubahan besar akan datang menggemuruh di bumi kami. Perubahan itu pasti. Pasti. Pasti Datang!!”
Eko Laksono – Imperium III
Sekarang saya bergidik, merinding, tiap mendengar dan melihat slide yang menampilkan tulisan ini...
Cinta ini
mungkin seperti melempar lumpur ke tembok,
mungkin tembok itu tak jua runtuh karenanya,
tapi aku yakin lumpur itu membekas...
terus?
ya, bukan aku yang akan meruntuhkan tu tembok,
tembok hanya bisa diruntuhkan oleh si empunya,
karena sudah kotor kena banyak lumpur...
iya kalau diruntuhkan? lha kalau sama si empunya di cat ulang?
ya nggak usah cemas lah,
pasti ada salah satu tembok lain yang akan diruntuhkan,
karena si empunya tahu apa yang aku inginkan,
dan akan membantu mewujudkan keinginanku ...
mungkin tembok itu tak jua runtuh karenanya,
tapi aku yakin lumpur itu membekas...
terus?
ya, bukan aku yang akan meruntuhkan tu tembok,
tembok hanya bisa diruntuhkan oleh si empunya,
karena sudah kotor kena banyak lumpur...
iya kalau diruntuhkan? lha kalau sama si empunya di cat ulang?
ya nggak usah cemas lah,
pasti ada salah satu tembok lain yang akan diruntuhkan,
karena si empunya tahu apa yang aku inginkan,
dan akan membantu mewujudkan keinginanku ...
Sekali Lagi
Sekaliiii lagi,
aku nasehatkan padamu mas Rizky,
berhentilah fokus pada cemas,
fokuslah pada peluang ... ya?
iya iya Din,
memang betul kok,
katanya tu, kalau di kredit, asal punya fotokopi KTP, itu sudah pertanda bahwa itu mungkin,
kalau di cinta, asal masih mau tersenyum, itu juga pertanda bahwa itu mungkin,
tkyu..
aku nasehatkan padamu mas Rizky,
berhentilah fokus pada cemas,
fokuslah pada peluang ... ya?
iya iya Din,
memang betul kok,
katanya tu, kalau di kredit, asal punya fotokopi KTP, itu sudah pertanda bahwa itu mungkin,
kalau di cinta, asal masih mau tersenyum, itu juga pertanda bahwa itu mungkin,
tkyu..
Wah hebat ya..
pernah sepintas saya berpikir,
wah hebat ya kita bisa melanglang event di Kebumen,
bisa di Semarang,
bisa di Cirebon...
beberapa saat kemudian,
ternyata saya tahu,
ada yang lebih dari sekedar bolah balik purwokerto-kendal,
Kalau Bandung-Jakarta via Cipularang bayar tol nya sekali jalan saja 36.500,
kalau ke Australia berapa?
ke Mekkah?
ke Amerika?
ke Bulan?
ke Langit ke 7,
ini bulan Rabiul Awal ya kawan ...
wah hebat ya kita bisa melanglang event di Kebumen,
bisa di Semarang,
bisa di Cirebon...
beberapa saat kemudian,
ternyata saya tahu,
ada yang lebih dari sekedar bolah balik purwokerto-kendal,
Kalau Bandung-Jakarta via Cipularang bayar tol nya sekali jalan saja 36.500,
kalau ke Australia berapa?
ke Mekkah?
ke Amerika?
ke Bulan?
ke Langit ke 7,
ini bulan Rabiul Awal ya kawan ...
Yang Maha Penyayang, Yang Mengajarkan Al Quran,
Surat Ar-Rahman merupakan 1 dari 114 surat yang ada di kitab suci Al-Qur'an. Semua surat wajib saya suka karena Al-Qur'an merupakan kalam Ilahi. Tapi entah mengapa ada kesan tersendiri bagi Surat Ar-Rahman.
Bermula ketika saya berkesempatan mengikuiti training MCB di Semarang beberapa waktu lalu, ketika itu Pa Ary melantunkan surat Ar-Rahman tanpa teks dan membacanya sambil terisak, beliau menangis, dan pikiran sayapun melayang ketempat yang jauh.....
Sejak itu saya mencoba membacanya sambil belajar memaknai artinya, sampai akhirnya bertemu lagi dengan Pa Ary di Menara 165, dan beliau menjelaskan sedikit maknanya, sungguh dahsyat kalam MU ya Allah... hin
surat Ar-Rahman terdiri dari 78 ayat dan 31 ayat berbunyi sama :
FABIAYYI ALAA 'IRAABIKUMAA TUKADZDZIBAANN......( maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan..? )
Bermula ketika saya berkesempatan mengikuiti training MCB di Semarang beberapa waktu lalu, ketika itu Pa Ary melantunkan surat Ar-Rahman tanpa teks dan membacanya sambil terisak, beliau menangis, dan pikiran sayapun melayang ketempat yang jauh.....
Sejak itu saya mencoba membacanya sambil belajar memaknai artinya, sampai akhirnya bertemu lagi dengan Pa Ary di Menara 165, dan beliau menjelaskan sedikit maknanya, sungguh dahsyat kalam MU ya Allah... hin
surat Ar-Rahman terdiri dari 78 ayat dan 31 ayat berbunyi sama :
FABIAYYI ALAA 'IRAABIKUMAA TUKADZDZIBAANN......( maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan..? )
Yang sudah tertanam
Pohon Ayu
Pohon Meta
Pohon Arif
Pohon Sahal
Pohon Rizky
Pohon Fikry
Pohon Retno
Pohon Akbar
Pohon Puput
...
Pohon Meta
Pohon Arif
Pohon Sahal
Pohon Rizky
Pohon Fikry
Pohon Retno
Pohon Akbar
Pohon Puput
...
Berhenti Berlari
Berhenti Berlari, ini saatnya melesat ...
Indonesia menanti,
siapkan amunisi untuk bertarung melawan konflk materialisme,
siapkan sabun mandi, sikat dan pasta gigi, entah tinggal seberapa waktu kita untuk stay di dalam kota,
siapkan hati, sudah tidak ada lagi yang akan cerewet mendikte, semua bergerak dengan nilai tanggung jawab masing-masing
Karena memang ada dua cara untuk mulia
pertama : mencoba untuk tak pernah berbuat dosa
kedua : berkontribusi mulia (positif, luas, bahkan dahsyat)
pilih mana?
selamat untuk menjadi lelah, atau bahkan sangat lelah,
letih, atau bahkan sangat letih,
lapar, atau bahkan sangat lapar,
tapi selamat juga,
karena menjadi mulia, atau sangat mulia,
mulia karena kontribusi (baca=amal jariyah)
Indonesia menanti,
siapkan amunisi untuk bertarung melawan konflk materialisme,
siapkan sabun mandi, sikat dan pasta gigi, entah tinggal seberapa waktu kita untuk stay di dalam kota,
siapkan hati, sudah tidak ada lagi yang akan cerewet mendikte, semua bergerak dengan nilai tanggung jawab masing-masing
Karena memang ada dua cara untuk mulia
pertama : mencoba untuk tak pernah berbuat dosa
kedua : berkontribusi mulia (positif, luas, bahkan dahsyat)
pilih mana?
selamat untuk menjadi lelah, atau bahkan sangat lelah,
letih, atau bahkan sangat letih,
lapar, atau bahkan sangat lapar,
tapi selamat juga,
karena menjadi mulia, atau sangat mulia,
mulia karena kontribusi (baca=amal jariyah)
yth Pangeran Antasari
maafkan saya pangeran, selama ini yang jadi bahan cerita saya selalu Soedirman terus... padahal panjenengan juga punya andil besar atas kenyamanan dan kebebasan yang saya hirup hari ini,
Pangeran, saya ingin sampaikan bahwa perjuangan babak dua kejayaan bangsa yang pangeran perjuangkan sudah dan sedang mulai dijalankan,
satu tim diantaranya adalah berisi saya dan teman-teman, batalyon saya memang berkeringat deras sehari-harinya, namun yang saya lihat, masih sedikit mereka memahami makna, walau tak pernah diucapkan, saya tau tatapan mengeluh,
Pangeran, apa bisa diceritakan, bagaimana bandingannya dengan team panjenengan dulu? Apa dulu ada HP yang bisa buat smsan? panjenengan dengan tim satu provider atau beda provider? berapa biaya yang habis?
Terus bagaimana sumber dana perjuangan panjengen? apa ikhlas lillahita'ala, ada donatur dari sponsor atau dibangun dengan peluh keringat kemandirian?
Berapa lama panjengena berjuang hingga menjadi dahsyat seperti yang saya kenal sekarang ini? setahun? dua tahun? yang saya yakini pangeran adalah seorang yang becomeng smarter, bukan melulu fokus pada kekecewaan ketidaktercapaian hasil dari target, tetapi mensyukuri selambat apapun proses, asal itu bergerak,
pangeran, sejatinya kami ini jauh lebih beruntung, saya tau waktu itu panjengengan nda pasang speedy, mungkin nominal 495.000 terlalu mahal untuk panejengan bayarkan dulu, mending buat dibagi-bagi untuk kemaslahatan masyarakat,
Namun begitu, apa dengan speedy yang saya pasang hari ini, penggunaanya sudah jauh lebih mulia ketimbang kalau nominal langganan bulanan itu saya wakafkan saja ke masyarakat? ah, saya minta bantuan teman-teman saya nanti untuk menilainya...
Terakhir, yang saya salut dari panjenengan,
walau dengan begitu terbatasnya sarana, panjenegan bisa menjadi dahsyat! itu pasti karena tekun.
tapi saya dan tim saya, dengan fasilitas yang melimpah ruah, kalau tidak didikte kok ya tidak optimal memberdayakan potensi, aset dan fasilitas. Saya bingung pangeran? mendikte seperti seorang diktator, tapi kalau saya acuh, tak ada yang bisa membaca peluang dan mengolahnya...
sudahlah, saya ikhlas dikesankan, ditatap sebagai seorang diktator cap hitler sekalipun,
mau bagaimana lagi? Pangeran, saya tidur dulu, sudah jam tengah satu, ngantuk....
Juni tahun ini mudah2an bisa ke kota panjengan,
Pangeran, saya ingin sampaikan bahwa perjuangan babak dua kejayaan bangsa yang pangeran perjuangkan sudah dan sedang mulai dijalankan,
satu tim diantaranya adalah berisi saya dan teman-teman, batalyon saya memang berkeringat deras sehari-harinya, namun yang saya lihat, masih sedikit mereka memahami makna, walau tak pernah diucapkan, saya tau tatapan mengeluh,
Pangeran, apa bisa diceritakan, bagaimana bandingannya dengan team panjenengan dulu? Apa dulu ada HP yang bisa buat smsan? panjenengan dengan tim satu provider atau beda provider? berapa biaya yang habis?
Terus bagaimana sumber dana perjuangan panjengen? apa ikhlas lillahita'ala, ada donatur dari sponsor atau dibangun dengan peluh keringat kemandirian?
Berapa lama panjengena berjuang hingga menjadi dahsyat seperti yang saya kenal sekarang ini? setahun? dua tahun? yang saya yakini pangeran adalah seorang yang becomeng smarter, bukan melulu fokus pada kekecewaan ketidaktercapaian hasil dari target, tetapi mensyukuri selambat apapun proses, asal itu bergerak,
pangeran, sejatinya kami ini jauh lebih beruntung, saya tau waktu itu panjengengan nda pasang speedy, mungkin nominal 495.000 terlalu mahal untuk panejengan bayarkan dulu, mending buat dibagi-bagi untuk kemaslahatan masyarakat,
Namun begitu, apa dengan speedy yang saya pasang hari ini, penggunaanya sudah jauh lebih mulia ketimbang kalau nominal langganan bulanan itu saya wakafkan saja ke masyarakat? ah, saya minta bantuan teman-teman saya nanti untuk menilainya...
Terakhir, yang saya salut dari panjenengan,
walau dengan begitu terbatasnya sarana, panjenegan bisa menjadi dahsyat! itu pasti karena tekun.
tapi saya dan tim saya, dengan fasilitas yang melimpah ruah, kalau tidak didikte kok ya tidak optimal memberdayakan potensi, aset dan fasilitas. Saya bingung pangeran? mendikte seperti seorang diktator, tapi kalau saya acuh, tak ada yang bisa membaca peluang dan mengolahnya...
sudahlah, saya ikhlas dikesankan, ditatap sebagai seorang diktator cap hitler sekalipun,
mau bagaimana lagi? Pangeran, saya tidur dulu, sudah jam tengah satu, ngantuk....
Juni tahun ini mudah2an bisa ke kota panjengan,
Kalau Jenderal Soedirman Punya Blog
Cerita apa ya yang dia publishkan di blognya?
keluh,
peluh,
syukur,
atau semangat?
seberantakanpun team management saya hari ini, saya selalu merasa ini adalah bagian penting dari kontribusi kita untuk keemasan Indonesia yang sudah niscaya,
Sudahlah jenderal, apapun itu saya juga ndak akan pernah membaca blog Anda, terserah panjenengan saja ...
keluh,
peluh,
syukur,
atau semangat?
seberantakanpun team management saya hari ini, saya selalu merasa ini adalah bagian penting dari kontribusi kita untuk keemasan Indonesia yang sudah niscaya,
Sudahlah jenderal, apapun itu saya juga ndak akan pernah membaca blog Anda, terserah panjenengan saja ...
Jarang dirumah
Saya punya 3 adik,
2 yg terkecil ada di rumah,
saya selalu rindu teriakannya, panggilannya, ketika pertama kali saya datang, masuk rumah,
tulus,
bukan karena saya perhatian,
bukan karena saya baik,
bukan karena saya care,
bukan karena saya mempesona,
sebentar lagi, expresi tulus itu akan saya jumpai bertambah satu lagi: ibunya anak-anak
senangnya...
2 yg terkecil ada di rumah,
saya selalu rindu teriakannya, panggilannya, ketika pertama kali saya datang, masuk rumah,
tulus,
bukan karena saya perhatian,
bukan karena saya baik,
bukan karena saya care,
bukan karena saya mempesona,
sebentar lagi, expresi tulus itu akan saya jumpai bertambah satu lagi: ibunya anak-anak
senangnya...
JANGAN PERNAH CIPTAKAN RUTINITAS
Itu prinsip kepemimpinan saya,
saya pemimpin bukan pejabat,
apa si artinya pergi ke Kudus? ke Cirebon? ke Cilacap?
Saya baru tau kalau itu amatlah dekat, amatlah sangat dekat,
setelah saya membeli peta Indonesia 115.000,
Tugas saya untuk membentuk tim yang tangguh mungkin berhasil,
tapi tugas saya untuk membuat mereka bisa memahami lebih dalam 'makna' sepertinya masih jauh,
setidaknya melihat saya yang jelek ini dengan tidak jelek, itu sudah satu langkah berarti,
saya ingin semua memahami,
bahwa proses ini lebih indah untuk disyukuri, ketimbang dikeluhkan,
mungkin dikira tidak mendengar,
saya tahu suara suara keluhan itu,
mendidik manusia itu memang lebih susah dari mendidik SAPI! dan manusia yang paling susah saya didik adalah diri saya sendiri!!!!!!!!
saya pemimpin bukan pejabat,
apa si artinya pergi ke Kudus? ke Cirebon? ke Cilacap?
Saya baru tau kalau itu amatlah dekat, amatlah sangat dekat,
setelah saya membeli peta Indonesia 115.000,
Tugas saya untuk membentuk tim yang tangguh mungkin berhasil,
tapi tugas saya untuk membuat mereka bisa memahami lebih dalam 'makna' sepertinya masih jauh,
setidaknya melihat saya yang jelek ini dengan tidak jelek, itu sudah satu langkah berarti,
saya ingin semua memahami,
bahwa proses ini lebih indah untuk disyukuri, ketimbang dikeluhkan,
mungkin dikira tidak mendengar,
saya tahu suara suara keluhan itu,
mendidik manusia itu memang lebih susah dari mendidik SAPI! dan manusia yang paling susah saya didik adalah diri saya sendiri!!!!!!!!
Dream Stealer
Bukan suara-suara dari jauh yang melemahkan saya,
tapi justru dari yang dekat...
Soklah mau ngomong apa, mau menunjukkan raut muka apa, mau memberikan laporan dalam bentuk apa, mau nulis apa, mau berargumen apa, tak ada obsesi pribadi bagi saya,
Rizky!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Orang yang pernah ditegur karena banyak menyuruh,
memang begitu cara saya ikhlas menjalankan peran saya, ketimbang saya acuhkan.
Orang yang pernah dicibir karena mendikte,
memang kalau tidak didikte pada tidak bisa membaca!!!!!!
membaca di balik raut capek mbah nasi goreng griya satria,
ibu asongan depan masjid agung purwokerto,
bakul es kelapa muda srimaya,
tapi justru dari yang dekat...
Soklah mau ngomong apa, mau menunjukkan raut muka apa, mau memberikan laporan dalam bentuk apa, mau nulis apa, mau berargumen apa, tak ada obsesi pribadi bagi saya,
Rizky!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Orang yang pernah ditegur karena banyak menyuruh,
memang begitu cara saya ikhlas menjalankan peran saya, ketimbang saya acuhkan.
Orang yang pernah dicibir karena mendikte,
memang kalau tidak didikte pada tidak bisa membaca!!!!!!
membaca di balik raut capek mbah nasi goreng griya satria,
ibu asongan depan masjid agung purwokerto,
bakul es kelapa muda srimaya,
3/5/09
Dilarang mengeluh dengan kata "JENUH"
untuk orang-orang yang mudah mengeluh dan mencap diri "JENUH",
pergi ke perempatan Srimaya, lihat bakul es kelapa muda, sudah berapa tahun dia bertahan disana!!!!!!!!!!
atau duduk di atas brug depan L22 sore-sore tungguin mbah-mbah penjual nasi goreng, tanya, sudah berapa ribu putaran dia memutar-mutar kompleks Griya Satria!!!!!!!
ataukan kita orang-orang yang tiap hari selalu basah dengan lafaz Alhamdulillah, tapi jauh dari SYUKUR??????????
pergi ke perempatan Srimaya, lihat bakul es kelapa muda, sudah berapa tahun dia bertahan disana!!!!!!!!!!
atau duduk di atas brug depan L22 sore-sore tungguin mbah-mbah penjual nasi goreng, tanya, sudah berapa ribu putaran dia memutar-mutar kompleks Griya Satria!!!!!!!
ataukan kita orang-orang yang tiap hari selalu basah dengan lafaz Alhamdulillah, tapi jauh dari SYUKUR??????????
5 Tangga Kepemimpinan
Siap dicintai, berarti siap menjadi pembelajar
Siap mempunyai bisnis, berarti siap dipercayai dan mempercayai orang lain
Siap mempunyai istri, berarti siap menolong orang lain
Siap mempunyai putra, berarti siap mengkader orang lain
Siap menjadi bagian dari masyarakat, berarti menyiapkan diri mendekat mencapai menjadi pemimpin abadi
Siap mempunyai bisnis, berarti siap dipercayai dan mempercayai orang lain
Siap mempunyai istri, berarti siap menolong orang lain
Siap mempunyai putra, berarti siap mengkader orang lain
Siap menjadi bagian dari masyarakat, berarti menyiapkan diri mendekat mencapai menjadi pemimpin abadi
Dari Facebook Fitri
satu waktu, sudah lama sekali
seseorang berkata dengan wajah sendu
“alangkah beratnya.. alangkah banyak rintangan..
alangkah berbilang sandungan.. alangkah rumitnya.”
***
aku bertanya, “lalu?”
dia menatapku dalam-dalam, lalu menunduk
“apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini?”
“hanya karena itu kau menyerah kawan?”
aku bertanya meski tak begitu yakin apakah aku sanggup
menghadapi selaksa badai ujian dalam ikhtiar seperti dialaminya
“yah.. bagaimana lagi? tidakkah semua hadangan ini pertanda bahwa
Allah tak meridhainya?”
***
aku membersamainya menghela nafas panjang
lalu bertanya, “andai Muhammad, shallaLlahu ‘alaihi wa sallam berfikir
sebagaimana engkau menalar, akan adakah islam di muka bumi?”
“maksudmu akhi?”, ia terbelalak
***
“ya. andai muhammad berfikir bahwa banyak kesulitan
berarti tak diridhai Allah, bukankah ia akan berhenti di awal-awal risalah?”
***
ada banyak titik sepertimu saat ini, saat muhammad
bisa mempertimbangkan untuk menghentikan ikhtiar
mungkin saat dalam ruku’nya ia dijerat di bagian leher
mungkin saat ia sujud lalu kepalanya disiram isi perut unta
mungkin saat ia bangkit dari duduk lalu dahinya disambar batu
mungkin saat ia dikatai gila, penyair, dukun, dan tukang sihir
mungkin saat ia dan keluarga diboikot total di syi’b Abi Thalib
mungkin saat ia saksikan sahabat-sahabatnya disiksa di depan mata
atau saat paman terkasih dan isteri tersayang berpulang
atau justru saat dunia ditawarkan padanya; tahta, harta, wanita..”
***
“jika muhammad berfikir sebagaimana engkau menalar
tidakkah ia punya banyak saat untuk memilih berhenti?
tapi muhammad tahu kawan
ridha Allah tak terletak pada sulit atau mudahnya
berat atau ringannya, bahagia atau deritanya
senyum atau lukanya, tawa atau tangisnya”
***
“ridha Allah terletak pada
apakah kita mentaatiNya
dalam menghadapi semua itu
apakah kita berjalan dengan menjaga perintah dan larangNya
dalam semua keadaan dan ikhtiar yang kita lakukan..”
***
-Salim A. Fillah-
seseorang berkata dengan wajah sendu
“alangkah beratnya.. alangkah banyak rintangan..
alangkah berbilang sandungan.. alangkah rumitnya.”
***
aku bertanya, “lalu?”
dia menatapku dalam-dalam, lalu menunduk
“apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini?”
“hanya karena itu kau menyerah kawan?”
aku bertanya meski tak begitu yakin apakah aku sanggup
menghadapi selaksa badai ujian dalam ikhtiar seperti dialaminya
“yah.. bagaimana lagi? tidakkah semua hadangan ini pertanda bahwa
Allah tak meridhainya?”
***
aku membersamainya menghela nafas panjang
lalu bertanya, “andai Muhammad, shallaLlahu ‘alaihi wa sallam berfikir
sebagaimana engkau menalar, akan adakah islam di muka bumi?”
“maksudmu akhi?”, ia terbelalak
***
“ya. andai muhammad berfikir bahwa banyak kesulitan
berarti tak diridhai Allah, bukankah ia akan berhenti di awal-awal risalah?”
***
ada banyak titik sepertimu saat ini, saat muhammad
bisa mempertimbangkan untuk menghentikan ikhtiar
mungkin saat dalam ruku’nya ia dijerat di bagian leher
mungkin saat ia sujud lalu kepalanya disiram isi perut unta
mungkin saat ia bangkit dari duduk lalu dahinya disambar batu
mungkin saat ia dikatai gila, penyair, dukun, dan tukang sihir
mungkin saat ia dan keluarga diboikot total di syi’b Abi Thalib
mungkin saat ia saksikan sahabat-sahabatnya disiksa di depan mata
atau saat paman terkasih dan isteri tersayang berpulang
atau justru saat dunia ditawarkan padanya; tahta, harta, wanita..”
***
“jika muhammad berfikir sebagaimana engkau menalar
tidakkah ia punya banyak saat untuk memilih berhenti?
tapi muhammad tahu kawan
ridha Allah tak terletak pada sulit atau mudahnya
berat atau ringannya, bahagia atau deritanya
senyum atau lukanya, tawa atau tangisnya”
***
“ridha Allah terletak pada
apakah kita mentaatiNya
dalam menghadapi semua itu
apakah kita berjalan dengan menjaga perintah dan larangNya
dalam semua keadaan dan ikhtiar yang kita lakukan..”
***
-Salim A. Fillah-
Faktor-faktor penyebab kesuksesan
1. Bertahan lebih lama
2. Bayar harganya di awal
3. Berfokus pada peluang bukan pada penghambat
Loh? Kok 3 B ya... sama donk kayak rumus menikah :
1. Berani
2. Berilmu
3. (Kata Hilmy) ... Bercermin, haha
2. Bayar harganya di awal
3. Berfokus pada peluang bukan pada penghambat
Loh? Kok 3 B ya... sama donk kayak rumus menikah :
1. Berani
2. Berilmu
3. (Kata Hilmy) ... Bercermin, haha
Tempe Penyet Depan Darajati
Ngobrol dengan Kusworo, katanya dari Mas Arif :
Urip iku mung telu,
Subhanalloh, sing suci hanya Gusti Allah, maafkanlah salah orang lain, yg terpenting maafkan salah diri kita, yang lalu-lalu ya lalu, (refresh F5, klik file New buka lembaran baru)
Alhamdulillah, kabeh ki kudu disyukuri, (cedhak karo gramedia), bandingin sama sing pada kurang beruntung,
Allahu Akbar, Gusti iku Maha Besar, sebesar apapun masalah, langka sing ora bisa tercover nang Gusti Allah
Lalu, jadi saya teringat nasihat pa Ary
"Ketika masalah datang, berdiri tegap, takbiratul ihram, lantangkan Allahu Akbar... ketika dunia merayu, merunduk sujud, sujud hanya kepada Tuhan bukan kepada dunia", salah satu makna sholat
Urip iku mung telu,
Subhanalloh, sing suci hanya Gusti Allah, maafkanlah salah orang lain, yg terpenting maafkan salah diri kita, yang lalu-lalu ya lalu, (refresh F5, klik file New buka lembaran baru)
Alhamdulillah, kabeh ki kudu disyukuri, (cedhak karo gramedia), bandingin sama sing pada kurang beruntung,
Allahu Akbar, Gusti iku Maha Besar, sebesar apapun masalah, langka sing ora bisa tercover nang Gusti Allah
Lalu, jadi saya teringat nasihat pa Ary
"Ketika masalah datang, berdiri tegap, takbiratul ihram, lantangkan Allahu Akbar... ketika dunia merayu, merunduk sujud, sujud hanya kepada Tuhan bukan kepada dunia", salah satu makna sholat
Perhatian
Mas, :jangan fokus ke person,
:jangan terobsesi ke waktu,
:jangan cuma diam,
:lanjutkan!
begitu banyak orang-orang perhatian pada saya, disekeliling saya
:jangan terobsesi ke waktu,
:jangan cuma diam,
:lanjutkan!
begitu banyak orang-orang perhatian pada saya, disekeliling saya
3/3/09
Saatnya Perang Eksternal
Saya suka tantangan ini,
saya menikmati tantangan ini,
Selama ini lelah saya dengan konflik2 internal yang begitu berkelit,
eh sekarang datang badai terpaan dari pandak, dari semarang, wah seru...
ini tandanya sudah mengindonesia,
tandanya kita sudah diperhitungkan
nikmati saja,
saya menikmati tantangan ini,
Selama ini lelah saya dengan konflik2 internal yang begitu berkelit,
eh sekarang datang badai terpaan dari pandak, dari semarang, wah seru...
ini tandanya sudah mengindonesia,
tandanya kita sudah diperhitungkan
nikmati saja,
Tangguh Finansial-Tangguh Mental
Yang membuat kita tangguh bukan even,
yang membuat kita tangguh bukan warnet,
yang membuat kita tangguh bukan kambing,
yang membuat kita tangguh bukan aqua,
yang membuat kita tangguh bukan ikan,
yang membuat kita tangguh adalah KETEKUNAN!
bertahanlah
tetap tekunlah
berhentilah berkesah
yang membuat kita tangguh bukan warnet,
yang membuat kita tangguh bukan kambing,
yang membuat kita tangguh bukan aqua,
yang membuat kita tangguh bukan ikan,
yang membuat kita tangguh adalah KETEKUNAN!
bertahanlah
tetap tekunlah
berhentilah berkesah
Sobat Padi
SOBAT.., tahukah kau akhir-akhir ini aku tak ada bosan-bosannya memutar-mutar lagu-lagunya PADI di Winamp,
diulang dan terus di ulang, tapi semua tetap terdengar BEGITU INDAH. DI SINI TANPAMU, tak ada tempat bercerita, cerita diriku ketika RAPUH atau bahkan PATAH, karena MAHADEWI. Tapi aku tahu, ini BELUM TERLAMBAT, AKU BISA MENJADI KEKASIH.
Asalkan aku TAK HANYA DIAM, aku bisa memintanya untuk mem-BERI AKU ARTI. Lekat dalam bawah sadarku, bahwa HARMONY itu akan tercipta nanti, SUDAHLAH... aku percaya HITAM hari ini bisa aku perbaiki, dan DEMI CINTA aku siap TERLUKA, akan aku jalankan RENCANA BESAR ini. BIDADARI.., JIKA ENGKAU BERSEDIH, TERUS BERNYANYI-lah, BAYANGKANLAH, SESUATU YANG INDAH akan benar-benar tercipta nanti. KEMANA ANGIN BERHEMBUS, ke LAIN DUNIA sekalipun, SEANDAINYA BISA MEMILIH sekalipun, aku akan memilih untuk melanjutkan PERJALANAN INI.
Sadarilah bahwa SEMUA TAK SAMA, jangan ANGKUH, karena sudah TERLANJUR hati kita tertaut, mari kita makan ODE-ODE yang bentuknya LINGKARAN bersama..
diulang dan terus di ulang, tapi semua tetap terdengar BEGITU INDAH. DI SINI TANPAMU, tak ada tempat bercerita, cerita diriku ketika RAPUH atau bahkan PATAH, karena MAHADEWI. Tapi aku tahu, ini BELUM TERLAMBAT, AKU BISA MENJADI KEKASIH.
Asalkan aku TAK HANYA DIAM, aku bisa memintanya untuk mem-BERI AKU ARTI. Lekat dalam bawah sadarku, bahwa HARMONY itu akan tercipta nanti, SUDAHLAH... aku percaya HITAM hari ini bisa aku perbaiki, dan DEMI CINTA aku siap TERLUKA, akan aku jalankan RENCANA BESAR ini. BIDADARI.., JIKA ENGKAU BERSEDIH, TERUS BERNYANYI-lah, BAYANGKANLAH, SESUATU YANG INDAH akan benar-benar tercipta nanti. KEMANA ANGIN BERHEMBUS, ke LAIN DUNIA sekalipun, SEANDAINYA BISA MEMILIH sekalipun, aku akan memilih untuk melanjutkan PERJALANAN INI.
Sadarilah bahwa SEMUA TAK SAMA, jangan ANGKUH, karena sudah TERLANJUR hati kita tertaut, mari kita makan ODE-ODE yang bentuknya LINGKARAN bersama..
Aneh
Bukankah dari dulu memang kita sudah terbiasa dicap aneh?
disaat semua rajin mengikuti pemaparan dosen,
sendirinya jalan-jalan ke purbalingga, banjarnegara, hanya untuk menjadi loper koran,
disaat semua rajin mengikuti musyawarah anggaran, rapat BEM,
sendirinya mengadakan pelatihan buat anak-anak OSIS, cuma 11 orang pula yang datang,
disaat semua dipuji dengan IPK tinggi,
sendirinya asyik berkenalan dengan pengusaha-pengusaha lokal maupun nasional,
Maka apa bedanya dengan keanehan sekarang,
ke Kampus naik mobil hasil usaha sendiri,
kenal dengan pengusaha dan pakar lifting nasional,
mendapat tawaran dan peluang event dan usaha bernilai juta, puluh bahkan ratus,
disodori sekian banyak surat lamaran kerja,
hidup adalah pilihan,
sebebas-bebasnya setiap dari kita boleh mimilih,
sayangnya,
kita tak bebas menentukan konsekuensinya,
kalau hari ini saya bahagia,
itu konsekuensi atas pilihan saya dulu,
kalau hari ini kalian bingung,
itu juga konsekuensi atas pilihan kalian dulu,
maka, sebelum mengatakan 'iya' atau 'tidak',
timbang-timbanglah benar, konsekuansi atas jawaban itu nanti,
karena hari ini memang kau bisa memilih jawabannya,
tapi besok kau tak bisa memilih konsekuansinya
"rugi, tak punya sahabat sepertimu Rizky..."
disaat semua rajin mengikuti pemaparan dosen,
sendirinya jalan-jalan ke purbalingga, banjarnegara, hanya untuk menjadi loper koran,
disaat semua rajin mengikuti musyawarah anggaran, rapat BEM,
sendirinya mengadakan pelatihan buat anak-anak OSIS, cuma 11 orang pula yang datang,
disaat semua dipuji dengan IPK tinggi,
sendirinya asyik berkenalan dengan pengusaha-pengusaha lokal maupun nasional,
Maka apa bedanya dengan keanehan sekarang,
ke Kampus naik mobil hasil usaha sendiri,
kenal dengan pengusaha dan pakar lifting nasional,
mendapat tawaran dan peluang event dan usaha bernilai juta, puluh bahkan ratus,
disodori sekian banyak surat lamaran kerja,
hidup adalah pilihan,
sebebas-bebasnya setiap dari kita boleh mimilih,
sayangnya,
kita tak bebas menentukan konsekuensinya,
kalau hari ini saya bahagia,
itu konsekuensi atas pilihan saya dulu,
kalau hari ini kalian bingung,
itu juga konsekuensi atas pilihan kalian dulu,
maka, sebelum mengatakan 'iya' atau 'tidak',
timbang-timbanglah benar, konsekuansi atas jawaban itu nanti,
karena hari ini memang kau bisa memilih jawabannya,
tapi besok kau tak bisa memilih konsekuansinya
"rugi, tak punya sahabat sepertimu Rizky..."
2/28/09
Wakif 165
Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa
Bank Syariah Mandiri
060.0165.165
setiap tanggal 1,
mulai 16.500 hingga 16.500.000 setiap bulan, bahkan lebih nantinya,
saya dukung Anda pa Ary!
Bank Syariah Mandiri
060.0165.165
setiap tanggal 1,
mulai 16.500 hingga 16.500.000 setiap bulan, bahkan lebih nantinya,
saya dukung Anda pa Ary!
Impressive
Kalo ada satu nama yang bisa disebut paling berkesan sepanjan setahun di Bogor, itu adalah Intan,
anak palembang berkacamata, sok akademis, konyol, tapi emang cerdas si...
heuw, pernah ketemu Bapaknya sekali di warung makan Barokah,
hey, kabarnya sekarang di webmaster company katanya,
Kalo ada satu orang yang cukup bikin berkesan dan serba susah dimengerti di Purwokerto, itu adalah Intan, anak pungutnya Rhea (hehe..), yang sering mbikinin ndok burger, bakul burger tapi ngakunya nggak pernah makan tu burger... yang aneh lagi, komen2nya di FS, apa maksudnya?
Kalo ada satu hal yang paling berkesan di training MCB, itu adalah intan... yess, coz i choose intan ketimbang arang... intan kuat diterpa baja sekalipun, sementara arang akan lebay ditiup angin,
Kalo ada satu kota setelah indahnya mataram di negeri ini, mana lagi kalau bukan kota berintan. maksudnya?
anak palembang berkacamata, sok akademis, konyol, tapi emang cerdas si...
heuw, pernah ketemu Bapaknya sekali di warung makan Barokah,
hey, kabarnya sekarang di webmaster company katanya,
Kalo ada satu orang yang cukup bikin berkesan dan serba susah dimengerti di Purwokerto, itu adalah Intan, anak pungutnya Rhea (hehe..), yang sering mbikinin ndok burger, bakul burger tapi ngakunya nggak pernah makan tu burger... yang aneh lagi, komen2nya di FS, apa maksudnya?
Kalo ada satu hal yang paling berkesan di training MCB, itu adalah intan... yess, coz i choose intan ketimbang arang... intan kuat diterpa baja sekalipun, sementara arang akan lebay ditiup angin,
Kalo ada satu kota setelah indahnya mataram di negeri ini, mana lagi kalau bukan kota berintan. maksudnya?
Bob Sadino vs Purdi Chandra vs Rizky
siapa yang menang?
kita adu satu-satu,
Bob lawan Purdi menang Bob, orang Bob itu seniornya Purdi,
nah kalo Purdi lawan Rizky, menang Rizky
kenapa?
karena Purdi cuma punya cita2 mencetak banyak entreprenur, Rizky punya cita-cita mencetak banyak purdi-purdi yang lain di negeri ini (mbah2nya entreprenur, inspirator istilahnya)
Nah, kalo Bob lawan Rizky? ya menang Rizky mayan-mayan...
lah, kenapa?
karena Bob cuma punya RBS atau Roda Bob Sadino, yang ruji-rujinya cuma 4 : TAHU-BISA-TRAMPIL-AHLI
kalau Rodanya Rizky, ada 5 ruji-ruji : TAHU-BISA-TRAMPIL-AHLI-DAHSYAT
sedang saya putari roda itu, tidak lama lagi saya dan teman2 akan menjadi dahsyat, the truely dahsyat, belum ada sebelumnya di Indonesia,
Pak SBY, jangan heran sama kita, Bob juga, Purdi juga... DAHYSAT!!!
kita adu satu-satu,
Bob lawan Purdi menang Bob, orang Bob itu seniornya Purdi,
nah kalo Purdi lawan Rizky, menang Rizky
kenapa?
karena Purdi cuma punya cita2 mencetak banyak entreprenur, Rizky punya cita-cita mencetak banyak purdi-purdi yang lain di negeri ini (mbah2nya entreprenur, inspirator istilahnya)
Nah, kalo Bob lawan Rizky? ya menang Rizky mayan-mayan...
lah, kenapa?
karena Bob cuma punya RBS atau Roda Bob Sadino, yang ruji-rujinya cuma 4 : TAHU-BISA-TRAMPIL-AHLI
kalau Rodanya Rizky, ada 5 ruji-ruji : TAHU-BISA-TRAMPIL-AHLI-DAHSYAT
sedang saya putari roda itu, tidak lama lagi saya dan teman2 akan menjadi dahsyat, the truely dahsyat, belum ada sebelumnya di Indonesia,
Pak SBY, jangan heran sama kita, Bob juga, Purdi juga... DAHYSAT!!!
Setengah M
Kalau nih, ada setengah M di bulan Maret nanti, mau buat apa kah?
Beli 2 Mobil sebagai operasional juga asset, berangkatkan bapak-bapak dan ibu-ibu umroh, modal 10 sektor rill join venture sama anak-anak EU lain, jalan-jalan rame-rame ke tanah suci, asset yang bisa disekolahkan di bank ya disekolahkan, lumayan buat nambah2i modal sektor rill
dan L22 dibeli 165juta, dan event terus berlanjut dengan mekanisme delegasi yang profesional, dan sektor rill diperjuangkan hingga stabil
TAHU-BISA-TRAMPIL-AHLI-DAHYSAT
Beli 2 Mobil sebagai operasional juga asset, berangkatkan bapak-bapak dan ibu-ibu umroh, modal 10 sektor rill join venture sama anak-anak EU lain, jalan-jalan rame-rame ke tanah suci, asset yang bisa disekolahkan di bank ya disekolahkan, lumayan buat nambah2i modal sektor rill
dan L22 dibeli 165juta, dan event terus berlanjut dengan mekanisme delegasi yang profesional, dan sektor rill diperjuangkan hingga stabil
TAHU-BISA-TRAMPIL-AHLI-DAHYSAT
2/27/09
Rugi Rugi
di sebuah training di Jakarta dulu saya menulis di workbook,
"rizky, rugi saya tak punya teman sepertimu"
setahun berlalu, tulisan semacam itu saya dapat dari seorang teman message di halaman maya saya,
dan sekarang saya menulis,
"mas rizky, rugi saya kalau saja sekarang tak punya pendamping sepertimu"
...teman, jadilah saksi terbuktinya tulisan ini nanti
"rizky, rugi saya tak punya teman sepertimu"
setahun berlalu, tulisan semacam itu saya dapat dari seorang teman message di halaman maya saya,
dan sekarang saya menulis,
"mas rizky, rugi saya kalau saja sekarang tak punya pendamping sepertimu"
...teman, jadilah saksi terbuktinya tulisan ini nanti
Subscribe to:
Posts (Atom)