Terima kasih Bodypackku
Sent using a Nokia mobile phonemem
Terima kasih Bodypackku
Sent using a Nokia mobile phonemem
Teknologi itu alat bantu, tapi kaprah jadi gaya hidup. Krupuk dijadikan nasi, nasi tidak dihargai. Itulah karakter masyarakat modern.
Nikmat kembali ke jaman pra hape sepertinya. Tidak perlu 10 menit sekali membuka unlock hape, mengecek ada sms atau panggilan apa tidak. Malah bagi pengguna smartphone macam bb, jeda nya bukan 10 menit sekali, tp 1/10 kali lebih cepat... Bagiku itu melelahkan.
Mungkinkah, nanti hape tidak lg jadi gaya hidup? Ya seperti pstn saja lah, namanya alat bantu, dijamah saat butuh, dibiarkan saat tidak butuh.
Kalau skrg kan panggilan dan sms lebih prioritas daripada panggilan sholat. Lha kok ngaku2 tidak musyrik. Lah kok ceramah menjelek2kan pelaku grebeg sura di kraton. Bukankah menjadikan alat bantu bukan sbg alat bantu, tp malah jadi perhatian utama, itu bukan sesuatu yang patut dimuhasabahi?
Sent using a Nokia mobile phone
Urusan orang lain dikesampingkan, urusan diri sendiri diutamakan. Waktu untuk menolong orang lain terasa begitu mahal, waktu untuk diri sendiri begitu melimpah tersedia.
Lain soal waktu, lain soal cemburu. Cemburu bisa jadi tanda cintamu utk yang kau cemburui. Cemburu berlebihan adalah tanda kamu kelewat mencintai dirimu sendiri. Dirimu begitu kau jaga ketat, agar jangan sampai terganggu, termasuk oleh cemburu itu sendiri.
Lainnya adalah soal berbuat salah. Lalu soal mimpi yang tertunda. Semuanya, semuanya tentang porsi cinta pada diri sendiri.
Malas, itu bentuk cinta kepada diri sendiri yang berubah jadi manja. Cemburu itu bentuk cinta pada diri sendiri yang berubah jadi protektif. Menang sendiri itu rasa cinta pada diri sendiri yang berubah jadi apriori. Putus asa itu rasa cinta pada diri yang berubah jadi paranoid.
November proporsional.
Sent using a Nokia mobile phone
Sent using a Nokia mobile phone
Ada orkestra biola, ada orkestra gamelan, ada deretan senat-senat, ada toga, dan ada tukang foto, banyak.
Sent using a Nokia mobile phone
Sent using a Nokia mobile phone
Dan adegan selanjutnya adalah, kita bergegas meninggalkan becak, lalu setelah 7 langkah kita dipanggil lagi oleh tukang becak, ya udah 5.000 ya gapapa deh, terpaksa.
Ini penumpang model ini pasti bukan nasabah bank syariah. Karena ya mana syar'i si akad jual-beli yg kedua belah pihak nggak ridho, tukang becak nerima karena terpaksa.
Dan pengalamanku hari ini di jogja setelah melahap angkringan belakang amplas dan jalan kaki skitar 1 km adalah ketemu tukang becak yang ketika aku nanya berapa tarifnya dia bilang, "monggo, terserah berapa".
Ketika orang bilang terserah, yg terpikir adalah dia akan dapat sedikit. Tapi, banyak kejadian, sepertihalnya kejadian yg menimpa tukang becak tadi, justru dia mendapat dua kali lipat.
Ini bukan sekedar ilmu akhlak agar bahwa ketika ada tenaga yg layak dibayar kepada kita, tidak usahlah ngregani alias pasang tarif. Karena justru dengan 'monggo' itu, malah dapatnya lebih banyak.
Ini juga bisa untuk pelajaran tauhid. Bahwa, ketika bilang, ya Allah terserah Engkau akan dijadikan aku sukses atau gagal, kaya atau miskin, asal Engkau tidak murka padaku njur serta merta kita gagal dan miskin. Sangat besar peluang Allah justru akan lejitkan pencapaian kita.
Asal bilang 'monggo terserah'nya benar2 pure 100% tanpa pamrih. Bukannya dijadikan strategi peningkatan omzet perbecakan.
Sent using a Nokia mobile phone
![]() |
| Captured at Plaza Ambarukmo Mosque, Yogyakarta |
![]() |
| Captured at Al Faaruuq Mosque, Purwokerto |
![]() |
| Menderes, its the truely life skill, beda dengan kurikulum life skill di sekolahan |
![]() |
| Adegan sedang mengangsu air, dia dikucilkan teman2nya yang sedang bermain |
Sedangkan kalau ditanya orang, setutupnya warnet, apa saja unit bisnis dibelakang dapur Semangat Donk? Mungkin bisa dijawab ini : ada SPC, Ipoint, STI, kantin Harina, agro-jamur dan terakhir CV Nira Asli Banyumas. Tidak banyak ya... Ya walau sedikit, yang penting maju.
Sent using a Nokia mobile phone
Sponsor sudah ada yang menawari. Minimal ya satu itulah. Syukur bisa ke sponsor2 lainnya. So, langkah sebelum publikasi satu lagi adalah hunting sneak speaker.
Hm, tapi ngomong2 apa si sebetulnya niatan terdalam penyelenggaraan inspiration summit ini? Sekedar perform Jamus Kalimasada kah? Atau boomingkan Semangat Donk? Atau sekedar menghabiskan dana sponsor? Atau promosi--kalau promosi, apa yang mau dipromosikan?
Syukur acara ini bisa continue bulanan, melengkapi monthly schedule yang sudah ada, maiyahan 17, tinggarjaya 13 dan serangkaian agenda nyetor utang ini dan itu. Haha...
Dan acara ini sebenarnya bisa dikembangkan menjadi semacam Osis to Osis. Tinggal namanya saja diganti jadi inspiration day, atau OSIS Summit, atau lainnya
Sent using a Nokia mobile phone
Mungkin memang benar, aku sedang tidak mencari. Konsentrasiku belum memadai, aku masih ketungkul mencari yang lain.
Sedang ketungkul apa si aku ini? Kalau mecari uang, sepertinya tidak. Lebih dari separo hariku sepanjang tahun aku gunakan bukan untuk mencari uang, tapi malah menghabiskan uang. Dan lagi, orang juga tahu bahwa sudah sedari lama aku masuk madzhab yang meyakini nggak harus punya banyak uang dulu utuk nikah.
Ya, jadi jan jane aku sedang sibuk mencari apa sampai2 nggak kober mencari jodoh? Aku sekarang masih sedang disibukkan oleh pencarian. Mencari what is something wrong, sehingga aku belum mencapai posisi yang aku impikan dulu.
Sudah jelas2 memproklamirkan kemerdekaan dari perbudakan menjadi karyawan kapitalis, tapi kok iya, belum bisa jadi milyarder juga. Padahal aku belajar,padahal aku bermimpi, padahal aku berproses, padahal aku membuka diri dengan silaturahim. Tapi nyatanya aku belum jadi milyarder. Padahal umur 25 ku tinggal 7 bulan lagi.
Hm, apa ya yang salah, nggak ketemu2 euy aku cari. Semoga lekas ketemu, lekas bisa dibenerin. Lekas siap mencari yang lain... :)
Sent using a Nokia mobile phone
1. Nasehat2 yang melangit
2. Jualan acaranya sendiri
3. Pamer relationship dengan sesama orang besar
4. Sok memberi nasehat utk orang yg curhat problem
5. Pamer kegiatan yang wah wah dia isi
Entahlah, itu cuma ekspektasiku apa bukan. Di twitter bedanya pamer dan bukan pamer sangat ultratipis.
Hm, tapi kalau bukan utk pamer, utk apa ya
Sent using a Nokia mobile phone
Diadaptasi dari ceramah Sujiwotejo di Jakarta Lawyer Club beberapa waktu lalu.
Sent using a Nokia mobile phone
Jilbab yang dipakai karena keharusan. Sekolah mengharuskan, ya mau nggak mau pakai jilbab. Karena ini cuma soal peraturan, maka hati jadi tidak dilibatkan, bahkan beberapa hati malahan brontak. Output brontak, ya poni itu.
Berbeda dengan pemandangan yang aku lihat pagi ini, mengantri di CS Bank Mandiri.... Wuidih, semua CS nya ada 5 orang yg bertugas pagi ini. Dan semuanya berjilbab. Hampir2 aku setengah ragu2 ada disini, waduh, ini aku salah masuk ke Bank Mandiri Syariah apa ya? Haha.. Tapi tidaklah, warna seragamnya kan biru demokrat, bukan hijau syariah.
Apa iya, manager Bank Mandiri membuat peraturan agar karyawannya wajib berjilbab? Apa juga kepentingannya, kan bukan bank syariah juga. Namun, kenyataannya semua berjilbab, rapi pula, angun tanpa poni.
Sent using a Nokia mobile phone