| Kang Hijrah, Owner Piyoh Design |
6/29/12
Wah indahnya Weh
Ke Pulau Weh belum lengkap, kalau belum mampir ke Piyoh, pusat merchandise khas Sabang garapan creativepreneur muda dari kota paling barat di Indonesia.
Twitter Bio
CEO PT. Petakumpet CN | Program Director ADGI | Author Best Seller Book Jualan Ide Segar, Tuhan Sang Penggoda, Spiritual Creativepreneur | Ayahnya Alia
Kira-kira begitu yang tertulis di bawah nama di twitter Arif Budiman.. seorang entrerpeneur yang tepatnya creativepreneur muda dari Jogja. Keren banget yah...? Sedangkan aku?
Entrepreneur muda yang bingung mau nulis apa kalau mengenalkan diri. Yah, masih disuruh mandeg. Mandeg untuk remidi, mandeg untuk ngerampungin PeEr, mandeg untuk menyelesaikan beberapa syarat kecakapak khusus kewirausahaan yang aku belum lulus.
Musti qonaahlah, yang penting enggak berhenti belajar, enggak menurunkan effort dan mimpi-mimpinya jangan diturunkan dari tembok.
Kira-kira begitu yang tertulis di bawah nama di twitter Arif Budiman.. seorang entrerpeneur yang tepatnya creativepreneur muda dari Jogja. Keren banget yah...? Sedangkan aku?
Entrepreneur muda yang bingung mau nulis apa kalau mengenalkan diri. Yah, masih disuruh mandeg. Mandeg untuk remidi, mandeg untuk ngerampungin PeEr, mandeg untuk menyelesaikan beberapa syarat kecakapak khusus kewirausahaan yang aku belum lulus.
Musti qonaahlah, yang penting enggak berhenti belajar, enggak menurunkan effort dan mimpi-mimpinya jangan diturunkan dari tembok.
6/21/12
Sopo Sing Temen Tinemenan
Rame Save The Earth! kita ikutan latah. Padahal berabad-abad silam sudah punya Memayu Hayuning Bawana. Begitulah, begitu suatu ide datang dari luar, kita mengikutinya habis-habisan. Man Jadda Wajada misalnya, padahal kita sudah punya Sopo sing temen tinemenan.
Kita sangat jarang bercermin pada diri sendiri. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia kesehatan. Kalau sedang merasa demam, omongan anda di dalam hati tidak anda percayai, tapi begitu yang ngomong dokter, anda langsung percaya dan patuh.
Dalam tingkat yang lebih detail, apakah manusia menyadari aliran darahnya? Al Quran sudah menyediakan semua jawaban, kita tinggal mencari pertanyaan-pertanyaan yang sesuai. Anda dibatasi oleh "lupa". Lalu bagaimana anda dimintai pertanggungjawaban? kenapa anda bisa lupa?
Ketika dada Muhammad SAW dibelah oleh malaikat, orang-orang menyebutnya sebagai pembersihan hati. Apakah sebelumnya hati Muhaddan SAW kotor? Adegan ini merupakan adegan dibukanya hijab pada Muahmmad, sehingga beliau tidak lagi punya lupa.
Betapa beratnya beban Muhammad SAW, karena telah mengetahu masa depan dan masa lalu. Maka orang jawa pernah bilang, Sakbeja-bejane wong kang lali, isih bejo wong kang eling lan waspada.
Ingat saja ndak cukup, kita harus pula waspada. Itu pilihan Anda supaya kita sampai pada kemampuan untuk menghitung kehendak Tuhan.
*Dikutip dengan sedikit penambahan dari Buletin Mocopat Syafaat edisi Juni 2012 halaman 5 kolom 2.
Kita sangat jarang bercermin pada diri sendiri. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia kesehatan. Kalau sedang merasa demam, omongan anda di dalam hati tidak anda percayai, tapi begitu yang ngomong dokter, anda langsung percaya dan patuh.
Dalam tingkat yang lebih detail, apakah manusia menyadari aliran darahnya? Al Quran sudah menyediakan semua jawaban, kita tinggal mencari pertanyaan-pertanyaan yang sesuai. Anda dibatasi oleh "lupa". Lalu bagaimana anda dimintai pertanggungjawaban? kenapa anda bisa lupa?
Ketika dada Muhammad SAW dibelah oleh malaikat, orang-orang menyebutnya sebagai pembersihan hati. Apakah sebelumnya hati Muhaddan SAW kotor? Adegan ini merupakan adegan dibukanya hijab pada Muahmmad, sehingga beliau tidak lagi punya lupa.
Betapa beratnya beban Muhammad SAW, karena telah mengetahu masa depan dan masa lalu. Maka orang jawa pernah bilang, Sakbeja-bejane wong kang lali, isih bejo wong kang eling lan waspada.
Ingat saja ndak cukup, kita harus pula waspada. Itu pilihan Anda supaya kita sampai pada kemampuan untuk menghitung kehendak Tuhan.
*Dikutip dengan sedikit penambahan dari Buletin Mocopat Syafaat edisi Juni 2012 halaman 5 kolom 2.
Pesan dari Arena Balap
Akhirnya bisa mencicipi apa yang sering Ambar Ceritakan kalau ke Semarang bersama Pak Ndoyo dan nyupir sendiri. Buzz..buzz...buzz... begitu tarikan gas Pak Ndoyo yang mumpuni, terlebih pas lewat liak-liuk tikungan dekat perumahan kalibagor, jalan kosong mlompong, tariiiiik......
Expert banget ini Pak Ndoyo ngebutnya, Fikry kudu belajar nih dari beliau. He.
Lepas dari urusan nyetirnya, kemarin ada welingan Pak Ndoyo di mobil sepulang persiapan baksos di beberapa desa di Kemawi & Tambak, katanya begini : ikhlas, jangan mengharap kamu diterimakasihi atau dipandang gimana-gimana walaupun kamu sudah berbuat memberi. memang kalau masih muda susah, tapi kalau sudah tua seperti saya, kalau dibiasakan ya mudah-mudah saja.
Ya, nasehat biasa si itu ya, tapi kalau pas lagi momentumnya, ya ngena banget. Tapi sudahlah, benar kata Pak Ndoyo tidak usah mengharap. Dan kalau disambungkan dengan kata Cak Nun, tidak adanya apresiasi atas ide dan kerja kita, itu sudah bernilai sedekah.
Nice
Expert banget ini Pak Ndoyo ngebutnya, Fikry kudu belajar nih dari beliau. He.
Lepas dari urusan nyetirnya, kemarin ada welingan Pak Ndoyo di mobil sepulang persiapan baksos di beberapa desa di Kemawi & Tambak, katanya begini : ikhlas, jangan mengharap kamu diterimakasihi atau dipandang gimana-gimana walaupun kamu sudah berbuat memberi. memang kalau masih muda susah, tapi kalau sudah tua seperti saya, kalau dibiasakan ya mudah-mudah saja.
Ya, nasehat biasa si itu ya, tapi kalau pas lagi momentumnya, ya ngena banget. Tapi sudahlah, benar kata Pak Ndoyo tidak usah mengharap. Dan kalau disambungkan dengan kata Cak Nun, tidak adanya apresiasi atas ide dan kerja kita, itu sudah bernilai sedekah.
Nice
6/15/12
Kurang Yodium
Generasi sekarang itu kurang yodium, kenapa?
1. Garam yang diproduksi dan beredar di jawa tengah banyak yang kadar yodiumnya dibawah standar, bahkan tidak ada yodiumnya blas, itu kata Pa Ahmad Wahyudi, Pak Kasi, saat rapat di Bappeda kemarin
2. Anak jaman sekarang kurang makan ASAM & GARAM kehidupan si. itu lah kataku!
Untuk kesekian kalinya, ada orang minta pekerjaan, aku tawari, eh enggak mau. Kenapa? Bukan karena bayarannya kurang, tapi karena pekerjaanya enggak segampang yang diinginkan.
Begitulah, yang dicari memang janjane bukan pekerjaan kok, tapi pendapatan. Pokoknya gimana caranya dapat gaji besar dengan kerja yang kalau bisa enggak kerja, ya minimal kerjanya sdikit & yang gampang-gampang aja deh.
Generasi yang kurang yodium bukan cuma volume otaknya yang mengecil mungkin. tapi nyali, kemauan dan mentalnya juga mengkerdil. Termasuk aku, aku heran pada orang-orang, termasuk pada diriku sendiri, lah ini jaman penjajahan juga bukan, tapi kok jualan aja berat.
Yang berat karena enggak punya skillnya, enggak ada barang yang dijual, enggak ada orang yang mau beli, atau kita yang mental blocking untuk jualan?
Ayo Konsumsi YODIUM, biar kita enggak memble mentalnya. Kalau garam dipasaran kadar yodiumnya dibawah standar, maka banyak2lah makan ASAM GARAM kehidupan saja...
1. Garam yang diproduksi dan beredar di jawa tengah banyak yang kadar yodiumnya dibawah standar, bahkan tidak ada yodiumnya blas, itu kata Pa Ahmad Wahyudi, Pak Kasi, saat rapat di Bappeda kemarin
2. Anak jaman sekarang kurang makan ASAM & GARAM kehidupan si. itu lah kataku!
Untuk kesekian kalinya, ada orang minta pekerjaan, aku tawari, eh enggak mau. Kenapa? Bukan karena bayarannya kurang, tapi karena pekerjaanya enggak segampang yang diinginkan.
Begitulah, yang dicari memang janjane bukan pekerjaan kok, tapi pendapatan. Pokoknya gimana caranya dapat gaji besar dengan kerja yang kalau bisa enggak kerja, ya minimal kerjanya sdikit & yang gampang-gampang aja deh.
Generasi yang kurang yodium bukan cuma volume otaknya yang mengecil mungkin. tapi nyali, kemauan dan mentalnya juga mengkerdil. Termasuk aku, aku heran pada orang-orang, termasuk pada diriku sendiri, lah ini jaman penjajahan juga bukan, tapi kok jualan aja berat.
Yang berat karena enggak punya skillnya, enggak ada barang yang dijual, enggak ada orang yang mau beli, atau kita yang mental blocking untuk jualan?
Ayo Konsumsi YODIUM, biar kita enggak memble mentalnya. Kalau garam dipasaran kadar yodiumnya dibawah standar, maka banyak2lah makan ASAM GARAM kehidupan saja...
Bangkrut Kolektif, Rugi Berjamaah
Masih ada sedulur papat lima pancer yang menjaga kotapraja Purwokerto dimana saat ini sedulur2 SMA2 2005 sudah mentingga buana kemana-mana. Dari Sibolga sampai Nabire, dari Trakindo sampai KPP. Dari yang sudah berbuntut 2 sampai yang masih awet menjomblo.
Yang masih jaga lithong dan entah akan jaga lithong purwokerto terus atau tidak masih ada lima : Aku, Azis, Kukuh, Aan dan Amet + Anggi
Dan karena kata Ustadz Yusuf Mansyur, kalau orang bangkrut itu enggak boleh gengsi. Utang itu solusinya bukan dengan ditutup dengan utang, maka fair2an saja aku beritakan di blog bahwa Atas Berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa, para penjaga kotapraja saat ini sedang bangkrut dan alhamdulillahnya walaupun bidangnya beda-beda kok ya diberi kemurahan oleh Tuhan, Bangkrutnya bersama-sama, berjamaah.
Kukuh outlet batiknya tidak diperpanjang, aku enggak lagi punya budget mobil operasional 10juta/bulan, Amet ada pembayaran macet disana-sini, Azis belum juga seatle setelah bisnis puyuhnya gulung tikar dulu, Aan outlet2nya enggak buka semuanya + Anggi anak rajin & pinter begitu sampai tahun ke-7 kok ya belum beres juga skripsinya.
Ya itu, alhamdulillahnya bangkrutnya bareng-bareng, jadi tidak meri satu sama lain, jadi senasib sepenanggungannya beneran, jadi suka melampiaskan stress dengan PSan berjamaah pula di markas besar L22.
Tinggal sekarang menunggu, siapa yang paling nggetem berikhtiar, siapa yang akan mentas dari bangkrut duluan, apa akan mengakhiri kebangkrutan bareng2 juga. Apakah Kukuh yang sekarang bisnis travelnya mulai kebanjiran order? Apakah Azis yang sekarang sudah mumpuni ilmu internet marketingnya setelah bergugu di 4 guru expert sekaligus? Apakah Anggi yang sedang menjalin kedekatan dengan bu eti pupuk organik dan getun bereksperimen dengan pohon2 cabenya? Apakah Aan yang mulai disibukkan dengan orderan furniturenya? Apakah aku yang lagi nyaris habis waktu wira-wiri follow up progress gula kristal? Apakah Amet dengan dhimik-dhimik garapan fotografinya?
Ya siapapun yang survive duluan, pastinya akan menyokong yang lain. Kalau bangkrutnya berjamaah, suksesnya juga akan berjamah pula. Nanti nggawe kantor di 1 tower, nggawe baksos disokong bareng-bareng, nggawe pesantren diramekan bareng-bareng, salah satu maju bupati yang lain diciprati, dan seterusnya.
---
FYI:Tapi kalau mau dimaintenance sebenarnya yang di Purwokerto juga masih banyak si, masih ada Ayukusuma, Indrajati, Defibebek, dll.
Ngemil Gula Semut
![]() |
| gula semut dan kawan2nya |
Seorang kawan dari Banjarmasin bercerita, kalau di SD nya disana, tiap senin pagi murid-murid wajib makan gula jawa. kenapa? agar saat upacara tidak pingsan. Ya, gula jawa adalah suplemen alami yang bisa menambah energi.
Aku jualan gula, dan aku suka ngemil gula jawa, lebih nikmat yang gula semut (gula jawa bentuk kristal). uenak, nyeessss di lidah... manisnya ada legit2nya, menambah energi dan yang pasti herbal-alami. Mau coba?
Cuma 7.500/bungkus, enggak perlu suplemen kimia, enggak perlu snack2 sampah, bisa sehat, bisa ngemil.
![]() |
| nyeeesss di lidah.... |
Expor No.2
Masih ingat menyakitkannya kabar kalau daun teh no.1 diekspor dan kita di dalam negeri cuma disuguhi teh kualitas no.5. Begitu juga kabar Dahlan Iskan mengemis gas, karena semuanya sudah habis terserap untuk ekspor.
Hal ini tidak boleh terjadi di gula Jawa. Gula Jawa yang terbuat dari nira kelapa, gulanya orang Jawa, yang sedang distudii secara ilmiah bahwa memang yang menyebarkan pertanian gula kelapa di Indonesia bahkan di dunia adalah orang Banyumas. Gula ini harus diproteksi, yang nira-nira terbaik, yang gula-gula super, harus dikonsumsi orang Indonesia dulu, sisanya baru dikirim ke luar negeri. Itu prinsipku sekarang.
Kalau orang kita masih gemar makan gula pasir? gula buatan? ya kita iklankan, kita kampanyekan, semampu kita, bahwa ada loh gula yang lebih sehat. Bisa lah.
Terlebih ulasan di TVRI kemarin, dunia sedang krisis global. Negara yang bertahan tidak banyak, salah satunya adalah Indonesia. Krisis terutama tidak menyentuh pada komoditas yang diproduksi dan dipasarkan tidak ada hubungannya dengan luar negeri. Salah satunya ya gula Jawa ini, jangankan bahan baku dan bahan masaknya dari luar negeri seperti mendoan yang kedelainya impor, gula Jawa unik, 100% bahan baku dan peralatan produksinya didapat dari dalam Banyumas. Itu pemaparan Pak Srigito kemarin di Bappeda.
Pak Yanto seorang pengrajin menambahkan, bahwasanya sekian tahun bergulat dengan gula semut (gula jawa bentuk kristal) ternyata alat penggusernya tidak bisa digantikan dengan alat dari kayu, batu, semen atau apapun alat canggih lainnya. Gula semut hanya bisa diguser dengan bathok. Luarrr biasa, bukankah batok masih dari pohon kelapa juga?
Domestik Yes! Expor No. 2!
6/10/12
Bloknot
Blog, twitter, facebook, syarat akan muatan pencitraan. Makin banyak pengikut, makin pencitraan. Enak nulis di kertas bloknot, bebas pencitraan.
6/7/12
Worskhop Capacity Building GIZ di Kejubug
6/2/12
Coconut Sugar at Agro & Food Expo 2012, JCC Hall B
(1) sebentar lagi puasa dilanjut lebaran, harga kebutuhan pokok siap2 melambung, termasuk gula merah
(2) bagi yang minat jualan gula merah organik area jakarta, kita ada nih, mumpung lagi pameran, bisa bebas dari ongkir
(3) ngabisin stock gula merah organik, ada yang gula cetak ada yang gula semut ini, tinggal sisa 100an kg, spesial harga pameran = murah
(4) kunjungi & borong di stand GULA KELAPA JAWA TENGAH di Agro & Food Expo JCC Hall B, kita ada sampai besok 4-6-2012
(5) harga dipasaran gula organik cetak kurun setengah bulan terakhir sudah naik lho : 17-20.000/kg dan gula kristal 8.000-11.000/250gram lho
(6) Harga gula merah kelapa organik kita, untuk gula cetak cuma 15.000/kg & gula kristal 5.000/250gram, spesial harga pameran banget
(2) bagi yang minat jualan gula merah organik area jakarta, kita ada nih, mumpung lagi pameran, bisa bebas dari ongkir
(3) ngabisin stock gula merah organik, ada yang gula cetak ada yang gula semut ini, tinggal sisa 100an kg, spesial harga pameran = murah
(4) kunjungi & borong di stand GULA KELAPA JAWA TENGAH di Agro & Food Expo JCC Hall B, kita ada sampai besok 4-6-2012
(5) harga dipasaran gula organik cetak kurun setengah bulan terakhir sudah naik lho : 17-20.000/kg dan gula kristal 8.000-11.000/250gram lho
(6) Harga gula merah kelapa organik kita, untuk gula cetak cuma 15.000/kg & gula kristal 5.000/250gram, spesial harga pameran banget
5/25/12
5/18/12
Point Point Mocopat Syafaat Mei #msmei
Novia Kolopaking menyanyikan lagu Padang Bulan. Lalu Pak Toto ditimpali Cak Nun mememorize tragedi Mei 14 tahun yang lalu. Caknun berkata, Apa yang diceritakan disini ini, besok tidak akan muncul di kolom2 peringatan tragedi Mei, karena media itu tidak tahu, media itu bukan pelaku, mereka cuma jualan "jarene".
kita sudah tidak berkuasa atas diri kita sendiri, yang berkuasa adalah mereka. Dari surat keterangan sehat, KTP sampai cara kita beragama.
Tidak usah mentidakkan hal yang tidak kita tahu. Kepastian itu harus diriset, tapi kemunkinan itu tidak boleh ditentang. Mungkin saja Allah menurunkan khalifah bukan hanya di planet bumi, jadi ada Adam A, Adam Bumi, adam ini dan seterusnya.
Yang kita konsumsi sehari2 hampir semuanya bukan kita produsennya. Bisa jadi Aqua ada kandungan flouride nya, dan itu memiliki efek jangka panjan yang berbahaya, itu kata salah seoran jamaah. Caknun lalu menanggapi : ada flouride yang berbahaya di Aqua yo ben, sebelum kita minum disembul dulu Zamzamallah.. Zamzamallah.. Zamzamallah.. Isfina.. Isfina.. Isfina, semua yang racun masuk ke tubuh kita menjadi kekuatan, amin.
Iran mulai bandel ke sang Adidaya, bisa jadi Adidaya akan gerah dan akhirnya membuat propaganda baru. Misalnya : Amerika-Israel meluncurkan senjata pemusnah massal (nuklir), lalu yang dituduh Iran, lalu itu jadi alasan penyerangan Iran. Kalau itu sampai terjadi, diseluruh dunia akan terjadi hujan asam. Pesan Kanjeng Nabi SAW terhadap huru-hara akhir zaman adalah ketika kejadian itu terjadi, jangan keluar rumah, sampai kejadian mereda, maka siapkan bahan makanan yang banyak di rumah.
Aku & Hilmy yang duduk di belakang panggung (baca : VVIP) bisik-bisik : berarti bisa jadi Ramalan Tejo Wulan yang diceritakan oleh Pak Sugeng dimana Banyumas dan Bumi ini akan gelap dalam 6 hari, korek saja tidak bisa menyala adalah bukan peristiwa mistis, tapi adalah perang nuklir.
Ramalan Jayabaya : Jawa kari separo, chino londo kari sejodho.
Indonesia menyerupai bentuk perahu, perahu Nuh.
Dialog Imajiner Pak Mustofa W Hasyim 'rusak-rusakan' dengan Gunung Salak : "kulo meneng mawon lha kok ujug2 ditabrak?", Pak Mus membawakan puisi super keren, berjudul negara klitikan. Negara yang sukanya beli barang bekas, kereta dari Jepang, pesawat dari Amerika, undang2 dari Belanda... pepak barang bekas didahului dengan lantunan lagu "nyiur melambai" yang diiringi tabuhan seru oleh Kiai Kanjeng
Apalagi yah...
kita sudah tidak berkuasa atas diri kita sendiri, yang berkuasa adalah mereka. Dari surat keterangan sehat, KTP sampai cara kita beragama.
Tidak usah mentidakkan hal yang tidak kita tahu. Kepastian itu harus diriset, tapi kemunkinan itu tidak boleh ditentang. Mungkin saja Allah menurunkan khalifah bukan hanya di planet bumi, jadi ada Adam A, Adam Bumi, adam ini dan seterusnya.
Yang kita konsumsi sehari2 hampir semuanya bukan kita produsennya. Bisa jadi Aqua ada kandungan flouride nya, dan itu memiliki efek jangka panjan yang berbahaya, itu kata salah seoran jamaah. Caknun lalu menanggapi : ada flouride yang berbahaya di Aqua yo ben, sebelum kita minum disembul dulu Zamzamallah.. Zamzamallah.. Zamzamallah.. Isfina.. Isfina.. Isfina, semua yang racun masuk ke tubuh kita menjadi kekuatan, amin.
Iran mulai bandel ke sang Adidaya, bisa jadi Adidaya akan gerah dan akhirnya membuat propaganda baru. Misalnya : Amerika-Israel meluncurkan senjata pemusnah massal (nuklir), lalu yang dituduh Iran, lalu itu jadi alasan penyerangan Iran. Kalau itu sampai terjadi, diseluruh dunia akan terjadi hujan asam. Pesan Kanjeng Nabi SAW terhadap huru-hara akhir zaman adalah ketika kejadian itu terjadi, jangan keluar rumah, sampai kejadian mereda, maka siapkan bahan makanan yang banyak di rumah.
Aku & Hilmy yang duduk di belakang panggung (baca : VVIP) bisik-bisik : berarti bisa jadi Ramalan Tejo Wulan yang diceritakan oleh Pak Sugeng dimana Banyumas dan Bumi ini akan gelap dalam 6 hari, korek saja tidak bisa menyala adalah bukan peristiwa mistis, tapi adalah perang nuklir.
Ramalan Jayabaya : Jawa kari separo, chino londo kari sejodho.
Indonesia menyerupai bentuk perahu, perahu Nuh.
Dialog Imajiner Pak Mustofa W Hasyim 'rusak-rusakan' dengan Gunung Salak : "kulo meneng mawon lha kok ujug2 ditabrak?", Pak Mus membawakan puisi super keren, berjudul negara klitikan. Negara yang sukanya beli barang bekas, kereta dari Jepang, pesawat dari Amerika, undang2 dari Belanda... pepak barang bekas didahului dengan lantunan lagu "nyiur melambai" yang diiringi tabuhan seru oleh Kiai Kanjeng
Apalagi yah...
Annabi Shollu’alaih
Annabi shollu alaih, sholawatullohi’alaih
Wayana lulbarokat,kuluman sholu’alaih
Anabi yaa hadirin, I’lamu’ilmal yaqin
Annarobbal’alamin,frodosholawati’alaih
Annabi yaa man hadhor, annabi khirul basyar
Man dana lahul qomar, wanazal sallam alaih
Annabi dzakal arus,dzikruhu yuhyinnufus
Annashro wal majuus, aslam’ala yadaih
Annabi zakal malih, qowluhu qowlu shohih
Wal quran syaiun, allazi undzil’alaih
Annabi yahlal’ arob, annabi madhuh thorob
Alhabiib alinnasab,sholawatullohi’alaih
Alhasan tsummal husen,linabi qurrotul’ain
Nuruhm kalkaukabain, jadduhum shollu’alaih
*lirik di atas dibawakan dengan begitu mendalam oleh Kan Zainul pada penutupan Forum Diskusi Mocopat Syafaat 2 bulan yang lalu. Satu2nya forum Mocopat Syafaat yang aku ikuti tanpa suguhan Gamelan Kiai Kanjeng.
Wayana lulbarokat,kuluman sholu’alaih
Anabi yaa hadirin, I’lamu’ilmal yaqin
Annarobbal’alamin,frodosholawati’alaih
Annabi yaa man hadhor, annabi khirul basyar
Man dana lahul qomar, wanazal sallam alaih
Annabi dzakal arus,dzikruhu yuhyinnufus
Annashro wal majuus, aslam’ala yadaih
Annabi zakal malih, qowluhu qowlu shohih
Wal quran syaiun, allazi undzil’alaih
Annabi yahlal’ arob, annabi madhuh thorob
Alhabiib alinnasab,sholawatullohi’alaih
Alhasan tsummal husen,linabi qurrotul’ain
Nuruhm kalkaukabain, jadduhum shollu’alaih
*lirik di atas dibawakan dengan begitu mendalam oleh Kan Zainul pada penutupan Forum Diskusi Mocopat Syafaat 2 bulan yang lalu. Satu2nya forum Mocopat Syafaat yang aku ikuti tanpa suguhan Gamelan Kiai Kanjeng.
5/17/12
Dijajah Pemodal
Senjataku cuma printer epson, yah tak lebih bernilai dari sebilah bambu. Tenggelam di dalam kolonialisme super baru saat ini. Ditengah penjajahan kotaku, hotel 9 lantai sudah berdiri, sebentar lagi di selatan alun-alun akan ada yang lebih tinggi, 18 lantai. Akan ada danau buatan, akan ada 21 dan XXI.
Seperti jalur sepeda yang dibuat di jalan dokter angka, pembangunan tanpa referensi kongkrit, serba pesanan empunya uang atau untuk menyempil pendapatan tambahan saja.
Ya, kita sedang dijajah. Cuma bisa diam ketika Wisma Kranji yan kata mas Miko, Purwokerto Banget itu sekarang rata dengan tanah, mau dijadikan new Buntos. Pemodal datang mengobrak-abrik kota, membuat sesak napas karena pohonnya ditebangi dan diselimuti spanduk yang makin hari makin menyesakkan, dan kita hanya diam.
Parkir naik 2x lipat, tanpa perbaikan sistem perparkiran yang setimpal, malah tidak ada perbaikan sama sekali. Terus apa yang mau kita lakukan? Membantu pemerintah? Membantu rakyat miskin? Membantu bakul siomay? Membantu petani gula?
Sudah, membantu diri sendiri saja. Biar tidak merepotkan orang terus.
Seperti jalur sepeda yang dibuat di jalan dokter angka, pembangunan tanpa referensi kongkrit, serba pesanan empunya uang atau untuk menyempil pendapatan tambahan saja.
Ya, kita sedang dijajah. Cuma bisa diam ketika Wisma Kranji yan kata mas Miko, Purwokerto Banget itu sekarang rata dengan tanah, mau dijadikan new Buntos. Pemodal datang mengobrak-abrik kota, membuat sesak napas karena pohonnya ditebangi dan diselimuti spanduk yang makin hari makin menyesakkan, dan kita hanya diam.
Parkir naik 2x lipat, tanpa perbaikan sistem perparkiran yang setimpal, malah tidak ada perbaikan sama sekali. Terus apa yang mau kita lakukan? Membantu pemerintah? Membantu rakyat miskin? Membantu bakul siomay? Membantu petani gula?
Sudah, membantu diri sendiri saja. Biar tidak merepotkan orang terus.
5/16/12
5/11/12
Gaya Katak
Ada guru renang sdg mengajar anak didiknya, ortu anak tsb bertanya knp guru tsb mengajar gaya katak dulu, bukan gaya bebas?
Guru menjawab dgn gaya katak si anak bs menyelamatkan diri lbh baik. Knp hal ini bs terjadi ? krn gaya katak fokus ke depan dan tidak sperti gaya lain yg melihat ke samping atau ke belakang. Jd dgn itu bs melihat di dpn apakah ada hambatan atau tidak, shg bs segra mengambil posisi utk menghindar atau lanjut.
Sumber : Surya JamesGweeCom
Guru menjawab dgn gaya katak si anak bs menyelamatkan diri lbh baik. Knp hal ini bs terjadi ? krn gaya katak fokus ke depan dan tidak sperti gaya lain yg melihat ke samping atau ke belakang. Jd dgn itu bs melihat di dpn apakah ada hambatan atau tidak, shg bs segra mengambil posisi utk menghindar atau lanjut.
Sumber : Surya JamesGweeCom
5/8/12
Membalik Diri
Dari yang serba rapih, seneng pakai hem dan dimasukkan pula dulu sewaktu kecil. Eh sekarang, kemana-mana lebih enjoy pakai oblong, alas kaki cukup sendal.
Dari yang perencana, sekarang jadi serba spontan.
Dari yang perfectsionis, dianggap mendominasi bahkan, sekarang menggarap sekenanya, enjoy aja, dimarahin biasa, didominasi juga silahkan.
Dari yang penuntut, misalnya 'harus komunikasi!', sekarang biasa saja, komunikasi ya silahkan, enggak ya silahkan, sakarepmu!
Ya begitu itu aku. Dari yang pemimpi, sekarang mengalir begitu saja. Dan seterusnya masih banyak lagi. Kenapa begitu? Begitu bukan untuk permanently, begitu itu karena masa muda terlalu mahal untuk dilewatkan tanpa merasakan pembelajaran empirik, salah satunya pelajaran empirik membolak-balikkan diri sendiri
Dari yang perencana, sekarang jadi serba spontan.
Dari yang perfectsionis, dianggap mendominasi bahkan, sekarang menggarap sekenanya, enjoy aja, dimarahin biasa, didominasi juga silahkan.
Dari yang penuntut, misalnya 'harus komunikasi!', sekarang biasa saja, komunikasi ya silahkan, enggak ya silahkan, sakarepmu!
Ya begitu itu aku. Dari yang pemimpi, sekarang mengalir begitu saja. Dan seterusnya masih banyak lagi. Kenapa begitu? Begitu bukan untuk permanently, begitu itu karena masa muda terlalu mahal untuk dilewatkan tanpa merasakan pembelajaran empirik, salah satunya pelajaran empirik membolak-balikkan diri sendiri
4/30/12
Stand di Pekan Kreasi Nusantara 2012
Kali ini Jateng jadi tuan rumah Pekan Kreasi Nusantara 2012. Gawean Kemendag ini memilih kota Purwokerto untuk jadi tempat perhelatan. Mekanira Nusantara ikut2an disini, ayo kunjungi stand kita. Kita ada disini sampai 5 hari kedepan, Jumat (4/5) besok loh.
![]() |
| tampak depan |
![]() |
| etalase produk |
![]() |
| ornamen processing unit gula kelapa tradisional |
![]() |
| isi meja |
![]() |
| brosur & kartu nama |
![]() |
| dokumen & tisyu |
![]() |
| tester minuman |
![]() |
| speaker aktif & printer |
![]() |
| disinilah kertas dimasukkan ke printer |
![]() |
| electricity |
![]() |
| stationery |
![]() |
| laptop |
![]() |
| dibawah meja |
![]() |
| dibalik meja |
![]() |
| tempelan dinding |
![]() |
| dispenser |
![]() |
| Raja Jateng |
4/20/12
Bukan Kaset
Kalau di Maiyah, acara pertama baca Quran, live, asli suara orang. Kalau di Masjid Baitul Arqom, sebelum jumatan, yang baca Quran kaset.
Bob Sadino 40 tahun, Kita Max 12 tahun saja
Tahun 2006, tahunnya merajut mimpi. Zaman dimana Mandiri belum membuat WMM, Alanda Kariza belum membuat Indonesi Youth Conference, apalagi IYCS. Dan kita sudah mulai menjalankan mimpi saat itu.
Tahun 2007, tahunnya beryakin-yakin. Nyatanya satu demi satu keyakinan terbentuk, yang pasang iklan berdatangan, mengadakan training mulai tidak merugi. Modal yakin, lembaga pelatihan pelajar pertama di kota ini didirikan. Walaupun saat itu belum me-link ke dunia luar, karena masih cupet, karena akses internet masih hanya didapatkan dari warnet. Komputerpun baru hanya satu.
Tahun 2008, tahunnya action. Uang yang terkumpul dihambur-hamburkan membuat ini dan itu, yang penting action dulu. Dan memang betul, lebih banyak yang rugi daripada yang bertahan. Beberapa bertahan dan tidak ada yang untung.
Tahun 2009, tahunnya spirit dicoba. Yang spiritnya untuk jadi tim hore, yang spiritnya karena rikuh pekewuh, yang spiritnya karena sebuah tujuan besar, yang tetap bertahan, yang mulai mendua, yang memisahkan diri. Oh, jadi cuma segitu?
Tahun 2010, tahunnya knowledge. Merasionalisasi yang ada, membandingkan dengan gerakan serupa di daerah-daerah lain dan diibukota. Knowledge yang menguatkan satu sisi, juga mementahkan satu sisi. Terpilah-pilahlah, bidang mana yang harus dipertahankan, mana yang harus dikembangkan, mana yang harus ditinggalkan, mana yang harus digadaikan.
Tahun 2011, tahunnya idea. Itulah kenapa hobinya mengotak-atik peluang kompetisi businessplan, ada puluhan ide ditulis-tulis dalam kertas, sebagian dicoba diwujudkan, sebagian cuma berhenti di kertas, tapi yang pasti dari semuanya tidak ada yang kesampaian.
Tahun 2012, tahunnya fokus. Ya memang seperti ini kurikulumnya, kalau terlalu dini fokus, misalnya di tahun 2009 sudah fokus, kita tidak akan sekaya sekarang atas idea dan knowlegde, kita tidak sekuat sekarang atas spirit. Dan benar-benar baru tahu sekarang, ketika kita fokus menggarap satu bidang tertentu, memperkenalkan kepada siapa saja tentang bidang kita itu, satu persatu bertubi-tubi tiada henti kita bertemu dengan orang-orang yang berpotensi menjadi leverage kita.
Dari Pak Muhaimin sampai Pak Slamet, dari Wangsa Jelita sampai Bina Swadaya, sudah terjalin tinggal dilanjutkan. Dan kemudian dari Ustadz Rofieq sampai Pak Banani Makmur (Bapake Ulil), Soon.
Dan masih ada 5 tahun lagi. Nikmati saja, karena bukankah sukses yang kita maksud tidak sekerdil sebatas bisa membeli mobil, atau umroh setahun sekali, atau membangun beberapa pesantren yang mengajarkan nilai-nilai akhlak menggunakan pengetahuan pedalangan? Oh, lebih dari itu jelas. Jadi, kalau sebelum 5 tahun lagi, misalnya tahun depan, eum, tidak, maksudnya tahun ini sudah ada mobil, sudah terbeli itu rumah, ya, itu memang bukan tujuan kok, itu semua alat. Betul?
2013 tahun positif, ya, mungkin di tahun ini Indonesia sudah menyambut dan menghitung keberadaan kita. 2014 tahun memilih, bisa jadi akan ada konflik besar semacam paregreg disini, ya, diantisipasi dari sekarang saja, egois-egoisnya disadari, biar nanti kalau menggurita mudah dipangkasnya. 2015 tahun sinergi, eum, sudah sejajar mungkin dengan semacam Sandiaga Uno dan Chairul Tanjung sehingga orang-orang macam mereka mengajak kita bersinergi. 2016 adalah tahun Love, anak-anak kita sudah masuk playgroup mungkin, dan 2017 tahun sukses, kalaupun di tahun ini mati, sudah seperti Sudirman lah, pemuda satu daerah:Banyumas, yang tidak habis-habis ditulis kiprah dan prestasinya.
Itu pakem sukses versi Kording 12 step saja, 12 tahun saja, maksimal, yang lima terakhir, mungkin benar, mungkin tidak.
Tahun 2007, tahunnya beryakin-yakin. Nyatanya satu demi satu keyakinan terbentuk, yang pasang iklan berdatangan, mengadakan training mulai tidak merugi. Modal yakin, lembaga pelatihan pelajar pertama di kota ini didirikan. Walaupun saat itu belum me-link ke dunia luar, karena masih cupet, karena akses internet masih hanya didapatkan dari warnet. Komputerpun baru hanya satu.
Tahun 2008, tahunnya action. Uang yang terkumpul dihambur-hamburkan membuat ini dan itu, yang penting action dulu. Dan memang betul, lebih banyak yang rugi daripada yang bertahan. Beberapa bertahan dan tidak ada yang untung.
Tahun 2009, tahunnya spirit dicoba. Yang spiritnya untuk jadi tim hore, yang spiritnya karena rikuh pekewuh, yang spiritnya karena sebuah tujuan besar, yang tetap bertahan, yang mulai mendua, yang memisahkan diri. Oh, jadi cuma segitu?
Tahun 2010, tahunnya knowledge. Merasionalisasi yang ada, membandingkan dengan gerakan serupa di daerah-daerah lain dan diibukota. Knowledge yang menguatkan satu sisi, juga mementahkan satu sisi. Terpilah-pilahlah, bidang mana yang harus dipertahankan, mana yang harus dikembangkan, mana yang harus ditinggalkan, mana yang harus digadaikan.
Tahun 2011, tahunnya idea. Itulah kenapa hobinya mengotak-atik peluang kompetisi businessplan, ada puluhan ide ditulis-tulis dalam kertas, sebagian dicoba diwujudkan, sebagian cuma berhenti di kertas, tapi yang pasti dari semuanya tidak ada yang kesampaian.
Tahun 2012, tahunnya fokus. Ya memang seperti ini kurikulumnya, kalau terlalu dini fokus, misalnya di tahun 2009 sudah fokus, kita tidak akan sekaya sekarang atas idea dan knowlegde, kita tidak sekuat sekarang atas spirit. Dan benar-benar baru tahu sekarang, ketika kita fokus menggarap satu bidang tertentu, memperkenalkan kepada siapa saja tentang bidang kita itu, satu persatu bertubi-tubi tiada henti kita bertemu dengan orang-orang yang berpotensi menjadi leverage kita.
Dari Pak Muhaimin sampai Pak Slamet, dari Wangsa Jelita sampai Bina Swadaya, sudah terjalin tinggal dilanjutkan. Dan kemudian dari Ustadz Rofieq sampai Pak Banani Makmur (Bapake Ulil), Soon.
Dan masih ada 5 tahun lagi. Nikmati saja, karena bukankah sukses yang kita maksud tidak sekerdil sebatas bisa membeli mobil, atau umroh setahun sekali, atau membangun beberapa pesantren yang mengajarkan nilai-nilai akhlak menggunakan pengetahuan pedalangan? Oh, lebih dari itu jelas. Jadi, kalau sebelum 5 tahun lagi, misalnya tahun depan, eum, tidak, maksudnya tahun ini sudah ada mobil, sudah terbeli itu rumah, ya, itu memang bukan tujuan kok, itu semua alat. Betul?
2013 tahun positif, ya, mungkin di tahun ini Indonesia sudah menyambut dan menghitung keberadaan kita. 2014 tahun memilih, bisa jadi akan ada konflik besar semacam paregreg disini, ya, diantisipasi dari sekarang saja, egois-egoisnya disadari, biar nanti kalau menggurita mudah dipangkasnya. 2015 tahun sinergi, eum, sudah sejajar mungkin dengan semacam Sandiaga Uno dan Chairul Tanjung sehingga orang-orang macam mereka mengajak kita bersinergi. 2016 adalah tahun Love, anak-anak kita sudah masuk playgroup mungkin, dan 2017 tahun sukses, kalaupun di tahun ini mati, sudah seperti Sudirman lah, pemuda satu daerah:Banyumas, yang tidak habis-habis ditulis kiprah dan prestasinya.
Itu pakem sukses versi Kording 12 step saja, 12 tahun saja, maksimal, yang lima terakhir, mungkin benar, mungkin tidak.
Terangsang = Kampungan
Kenormalan yang Menurun
Laki-laki jaman sekarang itu semakin menurun kenormalannya, sistem sosial memaksa laki-laki untuk tidak mudah 'ngaceng'. Kenapa? ya bayangkan saja kamu ngankring sambil 'ngaceng' tiap kali ada paha cewe sexy tertangkap pandangan, apa kata teman sebelahmu... "idiiih, gitu aja 'ngaceng', kampungan banget sih loe".
Lihat juga di TV, bagaimana cowo2 berinteraksi dengan cewe2 seksi dan tidak 'ngaceng'. Aduh, semakin susah saja ya. Jadi, kalau laki-laki jaman dulu jangankan lihat paha, lihat ujung bawah betis perempuan saja sudah terangsang, lah sekarang, kalau lihat paha terbuka 15 cm aja udah enggak ngaceng, jadi biar ngaceng musti digimanain?
Laki-laki jaman sekarang itu semakin menurun kenormalannya, sistem sosial memaksa laki-laki untuk tidak mudah 'ngaceng'. Kenapa? ya bayangkan saja kamu ngankring sambil 'ngaceng' tiap kali ada paha cewe sexy tertangkap pandangan, apa kata teman sebelahmu... "idiiih, gitu aja 'ngaceng', kampungan banget sih loe".
Lihat juga di TV, bagaimana cowo2 berinteraksi dengan cewe2 seksi dan tidak 'ngaceng'. Aduh, semakin susah saja ya. Jadi, kalau laki-laki jaman dulu jangankan lihat paha, lihat ujung bawah betis perempuan saja sudah terangsang, lah sekarang, kalau lihat paha terbuka 15 cm aja udah enggak ngaceng, jadi biar ngaceng musti digimanain?
kaya itu saat kapan?
tidak punya uang = miskin. belum tentu artinya seperti itu. justru ketika tidak punya uang, saat itu kita kaya. taruhlah ketika aku dan teman2ku jaman tidak punya uang dulu. rantang-runtung bareng, makan bareng, karena yang satu harus bayari yang lain gitu ganti-gantian. merasa saling membutuhkan.
Nah, cobaan akan jadi berbeda ketika kita masing-masing sudah tebal kantong karena uang. pergi kesana sendiri, investasi di sono sendiri, traveling kesitu sendiri, makan juga begitu. merasa mampu, bisa sendiri.
Jadi, kaya itu saat sama2 punya uang, apa sama2 enggak punya uang?
Nah, cobaan akan jadi berbeda ketika kita masing-masing sudah tebal kantong karena uang. pergi kesana sendiri, investasi di sono sendiri, traveling kesitu sendiri, makan juga begitu. merasa mampu, bisa sendiri.
Jadi, kaya itu saat sama2 punya uang, apa sama2 enggak punya uang?
4/17/12
Apa Kabarnya Sekarang
Naim
Tadi pagi kerumahnya gasik, sudah berangkat dinas seperti biasa, menyisir jalur selatan. Sepertinya masih begitu bersemangat makarya.
Azis
Bus kertas yang terakhir dibuat kemarin : Budiman. Setelah pada jadi itu bis-bis mau diapakan?dikemanakan?
Fikry
Postingan blog terakhirnya ngrasani mas Andri, Pa Purdi & Pa Ary. Yah, bener si itu, aku juga dulu pernah berpikiran seperti itu, yang penting, sudah sejauh apapun kita belajar, jangan pernah merasa sudah di puncak kebijaksanaan. Selalu ada hal yang belum kita tahu, pahami & hayati.
Hanie
Kemarin sms malem mingguan sendirian dikosan katanya. Lho?Kok?Hehe
Hilmy
Twit terakhirnya : " jerawat di pipi kananku, punyamu." Berapa perempuan yang Ge Er membaca ini? Xix
Karyanto
Terkahir ke Purwokerto gendu-gendu rasa, katanya kepengengin keluar daerah/luar negeri.
Andri
Nggak ada kabar.
Indie
Terakhir sms, balasnya : kapan nyebar undangan? huft, menyebalkan kau ndi! :P
Kusworo
Masih berkutat di pasar, sambil merintis asuransi, sering bolak balik jakarta katanya.
Anna
Sepertinya masih ngurusi SPNI. Kapan nih angkatan ke-4 dibuka?
Huda
Di Bandung, ikut temannya yang nggarap proyek telekomunikasi.
Rhea
Terakhir sms, minta digratisi tiket workshop. Kapan mental gratisanmu ilang rhe.... wehehehe
Tadi pagi kerumahnya gasik, sudah berangkat dinas seperti biasa, menyisir jalur selatan. Sepertinya masih begitu bersemangat makarya.
Azis
Bus kertas yang terakhir dibuat kemarin : Budiman. Setelah pada jadi itu bis-bis mau diapakan?dikemanakan?
Fikry
Postingan blog terakhirnya ngrasani mas Andri, Pa Purdi & Pa Ary. Yah, bener si itu, aku juga dulu pernah berpikiran seperti itu, yang penting, sudah sejauh apapun kita belajar, jangan pernah merasa sudah di puncak kebijaksanaan. Selalu ada hal yang belum kita tahu, pahami & hayati.
Hanie
Kemarin sms malem mingguan sendirian dikosan katanya. Lho?Kok?Hehe
Hilmy
Twit terakhirnya : " jerawat di pipi kananku, punyamu." Berapa perempuan yang Ge Er membaca ini? Xix
Karyanto
Terkahir ke Purwokerto gendu-gendu rasa, katanya kepengengin keluar daerah/luar negeri.
Andri
Nggak ada kabar.
Indie
Terakhir sms, balasnya : kapan nyebar undangan? huft, menyebalkan kau ndi! :P
Kusworo
Masih berkutat di pasar, sambil merintis asuransi, sering bolak balik jakarta katanya.
Anna
Sepertinya masih ngurusi SPNI. Kapan nih angkatan ke-4 dibuka?
Huda
Di Bandung, ikut temannya yang nggarap proyek telekomunikasi.
Rhea
Terakhir sms, minta digratisi tiket workshop. Kapan mental gratisanmu ilang rhe.... wehehehe
4/16/12
Agrowisata Gula Jawa
PENDAHULUAN
Arus urbanisasi diartikan sebagai modus perpindahan komponen masyarakat dari desa ke kota karena tuntutan ekonomi atau faktor-faktor lainnya. Urbanisasi telah terjadi secara merata di Indonesia, memberikan dampak positif, sekaligus dampak negatif yang tidak kecil.
Studi kasus pada Kampung Babakan Asih sebagai sebuah kampung urban di Bandung menunjukkan bahwa urbanisasi telah mengubah sedemikian rupa kampung yang asri dan longgar, kini menjadi kampung yang padat dengan rumah-rumah berhimpit karena kebanjiran kaum pendatang dari desa.
Perubahan kampung bukan hanya terjadi pada tata kota yang semakin "riweh", tetapi yang mendasar adalah pada sistem sosial di dalam internal masyarakat kampung tersebut. Bagaimana tingkat pencurian dan kriminalitas meningkat, manajemen sampah, potensi meluapnya air sungai dan selokan yang menyebabkan banjir, konflik bertetangga dan seterusnya. Perubahan semacam itu terjadi hampir menyeluruh di setiap kampung urban yang sesak nafas dipenuhi oleh kaum pendatang dari desa.
Di sisi sebaliknya, di desa juga ikut merasakan dampak perubahan. Menjadi fenomena umum, desa kekurangan generasi muda. Hal ini mengakibatkan desa semakin stagnan dari semangat pembaharuan, karena pembaharuan adalah potensi kekayaan yang dimiliki oleh anak muda. Kecemasan yang hinggap kemudian adalah mengikisnya kearifan lokal desa, misalnya saja adalah semakin sedikitnya jumlah orang di desa yang menuruni keahlian menderes kelapa.
Padahal, menderes atau memanjat batang pohon kelapa untuk mengambil nira yang menetes dari manggar di puncak pohon adalah sebuah keahlian yang berani sekaligus unik. Mengapa unik, karena bayangkan saja dengan ketinggian pohon kelapa belasan meter, seorang penderes dapat memanjat dan menuruninya kembali tanpa tali pengaman apapun. Dan bukan satu dua pohon dalam sehari yang ia sadap niranya, tapi ada puluhan setiap harinya.
Agrowisata Gula Jawa dirintis ditengah hempasan dampak urbanisasi yang semakin tidak terkendali. Mengajak masyarakat perkotaan baik dalam dan luar negeri untuk menyaksikan, merasakan sekaligus menikmati proses membuat gula kelapa mulai dari menyadap nira (menderes), mengolah hingga mengemasnya menjadi produk yang siap konsumsi.
Yang ditawarkan dari program wisata minat khusus ini bukan semata linearnya proses produksi gula kelapa semata, tetapi bagaimana kearifan lokal dan nuansa kehidupan di desa betapa dapat disaksikan, dirasakan dan dinikmati untuk menyembuhkan jiwa yang jenuh karena terlanjur meng-urban.
Bagaimana kolaborasi yang menarik antara suami istri pengrajin gula, dimana suami menderes dan istri memasak mengolah nira yang dideres. Bagaimana interaksi bertetangga yang demikian harmonis sesama pengrajin gula, bagaimana suasana alam pedesaan yang hening dari bising kesibukan kota, sehingga rimbun pepohonan, gemericik air dan kicauan burung menjadi backsound alami yang bisa menjadi terapi hati.
PROGRAM YANG DITAWARKAN
1. Petualangan menderes nira kelapa, memanjat pohon kelapa dengan menggunakan tali pengaman. Kemudian setelah selesai menyadap dengan dipandu oleh petani gula sebagai guide, wisatawan akan meluncur turun dari atas pohon, flying fox.
2. Syrup nira adalah minuman nikmat dan berkhasiat yang banyak dijajakan di daerah-daerah penghasil nira. Rasakan segarnya nira yang baru saja disadap sendiri kemudian diminum bersama keluarga/rombonan.
3. Tantangan memasak nira kelapa menjadi gula. Bagaimana wisatawan akan bergumul dengan panasnya calon karamel gula kelapa di atas wajan besar. Adalah hal yang menyenangkan bagaimana bahan yang semula nira kemudian menjadi karamel gula. Dan rasakan sensasi mencicipi gula kelapa yang baru saja matang, "kereng" namanya.
4. "Cimplung" adalah makanan yang tidak ada duanya lezatnya. Singkong, kelapa, ubi dan umbi-umbian lainnya bila direbus bersama dengan nira saat membuat gula, akan menjadi makanan yang maknyuzz untuk disantap.
5. Orang awam tahunya gula kelapa hanya berbentuk padat (solid coconut sugar) padahal ada gula bentuk lain, yakni serbuk (powder) dan cair (liquid). Paket wisata ini dapat pula sebagai wisata edukasi dan study banding bagi pengunjung yang berasal dari sentra gula kelapa dari daerah lain.
6. Menanam pohon kelapa genjah. Meningkatnya permintaan produk gula kelapa dari tahun ke tahun menuntut pertambahan pohon kelapa setiap waktu. Dengan setiap pengunjung menanam satu pohon kelapa di lahan yang sudah disediakan, maka program pertambahan pohon kelapa dapat berjalan. Salah satu yang menarik adalah di batang pohon ini akan diukir nama si penanam, sehingga ketika sudah besar 4-5 tahun mendatang, pengunjung dapat menyaksikan namanya terabadikan disini.
FASILITAS TAMBAHAN
1. Auditorium alam. Sebuah hall pertemuan dengan kapasitas 300 orang theater atau 100 orang roundtable dengan tembok keliling full kaca sehingga walaupun sedang melangsungkan acara, tetap terasa dikepung pepohonan karena tempat ini berada ditengah perkebunan
2. Outbond area
Wahana kegiatan outing sebagaimana outbond area di banyak tempat wisata lain, memungkinkan pengunjung dari kalangan pelajar/mahasiswa/perusahaan melakukan kegiatan keakraban dalam bentuk outbond.
3. Meditation Zone
Sebuah pendopo di samping air terjun yang dirancang menggunakan dasar-dasar perhitungan jarak, ukuran dan arsitektur yang sesuai dengan ilmu psikologi modern sehingga pengunjung dapat melakukan relaksasi di tengah keheningan hutan
4. Privat & Shared Guesthouse
Ada tempat tinggal sederhana berupa rumah terpisah (privat guesthouse), tetapi ada juga kamar menyatu dengan rumah petani gula.
SASARAN
Pengunjung agrowisata ini meliputi :
1. Wisatawan domestik
2. Wisatawan asing
mereka dapat menjadikan obyek wisata ini untuk kegiatan :
1. Study tour
2. Kunjungan industri (field trip)
3. Malam keakraban (makrab) dan OSPEK
4. Family day
5. Study banding kolompok tani
6. Kunjungan untuk diklat keterampilan produksi gula
7. dll.
LOKASI
TAHAP PERINTISAN
Quarter II 2012 :
1. Survay lahan
2. Pembuatan rancangan (peta) obyek
3. Sosialisasi kepada warga
Quarter III 2012 :
1. Pembangunan wahana tahap I
2. Bimbingan attitude warga
3. Pelatihan standarisasi proses produksi gula
4. Promo obyek
Quarter I 2013 :
1. Opening obyek
2. Pembangunan wahana tahap II
PENUTUP
Demikian, apabila tertarik dengan perencaan ini, dapat meminta detail proposal dengan menghubungi : Rizky @Rizky165
Arus urbanisasi diartikan sebagai modus perpindahan komponen masyarakat dari desa ke kota karena tuntutan ekonomi atau faktor-faktor lainnya. Urbanisasi telah terjadi secara merata di Indonesia, memberikan dampak positif, sekaligus dampak negatif yang tidak kecil.
Studi kasus pada Kampung Babakan Asih sebagai sebuah kampung urban di Bandung menunjukkan bahwa urbanisasi telah mengubah sedemikian rupa kampung yang asri dan longgar, kini menjadi kampung yang padat dengan rumah-rumah berhimpit karena kebanjiran kaum pendatang dari desa.
Perubahan kampung bukan hanya terjadi pada tata kota yang semakin "riweh", tetapi yang mendasar adalah pada sistem sosial di dalam internal masyarakat kampung tersebut. Bagaimana tingkat pencurian dan kriminalitas meningkat, manajemen sampah, potensi meluapnya air sungai dan selokan yang menyebabkan banjir, konflik bertetangga dan seterusnya. Perubahan semacam itu terjadi hampir menyeluruh di setiap kampung urban yang sesak nafas dipenuhi oleh kaum pendatang dari desa.
Di sisi sebaliknya, di desa juga ikut merasakan dampak perubahan. Menjadi fenomena umum, desa kekurangan generasi muda. Hal ini mengakibatkan desa semakin stagnan dari semangat pembaharuan, karena pembaharuan adalah potensi kekayaan yang dimiliki oleh anak muda. Kecemasan yang hinggap kemudian adalah mengikisnya kearifan lokal desa, misalnya saja adalah semakin sedikitnya jumlah orang di desa yang menuruni keahlian menderes kelapa.
Padahal, menderes atau memanjat batang pohon kelapa untuk mengambil nira yang menetes dari manggar di puncak pohon adalah sebuah keahlian yang berani sekaligus unik. Mengapa unik, karena bayangkan saja dengan ketinggian pohon kelapa belasan meter, seorang penderes dapat memanjat dan menuruninya kembali tanpa tali pengaman apapun. Dan bukan satu dua pohon dalam sehari yang ia sadap niranya, tapi ada puluhan setiap harinya.
Agrowisata Gula Jawa dirintis ditengah hempasan dampak urbanisasi yang semakin tidak terkendali. Mengajak masyarakat perkotaan baik dalam dan luar negeri untuk menyaksikan, merasakan sekaligus menikmati proses membuat gula kelapa mulai dari menyadap nira (menderes), mengolah hingga mengemasnya menjadi produk yang siap konsumsi.
Yang ditawarkan dari program wisata minat khusus ini bukan semata linearnya proses produksi gula kelapa semata, tetapi bagaimana kearifan lokal dan nuansa kehidupan di desa betapa dapat disaksikan, dirasakan dan dinikmati untuk menyembuhkan jiwa yang jenuh karena terlanjur meng-urban.
Bagaimana kolaborasi yang menarik antara suami istri pengrajin gula, dimana suami menderes dan istri memasak mengolah nira yang dideres. Bagaimana interaksi bertetangga yang demikian harmonis sesama pengrajin gula, bagaimana suasana alam pedesaan yang hening dari bising kesibukan kota, sehingga rimbun pepohonan, gemericik air dan kicauan burung menjadi backsound alami yang bisa menjadi terapi hati.
PROGRAM YANG DITAWARKAN
1. Petualangan menderes nira kelapa, memanjat pohon kelapa dengan menggunakan tali pengaman. Kemudian setelah selesai menyadap dengan dipandu oleh petani gula sebagai guide, wisatawan akan meluncur turun dari atas pohon, flying fox.
2. Syrup nira adalah minuman nikmat dan berkhasiat yang banyak dijajakan di daerah-daerah penghasil nira. Rasakan segarnya nira yang baru saja disadap sendiri kemudian diminum bersama keluarga/rombonan.
3. Tantangan memasak nira kelapa menjadi gula. Bagaimana wisatawan akan bergumul dengan panasnya calon karamel gula kelapa di atas wajan besar. Adalah hal yang menyenangkan bagaimana bahan yang semula nira kemudian menjadi karamel gula. Dan rasakan sensasi mencicipi gula kelapa yang baru saja matang, "kereng" namanya.
4. "Cimplung" adalah makanan yang tidak ada duanya lezatnya. Singkong, kelapa, ubi dan umbi-umbian lainnya bila direbus bersama dengan nira saat membuat gula, akan menjadi makanan yang maknyuzz untuk disantap.
5. Orang awam tahunya gula kelapa hanya berbentuk padat (solid coconut sugar) padahal ada gula bentuk lain, yakni serbuk (powder) dan cair (liquid). Paket wisata ini dapat pula sebagai wisata edukasi dan study banding bagi pengunjung yang berasal dari sentra gula kelapa dari daerah lain.
6. Menanam pohon kelapa genjah. Meningkatnya permintaan produk gula kelapa dari tahun ke tahun menuntut pertambahan pohon kelapa setiap waktu. Dengan setiap pengunjung menanam satu pohon kelapa di lahan yang sudah disediakan, maka program pertambahan pohon kelapa dapat berjalan. Salah satu yang menarik adalah di batang pohon ini akan diukir nama si penanam, sehingga ketika sudah besar 4-5 tahun mendatang, pengunjung dapat menyaksikan namanya terabadikan disini.
FASILITAS TAMBAHAN
1. Auditorium alam. Sebuah hall pertemuan dengan kapasitas 300 orang theater atau 100 orang roundtable dengan tembok keliling full kaca sehingga walaupun sedang melangsungkan acara, tetap terasa dikepung pepohonan karena tempat ini berada ditengah perkebunan
2. Outbond area
Wahana kegiatan outing sebagaimana outbond area di banyak tempat wisata lain, memungkinkan pengunjung dari kalangan pelajar/mahasiswa/perusahaan melakukan kegiatan keakraban dalam bentuk outbond.
3. Meditation Zone
Sebuah pendopo di samping air terjun yang dirancang menggunakan dasar-dasar perhitungan jarak, ukuran dan arsitektur yang sesuai dengan ilmu psikologi modern sehingga pengunjung dapat melakukan relaksasi di tengah keheningan hutan
4. Privat & Shared Guesthouse
Ada tempat tinggal sederhana berupa rumah terpisah (privat guesthouse), tetapi ada juga kamar menyatu dengan rumah petani gula.
SASARAN
Pengunjung agrowisata ini meliputi :
1. Wisatawan domestik
2. Wisatawan asing
mereka dapat menjadikan obyek wisata ini untuk kegiatan :
1. Study tour
2. Kunjungan industri (field trip)
3. Malam keakraban (makrab) dan OSPEK
4. Family day
5. Study banding kolompok tani
6. Kunjungan untuk diklat keterampilan produksi gula
7. dll.
LOKASI
![]() |
| Berada di jalur perlintasan Semarang-Dieng & Pangandaran |
![]() |
| Dilintasi oleh jalur Bandung-Yogyakarta |
![]() |
| Berada di tengah-tengah perjalanan Surabaya-Jakarta via Jalur Selatan |
TAHAP PERINTISAN
Quarter II 2012 :
1. Survay lahan
2. Pembuatan rancangan (peta) obyek
3. Sosialisasi kepada warga
Quarter III 2012 :
1. Pembangunan wahana tahap I
2. Bimbingan attitude warga
3. Pelatihan standarisasi proses produksi gula
4. Promo obyek
Quarter I 2013 :
1. Opening obyek
2. Pembangunan wahana tahap II
PENUTUP
Demikian, apabila tertarik dengan perencaan ini, dapat meminta detail proposal dengan menghubungi : Rizky @Rizky165
TEDx Independent?
Apa pendapatmu tentang TEDx?
TED event pertama diselenggarakan di california. Sekarang sudah menyebar di ratusan kota. x dalam kata itu diartikan sebagai independet event.
Pertanyaannya, apakah independent itu? Independent dalam arti awam adalah tidak ada kepentingan, netral begitu saja. Tapi, pada kenyataannya, independent, adalah, bebas disetir sesuai keinginan si pembuat event.
Agak tersentak kemarin, kenapa yang diangkat di TEDx Purwokerto adalah fotografer glamour? sementara audience dan panitianya separoh lebih yang cewe berjilbab?
Atau rekaman di sebuah TEDx event di Jakarta, kenapa seorang Musdah Mulia dijadikan speaker?
Bugil itu keindahan loh, gender similarity itu sesuatu yang wajib diimani loh, dan seterusnya, paradigma seperti itu sepertinya yang sedang dicoba diperjuangkan untuk diterima sebagai sebuah kewajaran oleh audience TEDx.
Ya, TEDx independent, sama seperti independentnya pisau. Pisau itu independent, bisa digunakan untuk mengiris bawang, bisa juga digunakan untuk menusuk orang, tergantung yang menggunakannya.
Okelah, berhati2lah, filterlah, milikilah akal sehat yang mampu mengelaborasi, setiap kali mengikuti event2 sekalipun dengan jargon independent. Karena, kalau kita ikut kampanye PDIP yang jelas tidak independent, tujuan dari event kampanye itu jelas : agar kita memilih Megawati. Tapi kalau sebuah event mengatakan dirinya independent, pandai-pandailah mencium-cium ada motif tersembunyi apa dibalik penyelenggaraannya.
Selamat belajar!
TED event pertama diselenggarakan di california. Sekarang sudah menyebar di ratusan kota. x dalam kata itu diartikan sebagai independet event.
Pertanyaannya, apakah independent itu? Independent dalam arti awam adalah tidak ada kepentingan, netral begitu saja. Tapi, pada kenyataannya, independent, adalah, bebas disetir sesuai keinginan si pembuat event.
Agak tersentak kemarin, kenapa yang diangkat di TEDx Purwokerto adalah fotografer glamour? sementara audience dan panitianya separoh lebih yang cewe berjilbab?
Atau rekaman di sebuah TEDx event di Jakarta, kenapa seorang Musdah Mulia dijadikan speaker?
Bugil itu keindahan loh, gender similarity itu sesuatu yang wajib diimani loh, dan seterusnya, paradigma seperti itu sepertinya yang sedang dicoba diperjuangkan untuk diterima sebagai sebuah kewajaran oleh audience TEDx.
Ya, TEDx independent, sama seperti independentnya pisau. Pisau itu independent, bisa digunakan untuk mengiris bawang, bisa juga digunakan untuk menusuk orang, tergantung yang menggunakannya.
Okelah, berhati2lah, filterlah, milikilah akal sehat yang mampu mengelaborasi, setiap kali mengikuti event2 sekalipun dengan jargon independent. Karena, kalau kita ikut kampanye PDIP yang jelas tidak independent, tujuan dari event kampanye itu jelas : agar kita memilih Megawati. Tapi kalau sebuah event mengatakan dirinya independent, pandai-pandailah mencium-cium ada motif tersembunyi apa dibalik penyelenggaraannya.
Selamat belajar!
4/15/12
Seni Mengikuti Lelang
Orang ikut lelang, pasti tujuannya untuk memenangkan lelang, mendapatkan barang yang dilelang dengan harga yang terbaik.
Nah, kalau ada orang ikut lelang, sementara deadline ketok palu penutupan lelang masih lama, jadi bertanya-tanya apa tujuan orang yang melonjakkan tawaran begitu tinggi?
Lebih aneh lagi, ketika dia menulis begini : "hmm...gak pada baca pada posting ke-3... aku ulangi lagi deh tawaranku Rp. 550.000,-"
loh ya sudah, kalau memang yang lain pada menawar di bawah angka itu, ya harusnya malah seneng donk, berarti dia berpeluang menang. Kenapa harus diulangi lagi? ah, jangan2 memang tujuannya agar dia disaingi, agar muncul angka-angka yang lebih tinggi.
Itulah user aji cassanova di supermetroemall. aku curiganya begini :
1. dia bagian dari panitia lelang yang bertujuan meng-up harga
2. dia cuma ingin mengacaukan harga lelang
Nah, kalau ada orang ikut lelang, sementara deadline ketok palu penutupan lelang masih lama, jadi bertanya-tanya apa tujuan orang yang melonjakkan tawaran begitu tinggi?
Lebih aneh lagi, ketika dia menulis begini : "hmm...gak pada baca pada posting ke-3... aku ulangi lagi deh tawaranku Rp. 550.000,-"
loh ya sudah, kalau memang yang lain pada menawar di bawah angka itu, ya harusnya malah seneng donk, berarti dia berpeluang menang. Kenapa harus diulangi lagi? ah, jangan2 memang tujuannya agar dia disaingi, agar muncul angka-angka yang lebih tinggi.
Itulah user aji cassanova di supermetroemall. aku curiganya begini :
1. dia bagian dari panitia lelang yang bertujuan meng-up harga
2. dia cuma ingin mengacaukan harga lelang
4/14/12
Percakapan di warteg
R : Mba maem mba..
X : ya mas, bungkus apa mangan kene.
R : mangan kene.
X : dulang apa mangan dhewek mas?
R : ...?*#!*
X : ya mas, bungkus apa mangan kene.
R : mangan kene.
X : dulang apa mangan dhewek mas?
R : ...?*#!*
4/9/12
Satu Kata
Yang tergambar tentang jodoh impianmu, satu kata tentang dia apa mas?
: dia orangnya CERIA
itu tiga kata mas.
biarin... weks.
: dia orangnya CERIA
itu tiga kata mas.
biarin... weks.
Hidup Tidak Semudah "Cocote" Mario Teguh?
judul postingan ini bukan ucapanku, ini adalah stiker dan slogan banyak orang, termasuk orang-orang jamaah maiyah dan beberapa kompasianers.
Ya memang betul, hidup tidak semudah cocote mario teguh, karena memang hidup tidak akan beres dengan nyocot saja. harus bertindak!
Ah, kadang lucu saja menanggapi orang2 yang mengungkapkan ketidaksukaannya pada mario teguh, ary ginanjar, aa gym dan sebagainya. jadi tuh mereka bertiga dan yang selifting dituntut untuk sempurna, lah emang malaikat?
sementara koruptor, pegawai yang ngambilin uang rakyat, eh mereka biarkan saja. lucu yah.
contohnya salah satu ungkapan yang aku baca di kompasiana, katanya dia tidak suka mario teguh karena :
jangan-jangan ucapannya tidak sesuai sama tindakannnya.
lah, kan baru jangan-jangan? ih aneh banget sih.
mereka-mereka yang mengungkapkan ketidaksukaan kepada tokoh2 besar adalah orang2 dengki, bukan hanya dengki, mereka adalah orang yang cupet pergaulannya. Mereka tidak memahami tentang sistem pemilihan Tuhan, dimana orang-orang diantara manusia-manusia itu memang ada yang tercerahkan, ada yang extraordinary...
sebenarnya bukan hanya di soal sifat baik, misal di bakat olahraga, kecerdasan akademik juga ada orang2 luar biasa.
jadi, orang yang mengingkari kepandaian mario teguh menjawab persoalan kehidupan dengan bahasa yang terangkai sangat indah, sama saja dia mengingkari bahwa diantara orang-orang ada yang memiliki kemampuan lompat tinggi 10 meter, dan diantara manusia ada yang bisa ahli menerbangkan pesawat termpur membentuk formasi di udara.
kasihan yah, hidup kok cupet. dikiranya semua orang itu rata-rata semua, pendengki semua, seperti dirinya.
Saran saya, daripada mengutuk orang baik, mending mengutuk ruhut, sby, sutan batugana, anas urbaningrum, ical, hata rajasa, yang sudah jelas2 bermewah2 pakai uang orang-orang yang tinggal di kolong jembatan, yang kalau sakit apa saja belinya paramex karena enggak sanggup ke rumah sakit.
Ya memang betul, hidup tidak semudah cocote mario teguh, karena memang hidup tidak akan beres dengan nyocot saja. harus bertindak!
Ah, kadang lucu saja menanggapi orang2 yang mengungkapkan ketidaksukaannya pada mario teguh, ary ginanjar, aa gym dan sebagainya. jadi tuh mereka bertiga dan yang selifting dituntut untuk sempurna, lah emang malaikat?
sementara koruptor, pegawai yang ngambilin uang rakyat, eh mereka biarkan saja. lucu yah.
contohnya salah satu ungkapan yang aku baca di kompasiana, katanya dia tidak suka mario teguh karena :
jangan-jangan ucapannya tidak sesuai sama tindakannnya.
lah, kan baru jangan-jangan? ih aneh banget sih.
mereka-mereka yang mengungkapkan ketidaksukaan kepada tokoh2 besar adalah orang2 dengki, bukan hanya dengki, mereka adalah orang yang cupet pergaulannya. Mereka tidak memahami tentang sistem pemilihan Tuhan, dimana orang-orang diantara manusia-manusia itu memang ada yang tercerahkan, ada yang extraordinary...
sebenarnya bukan hanya di soal sifat baik, misal di bakat olahraga, kecerdasan akademik juga ada orang2 luar biasa.
jadi, orang yang mengingkari kepandaian mario teguh menjawab persoalan kehidupan dengan bahasa yang terangkai sangat indah, sama saja dia mengingkari bahwa diantara orang-orang ada yang memiliki kemampuan lompat tinggi 10 meter, dan diantara manusia ada yang bisa ahli menerbangkan pesawat termpur membentuk formasi di udara.
kasihan yah, hidup kok cupet. dikiranya semua orang itu rata-rata semua, pendengki semua, seperti dirinya.
Saran saya, daripada mengutuk orang baik, mending mengutuk ruhut, sby, sutan batugana, anas urbaningrum, ical, hata rajasa, yang sudah jelas2 bermewah2 pakai uang orang-orang yang tinggal di kolong jembatan, yang kalau sakit apa saja belinya paramex karena enggak sanggup ke rumah sakit.
Panen Belimbing
Meja tidak berfungsi sebagai meja, penuh berantakan berisi dokumen-dokumen tidak terpakai.
Kursi tidak berfungsi sebagai meja, hanya jadi tempat menaruh helm.
Jemuran tidak berfungsi sebagai jemuran, hanya membentang saja menghalangi pandangan.
Dispenser tidak berfungsi sebagai dispenser, hanya menjalankan tugas sebagai gogok, air panas tidak, air dingin tidak, padahal bisa.
Internet tidak berfungsi sebagai internet, hanya wasting time, belum creating currency dengan optimal.
Pohon belimbing jarang dipetik, dinikmati orang lewat, karena kita lebih suka beli jus jambu.
Tadi habis panen belimbing, silahkan mampir ke L22, kali ini belimbing berfungsi sebagai belimbing, jadi suguhan tamu yang tak harus beli.
Kursi tidak berfungsi sebagai meja, hanya jadi tempat menaruh helm.
Jemuran tidak berfungsi sebagai jemuran, hanya membentang saja menghalangi pandangan.
Dispenser tidak berfungsi sebagai dispenser, hanya menjalankan tugas sebagai gogok, air panas tidak, air dingin tidak, padahal bisa.
Internet tidak berfungsi sebagai internet, hanya wasting time, belum creating currency dengan optimal.
Pohon belimbing jarang dipetik, dinikmati orang lewat, karena kita lebih suka beli jus jambu.
Tadi habis panen belimbing, silahkan mampir ke L22, kali ini belimbing berfungsi sebagai belimbing, jadi suguhan tamu yang tak harus beli.
4/8/12
Kebodohan Spasial
Pernah dengar multiple inteligence? sudah kan, bagus. Kalau belum, kemane aje lu selama ini.....
Di dalam teori multiple inteligence, ada satu kecerdasan, namanya kecerdasan ruang atau spasial. Dan di alam modern, kecerdasan inilah yang tidak dipunyai, makanya berubah jadi kebodohan spasial.
Ya, salah menempatkan diri, salah menempatkan kata-kata, salah menempatkan sudut pandang, itu to kebanyakan kasusnya orang modern?
Di dalam teori multiple inteligence, ada satu kecerdasan, namanya kecerdasan ruang atau spasial. Dan di alam modern, kecerdasan inilah yang tidak dipunyai, makanya berubah jadi kebodohan spasial.
Ya, salah menempatkan diri, salah menempatkan kata-kata, salah menempatkan sudut pandang, itu to kebanyakan kasusnya orang modern?
Mengobrol tentang "Tombol"
aduhai sekali rasanya semalam, ada di tengah-tengah onthelis yang sedang berkumpul dari berbagai penjuru di Indonesia. Aku menghitung jumlah sepeda tua yang diparkit di dalam sasana krida, indoor GOR Satria ada hampir 500 sepeda mungkin. Diiringi musik2 lembut dan lalu lalang orang2 yang masing-masing berkostum aneh. Aku, Mas Miko, Rini & Hilmy menggawangi stand pamer Banjoemas.com.
Kalau mau datang, hari ini masih ada stand itu. Betapa kalau lihat foto2 yang dipajang, kamu akan miris, melihat bangunan & suasana kota yang damai juga bersih dari sampah. Sekarang penuh baliho, atmosfir kapitalisme & untungnya kuantitas sampah masih tidak sebanyak kota lain.
Rini pulang gasik, Mas Miko masih mengobrol dengan para pengunjung. Dan Aku dan Hilmy layah leyeh di atas banner yang digelar oleh pengunjung. Diskusi kita berdua tadi malam sedari sore membahas tentang tombol.
Ya, mengupas fenomena demi fenomena dimana bila seorang wanita, sudah ketahuan tombolnya dan di klik oleh orang tombol itu, maka yang tadinya anggun, cool, jaiman sekalipun, bisa jadi berubah klepek-klepek, manja, aleman, dan seterusnya. Hahaha, kurang kerjaan banget yah bahas hal kayak gitu.
Tapi memang fenomena kayak gitu itu ada, banyak. Dan aku bilang semalam, aku masih takjub dengan fenomena seperti itu. Yah, fenomena "tombol".
Kalau mau datang, hari ini masih ada stand itu. Betapa kalau lihat foto2 yang dipajang, kamu akan miris, melihat bangunan & suasana kota yang damai juga bersih dari sampah. Sekarang penuh baliho, atmosfir kapitalisme & untungnya kuantitas sampah masih tidak sebanyak kota lain.
Rini pulang gasik, Mas Miko masih mengobrol dengan para pengunjung. Dan Aku dan Hilmy layah leyeh di atas banner yang digelar oleh pengunjung. Diskusi kita berdua tadi malam sedari sore membahas tentang tombol.
Ya, mengupas fenomena demi fenomena dimana bila seorang wanita, sudah ketahuan tombolnya dan di klik oleh orang tombol itu, maka yang tadinya anggun, cool, jaiman sekalipun, bisa jadi berubah klepek-klepek, manja, aleman, dan seterusnya. Hahaha, kurang kerjaan banget yah bahas hal kayak gitu.
Tapi memang fenomena kayak gitu itu ada, banyak. Dan aku bilang semalam, aku masih takjub dengan fenomena seperti itu. Yah, fenomena "tombol".
4/3/12
APR! 1 hari 1 anak tangga
Puas memaki2 pemerintah dengan ke-lada-lede-annya. Saatnya kembali beraksi.
Ini sudah APR! bulan keempat di tahun badai matahari. sudah munggah drajat belum level fikriah kita? Satu hari satu anak tangga. Ini tidak muluk-muluk, karena pengalamanku 3 bulan menggunakan time planner, aduh, rasanya sedikit sekali yang satu hari bisa dua pencapaian sekaligus.
Loh, mosok to mas? aku bisa kok, aku sehari ngurusin sekian berkas, sekian pelanggan. Iya iya iya, tapi akar tunggangnya tetep satu, kan?
Yah, kata Mario Teguh, kita sering sok sibuk, padahal sebetulnya sedang main "kuda goyang", mendal mendul maju mundur seolah-olah habis waktunya, jebul ya cuma jalan di tempat.
Jamil Azzaini punya istilahnya tersendiri, bahwa expert itu dicapai dengan 10.000 jam exercise. Lalu, kenapa banyak orang berpuluh2 ribu beraktivitas tidak menjadi expert? Karena aktivitas yang ia lakukan bukan aktivitas yang munggah, bukan anak tangga yang elevatif, cuma mainan kuda goyang belaka, cuma rutinitas yang diulang2, malas diilmui.
Ya, 30 anak tangga kenaikan derajat, itu sudah lebih dari cukup untuk bulan ini. Doakan ya, amin.
Ini sudah APR! bulan keempat di tahun badai matahari. sudah munggah drajat belum level fikriah kita? Satu hari satu anak tangga. Ini tidak muluk-muluk, karena pengalamanku 3 bulan menggunakan time planner, aduh, rasanya sedikit sekali yang satu hari bisa dua pencapaian sekaligus.
Loh, mosok to mas? aku bisa kok, aku sehari ngurusin sekian berkas, sekian pelanggan. Iya iya iya, tapi akar tunggangnya tetep satu, kan?
Yah, kata Mario Teguh, kita sering sok sibuk, padahal sebetulnya sedang main "kuda goyang", mendal mendul maju mundur seolah-olah habis waktunya, jebul ya cuma jalan di tempat.
Jamil Azzaini punya istilahnya tersendiri, bahwa expert itu dicapai dengan 10.000 jam exercise. Lalu, kenapa banyak orang berpuluh2 ribu beraktivitas tidak menjadi expert? Karena aktivitas yang ia lakukan bukan aktivitas yang munggah, bukan anak tangga yang elevatif, cuma mainan kuda goyang belaka, cuma rutinitas yang diulang2, malas diilmui.
Ya, 30 anak tangga kenaikan derajat, itu sudah lebih dari cukup untuk bulan ini. Doakan ya, amin.
Good Bye & Fuck You
Kemarin menarik nonton obrolannya Erros Jarot di TVRI. Kalau, pemerintah harusnya bersyukur, seandainya demonstran2 kemarin itu ditunggangi. Karena, kalau ditunggangi, kalau ada apa2, tinggal bilang sama yang menunggangi, massa beres deh.
Yang parah justru ketika masa memang tidak ditunggangi, massa berkumpul karena mereka sebagai rakyat sadar. Sadar sudah dibodohi oleh pemerintah yang notabenenya sudah dipercaya untuk memegang amanah.
Ya, membayangkan kalau rakyat sadar. Mereka tidak lagi mau ikut pemilu, golput 100%. Ketika pasar macam pasarwage diretribusii mereka berontak, bukan dengan mengamuk, tapi semua sepakat untuk pindah, cari lahan kosong dan bikin pusat perbelanjaan sendiri, mbangun bangunan sendiri, ngurus administrasi dan kebersihan pasar sendiri.
Dan seterusnya. Yakin kok, rakyat kita cukup cerdas, sabar dan tangguh. Kita semua bisa hidup tanpa pemerintah. Sok biarkan saja pemerintah korupsi, pemerintah jatuh menjatuhkan lawan politik, sepele mah seperti itu. Orang kita dirampoki emasnya saja setiap hari berapa kilo di freeport, kita sebagai rakyat masih bisa hidup bahagia kok.
Jadi, sekalipun pemerintah kita ikut2an amerika merampas kekayaan yang seharusnya milik rakyat, percayalah, tidak berkurang itu cara kita sebagai rakyat untuk hidup damai dan bahagia.
Selamat tinggal pemerintah! Embat itu uang-uang kita, sok bikin aja kebijakan seenaknya biar makin leluasa gole ngerampok, ribut2en sana di politik.
Yang parah justru ketika masa memang tidak ditunggangi, massa berkumpul karena mereka sebagai rakyat sadar. Sadar sudah dibodohi oleh pemerintah yang notabenenya sudah dipercaya untuk memegang amanah.
Ya, membayangkan kalau rakyat sadar. Mereka tidak lagi mau ikut pemilu, golput 100%. Ketika pasar macam pasarwage diretribusii mereka berontak, bukan dengan mengamuk, tapi semua sepakat untuk pindah, cari lahan kosong dan bikin pusat perbelanjaan sendiri, mbangun bangunan sendiri, ngurus administrasi dan kebersihan pasar sendiri.
Dan seterusnya. Yakin kok, rakyat kita cukup cerdas, sabar dan tangguh. Kita semua bisa hidup tanpa pemerintah. Sok biarkan saja pemerintah korupsi, pemerintah jatuh menjatuhkan lawan politik, sepele mah seperti itu. Orang kita dirampoki emasnya saja setiap hari berapa kilo di freeport, kita sebagai rakyat masih bisa hidup bahagia kok.
Jadi, sekalipun pemerintah kita ikut2an amerika merampas kekayaan yang seharusnya milik rakyat, percayalah, tidak berkurang itu cara kita sebagai rakyat untuk hidup damai dan bahagia.
Selamat tinggal pemerintah! Embat itu uang-uang kita, sok bikin aja kebijakan seenaknya biar makin leluasa gole ngerampok, ribut2en sana di politik.
Logika Zaman
Setiap zaman punya logikanya sendiri. Misalnya di jaman mempertahankan kemerdekaan, kalau ada anak muda kok nggak bergabung di kesatuan, ya namanya pace. Juga di zaman supermaterialistis dan ultrajahiliah saat ini, kalau lulus nggak punya pekerjaan tetap ya namanya tidak waras.
Logika-logika bertumpuk dari kesepakatan tanpa sadar anggota masyarakat. Siapa yang tidak bisa menarik benang substansi akan terjerat, tercekik, mati oleh logika-logika bentukan masyarakat di zaman itu. Bukan mati jasadnya, mati jatidirinya.
Termasuk logika BBM, aku benar-benar tidak habis pikir. Pejabat-pejabat itu heboh dengan argumentasi masing-masing, tidak kalah Presiden dengan pidato mbulet + bertele-telenya 31 Maret kemarin.
Lha wong simple kok. Kalau memang subsidi BBM tidak tepat sasaran, lebih dinikmati oleh orang kaya, gampang : naikkan pajak mobil dan motor 2-10 kali lipat. Kelebihan pajak itu dipakai untuk mensubsidi harga premium. Beres!!!
Jadi, bukan negara yang mensubsidi bahan bakar, tapi dia sendiri empunya mobil yang mensubsidi bahan bakarnya.
Ya jelas tidak menjadi gampang, menjadi tidak bisa dimasukkan logika kalau kebijakan ini diterapkan. Orang pejabat2 pembuat kebijakan kita hidungnya persis dibawah bokong perusahaan otomotif multinasional!
Iya, to?
Logika-logika bertumpuk dari kesepakatan tanpa sadar anggota masyarakat. Siapa yang tidak bisa menarik benang substansi akan terjerat, tercekik, mati oleh logika-logika bentukan masyarakat di zaman itu. Bukan mati jasadnya, mati jatidirinya.
Termasuk logika BBM, aku benar-benar tidak habis pikir. Pejabat-pejabat itu heboh dengan argumentasi masing-masing, tidak kalah Presiden dengan pidato mbulet + bertele-telenya 31 Maret kemarin.
Lha wong simple kok. Kalau memang subsidi BBM tidak tepat sasaran, lebih dinikmati oleh orang kaya, gampang : naikkan pajak mobil dan motor 2-10 kali lipat. Kelebihan pajak itu dipakai untuk mensubsidi harga premium. Beres!!!
Jadi, bukan negara yang mensubsidi bahan bakar, tapi dia sendiri empunya mobil yang mensubsidi bahan bakarnya.
Ya jelas tidak menjadi gampang, menjadi tidak bisa dimasukkan logika kalau kebijakan ini diterapkan. Orang pejabat2 pembuat kebijakan kita hidungnya persis dibawah bokong perusahaan otomotif multinasional!
Iya, to?
Perlu Blackberry?
Blackberry itu alat komunikasi. Perlu Blackberry? Bukan, belum tentu. Yang pasti perlu adalah meningkatkan intensitas komunikasi. Kalau untuk itu, kita ada hasrat, tanpa Blackberry pun tidak menjadi soal.
Tujuannya ikut maiyah kan ini. Agar enggak kebolak-balik lagi antara yang kulit dan yang esensi, antara krupuk dan nasi. Krupuk dipentingkan seperti nasi, nasi dikesampingkan seperti krupuk.
Capek-capek mengejar krupuk yang dikira nasi, eh tetep saja perut keroncongan.
*Barusan menang lelang BB. Aku jual aja ah...
Tujuannya ikut maiyah kan ini. Agar enggak kebolak-balik lagi antara yang kulit dan yang esensi, antara krupuk dan nasi. Krupuk dipentingkan seperti nasi, nasi dikesampingkan seperti krupuk.
Capek-capek mengejar krupuk yang dikira nasi, eh tetep saja perut keroncongan.
*Barusan menang lelang BB. Aku jual aja ah...
4/1/12
Doa Ibu
.Mat ultah y mg2 panj umur dpt barokh dimudahkan ja lan kesuksesan dan cpt ketemu jodoh.amin
1 April 1987-1 April 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)






































