8/6/12
Wonokromo's Song
Biarkanlah diri ini
Untuk mencoba mendekatimu
Mendekati indahnya dirimu
Dirimu yang hadir di mimpiku
Berikanlah aku waktu
Dan keadaan yang engkau mampu
Empat mata yang ku mau
Untuk katakan cinta padamu
Hati ini takkan bisa
Lebih lama tuk memendam rasa
#17 Ramadhan : Pengusaha v.s. Karyawan
Karyawan itu waktunya dibatasi oleh kontrak pekerjaan. Tapi batasan waktu atas kontraknya itu diganjar dengan sejumlah keuntungan yang diberi nama : gaji. Sedangkan pengusaha, waktunya tidak bisa ditukar uang begitu saja, tapi konsekuensinya dia bebas, tidak dibatasi oleh apapun waktunya.
Oleh karena itu, ketika karyawan pamer gajinya. Pengusaha pamer kebebasan waktunya. Nah, inilah inilah...stereotip yang keliru, bahwa kebanggaan seorang pengusaha adalah bebasnya, maka ketika dia tidak bebas, dia merasa rendah, "loh apa bedanya dong saya dengan karyawana kalau saya dibatasi?".
Kalau cara berpikirnya seperti itu, ya tidak ada keunggulan pengusaha atas karyawan. Sama saja kok. Syaraf-syaraf karyawan mati karena tidak diberi kesempatan untuk berkembang memenuhi rasa ingin tahunya yang terbatasi oleh beban dan waktu kerja. Syaraf-syaraf pengusaha juga mati karena semaunya sendiri, untuk rajin berat, untuk tetap berkualitas saat dibawah tekanan susah. Imbang.. dro...
Sebetulnya, ketika seorang pengusaha membatasi waktunya dan mengambil beban kerja layaknya karyawan, itu bukan menurunkan derajatnya. Justru dia sedang upgrade naik level. Kenapa? Ya, pengusaha seperti itulah yang selangkah lebih maju, dan biasanya sepersekian detik lebih cepat mencapai sukses. Karena sekalipun sama-sama waktunya dibatasi, hari-harinya diisi beban kerja, tetapi beda levelnya. Karena karyawan waktunya dibatasi, beban kerja dia terima akibat sistem perusahaan. Sedangkan pengusaha mengatur waktu dan beban kerjanya atas pilihannya sendiri.
Beda antara yang dipaksa dan yang memilih batas sendiri.
#16 Ramadhan : Jomblo lebih Perwira
Dosa orang pacaran sesungguhnya bukan cuma berapa kali si tangan menggerayangi tubuh pasangannya. Ada dosa sosial dalam pacaran yang sebetulnya itu lebih berat timbangannya : Yakni melahirkan pemikiran permisif, bahwa berpasang-pasangan itu biasa, malah yang lebih parah adalah statement non-lisan "yang enggak pacaran, enggak laku".
Akibatnya banyak anak muda resah dengan kondisi itu, akibat lihat orang pacaran. Wah, daripada dianggap tidak laku, mending cari pacar nih. Harga diri gitu...masak dianggap tidak laku. Akhirnya dipacarinlah kambing dibedakin atau bebek direbonding atau apapun juga lah, suka enggak suka sama si pasangan yang penting enggak sendirian. Dan fenomena itu berujung pada banyaknya data statistik pacaran yang tidak mengarah ke pernikahan : pacaran sebagai status sosial masakini.
Maka lebih perwira yang jomblo, yang tidak mau menggadaikan hatinya hanya demi prestise bahwa dirinya laku, demi agar dirinya tidak kesepian saat pergi ke fotokopian, demi punya teman untuk diajak kondangan. Hatinya hanya diberikan kepada seseorang yang benar-benar cocok dan ia terima, yang seperti RAM harus menunggu "klik" dulu baru bisa berjalan.
#15 Ramadhan : Nge-Leak
Apa si beratnya puasa menahan makan dan minum. Untung ajarannya seperti itu, coba ajarannya adalah misalnya puasa itu adalah makan dan minum tidak boleh berhenti dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Nah lo, ini baru berat.
Sebetulnya ibadah itu ringan. Menjadi berat, karena kita tidak mempelajari secara detail apa yang membuatnya berat. Yang berat dari puasa, dari sholat, dari baca Quran adalah ikhlas. Ketika seseorang sedang pada frekuensi khusyuk, ringan saja itu ibadah, karena ikhlas ada di frekuensi itu. Tapi coba orang yang baru selesai maksiat, waduh jangankan taraweh, sholat 2 rakaat saja beraat....
Dalam sebuah perjalanan wajar ada gangguan, komputer nge-leak, pesawat turbulance, truk masuk jalan berlubang. Contoh kasus, Lagi puasa senin-kamis lancar-lancar, ditengah jalan eh maksiat, trus putus deh ritme puasa. lalu, berat mau mulai lagi. Lagi jadwal baca quran bagus-bagus, eh putus di tengah jalan, berat mau mulai lagi.
Kenapa bisa berat? Karena kita tidak ikhlas, menerima bahwa, manusia ya tempatnya salah. Pepatah bijak mengatakan "orang yang tidak pernah berbuat salah jangan-jangan tidak pernah berbuat apa-apa.",
Bahkan wiridan kita setiap habis sholat adalah "Subhanallah 33x"... Ya, Yang Maha Suci hanya Allah saja, manusia tidak bisa luput dari hal-hal yang membuatnya tidak suci, yakni kesalahan. Disinilah kita harus tepat menempatkan rasa bersalah. Rasa bersalah bagus dihadirkan saat bermuhasabah, jangan rasa bersalah dibawa-bawa saat mau memulai tindakan baik.
#14 Ramadhan : Sholat tidak Perlu Dimeditasi-meditasikan
Para ilmuwan meneliti tentang sholat, bahwa orang yang sholatnya benar, akan mendapatkan efek meditasi. Lalu, apakah dengan itu berarti sholat adalah meditasi? Bukan. Meditasi ya meditasi. Sholat ya sholat. Namun, karena kehebatan dampak sholat terhadap semua organ tubuh dan jiwa kita, membuat orang kalau sudah sholat, meditasi menjadi tidak perlu lagi.
Rukun sholat ada 13, diantara rukun itu ada beberapa tuma'ninah. Tuma'ninah mengkondisikan pikiran dan jiwa kita untuk tenang hingga akhirnya mencapai trans, sebuah kondisi yang dicari oleh orang dengan bermeditasi. Di dalam tata cara sholat ada gerakan-gerakan yang begitu teratur, misalnya ruku, punggung harus sampai lurus. Memang kenapa kalau tidak lurus? Pada saat kondisi punggung lurus, pengaruh ke sistem syaraf dalam tubuh kita berbeda dengan kondisi pada saat punggung tidak lurus, yang berujung kondisi trans tidak tercapai.
Itu sedikit gambaran saja, bahwa gerakan sholat merupakan sebuah rancangan agung, yang kalau itu dipenuhi, secara otomatis tubuh akan mengkondisikan pikiran dan jiwa menjadi hening dan akhirnya trans. Dan pada kondisi inilah doa begitu mudah ditransmisikan.
Jadi, sholat tidak usah dimeditasi-meditasikan, tidak perlu ada manipulasi pikiran, tidak perlu ada pengkondisian jiwa, yang perlu hanya menjalankan gerakan sebaik-baiknya. Sudah otomatis kaifiyat efek-efek meditatif kita dapatkan kok dengan itu. Kalau kita memanipulasi pikiran saat sholat, malah jadi tidak pasrah, jadi sia-sia deh sholatnya, celaka deh..
Muda-Mudi Ngabuburit
Waduk sempor jadi pilihan tepat buat ngabuburit bareng pacar. Biar hubungan mangkin barokah...
nanti disana bisa sambil baca Quran bersama, sholawatan, makan mendoan, minum cendol sambil menunggu bedug maghrib tiba...
8/4/12
8/2/12
#13 Ramadhan : Keyakinan Mahal Nilainya
Ustadz Yusuf Mansur tidak bosan-bosan dari jaman 7 tahun yang lalu berpesan tentang keyakinan. Kosongkan dompet, sedekahkan, lalu haqqul yakin dan perhatikan apa yang terjadi.
Eh kemawin ketemu Pak Gono, ketua kelompok tani terbaik di Jateng tahun kemarin. Dialog panjang lebar di rumah beliau di Karanggintung sana, dari A sampai Z, termasuk kisah haqqul yakin beliau saat menyiapkan kandang dan lahan sekian hektar untuk menumbuhkan rumput, dalam rangka mengajukan proposal hibah sapi senilai sepertiga miliar.
Harus trukoh dulu, itu kunci sukses bisnis. Apa itu trukoh? Istilah lainnya harus swadaya dulu. Seperti kisah Pak Gono mengeluarkan modal membeli lahan dan membangun kandang yang semuanya habis belasan juta, padahal belum pasti itu hibah turun ke beliau.
Begitupun dalam bisnis. Harus berani keluar uang dulu untuk modali produksi, walaupun belum ada yang beli. Atau sebaliknya, harus modali dulu untuk memasarkan, walaupun produk belum sepenuhnya siap. Ya, harus berani seperti itu, karena tidak bisa bisnis langsung lengkap. Tidak bisa semua sumber daya komplit dulu baru kita gerak, walhasil keduluan orang, walhasil ketinggalan moment, walhasil ya tidak menjadi kasil apa-apa.
Lalu, apa pentingnya si kita trukoh, kita swadaya seperti itu. Dan kenapa orang yang berani melakukan itu yang akhirnya menuai sukses. Tidak lain adalah karena orang yang mau trukoh, mau swadaya, adalah orang yang sudah membuktikan keyakinannya bukan cuma dalam wirid lisan dan lintasan hati, tapi betul-betul dalam tindakan nyata : haqqul yakin.
Yang kamu butuhkan bukan modal, yang kamu butuhkan bukan pembeli, yang kamu butuhkan bukan mesin saat ini. Yang kamu butuhkan adalah sesuatu yang bisa mengungkit keyakinanmu, sehingga bisa sampai level haqqul yakin.
Itulah betapa mahalnya keyakinan sampai-sampai jadi prasyarat ujian yang tidak bisa tidak harus dilewati. Ya sudah, yakin2in aja kalau belum yakin, daripada jalan ditempat. Mending Merem aja dah...
Eh kemawin ketemu Pak Gono, ketua kelompok tani terbaik di Jateng tahun kemarin. Dialog panjang lebar di rumah beliau di Karanggintung sana, dari A sampai Z, termasuk kisah haqqul yakin beliau saat menyiapkan kandang dan lahan sekian hektar untuk menumbuhkan rumput, dalam rangka mengajukan proposal hibah sapi senilai sepertiga miliar.
Harus trukoh dulu, itu kunci sukses bisnis. Apa itu trukoh? Istilah lainnya harus swadaya dulu. Seperti kisah Pak Gono mengeluarkan modal membeli lahan dan membangun kandang yang semuanya habis belasan juta, padahal belum pasti itu hibah turun ke beliau.
Begitupun dalam bisnis. Harus berani keluar uang dulu untuk modali produksi, walaupun belum ada yang beli. Atau sebaliknya, harus modali dulu untuk memasarkan, walaupun produk belum sepenuhnya siap. Ya, harus berani seperti itu, karena tidak bisa bisnis langsung lengkap. Tidak bisa semua sumber daya komplit dulu baru kita gerak, walhasil keduluan orang, walhasil ketinggalan moment, walhasil ya tidak menjadi kasil apa-apa.
Lalu, apa pentingnya si kita trukoh, kita swadaya seperti itu. Dan kenapa orang yang berani melakukan itu yang akhirnya menuai sukses. Tidak lain adalah karena orang yang mau trukoh, mau swadaya, adalah orang yang sudah membuktikan keyakinannya bukan cuma dalam wirid lisan dan lintasan hati, tapi betul-betul dalam tindakan nyata : haqqul yakin.
Yang kamu butuhkan bukan modal, yang kamu butuhkan bukan pembeli, yang kamu butuhkan bukan mesin saat ini. Yang kamu butuhkan adalah sesuatu yang bisa mengungkit keyakinanmu, sehingga bisa sampai level haqqul yakin.
Itulah betapa mahalnya keyakinan sampai-sampai jadi prasyarat ujian yang tidak bisa tidak harus dilewati. Ya sudah, yakin2in aja kalau belum yakin, daripada jalan ditempat. Mending Merem aja dah...
#12 Ramadhan : bergaul lintas zaman
Kita memang dituntut untuk memiliki pergaulan yang luas. Teman jangan cuma sedikit. Kawan jangan cuma sezaman. Hah?maksudnya?Apa kita disuruh bermain klenik dengan mencoba konek dengan para leluhur dan arwah-arwah yang lahir di zaman sebelum kita?
Ada jin yang bisa menampakkan diri dihadapan manusia, tapi ada jin yang tidak bisa. Begitu juga, ada manusia yang bisa mengakses dunia lain, ada juga manusia yang tidak. Nah, kalau memang kita tidak termasuk manusia yang bisa mengakses dunia lain, maka ya pakai tools yang rasional saja untuk menjalin pergaulan lintas zaman.
Sederhana kok, misalnya dengan mendatangi makam wali. Lalu, kita bermeditasi disana? Bukan, bukan. Ada cara yang rasional kok kalau kita tidak menguasai dunia energi dan getaran. Yakni dengan mendatangi juru kunci. Lalu, minta mantra begitu? Bukan, bukan. Cukup minta cerita, minta buku, minta dikenalkan dengan keluarga penerus untuk dapat memperoleh penggambaran tentang bagaimana kehidupan wali tersebut, apa kelebihannya, bagaimana sikap-sikapnya semasa hidup dan seterusnya.
Juga bisa bergaul lintas zaman dengan mengunjungi perpustakaan, membaca buku sejarah, mencermati dan merefleksikannya untuk kehidupan kita. Juga bisa dengan mendatangi museum. Dan seterusnya.
Memang, apa pentingnya semua itu si? Pentingnya adalah agar kita tidak terpenjara zaman. Seandainya saja pergaulan kita terbatas pada orang-orang yang se-zaman, maka ketika kita hidup di zaman yang semuanya jadi pengusaha, maka kita akan sulit jadi pekerja. Misalnya kita hidup di zaman yang agamawan lebih dihormati dari ilmuwan, mungkin kita jadi tidak tertarik mengembangkan ilmu pengetahuan. Misal kita hidup di zaman yang semua cewe pakai celana pendek 40 cm di atas lutut, maka kita risih dengan baju lebar dan kerudung besar. Dan seterusnya. Misal kita terbiasa melihat orang mencari informasi begitu mudah dengan google, kita jadi males study pustaka mendalam.
Tapi kalau kita memiliki teman di banyak zaman, kita jadi punya cermin, punya pembanding, tidak sempit. Karena kalau sempit, ya itu tadi, jadi terpenjara deh.
8/1/12
Vertikal Akses
Kenapa seseorang atau suatu komunitas miskin? Kemiskinan terjadi karena tersumbatnya akses. Ada akses teknologi, akses modal, akses pasar. Ada akses pendampingan, akses kolaborasi dan akses pengembangan. Ada akses vertikal, akses horizontal dan akses diagonal.
Terlalu luas membahas ini sebetulnya. Sepotong dulu saja disini ya, ibarat seporsi soto, ya ini kecambahnya dulu yang kita bahas. Akses horizontal sudah aku bangun sedemikian rupa, sampai gubuk yang lebih mirip kandang ayam yang dikenal orang sebagai L22 masih bertahan sampai hari ini. Ya, akses horizontal adalah mastermind. Aku, Hilmy dan anak-anak L22 adalah mastermind. Satu visi, satu etos, satu aktivitas.
Akses horizontal saja tidak cukup untuk mencapai keberhasilan dalam waktu cepat. Cepat itu maksudnya adalah satu generasi, tidak harus seperti Djarum atau Sampoerna yang bergenerasi-generasi untuk besar. Yang diperlukan berikutnya adalah akses vertikal.
Apa itu akses vertikal? Contoh kasus adalah pengusaha sukses dari Sumut, Rahmat Syah namanya, dia mengusahakan akses vertikal ke Surya Paloh. Kemudian Sandiaga Uno saat masih ider proposal, dia mengakses figur vertikal Dahlan Iskan.
Atau juga billgates yang mengakses IBM waktu itu. Yah, selama kita belum dilirik oleh figur2 besar yang sudah seatle berdiri vertikal di atas kita, kita masih perlu mempertanyakan apakah yang sedang kita kerjakan ini bermutu atau tidak. Karena itulah akses vertikal penting.
Namun bayangkan, ketika kita bisa memperkenalkan project atau aktivitas atau misi kita kepada tokoh tertentu, dan dia tertarik. Apa yang terjadi?
Pertama : kita mendapati informasi bahwa project kita memang bagus
Kedua : kita bisa mendapatkan support untuk percepatan keberhasilan kita
Kalau tidak ada tokoh besar yang tertarik? bisa jadi, kita salah mengkomunikasikan. Atau, kita kepedean project kita bagus, padahal sebetulnya project yang tidak menjanjikan.
Kira-kira begitu.
Lalu, apakah akses diagonal? Ouh, itu nanti, bukan buat bulan ini, tunggu kita lincah bermain di pasar dulu yak.
#11 Ramadhan : Tidak Bisa Masak dan Alasannya
Istri yang baik, pasti pandai memasak. Ada yang setuju, ada yang tidak. Lalu, seorang perempuan menyanggah "kamu cari istri, apa cari tukang masak?". Eits, tunggu dulu, apa mempersyaratkan seseorang pandai memasak itu artinya akan mengeksploitasi orang itu untuk jadi tukang masak di keluarga?
Yah, yang terpenting dari pernyataan itu bukanlah dia akan mau disuruh masak tiap hari atau tidak. Atau masakannya enak atau tidak. Tapi yang sebenarnya penting dari pernyataan itu adalah alasan dibalik ketidakbisaan seorang perempuan kok sampai tidak bisa memasak.
"Apa yang membuatmu tidak bisa memasak?", ini beberapa kemungkinan jawabannya :
1. Aku tidak bisa memasak karena Ibuku dan semua orang dirumahku tidak ada yang bisa memasak, kita biasa membeli yang siap saji
2. Aku rajin membaca buku, mengerjakan PR dan tugas-tugas sedari kecil, sibuk sekali dengan buku dan tugas-tugas sampai aku tak pernah sempat ke dapur
3. Aku tidak suka kotor-kotor, bahan masakan, wajan, minyak goreng, aduh, jauh-jauh deh..
4. Aku tak pernah membantu ibuku memasak, aku cuma membantu mengepel dan mencuci baju saja
5. Aku tak pernah membantu ibu blasss...tiap ibu masak aku nonton TV..
6. Aku sering membantu ibu memasak, tapi memasak memang butuh keahlian khusus, kecerdasanku tidak mampu untuk menguasai keahlian yang dikuasai ibu : memasak
7. Aku bisa masak, tapi males
8. dll ...
Bisa terbaca kan, bagaimana karakter seorang perempuan, ketika kita tahu alasan dia tidak bisa memasak.
Jadi, kalau ada seorang laki-laki menanyakan kebisaan memasakmu, jangan buru-buru men-justice dia akan mengeksploitasi waktu dan tenagamu untuk selalu memasak ketika jadi suamimu ya. Cuma ingin mengenalmu, mengenal karaktermu, seputar adabmu terhadap ibumu, adabmu terhadap isi dan pekerjaan di dalam rumahmu, dan pemahamanmu tentang skala prioritas pekerjaan.
Hm, adakah alasan tidak bisa memasak yang lain, yang lebih bagus tentang seorang perempuan dengan ketidakbisaan memasaknya? Kalau ada, boleh ditulis di kolom komentar ya..
Yah, yang terpenting dari pernyataan itu bukanlah dia akan mau disuruh masak tiap hari atau tidak. Atau masakannya enak atau tidak. Tapi yang sebenarnya penting dari pernyataan itu adalah alasan dibalik ketidakbisaan seorang perempuan kok sampai tidak bisa memasak.
"Apa yang membuatmu tidak bisa memasak?", ini beberapa kemungkinan jawabannya :
1. Aku tidak bisa memasak karena Ibuku dan semua orang dirumahku tidak ada yang bisa memasak, kita biasa membeli yang siap saji
2. Aku rajin membaca buku, mengerjakan PR dan tugas-tugas sedari kecil, sibuk sekali dengan buku dan tugas-tugas sampai aku tak pernah sempat ke dapur
3. Aku tidak suka kotor-kotor, bahan masakan, wajan, minyak goreng, aduh, jauh-jauh deh..
4. Aku tak pernah membantu ibuku memasak, aku cuma membantu mengepel dan mencuci baju saja
5. Aku tak pernah membantu ibu blasss...tiap ibu masak aku nonton TV..
6. Aku sering membantu ibu memasak, tapi memasak memang butuh keahlian khusus, kecerdasanku tidak mampu untuk menguasai keahlian yang dikuasai ibu : memasak
7. Aku bisa masak, tapi males
8. dll ...
Bisa terbaca kan, bagaimana karakter seorang perempuan, ketika kita tahu alasan dia tidak bisa memasak.
Jadi, kalau ada seorang laki-laki menanyakan kebisaan memasakmu, jangan buru-buru men-justice dia akan mengeksploitasi waktu dan tenagamu untuk selalu memasak ketika jadi suamimu ya. Cuma ingin mengenalmu, mengenal karaktermu, seputar adabmu terhadap ibumu, adabmu terhadap isi dan pekerjaan di dalam rumahmu, dan pemahamanmu tentang skala prioritas pekerjaan.
Hm, adakah alasan tidak bisa memasak yang lain, yang lebih bagus tentang seorang perempuan dengan ketidakbisaan memasaknya? Kalau ada, boleh ditulis di kolom komentar ya..
#10 Ramadhan : Festival Sholat Malam
Manusia senang dengan kemeriahan, senang dengan kebersamaan, senang dengan festival-festival. Kalau ada festival yang diselenggarakan oleh EO atau oleh pemerintah di pusat kota, biasanya rame. Seperti festival dugderan yang setiap tahun membuat macet kawasan Johar, Semarang.
Allah SWT sangat tahu menyenangkannya festival bagi manusia. Oleh karenanya, Dia adakan satu bulan penuh, setahun sekali sebuah bulan yang begitu meriah, bulan Ramadhan namanya. Bulan ini begitu meriah, kalau di mall ada banjir diskon dengan berbagai bonus hadiah, di Ramadhan ada banjir pahala dengan bonus berlipat-lipat. Pahala ibadah sunnah senilai wajib, pahala 1 huruf membaca Quran dilipatkan 10, dan seterusnya.
Saking senangnya manusia, bahkan sampai amalan yang begitu berat dilaksanakan di bulan-bulan biasa, di bulan Ramadhan ini begitu antusias dijalankan. Apa amalan itu? Amalan itu adalah Qiyamul Lail atau sholat malam. Di bulan-bulan biasa, berapa persen umat Islam coba orang yang bangun untuk sholat malam? Tapi, di bulan Ramadhan, bahkan dibanding jamaah sholat maghrib yang hukumnya wajib, masih lebih sedikit diikuti ketimbang jumlah jamaah sholat taraweh.
Taraweh sejatinya hanyalah sholat malam, tapi ke-Maha Cerdas-an Allah membuatnya tidak terasa berat, justru menyenangkan. Semoga, karena kita tidak pernah putus sholat taraweh, itu bisa mengaktivasi otomatic-system di otak kita untuk tetap kontinyu bangun malam, sholat malam, setelah bulan festival selesai.
Allah SWT sangat tahu menyenangkannya festival bagi manusia. Oleh karenanya, Dia adakan satu bulan penuh, setahun sekali sebuah bulan yang begitu meriah, bulan Ramadhan namanya. Bulan ini begitu meriah, kalau di mall ada banjir diskon dengan berbagai bonus hadiah, di Ramadhan ada banjir pahala dengan bonus berlipat-lipat. Pahala ibadah sunnah senilai wajib, pahala 1 huruf membaca Quran dilipatkan 10, dan seterusnya.
Saking senangnya manusia, bahkan sampai amalan yang begitu berat dilaksanakan di bulan-bulan biasa, di bulan Ramadhan ini begitu antusias dijalankan. Apa amalan itu? Amalan itu adalah Qiyamul Lail atau sholat malam. Di bulan-bulan biasa, berapa persen umat Islam coba orang yang bangun untuk sholat malam? Tapi, di bulan Ramadhan, bahkan dibanding jamaah sholat maghrib yang hukumnya wajib, masih lebih sedikit diikuti ketimbang jumlah jamaah sholat taraweh.
Taraweh sejatinya hanyalah sholat malam, tapi ke-Maha Cerdas-an Allah membuatnya tidak terasa berat, justru menyenangkan. Semoga, karena kita tidak pernah putus sholat taraweh, itu bisa mengaktivasi otomatic-system di otak kita untuk tetap kontinyu bangun malam, sholat malam, setelah bulan festival selesai.
7/30/12
#9 Ramadhan : Soal Nasab
Nasab atau garis keturunan menjadi satu yang dihimbau dijadikan pertimbangan, selain kecantikannya, hartanya dan agamanya. Berapa banyak darikita yang dalam hal jodoh hanya berhenti di urusan orang tua sana setuju, orang tua sini setuju, then oke. Atau merasa nyambung, sevisi, lalu cocok. Lebih simpel lagi yang menganut faham 'yang penting sama-sama cinta'.
Ada cerita nyata tentang kakak beradik 3 bersaudara, si kakak pergaulannya enggak beres, adiknya, lebih tidak beres lagi, adiknya lagi baru agak lumayan. Sudah dinasehati berulangkali hingga dipesantrenkan masih saja tidak berubah, malah lebih parah. Padahal perhatian orang tua tidak kurang, nutrisi makanan juga mencukupi.
Lalu, apa yang menjadi penyebab semua itu? Selidik punya selidik, dulu ayah mereka sebelum pensiun, kerja di sebuah instansi pemerintah, dimana ia menjadi salah satu orang yang menerima uang bayaran suap dari masyarakat yang mengurus berkas-berkas di kantor itu, kalau tidak ada uang suap itu berkas lama jadinya, makanya suap jadi budaya, agar cepat kelar urusan. Walhasil mengalir deraslah penghasilan si ayah itu.
Nah, mungkin enak-enak saja itu uang dibelanjakan, termasuk untuk belanja kebutuhan keluarga, dimana anak-anaknya juga ikut menerima. Tidak terpikir saat itu, bahwa itu sedang memasukkan zat tidak beres ke darah dan daging anak-anaknya. Dan tidak terpikir kalau zat tidak beres itu sudah menyatu sedemikian rupa, kita sendiri yang berdecak keheranan, habis pikir, tidak menemukan cara memperbaiki kelakuan buruk anak-anak.
Nah, nasab penting salah satunya karena ini. Beres tidak orang tuanya memberikan asupan rejeki dan nutrisi? Kemudian beres tidak kakeknya menurunkan zat kedalam darah dan daging ayah-ibunya, semakin selidik jauh ke atas, semakin baik.
#8 Ramadhan : Menggeser Kiblat
Sajadah dimiring-miringkan, garis shaf lama dihapus, dibikin garis shaf baru. Begitulah kiblat sudah seharusnya digeser, itu kalau menurut perhitungan matematis kedudukan kita di sini terhadap azimut ka'bah di Saudi sana.
Namun ternyata memiringkan sajadah dan mencocokkan derajat arah kiblat dengan arah yang baru sesuai pengumuman Kemenag saja tidak cukup, itu baru secara kuantitatif. Secara kualitatif, kiblat hidup kita juga sudah sedari lama harus digeser.
Digeser darimana? Digeser dari Jakarta. Lihat sekarang, betapa arah kehidupan kita dijakarta-jakartakan sedemikian rupa. Orang hidup harus sekolah, selesai sekolah harus kerja berangkat pagi pulang malam. Akibat orientasinya seperti itu, ladang tidak tergarap, potensi lokal terbengkalai.
Kota belum maju kalau belum ada mallnya, hotel bertingkatnya dan taman kotanya. Akibatnya enggak peduli melanggar tata kota ataupun tidak, merusak cagar budaya ataupun tidak, mengusik kearifan lokal atau tidak mal didirikan, hotel bertingkat diberi ijin, taman kota diberi ijin.
Secara individu, mayoritas orang mengidolakan artis di TV, tidak peduli bagaimana latar belakang kehidupan si artis, asal dia cantik, ganteng, pinter nyanyi, ketika tampil pasti dielu-elukan didayu-dayukan. Padahal, bagaimana kehidupan mereka secara umum, bagaimana mereka memiliki gaya hidup di apartemen yang begitu permisif, bagaimana mereka bergaul dengan begitu bebas, sampai-sampai ada artis bekas video pornonya tersebar keseantero negeri setelah beberapa tahun eh diterima lagi di TV dan diidolakan lagi. Bagaimana itu bisa terjadi? Ya karena si artis tidak malu, karena memang yang lebih parah dari dia dan enggak ketahuan lebih banyak.
Lalu, kalau Jakarta dan semua hal yang kejakarta-jakartaan tidak pantas dijadikan kiblat, harus digeser kemana kiblatnya? Ke Papua? Ke Palangkaraya? Ke Jogja? Atau ke Aceh? Berkiblat ke kearifan lokal masing-masing saja, setiap bagian di negeri ini punya kok nilai-nilai luhur yang paling sesuai dengan paradigma sosial kita, yang tiap-tiap daerah berbeda.
7/28/12
#7 Ramadhan : Kemampuan menakjubkan manusia
Manusia mempunyai sebuah kemampuan menakjubkan, yakni : adaptasi. Sebuah kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi 'disini' dan 'sekarang' nya manusia. Oleh karenanya, sebetulnya tidak ada orang yang perlu takut dengan datangnya perubahan. Baik perubahan yang dibuat orang lain, ataupun perubahan yang dia buat sendiri.
Orang yang berpindah kota misalnya, di hari-hari pertama mungkin aneh, tapi selang berapa waktu, keanehan itu akan membiasa. Karena adaptasinya sudah berhasil. Begitupun, orang yang berubah pekerjaan/aktivitas, tidak usah dibayang-bayangkan susahnya, diawal-awal bisa jadi susah itu beneran menghampiri, tapi cepat atau lambat semua kesusahan itu akan membiasa kok.
Begitupun dengan orang yang berpindah bahasa, ke bahasa yang sama sekali baru misalnya, tenang saja, pasti bisa adaptasi kok. Begitupun dengan orang yang berpindah status, dari lajang jadi menikah. Tidak usah dibayang-bayangkan ngerinya, nanti setelah malam ke-21 pernikahan semua kengerian itu akan membiasa kok.
Tidak ada yang perlu ditakutkan dengan masa depan, karena Allah lengkapi untuk instrumen perjalanan kita fitur menakjubkan : adaptasi. Namun begitu, selain sebagai fitur pelengkap, adaptasi bisa jadi sisi lemah kita. Kapan itu terjadi? Yakni, ketika kita sudah beradaptasi dengan keadaan baru, dan lupa keadaan kita sebelumnya, kita tidak eling, dan kemudian berbuat melampaui batas.
Gejalanya sederhana kok, misalnya yang sudah menikah, eh tidak lagi mau buka puasa sama teman2 lajangnya, maunya sama pasangannya. Yang sudah bekerja mapan, ogah, tidak mementingkan berangkat reuni smp/sma. Berhasil beradaptasi dengan keadaan baru, tapi lupa dengan masa lalu... yang lebih parah, lupa dengan asal-usul.
#6 Ramadhan : Tuhan itu NU apa Muhammadiyah yah?
Tahun ini 1 ramadhan terbagi dalam tiga kelompok besar, ada yang sama dengan ketetapan menteri Agama, NU salah satunya. Ada yang sehari mendahului, yakni Muhammadiyah. Dan golongan yang ketiga adalah yang beda dengan NU dan Muhammadiyah.
Kalau 1 Ramadhannya berbeda, lalu, bagaimana dengan malam Lailatul Qodr-nya ya? Lailatul Qodr menurut riwayat jatuh pada malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadhan, atau orang jawa menyebutnya sebagai 'malem likuran'.
Nah, tahun ini, malam Lailatul Qodr akan jatuh pada malam ganjilnya NU, apa malam ganjilnya Muhammadiyah yah? Wah, kita tidak bisa spekulasi tentunya, karena rumusan penentuan malam Lailatul Qodr tidak bisa diteropong, atau dihitung secara astronomis untuk menentukan kapan jatuhnya.
Untuk amannya, ya sudah 10 hari di full aja munajatnya, jangan dipilih-pilih malam ganjil saja. Nanti kalau ikutnya patokan ganjil NU, ternyata Allah ikutnya kalender Muhammadiyah bagaimana? Nah, kalau ikutnya patokan ganjil Muhammadiyah, ternyata Allah patokannya kalender NU bagaimana?
7/26/12
#5 Ramadhan : Akibat Text-Minded
Masih ingat dengan lagu yang sering dinyanyikan jaman kita kanak-kanak berikut ini?
Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Romo menyang Solo
Leh-Olehe payung motho
Pak jenthir lolo lobah
Wong mati ora obah
Yen obah medeni bocah
Yen urip nggolet duit
Ini adalah lagu nasehat jawa yang syarat makna, satu saja dulu maknanya, sluku-sluku bathok, itu ada yang memaknai bahwa bathok (kepala, pikiran) kita itu harus ada istirahatnya, agar tidak aus. Cara istirahatnya bagaimana? Dengan ela-elo, yakni dzikir Laaillahailallah. dan seterusnya.
Nah, sayangnya kita kadung sedari kecil, bahkan malah mungkin sedari belum lahir, sudah diajarkan untuk menjadi manusia tekstual, walhasil kita salah memaknai nasehat di bait terakhir dari lagu yang didayu-dayukan kepada kita sedari masih dalam gendongan sampai kita masuk SD kelas 1 itu.
Bait terakhir itu bunyinya : "Yen urip nggolet duit", akhirnya misi utama hidup ya cari uang beneran. Ada yang pergi jauh pisahan dengan keluarga seumur hidup, karena urusan penghidupan mereka. Ada yang hidupnya terpaksa absen setiap hari dengan mengeluh "aku malas, malas, malas, dan seterusnya". Ada yang merasa kehidupannya baru dimulai nanti, menunggu pensiun dulu.
Padahal text "yen urip nggolet duit" maknanya adalah "saat hidup saatnya makaryo (berkarya)".
Begitulah, ketika kita tidak bisa menyelamdalami sebuah kata hingga ke kedalaman maknanya, hanya sebatas text-nya saja, lagu nasehat yang begitu bijaksana bisa berubah menjadi pesan ajakan untuk menjadi materialis sejati.
Berapa persen orang mendaftar polisi karena ingin makaryo dibanding yang ingin gaji besar? Berapa persen orang menjadi anggota dewan karena ingin makaryo dibanding yang ingin penghasilan besar?
Berapa persen orang yang resah masih menganggur dan ingin segera makaryo dibanding yang resah menganggur dan ingin segera dapat uang?
Sluku-sluku bathok
Bathoke ela-elo
Si Romo menyang Solo
Leh-Olehe payung motho
Pak jenthir lolo lobah
Wong mati ora obah
Yen obah medeni bocah
Yen urip nggolet duit
Ini adalah lagu nasehat jawa yang syarat makna, satu saja dulu maknanya, sluku-sluku bathok, itu ada yang memaknai bahwa bathok (kepala, pikiran) kita itu harus ada istirahatnya, agar tidak aus. Cara istirahatnya bagaimana? Dengan ela-elo, yakni dzikir Laaillahailallah. dan seterusnya.
Nah, sayangnya kita kadung sedari kecil, bahkan malah mungkin sedari belum lahir, sudah diajarkan untuk menjadi manusia tekstual, walhasil kita salah memaknai nasehat di bait terakhir dari lagu yang didayu-dayukan kepada kita sedari masih dalam gendongan sampai kita masuk SD kelas 1 itu.
Bait terakhir itu bunyinya : "Yen urip nggolet duit", akhirnya misi utama hidup ya cari uang beneran. Ada yang pergi jauh pisahan dengan keluarga seumur hidup, karena urusan penghidupan mereka. Ada yang hidupnya terpaksa absen setiap hari dengan mengeluh "aku malas, malas, malas, dan seterusnya". Ada yang merasa kehidupannya baru dimulai nanti, menunggu pensiun dulu.
Padahal text "yen urip nggolet duit" maknanya adalah "saat hidup saatnya makaryo (berkarya)".
Begitulah, ketika kita tidak bisa menyelamdalami sebuah kata hingga ke kedalaman maknanya, hanya sebatas text-nya saja, lagu nasehat yang begitu bijaksana bisa berubah menjadi pesan ajakan untuk menjadi materialis sejati.
Berapa persen orang mendaftar polisi karena ingin makaryo dibanding yang ingin gaji besar? Berapa persen orang menjadi anggota dewan karena ingin makaryo dibanding yang ingin penghasilan besar?
Berapa persen orang yang resah masih menganggur dan ingin segera makaryo dibanding yang resah menganggur dan ingin segera dapat uang?
7/25/12
#4 Ramadhan : Pembelajaran Motorik
Kata Cak Nun di forum Kenduri Cinta, pendidikan yang pertama-tama diajarkan kepada anak-anak kita adalah motorik, yang kedua kemudian disiplin atau menahan diri.
Motorik itu berkait dengan alat gerak dalam tubuh kita. Jadi, ingat pendidikan yang diajarkan Nabi SAW : berkuda, memanah dan berenang.
Bukan, berkuda, memanah dan membaca. Atau bukan berkuda, menulis dan menghafal. Atau bukan juga Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Matematika.
Berkuda itu berhubungan dengan tangan dan kaki, memanah itu dengan kepala dan tangan, berenang itu melibatkan semua organ tubuh. Maka pendidikan modern sudah salah kaprah. Bukan hanya yang disekolahan, tapi juga dirumah.
Anak jaman dulu, sedari kecil sudah dibiasakan untuk tumandang, ngiris bawang-brambang, nggoreng sega, asah-asah, nyapu latar, dst, itu semua terkait dengan pembelajaran motorik. Anak jaman sekarang, bantu-bantu pembantu masak saja enggak boleh, takut PR nya nggak rampung.
Jadi, kalau anak Anda bertanya, "Ayah, kenapa si aku kok diajari berkuda, kan sekarang jamannya sepeda motor?!", atau "Ayah, kenapa si aku diajari memanah, kan sekarang jamannya PES?", atau "Ayah kenapa si aku diajari berenang, kan disini padang pasir, enggak ada kolam renang?" Jawabnya adalah, karena pendidikan yang pertama-tama adalah motorik.
Itu mungkin yang ingin Nabi SAW sampaikan, hanya saja kan lucu kalau waktu itu sudah keluar ucapan : motorik. Sehingga Nabi SAW pun menggunakan metode mengajarkan yang lebih sederhana.
Jadi sekarang, berikan ruang yang lebih luas agar anak-anak bisa mengasah motorik mereka, kasih pekerjaan dapur, kasih alat pel, kasih genteng kalau perlu buat dia pasang. Biar anak setelah dewasa nanti bisa tumandang
Motorik itu berkait dengan alat gerak dalam tubuh kita. Jadi, ingat pendidikan yang diajarkan Nabi SAW : berkuda, memanah dan berenang.
Bukan, berkuda, memanah dan membaca. Atau bukan berkuda, menulis dan menghafal. Atau bukan juga Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Matematika.
Berkuda itu berhubungan dengan tangan dan kaki, memanah itu dengan kepala dan tangan, berenang itu melibatkan semua organ tubuh. Maka pendidikan modern sudah salah kaprah. Bukan hanya yang disekolahan, tapi juga dirumah.
Anak jaman dulu, sedari kecil sudah dibiasakan untuk tumandang, ngiris bawang-brambang, nggoreng sega, asah-asah, nyapu latar, dst, itu semua terkait dengan pembelajaran motorik. Anak jaman sekarang, bantu-bantu pembantu masak saja enggak boleh, takut PR nya nggak rampung.
Jadi, kalau anak Anda bertanya, "Ayah, kenapa si aku kok diajari berkuda, kan sekarang jamannya sepeda motor?!", atau "Ayah, kenapa si aku diajari memanah, kan sekarang jamannya PES?", atau "Ayah kenapa si aku diajari berenang, kan disini padang pasir, enggak ada kolam renang?" Jawabnya adalah, karena pendidikan yang pertama-tama adalah motorik.
Itu mungkin yang ingin Nabi SAW sampaikan, hanya saja kan lucu kalau waktu itu sudah keluar ucapan : motorik. Sehingga Nabi SAW pun menggunakan metode mengajarkan yang lebih sederhana.
Jadi sekarang, berikan ruang yang lebih luas agar anak-anak bisa mengasah motorik mereka, kasih pekerjaan dapur, kasih alat pel, kasih genteng kalau perlu buat dia pasang. Biar anak setelah dewasa nanti bisa tumandang
7/24/12
#3 Ramadhan : Ramadhan Bulan Pancingan. Maksudnya?
Yang paling tahu diri kita, ya siapa lagi kalau bukan yang menciptakan kita. Begitulah bulan Ramadhan dilaunching melalui Rasulullah SAW dan masih ada sampai 500.000 hari sesudahnya bahkan hingga saat ini sebagai bulan spesial bagi kita.
Sebuah ilustrasi : Ada seorang bapak yang menawari iming-iming kepada anaknya yang malaas sekali : Nak, minggu ini adalah minggu spesial, kalau kamu mau bersih-bersih rumah, uang sakumu bapak naikkan jadi 10x lipat. Teruuus, ada 1 dari 7 hari yang bapak pilih di minggu ini yang kalau bapak lihat kamu rajiin sekali membersihkan rumahnya, bapak akan belikan kamu iPad yang harganya 1000 kali lipat dari uang jajanmu biasa.
Begitulah karena tawaran spesial itu, si anak jadi rajin bersih-bersih rumah. Apa harapan si bapak dengan keluar modal memberikan imbalan spesial begitu? Harapannya adalah setelah selesai minggu spesial itu, sudah terbentuk dalam diri si anak kebiasaan untuk bersih-bersih rumah secara otomatis.
Kira-kira begitu Ramadhan diprogramkan Allah, karena tahu hamba-hambanya banyak yang menyerah oleh iming-iming dunia, Allah berikan BIG SALE pahala agar kita teriming-imingi untuk meng-elevate kegiatan ibadah kita. Harapannya, setelah bulan dengan iming2 10 hingga 1000 kali lipat bahkan lebih ini, autopilot dalam tubuh kita sudah teraktivasi lagi, intensitas ibadah kita jadi lebih banyak tapi tetap enteng sesudah ramadhan. Itulah yang disebut derajat taqwanya meningkat.
Jadi, manfaatkan kesempatan di bulan pancingan ini, pertama untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya, untuk mendapatkan diskon dosa besar-besaran sekaligus untuk membentuk kebiasaan beribadah dengan intensitas yang lebih, lebih dan lebih...
Jangan salah kaprah makanya mengartikan Ramadhan sebagai bulan suci. Karena bulan suci, warung di sweeping, diskotik di grebek, selesai Idul Fitri maaf-maafan, dan minum2an, wanita2an dimulai lagi dah... Hehey, semua bulan itu suci, mana coba bulan yang tidak suci?
Ramadhan, yang lebih tepat disebut daripada bulan suci adalah bulan spesial. Karena semua amalan dispesialkan, + ada banjir ampunan, masih + lagi ini adalah bulan bentuk Kasih Sayang & ke-Maha Tahu-an Allah tentang cara mengupgrade kualitas hamba-hamba-Nya
Selamat membentuk kebiasaan baru di bulan spesial ini, kalau kata ahli psikologi, butuh 21 hari, nah ini ada 29 hari, lebih dari cukup untuk membuat kebiasaan baru itu terautomatisasi sesudah Ramadhan selesai besok..
Sebuah ilustrasi : Ada seorang bapak yang menawari iming-iming kepada anaknya yang malaas sekali : Nak, minggu ini adalah minggu spesial, kalau kamu mau bersih-bersih rumah, uang sakumu bapak naikkan jadi 10x lipat. Teruuus, ada 1 dari 7 hari yang bapak pilih di minggu ini yang kalau bapak lihat kamu rajiin sekali membersihkan rumahnya, bapak akan belikan kamu iPad yang harganya 1000 kali lipat dari uang jajanmu biasa.
Begitulah karena tawaran spesial itu, si anak jadi rajin bersih-bersih rumah. Apa harapan si bapak dengan keluar modal memberikan imbalan spesial begitu? Harapannya adalah setelah selesai minggu spesial itu, sudah terbentuk dalam diri si anak kebiasaan untuk bersih-bersih rumah secara otomatis.
Kira-kira begitu Ramadhan diprogramkan Allah, karena tahu hamba-hambanya banyak yang menyerah oleh iming-iming dunia, Allah berikan BIG SALE pahala agar kita teriming-imingi untuk meng-elevate kegiatan ibadah kita. Harapannya, setelah bulan dengan iming2 10 hingga 1000 kali lipat bahkan lebih ini, autopilot dalam tubuh kita sudah teraktivasi lagi, intensitas ibadah kita jadi lebih banyak tapi tetap enteng sesudah ramadhan. Itulah yang disebut derajat taqwanya meningkat.
Jadi, manfaatkan kesempatan di bulan pancingan ini, pertama untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya, untuk mendapatkan diskon dosa besar-besaran sekaligus untuk membentuk kebiasaan beribadah dengan intensitas yang lebih, lebih dan lebih...
Jangan salah kaprah makanya mengartikan Ramadhan sebagai bulan suci. Karena bulan suci, warung di sweeping, diskotik di grebek, selesai Idul Fitri maaf-maafan, dan minum2an, wanita2an dimulai lagi dah... Hehey, semua bulan itu suci, mana coba bulan yang tidak suci?
Ramadhan, yang lebih tepat disebut daripada bulan suci adalah bulan spesial. Karena semua amalan dispesialkan, + ada banjir ampunan, masih + lagi ini adalah bulan bentuk Kasih Sayang & ke-Maha Tahu-an Allah tentang cara mengupgrade kualitas hamba-hamba-Nya
Selamat membentuk kebiasaan baru di bulan spesial ini, kalau kata ahli psikologi, butuh 21 hari, nah ini ada 29 hari, lebih dari cukup untuk membuat kebiasaan baru itu terautomatisasi sesudah Ramadhan selesai besok..
#2 Ramadhan : Opera v.s. Keranjang Ampunan & Rejeki
Hal pertama yang dilakukan orang saat bangun saur adalah : nyetel TV. Ini dianggap cara ampuh untuk mengusir kantuk saat hendak makan saur : memilih program TV mana saja yang ketawa-ketiwi, toh hampir semua channel menyajikan lawak semua.
Entah sejak kapan budaya ini diciptakan dan siapa yang menciptakan juga tidak pernah kita pikirkan, karena kita anggap tidak penting, karena kita memang sudah didesain sedemikian rupa (termasuk oleh para ustadz) untuk tidak usah terlalu banyak bertanya, apalagi mengkaji, walau di dalam forum yang namanya pengajian (asal kata : peng-kaji-an).
Padahal waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat spesial, di sekitar jam 3-4an itu Allah SWT turun ke bumi, membawa dua keranjang, sekeranjang ampunan dan sekeranjang lagi rejeki. Boro-boro kita melirik keranjang itu, kita asik-asik saja ketawa-ketiwi nonton opera.
Itulah duel head to head direktur program Opera TV v.s. Allah SWT. Ketika di bulan Ramadhan Allah SWT memanjakan sedemikian rupa, sehingga orang-orang yang tidak pernah bisa bangun malam dikondisikan sedemikian rupa, di grand design agar bisa bangun sebelum shubuh untuk mengisi perut, eh bukannya di sela-sela menunggu makanan masak orang-orang menyambut kehadiran Allah SWT, tapi malah mlengos nonton lawak.
Ini seperti misalnya kita sedang ikut kegiatan mencari jejak saat pramuka, kemudian ada kakak pembina yang berbaik hati mancing-mancing kita agar kita agar bisa melihat tanda panah, eh malah ada teman yang asik mengajak kita gojekan dan kita memilih gojekan. Apa akibatnya?
1. kakak pembina marah donk, sudah berbaik hati memberi tanda, eh dicueki
2. kita tidak menemukan tanda panah dengan mudah
Agaknya memang kita kalah cerdas jauh dengan musuh-musuh agama. Mereka tahu persis keutamaan waktu sahur, makanya disusun cara agar kita terlena. Allah SWT dan dua keranjang yang dibawa-Nya dicueki, naik lagi ke langit, keranjang yang dibawa buat kita utuh deh.
Tapi Allah SWT Maha Rahman, besok akan turun lagi menyapa kita lagi. Yang baca blog ini mungkin jam 03.00 sudah nongkrong di atas sajadah menunggu keranjang. Hehe..
Entah sejak kapan budaya ini diciptakan dan siapa yang menciptakan juga tidak pernah kita pikirkan, karena kita anggap tidak penting, karena kita memang sudah didesain sedemikian rupa (termasuk oleh para ustadz) untuk tidak usah terlalu banyak bertanya, apalagi mengkaji, walau di dalam forum yang namanya pengajian (asal kata : peng-kaji-an).
Padahal waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu yang sangat spesial, di sekitar jam 3-4an itu Allah SWT turun ke bumi, membawa dua keranjang, sekeranjang ampunan dan sekeranjang lagi rejeki. Boro-boro kita melirik keranjang itu, kita asik-asik saja ketawa-ketiwi nonton opera.
Itulah duel head to head direktur program Opera TV v.s. Allah SWT. Ketika di bulan Ramadhan Allah SWT memanjakan sedemikian rupa, sehingga orang-orang yang tidak pernah bisa bangun malam dikondisikan sedemikian rupa, di grand design agar bisa bangun sebelum shubuh untuk mengisi perut, eh bukannya di sela-sela menunggu makanan masak orang-orang menyambut kehadiran Allah SWT, tapi malah mlengos nonton lawak.
Ini seperti misalnya kita sedang ikut kegiatan mencari jejak saat pramuka, kemudian ada kakak pembina yang berbaik hati mancing-mancing kita agar kita agar bisa melihat tanda panah, eh malah ada teman yang asik mengajak kita gojekan dan kita memilih gojekan. Apa akibatnya?
1. kakak pembina marah donk, sudah berbaik hati memberi tanda, eh dicueki
2. kita tidak menemukan tanda panah dengan mudah
Agaknya memang kita kalah cerdas jauh dengan musuh-musuh agama. Mereka tahu persis keutamaan waktu sahur, makanya disusun cara agar kita terlena. Allah SWT dan dua keranjang yang dibawa-Nya dicueki, naik lagi ke langit, keranjang yang dibawa buat kita utuh deh.
Tapi Allah SWT Maha Rahman, besok akan turun lagi menyapa kita lagi. Yang baca blog ini mungkin jam 03.00 sudah nongkrong di atas sajadah menunggu keranjang. Hehe..
#1 Ramadhan : Pilih Kurma atau Klepon?
Hafal hadits yang berisi tentang tuntunan Nabi SAW berbuka dengan kurma saja belumlah selesai. Ternyata ilmu kita harus dilengkapi pula dengan usaha untuk membedakan mana kurma dan mana yang manisan kurma.
Nabi SAW berbuka dengan kurma basah, atau kalau tidak ada dengan rumah kering, atau kalau tidak ada dengan air putih. Bukan dengan manisan kurma. Sementara, kurma yang banyak beredar di Indonesia, adalah manisan kurma, yaitu kurma yang diberi tambahan gula agar terjaga keawetannya. Sementara kurma yang asli seperti di Mekah/Madinah jarang dijumpai disini, kalaupun ada, harganya tinggi.
Nah, kalau beragama modal hafalan saja, hasilnya adalah kita jadi gendut selesai hari raya, malah bisa-bisa kena diabetes. Kenapa? Karena manisan kurma itu berbeda dengan kurma. Kalau kurma asli itu adalah makanan tinggi nutrisi dan rendah kalori, sedangkan manisan kurma adalah makanan yang memiliki kadar gula tinggi, yang kalau dikonsumsi di awal buka puasa, setelah perut kosong 12 jam, ampuh sekali menaikkan kadar insulin yang berujung pada penimbunan lemak secara signifikan di kantong2 penyimpanan lemak di dalam tubuh.
Jadi untuk buka puasa mending makan kurma atau klepon? Mengkonsumsi klepon yang dibuat dengan gula jawa yang merupakan jenis gula rendah kalori malah lebih aman untuk kesehatan dibanding mengkonsumsi kurma yang ternyata sudah dalam bentuk manisan dengan kadar gula tinggi saat awal buka puasa.
Nah itu, beragama butuh ilmu, menjalankan sunnah tidak bisa tekstual, harus diimbangi dengan daya pikir kita. Bisa jadi kesalahkaprahan seperti ini terjadi di sendi-sendi kehidupan yang lain, cadar misalnya, atau lain-lainnya
Nabi SAW berbuka dengan kurma basah, atau kalau tidak ada dengan rumah kering, atau kalau tidak ada dengan air putih. Bukan dengan manisan kurma. Sementara, kurma yang banyak beredar di Indonesia, adalah manisan kurma, yaitu kurma yang diberi tambahan gula agar terjaga keawetannya. Sementara kurma yang asli seperti di Mekah/Madinah jarang dijumpai disini, kalaupun ada, harganya tinggi.
Nah, kalau beragama modal hafalan saja, hasilnya adalah kita jadi gendut selesai hari raya, malah bisa-bisa kena diabetes. Kenapa? Karena manisan kurma itu berbeda dengan kurma. Kalau kurma asli itu adalah makanan tinggi nutrisi dan rendah kalori, sedangkan manisan kurma adalah makanan yang memiliki kadar gula tinggi, yang kalau dikonsumsi di awal buka puasa, setelah perut kosong 12 jam, ampuh sekali menaikkan kadar insulin yang berujung pada penimbunan lemak secara signifikan di kantong2 penyimpanan lemak di dalam tubuh.
Jadi untuk buka puasa mending makan kurma atau klepon? Mengkonsumsi klepon yang dibuat dengan gula jawa yang merupakan jenis gula rendah kalori malah lebih aman untuk kesehatan dibanding mengkonsumsi kurma yang ternyata sudah dalam bentuk manisan dengan kadar gula tinggi saat awal buka puasa.
Nah itu, beragama butuh ilmu, menjalankan sunnah tidak bisa tekstual, harus diimbangi dengan daya pikir kita. Bisa jadi kesalahkaprahan seperti ini terjadi di sendi-sendi kehidupan yang lain, cadar misalnya, atau lain-lainnya
7/15/12
Palm Sugar (Gula Semut) Sekarang ada Semarang Loh
![]() |
Yang mencari Palm Sugar, Brown Sugar, Gula Kristal, Gula Semut dan apapun orang menyebutnya, sekarang ada di Semarang, di Atrium Hall Paragon Mall lantai dasar.
Karena Expo selesai hari ini, besok lusa dan seterusnya bisa didapatkan di Minimarket serba organik : NATURE MART, Jalan dr. Cipto 74, Semarang.
![]() |
| Nature Mart - Minimarket Serba Organik |
7/12/12
Promosi Gula Kristal & Cair di Semarang
7/9/12
Loh?
bersyukur, karena masih diberi rasa gelisah, atas belum diberikan jalan oleh-Nya untuk sudah menikah hari ini. Rasa gelisah kok disyukuri. loh?
7/7/12
Fasilitas
Kemudahan adalah lubang menuju kememblean. Sekarang dikejar yang mudah-mudah, yang instan-instan, yang simple-simple, yang taktis-taktis. Sampai saking terbiasanya dengan semua itu, otak, otot dan nyali kita menjadi gamoh, gopoh alias memble.
Disinilah kita perlu memahami fasilitas yang kita kejar sekedarnya saja, jangan membabi buta menggantungkan semuanya padanya. Karena kalau semua fungsi2 diserahkan ke fasilitas, lah otak kita nganggur, otot kita nganggur, nyali kita nganggur, terus lama kelamaan mau jadi apa kita? bisa apa kita?
fungsi bertanya arah digantikan oleh GPS. Fungsi bertanya informasi digantikan oleh Google. Fungsi berteman digantikan oleh gatget. Fungsi ngobrol digantikan dengan SMS.
Kita lambat laun kehilangan fungsi-fungsi kemanusiaan kita. syaraf responsif, simpatik dan empatik kita. Mesakke
Disinilah kita perlu memahami fasilitas yang kita kejar sekedarnya saja, jangan membabi buta menggantungkan semuanya padanya. Karena kalau semua fungsi2 diserahkan ke fasilitas, lah otak kita nganggur, otot kita nganggur, nyali kita nganggur, terus lama kelamaan mau jadi apa kita? bisa apa kita?
fungsi bertanya arah digantikan oleh GPS. Fungsi bertanya informasi digantikan oleh Google. Fungsi berteman digantikan oleh gatget. Fungsi ngobrol digantikan dengan SMS.
Kita lambat laun kehilangan fungsi-fungsi kemanusiaan kita. syaraf responsif, simpatik dan empatik kita. Mesakke
7/1/12
Sarjana Mendidik
6/30/12
Iri kok Sama Orang Pacaran
Iri kok sama orang pacaran, nggak mutu banget. Begitu yang sering Azis nasehatkan.
Lah iya pacaran kan gampang :
Pagi : Dik, sudah sarapan belum?
Siang : Kangeeen...
Sore : Jalan yuk..
Malam : Cari tempat agak gelap sedikit, terus...
Dinihari : Dik, sholat tahajud yuk, semoga Allah Subhanahuwata'ala memudahkan jalan kita
Iri lah pada hal yang lebih bermutu...
Bertamu ke Rumah Paling Barat NKRI
Lupa
Mengompor2i orang agar produktif, agar fight jualan, agar memanfaatkan L22 lebih produktif, agar sekalipun mandiri enggak kalah etosnya sama yang ikut orang. Tapi kok susaaah... malah pada PSan di jam produktif.
Restart.
Berhenti sejenak kalau memang jengah dengan keadaan, temukan sudut pandang baru, alirkan udara dan darah lebih banyak ke syaraf2 otak, agar lebih banyak yang teraliri, agar lebih jembar, tidak cupet. Agar tidak terbelenggu (baca: terhijab) oleh realitas. Agar bisa berpikir independen (baca: maiyah).
Terus yang lupa apa? kok judul postingan ini 'lupa'? Ohiya, maaf lupa, yang lupa adalah mendoakan... dikira mengajak doank cukup apa?dikira mengingatkan doang cukup apa? dikira mendoakan itu tidak perlu?
Doakanlah orang yang ingin kamu ajak berubah, itu.
Itu insight jumatan di masjid pelabuhan banda aceh ulhe lheue kemarin. Khotibnya menggebu-gebu, seperti khotib2 di masjid telkom bogor dulu waktu aku masih di IPB... ah, ingin puasaan disini, ketemu banyak khotib dan mubaligh macam ini.
6/29/12
Wah indahnya Weh
Twitter Bio
CEO PT. Petakumpet CN | Program Director ADGI | Author Best Seller Book Jualan Ide Segar, Tuhan Sang Penggoda, Spiritual Creativepreneur | Ayahnya Alia
Kira-kira begitu yang tertulis di bawah nama di twitter Arif Budiman.. seorang entrerpeneur yang tepatnya creativepreneur muda dari Jogja. Keren banget yah...? Sedangkan aku?
Entrepreneur muda yang bingung mau nulis apa kalau mengenalkan diri. Yah, masih disuruh mandeg. Mandeg untuk remidi, mandeg untuk ngerampungin PeEr, mandeg untuk menyelesaikan beberapa syarat kecakapak khusus kewirausahaan yang aku belum lulus.
Musti qonaahlah, yang penting enggak berhenti belajar, enggak menurunkan effort dan mimpi-mimpinya jangan diturunkan dari tembok.
Kira-kira begitu yang tertulis di bawah nama di twitter Arif Budiman.. seorang entrerpeneur yang tepatnya creativepreneur muda dari Jogja. Keren banget yah...? Sedangkan aku?
Entrepreneur muda yang bingung mau nulis apa kalau mengenalkan diri. Yah, masih disuruh mandeg. Mandeg untuk remidi, mandeg untuk ngerampungin PeEr, mandeg untuk menyelesaikan beberapa syarat kecakapak khusus kewirausahaan yang aku belum lulus.
Musti qonaahlah, yang penting enggak berhenti belajar, enggak menurunkan effort dan mimpi-mimpinya jangan diturunkan dari tembok.
6/21/12
Sopo Sing Temen Tinemenan
Rame Save The Earth! kita ikutan latah. Padahal berabad-abad silam sudah punya Memayu Hayuning Bawana. Begitulah, begitu suatu ide datang dari luar, kita mengikutinya habis-habisan. Man Jadda Wajada misalnya, padahal kita sudah punya Sopo sing temen tinemenan.
Kita sangat jarang bercermin pada diri sendiri. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia kesehatan. Kalau sedang merasa demam, omongan anda di dalam hati tidak anda percayai, tapi begitu yang ngomong dokter, anda langsung percaya dan patuh.
Dalam tingkat yang lebih detail, apakah manusia menyadari aliran darahnya? Al Quran sudah menyediakan semua jawaban, kita tinggal mencari pertanyaan-pertanyaan yang sesuai. Anda dibatasi oleh "lupa". Lalu bagaimana anda dimintai pertanggungjawaban? kenapa anda bisa lupa?
Ketika dada Muhammad SAW dibelah oleh malaikat, orang-orang menyebutnya sebagai pembersihan hati. Apakah sebelumnya hati Muhaddan SAW kotor? Adegan ini merupakan adegan dibukanya hijab pada Muahmmad, sehingga beliau tidak lagi punya lupa.
Betapa beratnya beban Muhammad SAW, karena telah mengetahu masa depan dan masa lalu. Maka orang jawa pernah bilang, Sakbeja-bejane wong kang lali, isih bejo wong kang eling lan waspada.
Ingat saja ndak cukup, kita harus pula waspada. Itu pilihan Anda supaya kita sampai pada kemampuan untuk menghitung kehendak Tuhan.
*Dikutip dengan sedikit penambahan dari Buletin Mocopat Syafaat edisi Juni 2012 halaman 5 kolom 2.
Kita sangat jarang bercermin pada diri sendiri. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia kesehatan. Kalau sedang merasa demam, omongan anda di dalam hati tidak anda percayai, tapi begitu yang ngomong dokter, anda langsung percaya dan patuh.
Dalam tingkat yang lebih detail, apakah manusia menyadari aliran darahnya? Al Quran sudah menyediakan semua jawaban, kita tinggal mencari pertanyaan-pertanyaan yang sesuai. Anda dibatasi oleh "lupa". Lalu bagaimana anda dimintai pertanggungjawaban? kenapa anda bisa lupa?
Ketika dada Muhammad SAW dibelah oleh malaikat, orang-orang menyebutnya sebagai pembersihan hati. Apakah sebelumnya hati Muhaddan SAW kotor? Adegan ini merupakan adegan dibukanya hijab pada Muahmmad, sehingga beliau tidak lagi punya lupa.
Betapa beratnya beban Muhammad SAW, karena telah mengetahu masa depan dan masa lalu. Maka orang jawa pernah bilang, Sakbeja-bejane wong kang lali, isih bejo wong kang eling lan waspada.
Ingat saja ndak cukup, kita harus pula waspada. Itu pilihan Anda supaya kita sampai pada kemampuan untuk menghitung kehendak Tuhan.
*Dikutip dengan sedikit penambahan dari Buletin Mocopat Syafaat edisi Juni 2012 halaman 5 kolom 2.
Pesan dari Arena Balap
Akhirnya bisa mencicipi apa yang sering Ambar Ceritakan kalau ke Semarang bersama Pak Ndoyo dan nyupir sendiri. Buzz..buzz...buzz... begitu tarikan gas Pak Ndoyo yang mumpuni, terlebih pas lewat liak-liuk tikungan dekat perumahan kalibagor, jalan kosong mlompong, tariiiiik......
Expert banget ini Pak Ndoyo ngebutnya, Fikry kudu belajar nih dari beliau. He.
Lepas dari urusan nyetirnya, kemarin ada welingan Pak Ndoyo di mobil sepulang persiapan baksos di beberapa desa di Kemawi & Tambak, katanya begini : ikhlas, jangan mengharap kamu diterimakasihi atau dipandang gimana-gimana walaupun kamu sudah berbuat memberi. memang kalau masih muda susah, tapi kalau sudah tua seperti saya, kalau dibiasakan ya mudah-mudah saja.
Ya, nasehat biasa si itu ya, tapi kalau pas lagi momentumnya, ya ngena banget. Tapi sudahlah, benar kata Pak Ndoyo tidak usah mengharap. Dan kalau disambungkan dengan kata Cak Nun, tidak adanya apresiasi atas ide dan kerja kita, itu sudah bernilai sedekah.
Nice
Expert banget ini Pak Ndoyo ngebutnya, Fikry kudu belajar nih dari beliau. He.
Lepas dari urusan nyetirnya, kemarin ada welingan Pak Ndoyo di mobil sepulang persiapan baksos di beberapa desa di Kemawi & Tambak, katanya begini : ikhlas, jangan mengharap kamu diterimakasihi atau dipandang gimana-gimana walaupun kamu sudah berbuat memberi. memang kalau masih muda susah, tapi kalau sudah tua seperti saya, kalau dibiasakan ya mudah-mudah saja.
Ya, nasehat biasa si itu ya, tapi kalau pas lagi momentumnya, ya ngena banget. Tapi sudahlah, benar kata Pak Ndoyo tidak usah mengharap. Dan kalau disambungkan dengan kata Cak Nun, tidak adanya apresiasi atas ide dan kerja kita, itu sudah bernilai sedekah.
Nice
6/15/12
Kurang Yodium
Generasi sekarang itu kurang yodium, kenapa?
1. Garam yang diproduksi dan beredar di jawa tengah banyak yang kadar yodiumnya dibawah standar, bahkan tidak ada yodiumnya blas, itu kata Pa Ahmad Wahyudi, Pak Kasi, saat rapat di Bappeda kemarin
2. Anak jaman sekarang kurang makan ASAM & GARAM kehidupan si. itu lah kataku!
Untuk kesekian kalinya, ada orang minta pekerjaan, aku tawari, eh enggak mau. Kenapa? Bukan karena bayarannya kurang, tapi karena pekerjaanya enggak segampang yang diinginkan.
Begitulah, yang dicari memang janjane bukan pekerjaan kok, tapi pendapatan. Pokoknya gimana caranya dapat gaji besar dengan kerja yang kalau bisa enggak kerja, ya minimal kerjanya sdikit & yang gampang-gampang aja deh.
Generasi yang kurang yodium bukan cuma volume otaknya yang mengecil mungkin. tapi nyali, kemauan dan mentalnya juga mengkerdil. Termasuk aku, aku heran pada orang-orang, termasuk pada diriku sendiri, lah ini jaman penjajahan juga bukan, tapi kok jualan aja berat.
Yang berat karena enggak punya skillnya, enggak ada barang yang dijual, enggak ada orang yang mau beli, atau kita yang mental blocking untuk jualan?
Ayo Konsumsi YODIUM, biar kita enggak memble mentalnya. Kalau garam dipasaran kadar yodiumnya dibawah standar, maka banyak2lah makan ASAM GARAM kehidupan saja...
1. Garam yang diproduksi dan beredar di jawa tengah banyak yang kadar yodiumnya dibawah standar, bahkan tidak ada yodiumnya blas, itu kata Pa Ahmad Wahyudi, Pak Kasi, saat rapat di Bappeda kemarin
2. Anak jaman sekarang kurang makan ASAM & GARAM kehidupan si. itu lah kataku!
Untuk kesekian kalinya, ada orang minta pekerjaan, aku tawari, eh enggak mau. Kenapa? Bukan karena bayarannya kurang, tapi karena pekerjaanya enggak segampang yang diinginkan.
Begitulah, yang dicari memang janjane bukan pekerjaan kok, tapi pendapatan. Pokoknya gimana caranya dapat gaji besar dengan kerja yang kalau bisa enggak kerja, ya minimal kerjanya sdikit & yang gampang-gampang aja deh.
Generasi yang kurang yodium bukan cuma volume otaknya yang mengecil mungkin. tapi nyali, kemauan dan mentalnya juga mengkerdil. Termasuk aku, aku heran pada orang-orang, termasuk pada diriku sendiri, lah ini jaman penjajahan juga bukan, tapi kok jualan aja berat.
Yang berat karena enggak punya skillnya, enggak ada barang yang dijual, enggak ada orang yang mau beli, atau kita yang mental blocking untuk jualan?
Ayo Konsumsi YODIUM, biar kita enggak memble mentalnya. Kalau garam dipasaran kadar yodiumnya dibawah standar, maka banyak2lah makan ASAM GARAM kehidupan saja...
Bangkrut Kolektif, Rugi Berjamaah
Masih ada sedulur papat lima pancer yang menjaga kotapraja Purwokerto dimana saat ini sedulur2 SMA2 2005 sudah mentingga buana kemana-mana. Dari Sibolga sampai Nabire, dari Trakindo sampai KPP. Dari yang sudah berbuntut 2 sampai yang masih awet menjomblo.
Yang masih jaga lithong dan entah akan jaga lithong purwokerto terus atau tidak masih ada lima : Aku, Azis, Kukuh, Aan dan Amet + Anggi
Dan karena kata Ustadz Yusuf Mansyur, kalau orang bangkrut itu enggak boleh gengsi. Utang itu solusinya bukan dengan ditutup dengan utang, maka fair2an saja aku beritakan di blog bahwa Atas Berkat Rahmat Allah yang Maha Kuasa, para penjaga kotapraja saat ini sedang bangkrut dan alhamdulillahnya walaupun bidangnya beda-beda kok ya diberi kemurahan oleh Tuhan, Bangkrutnya bersama-sama, berjamaah.
Kukuh outlet batiknya tidak diperpanjang, aku enggak lagi punya budget mobil operasional 10juta/bulan, Amet ada pembayaran macet disana-sini, Azis belum juga seatle setelah bisnis puyuhnya gulung tikar dulu, Aan outlet2nya enggak buka semuanya + Anggi anak rajin & pinter begitu sampai tahun ke-7 kok ya belum beres juga skripsinya.
Ya itu, alhamdulillahnya bangkrutnya bareng-bareng, jadi tidak meri satu sama lain, jadi senasib sepenanggungannya beneran, jadi suka melampiaskan stress dengan PSan berjamaah pula di markas besar L22.
Tinggal sekarang menunggu, siapa yang paling nggetem berikhtiar, siapa yang akan mentas dari bangkrut duluan, apa akan mengakhiri kebangkrutan bareng2 juga. Apakah Kukuh yang sekarang bisnis travelnya mulai kebanjiran order? Apakah Azis yang sekarang sudah mumpuni ilmu internet marketingnya setelah bergugu di 4 guru expert sekaligus? Apakah Anggi yang sedang menjalin kedekatan dengan bu eti pupuk organik dan getun bereksperimen dengan pohon2 cabenya? Apakah Aan yang mulai disibukkan dengan orderan furniturenya? Apakah aku yang lagi nyaris habis waktu wira-wiri follow up progress gula kristal? Apakah Amet dengan dhimik-dhimik garapan fotografinya?
Ya siapapun yang survive duluan, pastinya akan menyokong yang lain. Kalau bangkrutnya berjamaah, suksesnya juga akan berjamah pula. Nanti nggawe kantor di 1 tower, nggawe baksos disokong bareng-bareng, nggawe pesantren diramekan bareng-bareng, salah satu maju bupati yang lain diciprati, dan seterusnya.
---
FYI:Tapi kalau mau dimaintenance sebenarnya yang di Purwokerto juga masih banyak si, masih ada Ayukusuma, Indrajati, Defibebek, dll.
Ngemil Gula Semut
![]() |
| gula semut dan kawan2nya |
Seorang kawan dari Banjarmasin bercerita, kalau di SD nya disana, tiap senin pagi murid-murid wajib makan gula jawa. kenapa? agar saat upacara tidak pingsan. Ya, gula jawa adalah suplemen alami yang bisa menambah energi.
Aku jualan gula, dan aku suka ngemil gula jawa, lebih nikmat yang gula semut (gula jawa bentuk kristal). uenak, nyeessss di lidah... manisnya ada legit2nya, menambah energi dan yang pasti herbal-alami. Mau coba?
Cuma 7.500/bungkus, enggak perlu suplemen kimia, enggak perlu snack2 sampah, bisa sehat, bisa ngemil.
![]() |
| nyeeesss di lidah.... |
Expor No.2
Masih ingat menyakitkannya kabar kalau daun teh no.1 diekspor dan kita di dalam negeri cuma disuguhi teh kualitas no.5. Begitu juga kabar Dahlan Iskan mengemis gas, karena semuanya sudah habis terserap untuk ekspor.
Hal ini tidak boleh terjadi di gula Jawa. Gula Jawa yang terbuat dari nira kelapa, gulanya orang Jawa, yang sedang distudii secara ilmiah bahwa memang yang menyebarkan pertanian gula kelapa di Indonesia bahkan di dunia adalah orang Banyumas. Gula ini harus diproteksi, yang nira-nira terbaik, yang gula-gula super, harus dikonsumsi orang Indonesia dulu, sisanya baru dikirim ke luar negeri. Itu prinsipku sekarang.
Kalau orang kita masih gemar makan gula pasir? gula buatan? ya kita iklankan, kita kampanyekan, semampu kita, bahwa ada loh gula yang lebih sehat. Bisa lah.
Terlebih ulasan di TVRI kemarin, dunia sedang krisis global. Negara yang bertahan tidak banyak, salah satunya adalah Indonesia. Krisis terutama tidak menyentuh pada komoditas yang diproduksi dan dipasarkan tidak ada hubungannya dengan luar negeri. Salah satunya ya gula Jawa ini, jangankan bahan baku dan bahan masaknya dari luar negeri seperti mendoan yang kedelainya impor, gula Jawa unik, 100% bahan baku dan peralatan produksinya didapat dari dalam Banyumas. Itu pemaparan Pak Srigito kemarin di Bappeda.
Pak Yanto seorang pengrajin menambahkan, bahwasanya sekian tahun bergulat dengan gula semut (gula jawa bentuk kristal) ternyata alat penggusernya tidak bisa digantikan dengan alat dari kayu, batu, semen atau apapun alat canggih lainnya. Gula semut hanya bisa diguser dengan bathok. Luarrr biasa, bukankah batok masih dari pohon kelapa juga?
Domestik Yes! Expor No. 2!
6/10/12
Bloknot
Blog, twitter, facebook, syarat akan muatan pencitraan. Makin banyak pengikut, makin pencitraan. Enak nulis di kertas bloknot, bebas pencitraan.
6/7/12
Worskhop Capacity Building GIZ di Kejubug
6/2/12
Coconut Sugar at Agro & Food Expo 2012, JCC Hall B
(1) sebentar lagi puasa dilanjut lebaran, harga kebutuhan pokok siap2 melambung, termasuk gula merah
(2) bagi yang minat jualan gula merah organik area jakarta, kita ada nih, mumpung lagi pameran, bisa bebas dari ongkir
(3) ngabisin stock gula merah organik, ada yang gula cetak ada yang gula semut ini, tinggal sisa 100an kg, spesial harga pameran = murah
(4) kunjungi & borong di stand GULA KELAPA JAWA TENGAH di Agro & Food Expo JCC Hall B, kita ada sampai besok 4-6-2012
(5) harga dipasaran gula organik cetak kurun setengah bulan terakhir sudah naik lho : 17-20.000/kg dan gula kristal 8.000-11.000/250gram lho
(6) Harga gula merah kelapa organik kita, untuk gula cetak cuma 15.000/kg & gula kristal 5.000/250gram, spesial harga pameran banget
(2) bagi yang minat jualan gula merah organik area jakarta, kita ada nih, mumpung lagi pameran, bisa bebas dari ongkir
(3) ngabisin stock gula merah organik, ada yang gula cetak ada yang gula semut ini, tinggal sisa 100an kg, spesial harga pameran = murah
(4) kunjungi & borong di stand GULA KELAPA JAWA TENGAH di Agro & Food Expo JCC Hall B, kita ada sampai besok 4-6-2012
(5) harga dipasaran gula organik cetak kurun setengah bulan terakhir sudah naik lho : 17-20.000/kg dan gula kristal 8.000-11.000/250gram lho
(6) Harga gula merah kelapa organik kita, untuk gula cetak cuma 15.000/kg & gula kristal 5.000/250gram, spesial harga pameran banget
Subscribe to:
Posts (Atom)
























