3/11/13

Pionering


dalam pramuka ada kegiatan namanya pionering. aku mengartikan secara bebas sebagai, "kegiatan perintisan" atau "penghadiran kebaruan". di gula, aku dan timku masih terhitung merintis, karena belum juga genap 2 tahun. aku hanya ingin berbagi betapa pentingnya jiwa pramuka yang diajarkan oleh (alm) Pak Diro pembina pramuka saat SMP dulu, bahwa ternyata jiwa pramuka juga harus ada dalam bisnis.

misalnya dalam kegiatan pionering gula ini. wong namanya merintis, ya enggak bisa langsung mudah, lancar, mulus semulus pahanya cherry belle. tidak bisa begitu.

pasti ada batu sandungan. yang harus kita akui bahwa sandungan itu berasal dari keterbatasan dan keburukan masing-masing diantara kita anggota tim. nah disinilah paradigma 80:20 harus kita pakai, jangan pakai paradigma hakim. kenapa? karena kita masih merintis. apa itu paradigma hakim? yakni kalau ada diantara kita yang bikin salah, langsung dihakimi, didakwa, divonis kemudian dihukum.

bukan begitu caranya. dalam fase merintis yang dipakai adalah 80:20. yakni 80% konsentrasi menjaga psikologis, dan 20% konsentrasi menjaga strategi. artinya, kalau ada yang bikin salah di bagian strategi, janganlah dilebar2kan ke sisi psikologi, nanti koreng seujung kuku bisa jadi panu sebadan. karena psikologi adalah dominan dan strategi adalah resesif.

kalau memang permasalahannya di strategi, ya sudah back up saja, ambil alih, tegur, perbaiki, restart program, instal ulang system, kembalikan ke relnya. make it simple lah.

All is Well


nanti kalau begini gimana?nanti kalau begitu gimana? pertanyaan seperti itu yang terlalu sering, akan membuat kita paranoid. membuat kita lebih nyaman jalan ditempat ketimbang berlari, walau didepan mata ada peluang yang membuat meler air liur. bukankah pak Purdi E Chandra sudah mengajarkan, bukan "nanti gimana", tapi "gimana nanti".

semua akan baik-baik saja, percaya saja itu. selagi berproses dan belum menjadi baik, yakini saja bahwa proses belum selesai, nanti kalau sudah saatnya proses kita selesai, akan baik hasilnya kok. all is well. kulak pengetahuan kesana kemari cuma ditumpuk di rak buku, tidak di-aji-kan menjadi ilmu ya begini ini. jadilah kita menjadi pembangkang atas buku-buku yang kita baca sendiri, "rich dad poor dad", "cracking zone", "cara jadi pengusaha gila", dll. coba dibaca lagi dah buku-buku itu, kalau masih menjadi masalah.

All New Sentra Gula


ibu tri mumpuni adalah sosok yang sangat disegani oleh hilmy. dia mencari penyandang dana, menyusun konstruksi mikro hidro dan bersama-sama masyarakat membangun pembangkit tenaga listrik dari SDA disekitarnya, untuk kemudian listrik itu dijual ke PLN dan rakyat menerima hasil penjualan listri itu untuk kemaslahatan bersama-sama.

itulah konsep social-entrepreneurship yang paling pas diterima, dimana ibu trimumpuni tidak menjadi bagian dari owner atas usaha bersama yang dibangunnya bersama masyarakat, ibu tri mumpuni merelakan untuk menanggalkan semua jejak kontribusinya, biar masyarakat yang sepenuhnya menerima manfaatnya.

ini pula yang ingin dilakukan hilmy di kelompok tani gula kelapa kristal yang dia bentuk. setelah peralatan lengkap, pola produksi jadi, pangsa pasar memadai, ya ditinggal. dilepas. sekalipun pada saat pelepasan itu kental dengan nuansa fitnah dan pembunuhan karakter, bukan jadi soal. gitu aja kok repot

kini saatnya membangun sentra gula kelapa kristal baru, di daerah yang merasa terbantu kalau kita ada. kalau daerah yang tidak sudi di bantu, ya sudah tidak usah, nanti kalau teriak minta tolong, juga mohon maaf kalau saya tidak mencoba untuk bisa mendengar.

All New L22


dari yang semula bernuansa gudang, kini dipermak agar ada aura office nya dikitlah. dari yang berwarna krem, kini sudah jadi lebih teduh, ungu. dari yang rimbun rerumputannya, kini dicukur lebih tipis.

tapi pohon belimbingnya tetep. keterbukaanya juga tetep, siapa saja boleh kesini, berapa lamapun tak perlu ijin RT, ngapain ajapun, tak ada tarif apapun, tak dipersoalkan untuk urusan apapun. silahkan disini sibuk dengan tools yang ada yang bisa dimanfaatkan, dengan partner yang ada yang bisa brayan, dengan hatinya sendiri-sendiri atau kalau tidak sibuk dengan semua itu, silahkan istirahat, pagi siang sore malam tak masalah bercengkerama dengan kasur.

bahwa hidup bukan tuntutan lingkungan, hidup bukan kejar-kejaran target, hidup bukan cepat-cepatan kaya, hidup itu lebih dari sekedar itu. karena itu bebaskan diri dari semua tuntutan, hasrat kejar-kejaran, ketergesa-gesaan berproses dan ketidakmampuan berkontemplasi.

DSLR Baru


dapat hadiah kamera 7jutaan dari kompetisi video documentary-nya british council indonesia yang disebut dengan even CJC adalah sesuatu yang sangat aku, hilmy dan rini syukuri. dengan bekal persiapan dan wawasan yang alakadarnya, eh bisa berproses sampai sejauh ini, senang rasanya.

terima kasih buat mas miko, kusworo dan orang-orang yang tidak bisa disebutkan satu persatu adalah hal yang tidak ingin aku sampai terlalai mengucapkan. tanpa tripodnya mas miko, tanpa mejanya kusworo ya jadi apa kita.

2/28/13

Kebaruan-kebaruan


Pengalaman itu untuk memperkaya, bukan untuk membelenggu. Hal-hal lama yang membelenggu tidak ada salahnya untuk dicoba diberanikan dibuang, diganti yang baru.

Kalau yang baru belum tahu baik tidaknya, ya dicoba saja dulu. Kalau kita percaya pada akal sehat yang kita miliki, maka yakin saja si akal sehat kita itu bisa menakar, apa baik, apa tidak hal baru itu buat kita.

2/11/13

#f16 : fungsi target


orang sering merasa rendah diri, menyalahkan diri, meresa tidak mampu, konsep dirinya hancur hanya karena targetnya tidak tercapai.

saudara-saudara yang budiman, yang efisiensi dan yang nusantara sekalian. tahukah bahwa target itu bukan untuk dicapai. target itu untuk dibidik seperti bintang, yang kalau anak panah yang kamu bidikkan tidak sampai, minimal dia akan melesat lebih tinggi dari dirimu.

target itu beda dengan guideline pencapaian. kalau guideline pencapaian jelas, kita tinggal merobotisasi diri, memasukkan variabel2 pekerjaan, tingkat performa, toolsnya dibuat memadai, tercapai deh sehari 1000 puntung rokok, 100 kg gula kristal. dll.

target adalah elevator, fungsinya untuk meningkatkan diri. asal anak panah sudah melesat di atas kondisi dirimu saat ini, itu sudah bagus. jangan berkecil hati, jangan membesar-besarkan rasa bersalah.

kenapa? karena rasa kecil hati, perasaan bersalah, itu adalah cara paling ampuh untuk menciutkan dirimu hingga lama-lama menjadi bonsai. alih-alih punya target bukannya kamu menjadi pribadi yang meningkat seperti ajaran Nabi Muhammad "yang hari ini lebih baik dari hari kemarin kamu beruntung.." eh malah hari ini menciut dari hari kemarin, bukan cuma rugi kata Nabi SAW, tapi celaka deh.

karena itu setelah kita pertama tadi memperbaiki pemahaman kita tentang target dengan definisi yang lebih fungsionable, maka yang kedua yang harus kita perbaiki apa?

kita perbaiki cara membuat target. yang tercapai dari target rata-rata orang-orang adalah 80% saja dari yang ditargetkan. so, buatlah kita target 125%, jadi kalau hanya tercapai seperti rata-rata orang, kita sudah dapat utuh 100%. wehehehe.... kira-kira begitu, implementasinya kasuisitik setiap orang paling faham caranya masing-masing bergelut dengan target.

#f15 : fungsi peraturan


Peraturan dibuat untuk dilanggar. hah? fungsi peraturan adalah untuk dilanggar? mungkin ada benarnya kata-kata itu.

pertama : siapa si yang membuat peraturan? misalnya peraturan berkendara wajib pakai SIM. SIM itu adalah surat ijin bahwa yang punya itu kartu punya kapabilitas berkendara. tapi saat saya bikin, saya ditest cuma formalitas, disuruh bayar sertifikat kursusan. jadi apakah keberadaan SIM menjamin seseorang itu bisa berkendara dengan baik? atau hanya sekedar dia sudah setor upeti ke polisi-polisi brengsek itu?

kedua : alasan peraturan itu ada?  kalau ditilang karena tidak bawa SIM. alasannya adalah karena tidak bawa SIM adalah melanggar undang-undang. tunggu dulu, undang-undang ditegakkan untuk apa? apa untuk alasan kemanusiaan yakni bisa mengancam pengendara lain, atau karena ada duitnya?

kalau alasan menegakkan undang-undang adalah kemanusiaan demi keselamatan pengendara lain, ya yang ditindak adalah polisi-polisi yang masih brengsek yang mengeluarkan SIM tanpa parameter kapabiltas berkendara yang jelas dan komprehensif. simple?



saya itu lebih ridho ngasih-ngasih ke pengemis di perempatan yang sering dikata-katai orang "menjual kemiskinan", karena kemiskinan lebih pantas dijual, daripada "menjual undang-undang", "menjual seragam aparat". apalagi seragam yang dia dapat dengan membeli.

#f14 : fungsi 2012


apa sih fungsi 2012 dalam hidupmu? cuma masing-masing kita yang tahu. mungkin saat meniup terompet atau menghitung counting down menjelang malam pergantian tahun kemarin di alun-alun ada yang berdoa : terima kasih Ya Allah, Engkau sudah berikan aku anugerah waktu setahun, 2012 namanya. di tahun itu aku bisa menempa diriku sehingga aku sekarang mengerti caranya bla bla bla... .

tapi mungkin ada juga yang sudah diberi 2012 tapi antara sekarang sesudah 2012 berlalu dengan sebelum 2012 datang, masih sama saja. cuma bertambah uban, berkurang stamina.

dan mungkin juga ada orang yang tidak mendapati fungsi dari adanya tahun 2012, karena dia malah merugi. karena dulu bisa ini, sekarang sudah tidak bisa. dulu faham itu, sekarang sudah lupa. dst..

ya, 2012 sudah berlalu. sekangen-kangennya kita dengan 2012, kita sudah tidak bisa bertemu dia lagi. kecuali kita nanti masuk surga dan request langsung ke Allah untuk minta ketemu lagi, barangkali bisa... barangkali...

ada begitu banyak hal yang harus aku syukuri dengan 2012. dua belas diantaranya ada di tanggal2 ini :
24/1 ke madiun, surbaya, jombang, kediri untuk kesekian kalinya dan mendapati bekal berharga dari Pak Slamet dan tim untuk memulai usaha SweetJava yang aku jalani sekarang

11/2 jadi satu bagian dalam perhelatan IYCS di Gedung Merdeka dan rangkaian beberapa acara di beberapa tempat Bandung bersama tokoh-tokoh dan calon tokoh besar negeri ini

27/3 Yogyakarta, belajar tentang bisnis berbasis masyarakat, pelajaran privat yang sangat aplikatif dari Bu Hendrastuti, Mbah Mo dan Zikin

17/4 membadanhukumkan perusahaan

20/5 untuk pertama kalinya SweetJava memoncerkan diri di luar kota. Pameran Pangannusa  7 di Semarang, setelah didahului dan diikuti oleh beberapa pameran nasional lainnya

11/6 sentra produksi pertama berdiri di Tambak, sesuatu yang tidak mudah, tapi berhasil

21/7 Diundang Talkshow di TV lokal, cukup puas, respon pemirsa ramai dan bagus

30/8 pengiriman order partai besar pertama

17/9 belajar sinematografi dasar dan lolos audisi CJC British Council sampai saat ini tinggal satu langkah lagi menuju winner.

29/10 syukuran juara nasional film pendek "GULA JAWA, GULA DUNIA", sekaligus untuk ajang rembug warga di desa

26/11 sentra produksi akhirnya punya peralatan2 mekanis pendukung : oven, ayakan, timbangan digital, dll.

11/12 launching kemasan stick SweetJava di forum temu bisnis garapan Pemda

yah, aku sangat bersyukur atas semua proses di 2012.

#f13 : fungsi mandi


saat kita stress, inspirasi kita akan buntu. betul?  saat kita relaks, inspirasi kita akan mengucur seperti kran. betul? kita semua faham itu, lalu, karena kita punya uang, kita memilih berbondong-bondong ikutan seminar hipnosis. tujuannya agar di-uyakuya-i sama trainer, lalu kita tertidur seperti di TV itu, dan dalam tidur kita itu kita akan menemukan inspriasi yang kita cari.

itulah peradaban modern, setelah pendidikan dan kesehatan dijadikan komoditas industri, sekarang untuk relaks saja orang harus bayar mahal.

hipnosis itu bukan seperti yang dilakukan uya kuya di TV. kedok ini terbuka pertama ketika saya ikut pesantren hypnoterapi di Pati, cukup intensif waktu itu saya mendapati materi substansi hipnosis dan hypnoterapi dalam artian dan fungsi yang sebenarnya. yah, ternyata hipnosis itu ilmu kearifan lokal, kearifan leluhur yang sangat adiluhung, bukan cuma sekedar tontonan dan gaya2an.

kedua, kedok uya kuya terbuka di sebuah tulisan yang membandingkan tentang perilaku uya kuya dan alm Gusdur. ditulisan itu dijelaskan bahwa gusdur mempunya kemampuan mengeliminir rasa sakit saat darahnya mengucur akibat kejepit pintu, dan teknik mengelimir rasa sakit itu dijelaskan oleh sang penulis bahwa itu ilmiah2 saja, bukan karena dia orang sakti atau bagaimana. yakni teknik self-hipnosis. pertanyaannya, apakah uya kuya bisa? sedangkan gusdur bisa. jadi pakar hipnosis siapa ?uya kuya atau gusdur.

ketiga, saat uya kuya diundang di talkshonya sule dan andre, andre ditidurkan oleh tekniknya uya kuya dan kemudian dalam tidur dia cengengesan karena digodain sule. wah, ketahuan deh pura2 belaka..

oke, setelah berpanjang lebar, mengerucut ke inti : bahwa, self hipnosis itu adalah ilmu luhur turunan nenek moyang, dan itu bukan ilmu yang utopis untuk kita kuasai.

salah satu tekniknya adalah dengan shower therapy. gampangnya begini deh, kamu pergi ke kamar mandi, telanjang, mandi dah dibawah sower diniatkan untuk relaks. nikmati air shower, mainkan sabun, dan lepaskan dirimu untuk semakin relaks. coba saja, lalu perhatikan apa yang terjadi?

ya, mandi, adalah salah satu tools yang bisa digunakan untuk self hipnosis, memasuki dimensi rileks, dan memborong inspirasi-inpsiriasi yang banyak dan yang hebat dari dimensi itu. jadi, terlalu cethek kalau menganggap mandi hanya untuk membersihkan kulit badan.

#f12 : fungsi agama


dalil yang sering dijadikan senjata kan begini "islam itu tidak hanya mementingkan hasil, tetapi caranya juga". dalil itu akhirnya jadi propaganda musuh2 islam, yahudi salah satunya untuk mengkerdilkan kita sendiri, sehingga kita boro-boro mikirin hasil, kita cuma terjebak di cara.

sampai-sampai khotib jumat terkhir kemarin, saya tidak menemukan alur logikanya. katanya tujuan kita hidup utk ibadah, ibadah itu diantaranya sholat, lalu sang khotib menjelaskan, sholat itu bisa mendatangkan manfaat kesehatan, kedamaian jiwa, dll. pikir saya : loh ini khotib gimana si, katanya tujuan, kok tujuan itu masih mendatangkan lainnya lagi.

logikanya sama seperti ini : tujuan kita hidup adalah naik kereta. dengan naik kereta kita akan sampai ke jakarta.

jadi, tujuan kita hidup itu naik kereta apa jakarta?

hai orang-orang yang beriman, dalam beragama, jangan lupa kita juga harus mengagamakan logika kita loh. jangan sampai ajaran agama dipisahkan dengan logika. itu sekuler namanya. masa enggane mau disebut sebagai muslimin sekuler?hahaha, ada-ada saja, setelah ada islam liberal, lalu kafir liberal, sekarang adalagi muslimin sekuler.

saya cuma berpesan, bahwa kita jangan cuma berhenti di cara, tapi juga di hasil alias fungsi dari tools-tools agama yang kita kerjakan. karena apa? coba si dicermati satu demi satu konflik horizontal umat. sebetulnya, masalah-masalah itu timbul karena sebuah ancaman kemudharatan besar, atau karena memang ada yahudi yang mensetting agar kita bertengkar?

yahudi menghendaki kita tidak mengingat2 hari lahir Nabi SAW, kenapa? karena dengan mengingatnya, maka kita bisa ingat kenangan sepanjang hayat Rasulullah, sepak terjangnya, spiritnya, dll.

kalau memang kalangan modernis-modernis islam faham tentang setting propaganda yahudi, mereka bukan serta merta melarang muludan. ya sudah tinggal bikin aja pengajian di bulan rabiulawal, materinya tentang keteadanan pernikahan Rasulullah SAW misalnya.

tiwas mengadakan muludan tidak, membuat moment syiar islam untuk ajang kangen ke Rasulullah juga tidak. sama seperti larangan tahlilan. sudah tahlilan tidak, pengajian keliling warga juga tidak.

terus apalagi coba lainnya. perhatikan si, semua-mua yang berkedok modernisasi islam, arahanya adalah agar bagaimana Islam & Rasulullah SAW jangan dekat-dekat deh sama kita, jangan sering2 deh mewarnai kita.

agamawan tapi egois, mikirnya surganya sendiri. syiar kita disetting oleh yahudi enggak nyadar. enggak mencoba memahami barang sedikit.

#f11 : fungsi tidur


pada peradaban modern, tidur dianggap sebagai sesuatu yang kontraproduktif. oleh karena itu, semakin sedikit waktu tidur seseorang, semakin bangga dia. padahal bang roma--capres yang kalau dia beneran jadi nyapres saya akan nyontreng dia-- jelas-jelas bilang,

begadang jangan begadang, kalau tiada artinya
begadang si boleh saja, kalau ada perlunya

kalau tidak ada keperluan, ya pentingkanlah tidur memang. karena jangan salah, saat kita tidur, tidak benar kalau merasa itu kontraproduktif, karena justru tubuh parasimpatik kita yang produktif. sel-sel tubuh membangun dirinya. stamina memulihkan diri. organ-organ tubuh merefresh.

1/22/13

#f10: banyak saudara

enaknya banyak saudara, kemana-mana ada yang bantuin. kemana-mana ada tempat buat disinggahin. saat kemana-mana, ada yang dikangenin. kemana-mana mikir, ini ngoleh2in apa ya buat saudara?

butuh desain, ada yang mendesainkan. butuh data klinis, ada yang mencarikan. butuh rumusan ilmiah, ada yang menyusunkan. butuh sarapan, ada yang ngirimin. butuh dana lebih, ada yang minjemin. butuh inspirasi, butuh tempat berbagi.

terima kasih saudara-saudaraku..

1/15/13

#f9 : "me" time

Awal 2006 lalu, aku masih tinggal di Bogor, aku punya ritual rutin, tiap pagi, shubuhan di mesjid pesantren di sebelah kosan, lalu jalan kaki keliling kebun raya bogor, beli ketan bakar, jam 7an baru sampai di kosan lagi. lalu siap-siap berangkat ke kampus. ke kampus jalan kaki lagi 18 menit one way.

ritual dari shubuhan sampai jam 7 pagi itu tiap hari aku lakukan, karena its my "me" time. "me" time yang harus aku spare kan seleluasa mungkin untuk mengurai kegalauan-kegalauan waktu itu.

Setelah 7 tahun berlalu, kembali akumulasi kegalauan2 itu memaksaku harus memberikan spare lebih untuk diriku sendiri mendapatkan "me" timenya. ya sekarang ini... renang, renang dan renang.

karena di dalam kolam air, bebanku sedikit berkurang. beban gravitasi.

dan aku relaks, memfungsikan waktuku untuk mendapatkan "me" time-ku.

1/11/13

#f8 : tentang menpora

Kalau di sebuah desa akan ada lomba balap karung, siapa yang akan warga pilih untuk mewakili RT nya? dia yang larinya paling jago, dia yang paling ganteng, apa dia yang jago telematika walau cuma berlatarbelakang fotografi.

Hari ini, sejarah akan mencatat, bahwa pak presiden kita, si SBY telah mencederai dengan sangat menyakitkannya, semangat juang pemuda Indonesia. Betul-betul mencederai.

Bagi saya, pemerintah tidak membantu banyak untuk pergerakan kepemudaan saja itu sudah keterlaluan. Eh ini, ditambah lagi, mengangkat menteri pemuda dan olahraga yang harusnya menjadi representasi pemuda dan dunia olahraga Indonesia dengan seorang yang oleh banyak orang Jogja disebut sebagai tukang dobos.

Apa pak SBY benar-benar.... benar-benar, jan keterlaluane pol. dimana penghargaan presiden kepada penggerak kepemudaan. Sebut saja Anis Baswedan, Ary Ginanjar, dan sederet nama-nama lain yang jelas kontribusinya, latarbelakangnya, prestasinya, fit & proper testnya, dedikasinya untuk kemajuan generasi muda bangsa.

Saya sebagai bagian dari pemuda benar-benar sungguh-sungguh serius tersinggung dengan keputusan Anda. Sama sekali tidak habis pikir, apa dasar timbangan sang Presiden yang Doktor itu, mengenai si A akan jadi menteri yang berfungsi, si B tidak akan menjadi menteri yang berfungsi? *geleng-geleng kepala

#f7 : cari apa?

Menjalankan bisnis itu setiap orang menaruh fungsi yang berbeda-beda, setidaknya ada 3 :
1. bisnis untuk cari makan
2. bisnis untuk cari kaya
3. bisnis untuk cari makna

kamu, cari apa?

#f6 :125%

kalau menganggap fungsi membuat target adalah untuk dicapai, maka siap-siaplah untuk sering kecewa. karena target A tidak tercapai pada waktunya, targetnya yang sekian X cuma tercapai tidak sampai X.

maka, agar itu tidak terjadi, buatlah target yang besarnya 125% dari yang ingin dicapai. agar, bila tercapai dari target itu tidak penuh, cuma 80%nya saja. kamu sudah puas dengan pencapaianmu.

atau, berpikirnya dibalik. kalau sebuah target 80% sudah tercapai, ya berhenti merasa bersalah. itu sudah bagus.

#f5 : mencari diluar

pelatihan, pengajian, ceramah, pencerahan, sering kita ikuti. apa harapannya? harapannya adalah menemukan jawaban pertanyaan dan persoalan tentang diri kita. kenapa mencarinya diluar? apakah memang jawabannya ada diluar diri kita?

padahal jawaban tersedia di dalam diri. kita enggan mencarinya ke dalam hanya karena kalau diluar sepertinya mudah, karena kita tinggal mendengarkan, manggut-manggut dan sesekali menangis. sementara kalau mencari ke dalam, kita harus mencapai kondisi meditatif, khusyuk, senyap.

sementara kita tidak terbiasa dengan itu semua, hening sedikit pasang earphone. nganggur sedikit update status. pegang tasbis jadi kontroversi, lebih nggenah pegang gadget mainkan games.

jadi ingat kisah abunawas, dia kehilangan kunci di dalam rumah. karena rumah gelap. dia pergi ke halaman, lalu mencari kunci itu di halaman. seorang kawan abunawas datang melihat yang dilakukan abunawas, diapun tergerak membantu. setelah sekian lama kunci tidak ketemu, si kawan itu bertanya ke abunawas : memang tadi kuncinya hilang dimana? abunawas menjawab : kunci hilang di dalam rumah tadi.

lalu kenapa kamu mencari di luar rumah? tanya si kawan lagi. abunawas menjawab, karena di dalam gelap, diluar kan terang, jadi lebih mudah mencarinya.


1/10/13

#f4 : mention dengan fatihah

orang jaman sekarang kalau mengutip kata-kata orang lain biasanya menggunakan "@" untuk mention si yang bersangkutan. dengan harapan apa yang ia kutip, apa yang ia pakai, legal.

leluhur kita juga sebetulnya sudah mengenal konsep mention loh, walau saat itu belum ada twitter. metodenya adalah dengan doa alfatihah. jadi, misalnya kok menggunakan redaksi puisi, redaksi teks hingga redaksi doa milik seseorang, ya orang yang membuat itu, dibacakan alfatihah di awalnya.

maka tidak heran kalau di desa-desa, ketika membacakan serangakaian doa, diawalnya membaca fatihah sampai 27x. karena dengan model itu, copyright puisi, teks dan rangkaian doa itu terpelihara. toh, fatihah lebih berfungsi & bermanfaat ketimbang cara-cara lainnya, to?

---

lalu, kalau bahasan tentang ini dikaitkan dengan polemik kontroversi hukum doa bersama. saya berpendapat begini. doa bersama dan doa sendiri2 sebegitu dipermasalahkan, lalu apakah masalah2 yang lebih besar dari itu sudah beres? sehingga tidak ada hal yang lebih mendasar yang lebih diprioritaskan untuk diselesaikan? atau jangan-jangan ada oknum, yahudi misalnya, israel misalnya, penjajah misalnya, yang dengan sengaja diam2 meniupkan isu ini untuk dijadikan kontroversi diantara kita. sementara itu kita terkelabuhi sehingga tidak mengurusi hal-hal yang sebetulnya sangat mendasar.

1/8/13

#f3 : 5R

SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE dikenal dengan istilah 5S.

Atau dalam bahasa Indonesia diadaptasi menjadi 5R :
1. Ringkas
2. Rapi
3. Resik
4. Rawat
5. Rajin

"gunting dimana gunting?", "cutter ini isinya habis, dimana isinya", "lakban perasaan kemarin masih, dimana ya? ah, beli lagi aja".

Kalau budaya 5R sudah diterapkan, mau perusahaan kecil atau besar, akan termaksimalisasi pasti fungsi2 tools yang mereka miliki.

1/5/13

#f2 : more functionable food

kita makan, selama ini untuk apa si makanan itu difungsikan? untuk menjadi alat memperkenyang diri. betul?

sel, kapiran, jaringan kapiran, metabolisme tubuh masa bodoh. padahal di setiap makanan yang tersaji ada nutrition fact nya loh. makanya, alangkah lebih berfungsinya sepiring makanan, kalau kita pelajari dan kita makan tidak hanya untuk asal berfungsi mengenyangkan diri.

alhamdulillah 3 hari ini aku dilatih praktek tentang ini, ya sedikit-sedikitlah. masih harus ditambah dengan belajar sendiri juga, masih harus dengan praktek yang kontinyu paling tidak sampai akhir februari, agar pola makan yang benar benar-benar terprogram.

sayang kan, beli makan mahal-mahal, rames saja paling tidak 5.000 harganya sekarang. kok fungsinya cuma satu : mengenyangkan.

"makanlah sebelum lapar, berhentilah makan sebelum kenyang",

tuh, bahwa fungsi makanan tidak ada hubungannya dengan lapar dan kenyang. Kata pak dokter, fungsi makanan cuma ada 3 :
1. untuk mempertahankan hidup
2. untuk pertumbuhan
3. untuk kesehatan

Nabi SAW sudah tahu konsep tentang fungsi makan ini dengan kalimat sederhana di atas bahwa fungsi makanan tidak ada hubungannya dengan lapar dan kenyang jauh2 hari sebelum para dokter memberikan fatwa tentang fungsi makanan.

#f1: barter

model praktek keuangan modern sekarang ini, nilai uang itu merosooot terus. segala sesuatu jadi semakin tak terjangkau. 

maka sekarang ada pelatihan khusus tentang praktek ekonomi yang menguntungkan kita semua, ternyata ini praktek primitif. primitif tapi canggih, yakni barter. 

barter itu benar-benar menguntungkan, beda dengan gaya hidup kapitalistik sekarang yang mana korporasi besar jadi penampung uang, dan kita orang-orang khalayak ramai jadi penyumbang uang. karena dipaksa oleh budaya ekonomi dimana kita harus menyumbang uang untuk korporasi besar, maka kita harus terus cari uang kan? caranya bagaimana? dengan jadi buruh... diperbudak oleh dunia.

sistem barter tidak begitu. misalnya, barter sewa tempat dengan si penyewa tempat dikasih sofa. barter jasa pelatihan dengan voucher makan gratis, misalnya.

kenapa barter menguntungkan? karena yang dipertukarkan, yang ditransaksikan, bukan nominal formal. tetapi di dalam nominal yang menjadi kesepakatan, masing-masing pelaku barter memiliki spare margin keuntungan. jadi kedua belah pihak sama-sama mendapat laba. sama-sama membeli, sama-sama menjual. 

betapa lebih berfungsinya barter untuk menggerakkan sektor riil dan pertumbuhan ekonomi, kalau itu dilakukan semakin massal dan semakin massal

1/2/13

fungsi

pertama : kita itu hobi sekali kulakan ilmu, tapi jarang menggunakannya. boro-boro menggunakan, menaruh dengan benar itu ilmu yang baru kita dapat saja enggak becus. akibatnya, ketika ilmu itu dibutuhkan, kepanikan psikis kita sama seperti saat : gunting dimana gunting? staplers tadi ditaruh mana? loh selotip nggelindig kemana? peniti-peniti. yaudah deh, akhirnya terhambat berkarya.

mulai dengan menata satu-satu, alon-alon, lalu mudah2an bisa memfungsikannya dengan lebih fungsionabel di 2013 ini dan kedepan.

kedua : seringnya kita itu boros segala sesuatu. untuk mengetahui bahwa diri ini sakit saja, harus meminta fatwa dokter. untuk bisa menikmati kudapan mie yang lezat saja, harus cari resto yang brand nya high. untuk  nyetak undangan yang bagus saja, harus ke tempat yang ternama. sampai ke penggunaan energi perasaan juga boros. borosnya seboros menggunakan ruangan. ruang kerja yang sebetulnya bisa diringkas di dalam satu ruangan ukuran 3,5 x 3,5 eh jadi membutuhkan ruangan yang besarnya 3x lipat. perkakas teknis yang seharusnya bisa ditata di ukuran 3 x 1 meter, eh harus menyita satu room full. 

ayolah lebih fungsional segala sesuatunya, ya ruangannya, waktunya, uangnya, energinya, ilmunya, perasaannya dan cintanya.


12/29/12

tiga jenis presiden

SETELAH era Presiden Soeharto, menurut humor politik, kita punya tiga jenis presiden. Misalnya Prof Habibie. Orangnya hebat, langkah-langkahnya jitu. Dia bebaskan pers. Dia hapus istilah pri-nonpri. Dia bikin demokrasi lebih baik. Dia restrukturisasi utang konglomerat agar ekonomi segera jalan. Dia bikin nilai satu dolar AS dari Rp 15.000 menjadi tinggal Rp 6.500. Dia merdekakan Timtim sehingga presiden berikutnya tidak perlu lagi terbebani soal Timtim. Dan banyak lagi. Namun, Habibie disebut sebagai orang hebat yang memerintah di waktu yang salah. Saat itu euforia reformasi lagi berada di puncaknya. Apa pun yang dia bikin akan disalahkan. Maka, secara guyon, Habibie disebut juga sebagai right man in the wrong time.

Lalu, kita punya Presiden Megawati. Banyak yang menilai orangnya tidak hebat. Bukan administrator dan bukan pula profesor. Tapi, Mega memerintah pada waktu yang sudah tepat. Orang sudah lelah dengan reformasi sehingga menjual BUMN pun sudah tidak terlalu banyak didemo. Mengampuni konglomerat hitam pun tidak sampai menggoyahkan kedudukannya. Timing (ketepatan waktu) memang sering menentukan dan tidak bisa diulang. Secara guyon, lantas Megawati disebut wrong woman in the right time.

Kita juga punya satu jenis presiden lagi: Gus Dur. Ia adalah presiden yang membuat istana kepresidenan tidak angker dan berani melakukan demiliterisasi. Keberaniannya memecat Menko Polkam Jenderal Wiranto termasuk dipuji banyak pihak. Namun, kekurangan fisiknya (beliau tidak bisa melihat), ditambah kebiasaan njaili lawan-lawan politiknya, masih ditambah pula situasi euforia reformasi yang belum sepenuhnya reda, membuat Gus Dur sering disebut dalam guyon itu sebagai wrong man in the wrong time.

Sumber dari : sini

ability dan respon of ability

"Kenapa kita tidak bersedia merasa sebagai anak yang sedang belajar, sehingga ketidakmampuan itu wajar dan tak perlu ditutup-tutupi " Emha.

Ada ability ada respons of ability atau kita kenal dengan responsibility alias tanggung jawab. kalau ada rumah kebakaran, lalu yang bisa dilakukan olehmu cuma menyiram dengan air pakai ember. maka itu abilitymu. tapi kalau ada turun hujan dan ada jemuran tetangga belum diselamatkan dan engkau diam saja, maka dipertanyakan responsibilitymu.

orang tidak punya ability seringkali tidak pernah bisa disalahkan, tapi orang yang punya ability tapi tidak menggunakan responnya, itu yang sering jadi masalah.

enggak seru banget, kan?

kalau ada yang bilang tempatku ini kandang kambing, maka aku bisa memastikan bahwa aku bukan bagian dari kambing-kambing itu. aku adalah aku.

kalau saat ini aku hidup di lingkungan coro, maka aku juga bukan coro. aku adalah aku.

aku sama sekali tidak mendambakan keriuhan bersama orang-orang yang hanya maunya seneng tok, maunya kepenak tok, maunya gampang tok. Jangankan sama orang yang maunya enak tok. Bahkan sama yang mau susah tapi cuma temporer, jangka pendek, self life nya sebentar, gampang kedaluarsa, gampang memble, juga enggak mau aku.

Terbayang begini, nanti aku sukses funtastis, muktakir fenomenal, terus ditanyai oleh seorang host : bagaimana perjalanan sukses anda? lalu aku menjawab : ya perjalananku bagus, dulu membuka ini sukses, mengembangkan ini berhasil, menjalankan ini mulus, ya begitu itu sampai sekarang.

Enggak seru banget kan cerita seperti itu?

lubang biawak

tahun baru masehi sebentar lagi, bukan cuma muda mudi yang rempong mempersiapkan pesta ini dan itu. para pendakwah juga ikut-ikutan rempong, berceramah disana sini. Bahwa kita tidak boleh ikut-ikutan merayakan tahun baru karena alasan A, B, C sampai... Z.

Bahwa memang betul, kita tidak boleh ikut-ikutan life style kaum selain kita, karena kalau kita terbiasa ikut-ikutan maka bahkan masuk ke lubang biawakpun kita akan ikuti saja mereka.

Tapi tahun baru hanyalah hal sepele, dibandingkan persoalan substansi umat. coba lihat, odol dan shampo kita, ikut kaum siapa? coba lihat sistem keuangan rumah tangga kita, ikut kaumsiapa? coba lihat sistem pendidikan kita, ikut kaum siapa? dan kita ikuuut saja, sambil terus mencerca orang-orang yang ikut menyalakan tahun baru.

kita mewanti-wanti orang agar jangan begitu saja ikut-ikutan agar kita tidak terperosok ke lubang biawak, eh tanpa sadar ternyata kitanya sendiri sudah ada di dalam lubang biawak.


jarak satu detik

"Jarak kita dengan maut di jalan hanya 1 detik"

Kalimat di atas bukan kalimat sastra atau puisi. tapi fakta, realita. Betapa jalanan dengan ribuan lubang-lubang aspalnya adalah pintu gerbang maut yang mengerikan. Belum ditambah jumlah kendaraan bermotor yang sudah tidak terbendung, sangat ramai sekali bila dibanding 10 tahun yang lalu.

Ya wajar saja, untuk kota sekelas Purwokerto saja, penjualan avanza untuk tahun ini sudah 750 unit. belum mobil tipe lain, belum showroom merk lain, belum sepeda motor. hedeeew.

Ditambah lagi pekerjaan pejabat SIM kita yang sekarang entah seperti apa modelnya. sehingga pesepeda motor kok berkendara seperti di hutan rimba, tarik gas, rem mendadak, nyelonong di pertigaan, zigzag di jalan ramai.

maka ikhtiar kita sebagai orang yang waras dan menyadari fenomena semrawutnya jalan raya ini hanyalah : berkendara dengan hati, bukan dengan emosi. tidak harus alon, tapi tidak usah kemrungsung. jaga kecepatan, jaga lajur, hormati pengguna jalan lain. sembari sering-sering berdoa, semoga kita termasuk orang yang dijauhkan dari celaka di jalanan.

mudah2an kita selalu selamat selama berperjalanan dimanapun dan kemanapun.

lagi ada masalah ni yee?

Salah satu nikmat yang selama ini mungkin lupa kita syukuri adalah nikmat dipandang sebagai orang yang beriman. Loh, jangan salah, ini nikmat loh, karena tidak semua orang memperolehnya.

Karena orang memandang kita sebagai orang yang beriman, maka kita pakai baju koko ya nyaman-nyaman saja, pecian oke, ke masjid ayo.

Coba mereka orang-orang yang dianggap sebagai begundal, yang jarang atau bahkan tidak pernah sholat. Seperti kita tahu bersama, bahwa sekarang agama telah dimonopoli oleh orang-orang alim. Pengajian hanya milik mereka yang sudah sering datang ke masjid.

Maka, dosa sosial tanggungan siapa ketika seorang begundal ternyata tidak sholat ke masjid, bukan karena dirinya enggan, tapi dirinya sungkan oleh tatapan mata sosial yang dengan nyinyir berkata "ih, tumben amat, preman ke masjid. lagi ada masalah ni yee?..." sambil meneriaki "lagi ada masalah ya?woi, emang Tuhan lembaga sosial yang kalau kamu datangi masalah selesai?"

Kita orang-orang yang rajin sholat, rajin ke masjid, seringkali tidak punya ruang untuk memberikan kesempatan mereka-mereka untuk ringan langkahnya ke masjid. disadari atau tidak

12/27/12

Masa sih nyerah?


Sumpah bukan Sumpah


Awal tahun 2012 lalu, tepatnya di bulan Februari, aku ikut sebuah perhelatan pemuda tingkat nasional di Gedung Merdeka & Gedung Indonesia Menggugat di Bandung. Menarik acara itu, hanya justru di acara inti malah terjadi kelucuan.

Kelucuan ada di sesi pembacaan Sumpah Pemuda jilid II. Lucunya kenapa? Karena disitu isinya adalah text "kami putra dan putri Indonesia bersumpah, bla22..." begitu pula baris kedua, dan ketiga. Padahal, coba si liat text Sumpah Pemuda yang asli tahun 1928 dulu, apakah ada kata-kata sumpahnya?

Tidak ada kata-kata sumpah sama sekali. Hanya kata, "mengaku", "mengaku" dan "menjunjung".

Kejadian serupa ini aku temui lagi untuk kasus berbeda di majalah-majalah yang memakai nama-nama Islam.   Ceritanya majalah itu mengangkat tentang tradisi Grebek Sura di sebuah kota di pesisir utara Jawa Tengah. Betapa pandainya sang jurnalis mengatakan, bahwa orang-orang yang mengikuti tradisi itu adalah pelaku kurafat, karena ada jimat yang dicuci disitu dan ada ritual upacara yang dilakukan disitu.

Pertanyaannya, darimana si jurnalis mendapatkan informasi bahwa peserta grebek itu sedang melakukan kurafat? Pandai sekali si jurnalis membaca hati para peserta? Kalaupun ada yang berniat syirik, berapa persen dari seluruh peserta yang hadir? Berapa jumlah dari peserta grebek yang ikut acara itu dengan niat meramaikan kampung sepertihalnya lomba panjat pinang 17an? Atau sekedar niat dalam rangka melestarikan nasab leluhurunya.

Kita sebagai pembaca ya manut saja dengan penjelasan si pembuat majalah. Padahal tulisan yang dibuat hanya berdasar prasangka, tidak melalui ditanyain satu-satu sampai ketemu prosentasi berapa dari peserta grebek yang memang niatnya syirik.

Kasus keblinger seperti ini terjadi pula pada orang-orang yang anti pada ramalan Jayabaya. Loh, memang Jayabaya itu tukang ramal apa? Jayabaya hanyalah seorang raja besar dimasa lalu, sang raja senang membuat karya sastra, karya sastra yang ia buat berdasar ilmu titen, menelaah kondisi disekeliling dan pola sejarah yang terjadi di masa itu.

Karena karya sastranya kok mathuk dengan perjalanan di masa depan, maka enak saja disebut itu sebagai ramalan Jayabaya. Dan orang yang mempelajari karya sastra itu disebut pelaku kurafat.

"Maka, mengapakah kamu tidak berpikir?"

Pernikahan-Pernikahan 2012

Andika menikah di Kediri, 9 Juni
Ambar menikah di Bobosan, 22 Juli
Arif menikah di Ajibarang, 7 September
Felly menikah di Jakarta, 27 Oktober
Retno menikah di Kebumen, 9 November
Fikry-Iswa menikah di Sokaraja, 16 November
Hanie menikah di Kemranjen, 8 Desember

Tahun ini belum dapat giliran. mudah-mudahan tahun depan dapat. dengan entah berapa pasang lagi yang akan mengakhiri masa lajangnya di 2013. Sampai blog ini diposting si baru dengar ada 3 calon pasangan yang akan melangsungkan pernikahan di tahun depan.

12/25/12

inilah sari berita

Berita pertama : SBY menengok cucu keduanya, suka cita menyelimuti keluarga presiden

Berita kedua : Seorang ibu dikediri mencampurkan racun tikus di susu kedua balitanya, beruntung suaminya yang pedagang asongan tidak lama memergoki ketiganya pingsan dan langsung dibawa ke rumah sakit

Berita ketiga : PT KAI sedang berjuang mati-matian menertibkan pedangan asongan di 50 titik stasiun

Berita keempat : Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat menjadi 1 dari 6 kementerian dengan rangking terburuk, yang penyerapan anggarannya paling jauh dari target.

Berita kelima : SBY untuk kedua kalinya menengok cucu keduanya lagi, bu ani datang terlebih dahulu jam 10 dan presiden menyusul jam 13. ia bersuka cita atas itu, walau ada rakyatnya yang terkapar di RS karena racun tikus akibat suaminya yang pedagang asongan tidak bisa memberikan jaminan ekonomi, terlebih pedagang asongan mulai diusiri dengan alasan penertiban oleh PT KAI, dan Menko Kesra kerjaannya nggak beres.

Berita keenam : enggak tahu. TV udah dimatiin tadi.

12/21/12

gooood


hm, BBMan, facebookan, smsan, pageran, kentongan, atau apapun itu.. hiduplah lebih nyata...

12/20/12

pesan besar

 “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.” (QS 55:19-20)



Dengan menyebut bahwa di tempat tersebut dua laut bertemu dan di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing, maka bisa jadi juga tempat tersebut adalah suatu tempat yang bisa kita lihat dengan begitu jelas seperti pada gambar di samping yaitu Indonesia.

Tempat bertemunya dua lautan tersebut yaitu Lautan Hindia dan Lautan Pacific, sungguh suatu tempat yang sangat kaya raya. Kekayaan laut kita ini dijelaskan lebih detil di ayat berikut : “Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.” (QS 16 :14)

Indonesia yang memiliki luas daratan 1.92 km2, memiliki luas lautan 3.26 km2 atau 1.7 kali luas daratannya. Bila sesuai ayat tersebut di atas bahwa laut adalah sumber pangan, perhiasan, energy, konstruksi, perdagangan – maka sungguh masih sangat besar potensi yang belum digarap itu.

Laut kita yang di peta tersebut di atas diapit oleh dua lautan besar membuat laut kita sangat kaya dengan biodiversity – ke aneka ragaman hayati. Yang disebut lahmdalam ayat tersebut umumnya diterjemahkan sebagai daging yang segar (ikan), namun bisa juga berbagai hasil laut yang menjadi sumber pangan yang tiada batas.

artikel lengkap dari : sini.

12/15/12

Kalau merasa belum sukses

Ingat : "Kesuksesan bukanlah milik mereka yang mempunyai sumber daya. Kesuksesan adalah milik mereka yang mau mengambil peluang"

jadi, kalau masih merasa belum sukses, jangan berpikir karena kita kekurangan sumber daya. lebih besar kemungkinan karena kita kurang mengambil peluang.

yang ada dibenakku ketika peluang menghampiri, peluang apapun itu, ya begitu itu : sepanjang memungkinkan untuk ditandangi, ya ditandangi. Karena kita tak pernah tau efek bola salju apa setelah peluang itu diambil. Tidak selalu loh kita mengerjakan A, lalu kita mendapatkannya hanya A, seringnya dapatnya bukan cuma A, tapi ABC misal, atau Energizer. 

Dan lagi aku terpikirnya, jangan-jangan peluang itu titipan berkah dari Tuhan. gara-gara sehari 17 kali aku bilang "ihdina sirotolmustaqim". Who knows kalau itu "jalan" yang diberikan-Nya ya...

12/13/12

Gula Kristal Kemasan Stick


Prosesnya panjang saudara-saudara, untuk mendapatkan kemasan seeksklusif ini.

12/12/12

Hadiah di 12 12 12

Enam tahun SDI, dapat ucapan2 selamat hari jadi + hadiah istimewa, kemasan stick untuk unit bisnis gula kristal yang datang naik travel sore kemarin, kini sudah sampai...
satu cakram

Melanjutkan Rekaman

"Dengan menolong diri sendiri, kita bisa menolong orang lain dengan lebih sempurna.", RA Kartini.

Kredo di atas mengingatkan kita untuk tidak berpikir pragmatis dan parsial, antara urusan ekonomi (menolong diri sendiri) dan urusan sosial (menolong orang lain). Sering bukan, kita merasa kalau urusan mencari nafkah, adalah persoalan bukan mulia, sedangkan kegiatan bakti sosial, kegiatan amal, adalah kegiatan yang mulia.

Hati-hati loh, bisa2 bukannya sosial impact yang didapat, tapi soksial impact malahan. Kapan soksial impact terjadi? ketika waktu produktif kita tersunat sedemikian banyak oleh kegiatan sosial-sosialan kita, yang itu bukannya seiring sejalan dengan menolong diri sendiri, tetapi malah melemahkan diri sendiri.

Bukannya hari demi hari terpakai dengan meningkatnya aset investatif yang memperkuat power kita, malahan terbebani oleh liabilitas yang tidak terarah. ya, masing-masing dari kitalah yang bisa "membaca" fenomena ini di diri kita masing-masing

Karena, dengan membiarkan diri kita lemah, berarti kita akan memiliki keterbatasan dalam menolong orang lain dengan sempurna, bukan?

Dirgahayu Semangat Donk ke-6. Terus melanjutkan milestone, semuanya akan terrekam indah nanti.

12/1/12

Berani Menikah itu, Hebat!

lorem ipsum dolor sit amet