6/27/13

#5

Beratnya seorang pemimpin itu ketika ada yang tidak manut. Hedewh, menguras energi sekali itu.

Tapi tidak usah terlalu diambil hati. Jangankan kita, Rasulullah SAW saja pernah tidak dipatuhi, ketika perang Uhud.

6/15/13

#4

Orang menyangka melawan demokrasi adalah dengan membuat negara tunggal dan mengangkat khilafah. Logiskah itu terrealisasi?

Yang dilakukan demokrasi adalah mencerabut masyarakat dari akar2nya. Salah satunya, tokoh2 masyarakat ditenggelamkan, disamaratakan suaranya dimata demokrasi sejajar dgn suara preman dan bencoleng.

Lalu dihadirkanlah tokoh2 instan dari presiden hasil pilihan instant sampai lurah. Kenapa instant? Bandingkan saja bgmn ketokohan presiden lahir dibandingkan dengan lahirnya seorang kyai desa misalnya.

Maka, menghadirkan tokoh2 masyarakat yang sejati agar masyarakat kembali mengenal tokoh2nya, tahu tempat meminta fatwa dan pertimbangan, itu adalah peran besar kita melawan hegemoni demokrasi.

Ngeri to?

#3

Jogja tidak punya lagi sumber PAD dari SDA, karena itu tidak ada pilihan lain kecuali menggenjot penjualan kendaraan bermotor. Itulah kalau ingin tahu alasan kenapa jalanan Jogja crowded kendaraan.

Banyumas akan se-crowded jogja pula. Kalau, PAD dari SDA hilang. Karena itu, militansi kita mengembangkan gula jawa, walau kita bukan anak penderes, adalah sebuah tugas besar peradaban. Bukan bisnis semata seperti yang kita pikirkan saat ini.

Kalau militansi kita hilang, gula jawa tidak berkembang, PAD dari SDA hilang, maka pemerintah Banyumas akan menggenjot penjualan kendaraan. Macet. Kecelakaan. Polusi.

6/11/13

6/7/13

#1 menunggu timing

Materi2 yang aplikabel di coaching clinic, masih ngantri menunggu timing buat bisa bener2 diaplikasiin

6/5/13

Juni : idle

Menunggu Allah mengubah nasibku, karena aku telah mengubah diriku sendiri.