Kepasrahan yang terpaksa

Dipaksa atau sukarela, pada akhirnya ujung-ujungnya manusia hanya bisa berpasrah. Pilihannya hanya ada dua itu, mau pasrah secara sukarela, atau menunggu terpaksa dulu baru pasrah.

Berapa banyak dari kita yang dalam nada mengeluh yang begitu dalam mengatakan "yah, mau bagaimana lagi...", sebuah ungkapan menyedihkan akibat melakoni aktivitas dan nasib hidup yang tidak ada pilihan lain. Loh iya, masa itu akan tiba, kalau kita tidak mempersiapkan sebuah gambaran masa depan hidup kita sendiri yang tidak seperti itu sedari sekarang.

Akan datang masa ketika orang akan mengataimu "kok masih minta ortu", atau "udah umurmu ngode", atau "nikahe kapan" atau "deneng masih dolanan aja", dan seterusnya yang menyudutkanmu pada kenyataan dimana kita harus melakoni aktivitas, pekerjaan dan rutinitas yang tidak kita inginkan. Lalu kitapun terpaksa pasrah, tapi sangat bandel memang kita, dalam kepasrahan di saat itu kita masih bilang "yah, sudah nasib...".

Sesungguhnya nasib menyedihkan yang kita dera saat itu bukanlah kiriman dari Tuhan semata, itu adalah akibat dari pilihan-pilihan tindakan kita sebelumnya. Yah, tindakan kita hari ini akan mengantarkan kita pada seperti apa nasib kita di masa depan.

Oleh sebab itu, jangan menunggu dipaksa untuk pasrah, pasrahlah sedari sekarang. Pasrah pada kenyataan bahwa siapa yang bersungguh-sungguh dia akan sukses, pasrah pada kenyataan bahwa siapa yang berbuat baik dia akan menuai keberuntungan, pasrah pada kenyataan bahwa siapa yang bertindak berbeda akan menghasilkan sesuatu yang berbeda pula.

Mahalnya masa muda adalah karena ada begitu luasnya pilihan kita untuk merancang seperti apa masa depan kita akan dibentuk nanti. Kita bersantai-santai dan mengikuti cara pikir orang kebanyakan, sehingga pada saatnya nanti masa muda habis kitapun akan seperti orang kebanyakan yang setiap hari sibuk untuk mengepulkan dapur tanpa pernah punya waktu memberi nafas pada "idealisme" kita.

Atau kita mencari pengertian, pemahaman dan pemaknaan terdalam tentang kehidupan dan memilih jalan hidup kita sendiri, sekalipun itu berbeda dengan orang kebanyakan. Walhasil, sekalipun masa muda telah berlalu, pada saat itu kita sudah terlanjur kaya, kaya materi, kaya ilmu, kaya hati, sehingga tidak ada rutinitas yang bisa memaksa kita, tidak ada tanggungan asap dapur yang membelenggu kita dan kita bisa bercengkerama dengan idealisme kita sampai akhir hayat, sampai ke alam sesudah dunia.

Pasrahlah kepada Tuhan, dan nur yang Dia tiupkan yang kita terjemahkan sebagai bisikan nurani. Jangan perturutkan alam sadarmu terus, dia terlalu dangkal pengetahuannya.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Sebegitu Mudahnyakah Menjalin Hubungan?

Kalau sedang nongkrong di kedai Martabak, lihat yang berseliweran, lihat yang datang, kebanyakan berpasang-pasangan, muda-mudi dua sejoli yang sudah meretas hubungan dalam wadah bernama "jadian".

Saya jadi teringat facebooknya ambar, yang ketika statusnya diganti "sedang menjalin hubungan", comment mengalir bertubi-tubi (diantara yang comment ada yang jealous n sedih mungkin, :p), pas saya konfirm ke yang bersangkutan cuma bilang "lah emang napa yo mas dengan menjalin hubungan, kok heboh?".

Dan teringat dengan pertanyaannya Ambar di facebook kepada para mahasiswa kost "dimana tempat makan yang murah dan nggak malu-maluin makan sendiri?", ealah, jebul banyak yang malu to kalo makan rames sendiri, lah berarti dari dulu saya nggak tahu malu ya, udah berapa sering saya beli rames sendirian.

Dan jebul berarti, mungkin apa yang pernah dikatakan sepupu saya benar "mahasiswi itu cari tukang ngojek", repot kalau nggak punya pacar, masa ke warung rames sendirian? masa ke fotokopian harus mbecak? haha...

Ya, semuanya "jadian" semuanya "pacaran", pertanyaannya, betulkah cinta yang melandasi hubungan mereka? atau cuma perasaan yang terasa agak indah saja, atau bahkan hanya perasaan "daripada dhewekan kemana-mana?", oh, kasihan sekali yang jadi pacar ya...

Yang saya tahu, jatuh cinta itu tidak mudah, apalagi menjalinkannya. Cinta itu tidak sedangkal perasaan nyaman ketika bersama, perasaan tampan atw cantik atw sekedar lumayan ketika memandang. Karena itulah saya salut pada orang-orang yang menghargai cinta, tidak usah jauh sebut saja Fikry, setahu saya dia sedang jatuh cinta, walau tak tahu dengan siapa (mudah2an kita ga bersaing ya, hehe, becanda2...), tapi dia tidak pacaran, hubungan terdekat yang saya tahu ya dengan mbak tercintanya, cinta dua kakak beradik. Atau Hilmy, bukan karena nasib dia masih jomblo, gadis mana yang sanggup menolak kalau dia nembak, nyatanya tidak. Begitu juga Naim, penampilannya yang sangat dia perhatikan tidak untuk dipersembahkan ke satu orang spesial, semuanya spesial, pejabat dinas spesial, peserta training spesial.

Ya, saya berdoa untuk diri saya sendiri dan berharap untuk semuanya, agar jangan sampai sesuatu keindahan yang kita anggap cinta, yang padahal bukan cinta yang sejatinya, ketika diperturutkan justru akan menutup jalan kita menuju pertemuan dengan cinta yang sejatinya.

Ya, kali ini saya tidak sebut nama, yang jelas dia adalah sahabat saya dua sejoli yang sudah menjalin cinta yang sejatinya dalam jalinan suci bernama pernikahan. Yang saya tahu, mereka tidak pernah pacaran, dan saya baru tahu ternyata diantara mereka berdua telah memiliki kesan-kesan khusus sedari SMA tentang satu sama lain. Inilah yang menurut saya unik, karena setahu saya, pas di SMA, mereka belum menjalin cinta, jangankan "jadian", suka aja mungkin belum.

Itu mungkin yang Afi bilang benih-benih cinta. Ya, saking lembutnya benih cinta, bahkan mungkin kita tidak merasakan bahwa kita itu menyukai dia, kesan-kesan tersimpan begitu dalam di bawah sadar tanpa alam sadar ini merasa. Baru terbuka setelah menikah, oh ya dulu, oh ya dulu... ternyata sebelum rasa terbangun, kesan-kesan sudah terbangun dalam, tanpa kita sadari.

Selemat berjuang merengkuh cinta yang sejatinya, bukan cinta karena kenyamanan semu bersamanya, apalagi cinta untuk nemenin beli rames biar nggak terlihat sendirian.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Dieng... (Pengalaman Pertama Mereka)


Hari minggu penghujung libur akhir semester 1 kemarin dipilih untuk melaksanakan "ritual" piknik ke dataran tinggi Dieng yang dikenal sebagai "Dieng Plateau". Hm, kalau Rosyita membaca ini mungkin akan langsung SMS saya, karena janji mengajaknya ke Dieng rame-rame belum juga terlaksana (nanti, nunggu reyen Avanza ta, doakan, amin..).

Yah, selalu seru kalau piknik dengan adik-adik, dari sekian banyak pelajaran, kali ini saya ingin bagikan tiga cerita dulu saja. Hm, ini piknik apa sekolah?kok ada pelajaran? Yah, itulah resiko kalau sudah menjadi manusia pembelajar, kalau seseorang sudah mempelajari pelajaran tentang cara belajar, bahkan dalam termenungpun ada pelajaran, apalagi dalam jalan-jalan.

Pertama, obyek yang dikunjungi di awal adalah telaga warna, sebuah telaga yang konon mempunya aneka warna tetapi sekarang kok sudah tidak sepertinya. Nah, disitu ada anak-anak muda sepantaran saya, kelihatannya anak-anak pecinta alam yang berinisiatif membuka arena Flying Fox di atas air telaga. Dari belasan anak-anak yang ikut dalam rombongan, semuanya takut untuk mencoba, termasuk si Yiyi, nama panggilan dari Firly adik bungsu saya.

Loh iya, tinggi ada hampir 10 meter mungkin, di atas air pula (walau di pinggiran), dan betul sampai semuanya meninggalkan arena Flying Fox itu untuk menyusur ke kompleks gua-gua, tidak ada yang berani mencoba. Tapi, sepanjang jalan saya ajak ngobrol Yiyi, intinya "kenapa takut", "apa yang ditakutkan", "mungkinkah ketakutan itu terjadi?". "kalau terjadi bagaimana, parah atau enggak resikonya?", tidak lama obrolan santai itu selesai dan begitu pulang dari gua-gua, kembali ke dekat Flying Fox lagi, ternyata Yiyi sudah tidak takut lagi, minta ke Ibu-Bapak untuk dibayarin naik.

Sayang, akhirnya tidak diijinkan, ya iya, anak yang di 1 Desember kemarin baru 7 tahun minta Flying Fox-an, ya Ibunya yang panik. Dan akhirnya, dari yang tadinya disuruh naik enggak mau, sekarang kebalikannya, bukan cuma sedih tidak boleh naik, tapi Yiyi pun jengkel. Apa pelajarannya? simpulkan sendiri...

Kedua, ini sudah pindah obyek ke Kawah Sikidang, sebuah kawah yang pekat dengan bau belerang, serombongan yang naik 3 mobil hampir semuanya tutup hidung sambil mengeluhkan "waduh baunya", bau belerang yang hampir mirip bau kentut singa ini.

Tapi si Yiyi beruntung karena saat menempuh jalan kaki ke dekat pusat kawah bareng saya tidak perlu merasakan itu, memang sekalipun awalnya tidak enak bau itu, tapi saya tidak pernah sedetikpun tutup hidung, alih-alih mengeluhkan bau itu, saya cuma ngomong santai ke Yiyi, intinya begini "jarang-jarang loh ada bau seperti ini, cuma ada disini, enak..."

Dan betul, dari yang semula Yiyi tutup hidung terus, eh setelah dibilangin itu dia sudah tidak tutup hidung lagi, malah bilang "baunya enak ya...". Dan betul juga, sampai pulang dari area kawah, di mobil saat perjalanan pulang masih bilang lagi, " tadinya baunya enak ya di kawah...". Hm, apa pelajarannya? bisa dipetik sendiri...

Ketiga, pas di dekat pusat kawah, dimana air "bergemulek" mendidih oleh "kompor" yang ada di bawahnya, kepulan asap yang merupakan uap dari air di pusat kawah itu tidak pernah berhenti bergumul, sehingga ada bagian diantara radius sekeliling kawah yang tertutup kepulan asap pekat itu.

Ya, bagi orang dewasa, menembus kepulan asap yang kurang lebih 7 meteran luasnya untuk bisa berjalan melingkari kawah si bukan hal yang sulit. Tapi bagaimana dengan anak kecil? Seperti Yiyi awal saya ajak ketakutan untuk berjalan memutari kawah, nggak mau lah pokoknya.

Sampai akhirnya saya gendong saja, lalu berjalan memutari kawah, menembus asap tebal itu, dan akhirnya selamat deh bisa satu putaran kawah, "oh ternyata...". Coba, kalau tidak pernah merasakan masuk ke dalam asap, menembus dari sisi kawah sebelah sini ke sebelah sana, bisa tidak seorang anak kecil bilang "oh, ternyata...".

Yah, dari kecil, kita terbiasa dibuat aman dari ketakutan-ketakutan dengan menghindarinya. sampai tidak bisa mengatakan "oh ternyata...", sebuah ungakapan pemahaman tentang apa si sesungguhnya apa yang kita takutan?

Bukankah MEMBACA itu MEMAHAMI? Ya, membaca itu bukan menghitung huruf, membaca itu mencari makna agar paham, sekalipun caranya adalah dengan melakukan apa yang kita takutkan, agar bisa bilang "oh, ternyata...".
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Cari Peluang & Cari Aman

Bolehlah kita merasa punya umur panjang, karena kita bercermin pada veteran yang panjang umur sampai 70 tahun, pada pensiunan petani yang bertahan sampai 90 tahun, atau pada nenek-nenek yang begitu pandai menjaga kesehatan hingga umurnya menembus 100 tahun.

Tapi, pernahkah membayangkan bagaimana kita ketika umur segitu? Kalau belum, mari kita bayangkan bersama-sama. Berapa teman kita saat itu? topik apa yang lebih sering dibahas selain keluar masuk rumah sakit? Apakah anak-anak kecil kita yang lucu-lucu masih membersamai kita? Kemana rute lari pagi kita, siapa yang menemani?

Baik, selanjutnya kita bayangkan umur kita lebih rendah lagi, 30 tahun. Masih bisakah kita karaokean, sementara anak istri dirumah belum dapat setoran untuk masak dan jajan? Masih bisakah kita berkomunitas sementara angsuran rumah dan perabotnya belum tahu akan ketutup darimana? Masih bisakah kita malas-malasan sementara tetangga sebelah kanan sudah jadi dai dan tetangga sebelah kiri sudah naik jabatan?

Umur bolehlah kita merasa masih panjang, tapi siapa yang bisa membantah kalau masa muda kita itu tinggal sedikit lagi? Berapa tahun lagi coba? Yah, sebab terkuat kenapa orang malas-malasan adalah karena memandang kehidupannya akan se-enjoy ini, akan se-nyaman ini, akan se-longgar ini selamanya. Padalah, apakah begitu?

Tidak, sekali-kali tidak. Tahukah, masa muda itu identik dengan "peluang dan tantangan", tapi masa tua itu identik dengan "keamanan". Kapan saat pergantian dari peluang dan tantangan menjadi keamanan itu tiba? sudah siapkah kita masuk ke zona keamanan yang begitu terbatasi? atau kita lebih memilih memperkaya diri kita dengan ilmu dan materi agar sekalipun uur fisik kita sudah tua tetapi kita masih bisa tetap identik dengan "peluang dan tantangan?".

Teman, di usia muda memang serba longgar, tapi kita tidak muda terus kan? Efektifkan hari-hari kita, dengan time planner & to do list. Chao...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mimpi ketemu Bu Sri Mulyani

Jadi ceritanya saya ketemu Bu Sri Mulyani, sepertinya latar mimpi itu di rumah beliau. Saya dan bu Menkeu itu akrabnya sama lah kayak akrabnya saya dan mbak Sri EU yang punya apotek di Purbalingga itu, terus kita cerita-cerita.

Wah, buetul, bahwa dari cerita itu saya tahu betapa berdedikasinya Bu Sri itu. Seorang wanita berkarakter baja, teguh, kuat, tegas dan berprinsip. Lalu ketika pertanyaan saya arahkan "apa ini salah Pak Boed", dengan panjang lebar, gamblang dia bercerita, yang membuat siapapun yang menyimak ceritanya bahwa betapa telah curangnya pak Boed.

Ah, ini cuma kisah di dalam mimpi kok. Bukan wangsit apa-apa, mungkin bisa jadi karena saya kebanyakan baca berita Century yang nada-nadanya terkuat satu demi satu bahwa ketidakberesan pengelolaan BI dan keputusan2nya terhadap Century mulai dari cikal bakalnya ini memang semakin kentara nyata.

Sayangnya, ketika saya tanya tentang keterlibatan Pak SBY, bermaksud meminta penjelasan ke Bu Sri yang dalam tokoh di mimpi saya itu begitu akrab dan begitu baik, eh, saya keburu terbangun. Saya belum bisa menterjemahkan arti raut wajah yang dibentuknya seketika ketika saya menanyakan pertanyaan itu.

Oke, itu saja cerita hari ini.

Mari pertahankan mimpi-mimpi disaat terjaga kita. Dan mari berdoa sebelum bermimpi dalam tidur kita.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Malaysia 100 ribu

Kata Pak Ferry, ada promo maskapai yang ke Malaysia cuma 100ribuan... tinggal ngurus Paspor ke Imigrasian di Cilacap, then berangkat deh, disana nginepnya di PPPI Malaysia, trus numpang secukupnya dan pulang lagi deh...

Yo iyo, masa sejauh2nya pergi aku baru nyampe Surabaya, paling pool Malang.

Nanti lah, pasti ada jalan keluar Indonesia, untuk membuktikan bahwa Indonesia memang benar-benar tak tertandingi. Sekalian itung-itung, hadiah ulang tahun ke-23 dah.

Pemanasan sebelum nggelandang ke Mekah, Madinah dan Yordania (mampir di Burj Dubai..), amin...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Malam 5 Januari

Rampungkan tugas post test Siskom sebelum jam 17.00
Janjian Online 17.00 s.d Isya, di break maghrib
Janjian di Martabakan ba'da Isya s.d. 20.30
Kerjakan Laporan praktikum Siskom 20.30-22.00
Rapat koordinasi bidang bisnis 22.00-23.30

Istirahat

Semoga bisa bangun pagi, sebelum jam 05.00 besok
Ke kampus jam 07.00
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Menyebabkan

Sekarang saya percaya, bukan hanya Bahagia yang menyebabkan kita Tersenyum.
Tapi, Tersenyum menyebabkan kita Bahagia.


Tersenyum... :D
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

99 hari pertama di 2010

"Tidak puas dengan kehidupan yang itu-itu saja setiap hari? Hidup terasa tidak ada perubahan? Tekan Ctrl Alt Del dalam komputer kehidupan anda. Tentu saja ada resiko, anda kehilangan beberapa hal dari masa lalu anda. Tapi percayalah, anda tidak akan kehilangan masa depan!", Zainal Abidin Guru Kita.

penjelasan klik disini
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mungkin (Sangat Mungkin)

Mungkin (sangat mungkin) nanti ada satu fase dimana saya jadi seorang dosen, wah berarti saya S2 donk? bisa iya, bisa juga tidak. Yang jelas, waktu itu jadi dosen di kampus milik sendiri, entah saya rektornya, entah saya ketua yayasannya, entah saya ketua dewan pembina yayasannya.

Mengajar mata kuliah kewirausahaan, atau lainnya. Yang jelas, saya terinspirasi oleh Pak Balia juga terinspirasi oleh para trainer yang materi dan raut mukanya saat training tak terlupakan, juga terinspirasi oleh training-training saya sendiri. Yah, dosen adalah profesi dimana ia mempunyai peluang besar untuk menjadi seorang inspirator bagi mahasiswa-mahasiswanya.

Amat disayangkan, banyak dosen tidak memanfaatkan peluang besar itu, hanya menganggap profesinya sebagai ladang mengebulkan dapur dan meninggikan kehormatan diri.

Dan mungkin (sangat mungkin) istri saya menjadi seorang penjaga apotek, tetapi sekaligus sebagai pimpinan pengelolaan apotek yang kami miliki bersama dalam naungan jaringan entrepreneur-communitty yang saya bangun.

Entah iapotek itu ada buka praktek dokter apa saja, yang jelas dia bukan sebagai pelayan para dokter itu, dia adalah manajer para dosen, yang menentukan jadwal, yang menentukan tarif normal, tarif subsidi silang dan tarif hemat untuk orang miskin agar tidak ada pasien yang terbebani, tetapi klinik yang satu atap dengan apotek kami itu tidak rugi.

Ada transit room di apotek itu, ada transit room pula di kampus, tapi tetap kita tinggal di perumahan yang masjidnya makmur dan semakin makmur atas kehadiran kita. Mungkin (sangat mungkin) Saphire Regency yang di dekat stasiun, atau entah lainnya, yang jelas di Purwokerto.

Hm, coba si buka-buka postingan saya di blog ini di masa lalu, banyak tulisan yang saya tulis pada kondisi belum ada yang saya tulis, eh selang berapa lama, jadi ada. Contohnya adalah telepon dan internet, dulu saya cuma tulis sebagai "ingin", dengan perjuangan panjang, diserahkan ke si A, tidak becus, ke B tidak serius, ke C ogah-ogahan, ke D dijalankan dengan terpaksa, eh selang 13 bulan berlalu akhirnya terwujud, kita bisa gratisan internet di L22 bahkan untung hingga hampir satu juta perbulannya dan sekarang kerasa sekali manfaatnya ketika harus perpanjangan kontrak.

Dan, apakah cukup dengan hampir satu juta itu? Tidak. Saya punya masterplan, ya saya punya, agar menjadi 10 juta sebulan untungnya atau bahkan lebih. Memang bisa? Khayal sekali? Ah, dulu saja pas jamannya hanya ada 1 komputer dengan RAM 128 tanpa internet juga hampir satu juta perbulan adalah sesuatu yang khayal sekali menjadi nyata.

Nanti lah, yang lebih penting dari memacu keuntungan finansial adalah bagaimana memberi ruang bebas bagi setiap individu untuk mengembangkan diri. Seperti ruang bebas yang diberikan Ibu dan Bapak saya untuk belajar, hingga menjadi seperti sekarang ini dan seperti saya di masa depan.

Salam Semangat
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mahal

Notepad adalah sesuatu yang sangat mahal bagi seorang Linguistik
16 pensil warna adalah nyawa bagi seorang Visual
Lapangan adalah surga bagi seorang Kinestetik
Waktu menyendiri adalah sesuatu yang tidak terkira berharganya bagi seorang Intrapersonal
Berbincang, bercengkerama, bersama-sama teman adalah saat istimewa bagi seorang Interpersonal
Dipisahkan dari earphone adalah saat termenyedihkan bagi seorang Musikal
Bahkan pergerakan semutpun dianalisis oleh seorang Matematik
Alam adalah rumah bago seorang Naturalis
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ingin bercerita

Saya ingin bercerita, tentang bumi dan masa jaya-jayanya dulu, Gajahmada juga Cut Nyak Dien, Perang paderi juga Perang Gerilya Jenderal Soedirman, Empu Gandring juga Soekarno.

Tentang Armada Hasanuddin juga KRI Irian, tentang Negarakartagama juga UUD 45. Tentang hubungan self-motivation the inner energy dengan semua itu.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Hanya Karena Terlalu Pandai

Pagi-pagi sudah dapat pelajaran. Tadi di GOR, jalan-jalan mengamat-amati, eh ternyata eh ternyata, ada pelajaran yang terselip diantara padatnya penjual-penjual di pasar kaget yang meramaikan GOR Satria Purwokerto tiap minggu ini.

Pelajaran pertama : Ternyata bukan hal yang mustahil aki bisa menyalakan lampu neon. Lah, disana aki bisa dipakai untuk menyalakan spekaer, bahkan printer dan laptop. Yang mustahil itu, kalau kita tidak mengusahakan apa-apa eh tiba-tiba tuh aki bisa menyalakan neon dengan sendirinya.

Pelajaran kedua : Ada seorang bapak yang sudah berumur, dia bawa laptop yang enggak lebih bagus dari laptop kita, dia siapkan box dari kain yang dikerangkai besi-besi bekas, laptop itu disambungkan dengan webcam yang kayanya nggak lebih bagus dari webcam kita, terus printer model jadul yang levelnya jauh lah di bawah R230 punya.

Tapi dia bisa jualan, jualan photobox di GOR. Yah, nggak pentinglah omzetnya berapa, itu nanti. Tapi yang penting saat ini adalah, karena alat-alatnya yang sederhana itu, ditambah modal template dan sedikit kemampuan mengolah-olah gambar (desain yang dipakai standar banget kok) dia bisa menuangkan kreativitasnya dalam bentuk tindakan nyata.

Mengubah ide menjadi gizi. Loh iya, dari angan-angannya, dia pacu dengan kemauan, dia lengkapi dengan peralatan, dia wujudkan dalam bentuk jualan, hasilnya bisa buat istri pergi ke warung, anak-anak bisa makan dan mendapat asupan gizi.

Ini teguran bahkan tamparan luar biasa keras bagi saya, betapa selama ini terlalu gamam dalam bertindak. Merasa laptop kurang bagus, printer kurang top, kemampuan desain kurang yahud, kualitas cetakan kurang prima, terus apalagi, terus apalagi?

Saya terlalu egois, kenyamanan pikiran lebih penting ketimbang berapa banyak nafkah yang harus saya wujudkan, berapa banyak ide yang seharusnya bisa saya bumikan. Merasa kurang ini kurang itu, padahal sebetulnya yang ada disekeliling saya sudah lebih dari cukup, luar biasa tak terkira, hanya karena terlalu pandai saya.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Percakapan Bill Gates (2)


"Bill, salahmu adalah kamu terlalu hebat.", kata Gur lagi.

Ide-idemu bagus, brilian, besar, spektakuler, bisa fenomenal. Kamu bikin program 1000 senyum anak-anak miskin. Kamu susun proposal perpustakaan nasional. Kamu rancang media gratisan.

"Maksudnya itu salah Gur?", tanya Bill. Apa jawab Guru, "bisa jadi Ya, salah!".

"Kenapa?, Kenapa salah?"

"Ada tukang batu hebat ingin membangun menara, dia sibuk mengecat eterneit, merakit elevator, mendatangkan pot dan bunga-bunga yang akan dipakai menghias ruangan. Kamu akan bilang dia salah atau benar sementara pondasi belum beres, atap belum dipasang?", Kata Gur.

"Nanti 80% kekayaanmu pakai untuk membuat 1000 program 1000 anak miskin, bikin 1000 perpustakaan nasional, atau apa saja yang kamu inginkan untuk memenuhi naluri hebatmu. Nanti itu bisa, asal kamu mau penuhi syaratnya!"

"Apa itu syaratnya, Gur?". "Wujudkan kekayaanmu, hingga 80% dari kekayaan yang berhasil kamu wujudkan itu mampu untuk memenuhi semua keinginan-keinginan hebatmu! Pacu dirimu betul-betul!"



Dan betul, 80% kekayaannya dihabiskan di Bill & Melinda Gates yang mendunia. Tapi ternyata tidak betul semua percakapan diatas, cari saja referensinya kalau bisa nemu!
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Percakapan Bill Gates

Terhenyak mendengar percakapan tokoh besar dunia dan seorang yang telah berhasil membesarkannya, yakni gurunya. Waktu itu Bill Gates belum menjadi orang terkaya di dunia, dia masih duduk di bangku kuliah, memutuskan keluar dan mengejar idealismenya.

Hohoho, sayang disayang, bertahun-tahun berlalu, dia cuma dianggap anak konyol yang sedang sibuk "bermain-main", disaat yang lain sudah berstrata atau berhasil mendapat pekerjaan, tentunya jodoh dan penghidupan yang dipandang orang. "Ini kenapa ini? Ini ada apa ini?", begitu pikir si Bill.

Mungkin memang idealisme terlalu mahal, mungkin idealisme memang letaknya hanya di dunia dongeng para motivator yang turun bak dewa-dewa dari kahyangan. Atau mungkin-mungkin lainnya mungkin...

Sampai akhirnya ilmu yang dia miliki menjaga langkahnya, terarah langkah sang kaki kehadapan gurunya, guru kehidupan yang luar biasa, dan berdialoglah membahas ini "Ada apa ini? Kenapa ini?" Begitulah kira-kira.

"Bill, semua itu butuh proses..", itu kata sang guru. Lalu Bill pun membalas ungkapan sang guru tadi, "Jadi saya nggak salah langkah ya Gur?", Bill melanjutkan "Tapi kenapa yang lain berhasil dengan kehidupannya sementara saya gini-gini aja, apa saya bukan salah langkah, tapi salah kecepatan?". "Tidak juga Bill", jawab sang guru.

"Lalu salah saya apa dong Gur?", Bill mencoba mencari pencerahan, "Salahmu adalah kamu terlalu hebat". Plis deh, dengan wajah bingung setengah bengong Bill menimpali "Maksudnya Gur?", "Jelaskan dong Gur!"...

"Bill, mereka kamu lihat berhasil, dan mungkin memang sudah berhasil, itu karena ukuran keberhasilan mereka ya cuma begitu, cuma segitu", jelas sang Guru. "So?", Bill belum mudheng. "Apakah kamu pikir, karena mereka sudah berhasil menurut ukuran mereka, lantas mereka lebih bahagia ketimbang kebahagiaanmu sekarang yang kamu nilai belum berhasil?", Gur melanjutkan penjelasannya.

"Bill, kebahagiaan tidak sesederhana itu bisa dicapai, ingat kebutuhan itu ada lima, mungkin banyak diantara mereka yang dengan kecerdasan hatinya mampu merasakan kebahagiaan dengan cara yang sangat sederhana. Tapi, berapa banyak dari mereka yang hanya mengejar sesuatu yang terlihat saja, sehingga sekalipun tampak sudah mencapai banyak hal tetapi sesungguhnya dia iri dengan kehidupan sepertimu?"

Biarpun nggak mudheng, tetap saja Bill sok antusias mendengarkan, sambil mencoba memudhengkan diri.

Resapi, pahami. Kalau sudah ngeresep, kalau sudah paham, boleh melanjutkan membacanya.

Bersambung...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tahun Baru, Semangat Baru

"Its not about them, but its about me!"

Satu semangat baru yang spektakuler, bahwa kita adalah manusia-manusia masa depan yang dilahirkan di zaman yang terlampau dini. Oleh itulah, langkah-langkah kita menjadi tersendat (seolah) tak terarah.

Oleh itulah, bahasa-bahasa kita menjadi sulit sekali untuk dimengerti oleh orang-orang kebanyakan. Oleh pikiran kita yang berpuluh-puluh tahun lebih di depan ketimbang orang kebanyakan, orang-orang zaman sekarang.

Pilihan di tangan kita, bukan di tangan mereka. Tetap menjadi manusia-manusia masa depan dengan segenap keistimewaannya, atau memilih berkompromi dengan keadaan, menjadi manusia masa kini seperti anak elang yang tersesat di dalam sekawanan anak ayam demi kenyamanan saat ini?

Satu catatan penting : Jangan pernah berpikir keajaiban itu datang seperti doorpise yang diundi. Hasil yang berbeda tidak datang tiba-tiba, hasil yang berbeda adalah buah dari langkah kita yang berbeda.

Mulailah melangkah berbeda, tidak lagi loyo, tidak lagi setengah yakin, tidak lagi gaduh oleh komentar orang, tidak lagi peragu, tidak lagi membuang waktu, tidak lagi memanjakan diri, tidak lagi merasa kesuksesan itu begitu besar sedangkan diri kita saat ini begitu kecil.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pembatal Keinginan

Janganlah menjadikan kemungkinan adanya kegagalan sebagai pembatal keinginan kita untuk mencapai kebesaran yang telah menjadi hak kita – yaitu untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini.

Kesalahan dan kegagalan adalah pemberitahuan agar kita memperbaiki diri dan cara-cara kita, yang akan kita temui dalam upaya mewujudkan kelas-kelas kepemimpinan yang lebih tinggi pada diri kita.

Kesalahan dan kegagalan sama sekali bukanlah tanda untuk berhenti.

Kita – Anda dan saya, tidak mungkin mendekati keberhasilan, bila kita tidak berlaku ramah kepada kesalahan dan kegagalan.

Jika Anda tidak membuat kesalahan, itu berarti bahwa Anda tidak berupaya cukup keras.(Mario Teguh)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Inikah yang Namanya Cinta?

:D
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mutiara Hati Hari Ini

"Saat Alloh menjawab do'amu, Dia meminta imanmu.
Saat Alloh belum menjawab do'amu, Ia meminta kesabaranmu.
Dan saat Alloh menjawab tapi bukan do'amu, Ia memilih yang t'bae untukmu."



:: Thankz : Arifiani ::
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Al Fatihah buat Kawan

Bismillahirrahmanirrahim
AlhamdulillahiRabbila'lamin
Arrahmanirrahim
Malikiyaumiddin
Iyya kana'buduwaiyya kanasta'in
Ihdinassirotolmustakim
Siratollazinaan'amta'laihim ghorilmaghdubi'alaihim waladdaaaaaaalilin

amin...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ternyata Semua Ini Menguatkan

Untuk penggagas, pendiri, perintis, pengurus, pengikut, penggemar, simpatisan. Untuk guru, figur, inspirator, konsultan. Dan untuk kekuatan niat kita yang mungkin kemarin sempat mengeluh karena masalah, karena penghadang, ternyata tanpa masalah, tanpa penghadang kita tidak pernah bisa naik kelas dan tidak pernah tahu sudah naik kelas atau belum.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Menjelang 2010, Saatnya Semakin Serius

Ini bukan pernyataan komitmen, ini adalah reportase, bahwa tindakan hari ini, 23 Desember 2009, adalah tanda bahwa memang saya sudah benar-benar serius.

Loh iya, masa muda masanya berapi-api, masa muda cuma lewat sekali, pas nanti sudah wisuda, sudah yang lain pada berrumah tangga, we have no choice again. Yeah, mending memaksakan diri hari ini, untuk berbuat lebih serius, ketimbang nanti, semua penuh dengan keterpaksaan dan keserbasalahan.

Yah, hidup itu susah. Kalau hidup tidak susah, sepertihalnya game yang mudah, hidup yang tidak menantang bisa-bisa mudah saja kita tinggalkan. Tutup kuping, langkah tegap maju jalan.

Tindakan boleh saja dikomentari apapun, keputusan boleh saja dipersepsikan apapun, tapi orang-orang yang benar-benar sayang padamu, tak perlu mempertanyakan apapun tentang niatmu, dia percaya akan itu.

Kalau gagal bagaimana? Gagal bukan kehinaan, kehinaan sesungguhnya adalah ketika kita tidak berbuat apa-apa. Kalau berhasil bagaimana? Bukankah itu yang kamu inginkan? Terlepas dari gagal dan berhasil, sudah, fokus saja, niatkan saja, kamu sedang merapatkan catatan kaledioskop yang akan kamu kenang di akhir 2010, setahun yang akan datang.

Bukankah kenangan kaledioskop 2009 kali ini begitu indah? Itu adalah tanda, bahwa kita bisa membuat catatan kenangan yang lebih indah, catatan aksi yang lebih terarah, catatan progress yang lebih rapat setahun yang akan datang.

Ayo bareng-bareng.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Merdekaaaaaa

Merdekaaaaaaaaaaaa!!!!!

Itu jawaban Om Bob pas diucapi Selamat Hari Raya. Aneh?!
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Dua Cara untuk Sabar

Satu : gerakkan jari ke lima tuts keyboard ke tuts S lalu A lalu B lalu A lagi, terakhir R. Jangan terbalik!

Dua : beli jepitan jemuran, jepit pipi, tarik ke belakang.

*serasa udah jadi pensiunan, udah nggak nyambung diajak ngobrol. Ngobrolnya ma mbah2 di Kompasiana aja deh, udah sepuh kali gue
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

2 keputusan harus dibuat hari ini, semoga tepat.

Tugasku bukan untuk membuahkan hasil (berhasil). Tugasku cuma mencoba. Itu kata Pa Rio,
kalau salah?

Ya, kelaut aja.

*widarapayung tuh deket*

Ta sholat dulu nanti
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Fatwa Pujangga

Tapi sayang... sayang.. sayang.. seribu kali sayang
kemanakah risau aku kualamatkan

Tlah kutrima suratmu yang lalu
penuh sanjongan kata merayu
syair dan pantun tersusun indah sayang
bagaikan sabda fatwa pujangga

Kan kusimpan suratmu yang itu
bak pusaka yang sangat bermutu
walau kita tak lagi bersua sayang
cukup sudah tandamu setia

Tapi sayang... sayang.. sayang.. seribu kali sayang
kemanakah risau aku kualamatkan
terimalah jawabanku ini
hanyalah doa restu Ilahi
mogalah de kau tak putus asa sayang
pasti kelak kita kan berjumpa

::Album Sang Pemimpi::
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kenapa si Senyum itu Ibadah?

Karena senyum itu lebih utama,

coba, saat kamu sendirian, mudah tidak untuk tersenyum?
saat tidak dihiraukan, mudah tidak untuk tersenyum?
saat tidak dipentingkan, mudah tidak untuk tersenyum?
saat tidak disenyumi, mudah tidak untuk tersenyum?
saat senyummu diabaikan, mudah tidak tersenyum?
saat sedang berusaha untuk tersenyum, diacuhkan, mudah tidak untuk tersenyum?

*menulis ini sambil tersenyum
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Eratnya Psikis & Fisik

Membaca buku Dr. Majid Ramadhan. Teman, Emosi itu jangan dipendam. Disamping secara psikologis membuat piskis kita tertekan, karena solusi terbaik tak kunjung tercipta, tetapi memendam emosi itu bisa membuat fisik kita rusak dan berakibat sakit.

Dibuku itu dijelaskan, emosi yang dipendam dapat membuat kerusakan di lambung dan usus. Tentu dalam bentuk yang lebih besar, dapat pula mengena ke paru-paru bahkan jantung. Ya, ada keterkaitan yang erat antara piskis dan fisik.

Jadi, kalau kamu ada sakit, cobalah chek, karena kebiasaan makanmu, karena kebiasaan fisikmu, atau ada emosi yang terpendam begitu berat membebani? Begitu juga kalau kamu kurus saja, coba di chek, karena kurang nutrisi atau akibat dari ketidakstabilan emosi yang tidak diseimbangkan?

Emosi, salurkanlah, luapkanlah, agar ketemu solusi. Lari dari persoalan juga bukan kunci, bisa saja kita melupakan dengan pergi jauh kemana, tapi berapa lama si rasa itu mampu bertahan, begitu kembali goncang lagi, berat lagi... Sharinglah.

Sharing memang ada resikonya, tetapi resiko orang sharing jauh lebih rendah daripada resiko orang yang menahan emosinya.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Jogjaaa... (pengalaman pertama mereka)

Jangan melihat dari sudut pandang diri sendiri, itu pesan besarnya. Ya, bagi Yiyi dan Ifa, anak umur 7 dan 12 tahun perjalanan pertama kali ke Jogja bagi mereka adalah perjalanan yang seru! buktinya, sepanjang jalan tidak pernah tertidur, baru di akhir, ketika kereta super-ekonomi Logawa jurusan Surabaya-Purwoekerto berhenti di Stasiun Tambak, salah satu dari mereka tertidur.

Serasa jadi Backpaker, begitu kata mereka. "Loh memang tahu backpaking?" itu pertanyaan saya ketika mereka nyemlong itu, oh katanya ada di TV. Oh, pantas saja dari awal mereka tidak susah diajak untuk ngirit.

Ya, biasanya naik mobil kemana-mana, atau se-seru-serunya ya naik motor, terakhir perjalanan bersepeda motor menembus hutan gunung sawah ya menuju lautan di perbatasan kebumen dan Cilacap, pantai Karangbolong namanya.


Tapi kali ini dengan kereta, karena bekal sedikit, maka harus ngirit. Turun di stasun Kroya 5 menit sebelum kereta Logawa pagi datang, beli donat dan teh manis cuma 1, barengan makannya. Begitu juga pas di kereta, tercatat cuma beli satu nasi goreng di restorasi, satu botol aqua (betul-betul mereknya aku lho), satu buah tisu dan satu bungkus tahu Purworejo. sudah itu.

Sepanjang jalan di kereta, duduk berdiri duduk berdiri si Yiyi terlihat sekali menikmati perjalanan. Mungkin ketika besar nanti dia juga akan jadi railfan, apalagi perjalanan pulangnya, yang biasanya kalau di mobil bahkan di motor dia tertidur, eh malah harus membuntuti dia jalan-jalan sepanjang lorong gerbong sampai gerbong paling ujung belakang, melihat bagaimana dua rel yang tidur sejajar ditinggalkan sang kereta.

Tidak cukup itu, dia minta duduk dipintu dekat sambungan antar-gerbong. Tidak cukup juga, anak 7 tahun berdiri di pintu saat kereta melaju berkecepatan tinggi, sangat menikmati, apalagi sensasi saat kereta menembus terowongan ijo.

Oh ya, tadi sampai mana, sampai stasiun lempuyangan ya, nah, dari situ bukannya mencari taksi, tapi eh menawar becak. Setelah alot melakukan tawar-menawar, akhirnya kita gagal, ya sudah deh kita jalan kaki. Pas jalan kaki itulah ada pesawat melintas di atas kepala, wah, mungkin bagi mereka itu pengalaman melihat pesawat dalam jarak terdekat dan terus karena tidak tahu jalan, bukan Jogja namanya kalau tidak bertanya di jalan "Pa, Halte Trans Kridosono mana ya?", dan kita diarahkan menuju halte yang letaknya persis di depan SMP 5 ini.

"Kayak jadi Backpaker..", saat jalan kaki inilah mereka nyemlong, oh, kelihatannya happy-happy saja batal naik becak, malah seru mencari plang dimana SMP 5, hingga akhirnya ketemu.

Perjalananpun berlanjut ke beberapa tempat. Cerita menarik di trans, adalah anak 7 tahun berdiri, ikut "umpel-umpelan" karena tidak dapat tempat duduk, dan kelihatannya dia happy-happy saja.

Cerita menarik berikutnya adalah ketika mencari makan siang, diantara deretan A&W, Foodcourt, KFC, setelah kita teropong harga-hargannya yang belum termasuk PPN 10%, akhirnya kita memutuskan untuk makan siang dipinggir jalan saja, Ayam Goreng paket A + Es teh dan sebotol air minum (bukan aqua) botol besar. Terbukti efektif menekan pengeluaran 1/6 dari budget yang harus dikeluarkan bila harus makan di A&W dan teman-temannya.

Disitulah sesi perjalanan backpaking kita tiba pada saat penghitungan anggaran, si Ifa mengeluarkan blocknotenya dan dengan didikte, si Yiyi menulis daftar pengeluaran dari awal, tidak boleh terlewat satupun. Dan betul, sampai perjalanan selesai mereka tahu untuk berhemat tanpa disuruh lagi.

Kembali naik trans, si Yiyi selalu saja tiap kali transit bergelantungan diantara besi-besi pegangan pintu keluar halte. Hari sudah sore, petualangan ditutup dengan naik becak, setelah sebelumnya jalan kaki sepanjang jalan depan kraton hingga setengah jalan Malioboro dari ujung sebelah Gedung Agung. Belajar untuk tidak Jaim, berhenti dan duduk di trotoar, ngemil sambil jalan dan beli-beli seperlunya.

Dan becak, setelah melintas jalan samping Hotel Melia Purosani dan masjid bersejarah yang ada diseberangnya kemudian mengantarkan kita sampai kembali ke Stasiun Lempuyangan 20 menit sebelum kereta Logawa sore datang. Lagi, tanpa jaim duduk di lantai stasiun menanti kereta.

Backpaking yang kemarin mencatatkan habis biaya Rp 344.000,00 ini mudah-mudahan akan ada kelanjutannya, mereka bermimpi ingin ke Borobudur, ke Suramadu dan beli kaos Bandung. Mungkin ini selanjutnya, sebelum dilanjutkan ke Bali, Lombok, Jordan, Paris dan tempat yang ingin dikunjungi Yiyi-Chan : Bekas sekolahnya Totto-Chan di Jepang, Tomoe Gakuen.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Scene Puncak "Sang Pemimpi"

Ini film pertama yang membuatku tersedu-sedan. Kalau film yang membuat bisa jadi menangis si banyak, ini lebih dari itu. Kalau di training yang leadershipku, Naim sang asisten selalu menyebut bagian 2 materi terakhir yakni "Syinergi" dan "Love & Success" sebagai sesi puncak training ini.

Begitu juga dalam scene yang memiliki pesan moral "Synergi", "Love" & "Success" di menjelang akhir film Riri RIza yang launch perdana 17 Desember kemarin ini.

Synergi

Sejak awal-awal SMA, Jimbron, Aray dan Ikal sudah membiasakan diri menabung, bedanya Jimbron si Kuda-dicted ini dengan yang lain adalah dia punya 2 celengan berbentuk kuda sekaligus. Keduanya diisi sama, Setelah lulus dan Aray juga Ikal memutuskan pergi ke Jakarta, ternyata Jimbron memberikan celengan kudanya, satu untuk Aray, satu untuk Ikal.

Itulah synergy, seolah orang lain lebih penting dari dirinya. Jimbron sungguh luar biasa, siapapun yang jadi Aray maupun Ikal tidak akan menahan haru yang begitu dalam kalau memiliki sahabat seperti Jimbron.

Dan hadiah yang pantas buat Jimbron, setelah ditinggal pergi kedua sahabatnya bersama dua kuda--celengan--nya, akhirnya dia bisa mendapatkan Laksmi pujaan hatinya.


Love

Cinta bukan pemuasan kebahagiaan diri oleh orang lain. CInta adalah dedikasi. Scene Jimbron yang memberikan dua celengan kudanya diawali dari scene berpamitannya Aray dan Ikal dengan Ibu, Bapak dan dua gurunya, Pak Mustar sang Kepsek dan Pak Balia yang selalu mengajak murid-murid yang ia panggil dengan sebutan "Sang Pelopor" untuk memekikkan kata-kata inspirasi di awal dan di akhir pelajarannya.

Cinta adalah persembahan. Biarpun pernah nakal, berkali-kali malah, pernah juga mengecewakan, tetapi tetap seseorang bisa mempersembahkan sesuatu. Salah besar kalau terlalu dini menghakimi diri, apalagi menghakimi orang lain tidak punya cinta. Scene yang luar biasa, tak bisa dilukiskan ulang dengan sehalaman notepad.


Success

Masih ingat novel keempat Tetralogi Laskar Pelangi, "Maryamah Karpov", halaman 200 paragraf paling bawah? Judul babnya 16 Mei? Yah, Aray dan Zakiah Nurmala, sang pujaan hati yang begitu susah ditaklukan sedari awal SMA akhirnya menikah. (Haha, hati-hati ini buat yang apatis, jangan-jangan akhirnya luluh seperti Zakiah Nurmala pula, hehe).


Dengan perjuangannya yang tidak gampang, si Aray di atas kapal dengan lambaian tanggannya dan si Zakiah Nurmala dengan senyumnya dari pinggiran pantai.... Ah, indahnya sukses, tak terlukiskan...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Great

"Kalau Anda belum bisa, pura-puralah bisa. Tahu-tahu Anda tidak sadar sudah tidak berpura-pura lagi." Pa Rio
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Cuti

Sampai senin depan saya ajukan cuti dulu. Cut dari semua aktivitas bisnis maupun komunitas. Capek!
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Peran Kecil

Bukan besarnya peran, tapi bagaimana besarnya kemaksimalan kualitas kita terhadap sekecil apapun peran yang kita tanggung. Itu kurang lebih kata Pa Rio.

Saya sudah putuskan sikap, semoga kuat menanggung segala konsekuensinya. Yah, sebelum saya putuskan ini, saya pikir matang-matang, bahwa berapa banyak orang menginginkan dalam keadaan seperti saya.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ada kaca mata, ada kaca pikiran

Bukan hanya mata, pikiran kita juga mempunyai daya akomodasi. Dan kemampuan daya akomdasi antara satu orang dengan lainnya berbeda-beda. Oleh karenanyalah, kita bukan hanya perlu menyediakan kaca mata, tetapi juga kaca pikiran.

Beberapa masalah lahir karena kita tidak menyediakan kaca pikiran, dengan daya akomodasi yang begitu terbatas kita menilai, menghakimi satu masalah dan masalah lainnya yang justru bukannya melahirkan solusi-solusi konstruktif tetapi malah hanya arogansi pemuas keinginan diri sendiri saja.

Ini beberapa kejadiannya :

1. Bekerja tetapi menganggur

Saya lupa istilahnya, tapi saya masih ingat pa Jamil Azzaini pernah menjelaskan ini, bahwa tidak semua tindakan yang kita lakukan akan berpotensi melahirkan sesuatu yang baru dan hebat bagi diri kita. Beberapa tindakan justru tidak menghasilkan output apa-apa. Tindakan-tindakan itu banyak yang terperangkap dalam yang namanya rutinitas.

Rutinitas yang menjebak, menjebak pikiran sendiri sehingga membuat pikiran malah justru tidak berkembang, tidak maju. Itulah, mereka adalah orang-orang yang bekerja, beraktivitas tetapi justru sebtulnya menganggur. Bedanya adalah, mereka tidak mengeluh, tidak seperti orang di golongan sebaliknya, yaitu orang-orang yang tidak bekerja, tetapi sebetulnya pikirannya tidak pernah menganggur.

Jadi apa definisi menganggur sebenarnya?

2. Pencari uang itu matre

Orang khawatir saat menjual, terutama bila menjual jasa, karena takut dianggap matre, bahkan takut dirinya tergelincir untuk matre. Padahal, apakah definisi matre sedangkal itu? Kalau seandainya kita mau menguatkan daya akomodasi pikiran kita, atau mau menggunakan kaca pikiran, kita bisa berpikir lebih jauh.

Lebih jauh yang bagaimana? Lebih jauh, bukan hanya berpikir tentang mencari uangnya, tetapi, uang itu digunakan untuk apa? Orang yang mencari uang dengan getol tidak bisa langsung dikatakan matre sebelum kita melihat untuk tujuan apa uang itu digunakan dan seberapa besar manfaat uang itu di tangannya. Justru orang yang takut mencari uang, tetapi dirinya selalu menggerutu, tidak nyaman dengan kondisi ketiadaan uangnya itu dia protes atau bahkan hanya sekedar merasa tidak nyaman.

Jadi apa definisi matre sebenarnya?
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Be like a Bee

ketika 'sesuatu' yang kebanyakan orang sebut masalah tiba, bukan saatnya untuk mencari kesalahan orang dan berharap orang mengerti perasaan kita.. naluriah, rasa itu akan timbul di hati, bahkan air mata juga tak jarang mengiringi.. tak ada gunanya mencari-cari kesalahan orang, tapi yang harus kita lakukan adalah mengerti kesalahan kita sendiri.. walaupun berat, akui semuanya dan minta maaf lah dengan hati ikhlas..

::Mitchi Bee::
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Bertanya soal ide bisnis

Apa si ide bisnis terbaik itu? "sebaik-baik bisnis adalah yang dijalankan" betul, dan "sebaik-baik bisnis yang dijalankan adalah yang konsisten, tidak dikit-dikit tutup, berhenti, istirahat."

Ide bisnis yang bisa menghasilkan keuntungan bersih 1,6 juta perbulan dengan cuma kerja 4 kali saja, mau tau itu? Idenya adalah : Kalau minggu, jual apa saja di GOR

1. Jualan Martabak unyil
Misal terget penjualan 180.000, dipotong itung2an bahan baku dan honor ada lah lebihan 50.000.

2. Jualan Es Pisang Ijo
Misal ditarget terjual 100 porsi (pokoknya kalau nggak 100 jangan pulang dulu, hehe), dengan harga variable cost (bahan baku, honor masak dan honor jualan) terus dikurangi royalti tersisa 500 rupiah, ada profit 50.000.

3. Jualan Stick
Misal beli stick 2 macam, masing-masing sekilo, habis uang 60.000. Terus dibungkusin  kecil-kecil buat dijual 1.000an, akan jadi 135 bungkus. dipotong honor jualan dan lain-lain. Untung 50.000


4. Jualan Es Siroop
Buatlah racikan sirup yang kira-kira bisa terjual 100 porsi, jual 2.500-an. Biaya produksi dan honor jualan 1.500. Untung 100.000.

5. Jualan kupat goreng crips
Kupat harganya 500an, beli yang banyak, lalu digoreng pakai tepung pisang goreng dan dibumbui bumbu tela-tela crispy. Jual seporsinya 3.000 (aslinya 2 kupat). Dikurangi honor jualan sisa 1.000 kali 100 porsi, jadinya 100.000 deh.

6. Jualan bubur ayam
Ambil dari yang masak dan biaya distribusi 2.500 katakanlah, buat yang jualan 500, dijualnya 4.000, laku 50 porsi, untungnya 50.000.

Modalnya kecil, kan? enggak menyita waktu kan? tinggal kemauan saja. Ayo kita coba.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Benalu

Kebiasaanku waktu kecil, memanjat pohon jambu. Tidak terlalu tinggi dan cabang-cabangnya enak buat duduk, apalagi rasa jambu di pegunungan, jambu merah, itu seger, manis. Sambil mendengarkan guru-guru SMP disamping pohon itu mengajar.

Yang masih ingat waktu itu bu guru yang sedang mengajar menerangkan tentang materi Fisika. Hm, lalu ada satu cabang yang ujungnya ada pohon aneh. Orang menyebutnya benalu, tapi karena memang setiap kali aku naik enggak pernah di kelas itu pas pelajaran Biologi, maka aku tak pernah tahu apa itu benalu.

Benalu, keberadaannya tidak diharapkan. Karena itupun, dia ada disitu tanpa pernah diindahkan. Kasihan ya...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Aa Gym

Aa Gym mengajarkan 3 cara untuk menjadi orang yang baik, A yang pertama : Aku aman bagimu, A yang kedua : Aku menyenangkan bagimu, dan A yang ketiga : Aku manfaat bagimu.

Berbeda lagi dengan rumus untuk menemukan jodoh yang tepat (dan mau), rumusnya 3B : B yang pertama : Berusaha, B yang kedua : Berdoa dan B yang ketiga adalah... Bercermin.

Lalu apa dengan 3C? Itu nilai ujian khususku kemarin, 3 mata kuliah C semua : C, C dan C. Hehehe...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

For U

Usia baru,
Semangat baru,

Selamat Ulang Tahun...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Spektakuler

Apanya?

Ada deh...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS