5/1/13

#5 Puncak Nutrisi

Apa Nutrisi yang paling dan paling dibutuhkan tubuh manusia?
Jawabannya : Air Putih

#4 Puncak Olahraga

Olahraga yang paling dianjurkan bukan tinju, bukan angkat barbel, bukan diving, tapi justru : jalan kaki.

Buatku sendiri, jalan kaki bukan cuma olahraga, tetapi juga olah jiwa. Meditasi jalan kaki. Waha...apalagi itu. Ya, sering-seringlah jalan kaki, maka sehat jantungmu, sehat otot-ototmu, sehat pikiranmu.

Kalau yang serrr kemana naik motor, serrr kemani naik mobil, jangan-jangan sedang tidak sehat pikiranmu. Karena itu tidak fitrahnya orang Indonesia yang ada di desa, kemana-mana orang desa yang benar-benar merdesa ya andalannya jalan kaki.

Aku menikmati jalan kaki. Karena itu aku seringkali meluangkan waktu travelingku untuk berjalan kaki. Kemarin di Semarang, jalan kaki 1 jam lebih, dari SPBU Tambakaji sampai di Rumah Sakit Tugurejo. Heum, lumayan pegel..

Dulu sewaktu di Bogor, rutinitas pagiku jalan kaki keliling Kebun Raya satu putaran, sekitar satu setengah jam normal waktu tempuh. Dan yang masih terkenang adalah aku jalan kaki dari Sukasari di timur Bogor sampai di Warung Jambu di barat Bogor.

Sewaktu main-main di Jakarta, aku jalan kaki dari Halte Busway dekat Stasiun Kota, masuk ke kawasan kota tua, sampai ke Pelabuhan Sunda Kelapa, mbalik lagi. Sewaktu di Surabaya aku jalan kaki di daerah Hotel Somerset, melewati beberapa mall dan kurang hafal jalan-jalannya. Sewaktu di Aceh aku jalan kaki dari Simpang Surabaya sampai Terminal Bus-Bus yang akan ke arah Medan, 2 jam ada.

Kalau di Purwokerto ya paling jalan kaki dari L22 ke stasiun, 45 menitan lah. Tapi yang paling berkesan dulu tahun 2006 aku, Hilmy dan Karyanto jalan kaki dari L22 sampai ke Pancuran 7 dan mbalik lagi ke L22, selama 12 jam, dari jam 8 pagi sampai lagi jam 8 malam.

Di Jogja sudah tidak terhitung jalan kakinya darimana kemananya. Di Bandung jalan kaki dari arah alun-alun sampai stasiun Kiara Condong. Di Tegal jalan kaki susur rel dari arah Pemalang sampai stasiun Tegal. Itu sedikit cerita tentang jalan kaki, dan masih banyak jalan kaki-jalan kaki lainnya.

#3 Allohuma Tuhno, Allohuma Tekno

Di Puncak kerja keras, orang tidak lagi punya ruang untuk merasa kuwatir. Pasti dibayar. Entah dibayar dari apa yang dia kerjakan, entah dari jalan yang lain, pasti dibayar. Sepasti matahari akan terbit esok pagi.

Tidak percaya? Kalau masih tidak percaya, coba banyak2 membaca doa yang diajarkan Sunan Kalijaga ini : "Allohuma tuhno, Allohuma tekno." #CN

Allohuma Ya Allah, yen butuh ono, yen entek ono. Aamiin..

#2 Berkompromi dengan Sakit

Almarhumah Ibu Hasri Aiunun Habibie Rohimahulloh, Ibu Negara kita satu dekade yang lalu, rela dirinya didera sakit kanker yang terus menukik naik stadiumnya, tanpa diketahui sang suami. Habibie baru tahu sakitnya setelah parah, setelah tidak bisa disembuhkan lagi.

Itulah puncak kontribusi seorang Ibu Negara, sebagai Ibu bagi negara ini saat itu, dia kuwatir, negara ini akan terganggu, kalau sampai Presiden terbelah konsentrasinya karena tahu istrinya sakit.

Mengharukan, ketika jatah waktu Habibie untuk istrinya semasa masih hidup dulu terlalu banyak tersita untuk mengurusi N250 dan project besar untuk kedirgantaraan Indonesia. Tapi sekarang semuanya mangkrak. Durhaka sekali bukan negeri ini kepada Ibu negaranya? kepada pengorbanan beliau?

#1 Membaca Sejarah

"Bukannya sibuk membaca sejarah, orang sekarang lebih suka sibuk membuat sejarah", Andrea Hirata

Sudirman kena TB paru-paru, sehingga dokter mengamputasi sebelah paru-parunya. Dengan paru-paru setengah, puncak pengabdian beliau untuk bangsa, beliau torehkan. Ketika Soekarno & Hatta diciduk Belanda di Istana Negara Yogyakarta. Benar-benar eksistensi NKRI hanya ada di tangan Tuhan dan tandunya Panglima Besar Sudirman.

Kalau sampai tandu yang berisi Panglima Besar itu terdeteksi mobiltasnya dan terjatuhi bom oleh moncong merah Belanda. Habislah NKRI. Ketika pengabdian sudah memuncak, maka Soedirmanpun berupang di tempat yang mulia, bersemayam di hati setiap rakyat Indonesia hingga namanya menjadi nama jalan arteri di kota-kota besar di Indonesia, dan makamnya di Taman Makam Pahlaman Kusumanegara Yogyakarta berada di Blok-A yang VVIP bersama istri tercintanya.

Belum lagi ganjaran surga, atas pengabdian beliau yang memuncak itu.

Ziarah ke Makam Panglima Besar Sudirman, TMP Kusumanegara Yogyakarta

Memuncaki Mei


Bekerjalah sekeras-kerasnya di bulan ini.
Melobilah sebanyak-banyaknya di bulan ini.
Berinvestasilah seberani-beraninya di bulan ini.
Tabraklah aturan senekad-nekadnya di bulan ini.
Buatlah sesuatu sesempurna-sempurnanya di bulan ini.
Dan berdoalah sekeras-kerasnya di bulan ini.

Capeklah secapek-capeknya.
Lemburlah selembur-lemburnya.
Karena di bulan ini, kita akan memuncaki.

Bulan depan,
saatnya bersantai,
saatnya melembah,
saatnya berenang-renang ke tepian.

*Rakitnya jangan lupa dibawa lagi, lumayan bisa diloak.

4/22/13

#16 Operasional vs Seremonial

Acara setengah hari di Cilegon kemarin, Technopreneuer Nasional itu, sungguh sangat tidak operasional, seremonial belaka. Berkebalikan dengan forum Mocopat Syafaat di Jogja yang sangat tidak seremonial, sungguh sangat operasional.

Tahu beda keduanya? Kalau operasional, outputnya adalah ada hasil yang kita upayakan. Entah uang, entah ketenangan batin, entah inspirasi, entah dukungan partner, entah apapun.

Tapi kalau operasional, outputnya adalah anggarannya terserap, dan bisa membuat LPJ.

#15 Pengusaha On Call

Coach Barlian di sesi coaching bulan lalu menekankan, bagi kalian yang sudah ngebet untuk punya "bisnis jalan dan yang punya jalan-jalan", plis deh tahan dulu. Saya lihat, kalian belum masanya untuk itu.

Ibarat bisnis itu anak, ya masih golden time, harus ditungguin dipantengin 24 jam sehari 7 hari seminggu. Makanya, kalau memilih bisnis yang bukan panggilan jiwanya ya akan berat. Kamu akan nyari celah untuk bisa santainya, berangkat jam 10 pulang jam 3, selebihnya waktu buat pribadi. Sabtu-minggu masih dikorting waktu buat istri. Hari besar/libur tutup.

Apa impactnya kalau seperti itu? Ada tiga : Pertama, sesuatu yang seharusnya bisa dicapai 1 tahun, jadi molor 4 tahun. Lah iya, sehari cuma dipakai enggak lebih dari sepertiga. Seminggu kena korting seperempat waktunya, sisa berapa coba?

Kedua, kita akan terlalu dan sangat terlalu banyak kehilangan moment. Padahal, kata Pendiri Detik.Com, untuk berhasil, kita butuh kerja keras, dan sedikit saja keberuntungan. Moment itulah yang disebut keberuntungan. Yang datangnya anggak nunggu jam 10 pagi, tahu-tahu jam 12 malam, jam 4 pagi, hanya yang on call yang mendapatkannya.

Dan impact ketiga adalah, kita akan kecewa dengan hasil yang kita terima sendiri. faktor-faktor lain yang disalahkan, bukannya melihat ke kinerja diri.

Yang perlu diluruskan, bukan 24 jam kamu harus nongkrong di kantor enggak tidur, njagain lilin. Bukan-bukan. Tapi cukup on call. Ketika panggilan email, panggilan sms, panggilan buyer, panggilan ide, hingga panggilan hati terdengar, maka lakukanlah. Just it!

4/19/13

#14 Benar dan Salah, Nyampur Sudah

Allahuma arinal haqo haqo warzuqna tiba'ah wa arinal bathila bathila warzuqna tinaba

4/10/13

#13 Haji Coret

Cita-cita naik haji sudah aku coret beberapa tahun lalu dari dreamboardku. Hahayaya, karena pemerintah sudah membatasi rakyatnya untuk berhaji. Dan pemerintah melakukan itu dengan dukungan penuh bank-bank yang mengaku dirinya syariah.

Akhirnya di negeri ini sekarang berlaku syariat haji, bukan bagi yang mampu. tapi bagi yang mengajukan dana talangan (utang).

Kalau membayangkan haji, maka aku harus rela memikirkan tahun 2025 atau lebih. Sepantaran dengan anakku masuk SMA tahun itu, amin... Rasanya jadi nge-block impian saja kalau terpentok tahun begitu.

Ya sudahlah, kalau memang haji, nanti pasti berangkat kok kalau memang sudah dipanggil. Enggak usah ngoyo2 mencari talang. Itu saja si yang terpikir olehku sekarang. Sambil menunggu sebentar lagi pemerintah dan bank syariah mengeluarkan program dana talangan zakat, dana talangan sodaqoh, dana talangan membangun masjid, dan dana talangan ibadah-ibadah lainnya.

Keren kan kalau bank syariah mengeluarkan dana talangan sodaqoh, nanti pelunasannya setelah sodaqoh kita kembali 10 kali lipat. jadi bank untung, kita untung. Tuhan dan malaikat mumet... mumet... dah... Haha..

#12 Waspadai Operasi Sales di Mall yang Menjebak

Operasi sales mangkin jauh saja dari apa yang sudah ditauladankan Muhammad muda saat beliau menjadi pedagang ulung nan sukses. Kepada Ibu-ibu, atau siapapun saudara-saudara yang membawa serta ibu-ibu berbelanja di mall, hati2lah dengan praktek operasi para sales yang mulai nakal menjebak.

Sebulan yang lalu bulikku, kena sales peralatan rumah tangga, kedoknya begini : dia ditarik di sebuah stand pameran untuk test asam urat. terus selesai test, disuruh menunggu hasil yang katanya online dari Bandung hasil testnya sedang diolah. Terus setelah hasil test keluar, eh tiba2 SUREPRIZEE.... bulikku beruntung mendapat voucher belanja senilai 8 juta rupiah.

Nah, senang luar biasa kan bulikku dapat voucher belanja 8 juta. Terus si petugas di stand itu menawari deh, satu set peralatan dapur mewah mulai dari kompor listrik sampai penjernih air + bonus alat pijat elektrik seharga 12 jutaan.

Jadi, untuk mendapatkan barang-barang "mewah" itu bulikku cukup gunakan voucher belanja + nambah kekurangannya 4 juta saja. tererengteng....bulikku berhasil merogoh koceknya sendiri 4 juta dan deal lah itu perabotan, yang setelah aku telusuri di internet ya harganya memang cuma sekitar 4 jutaan, enggak sampai 12 jutaan kayak yang diomongkan di stan itu.

Itulah salah satu teknik sales agar barangnya yang seharga asli 4jutaan laku. Dengan mengkamuflasekan harga, dibilang 12jutaan + hadiah voucher 8juta. Permainan atau lebih tepatnya jebakan psikologis banget tuh.

Lalu kejadian kedua, kemarin baru terjadi. Aku sebagai pemilik kartu kredit sebuah bank mendapat hadiah kotak makan eksklusif. kotak makan bisa diambil di sebuah pusat perbelanjaan yang disebutkan di undangan. Nah, pada saat aku mampir mengambil ke stan pengambilan hadiah, ternyata eh ternyata, dengan kedok KTP dan kartu kreditku sedang di registrasi di kasir, aku dipersilahkan duduk ditemani dua orang tim sales muda-muda. sayangnya cowok..

Pertamanya basa-basi tanya2 kerjaan dan lain-lain. Ujung-ujungnya menawari sebuah alat masak tanpa minyak yang harganya 4jutaan. Karena proses regist belum selesai otomatis aku harus menunggu donk. Nah sengaja registrasi dilama-lamain agar para sales itu leluasa mempresentasii aku.

Tapi sayang sudah panjang lebar menjelaskan, dan aku berondong dengan pertanyaan ini itu. eh akhirnya aku menolak membeli, walau sudah diiming2in bisa dicicil 12 sampai 24 kali. Dan karena sudah nabrak waktu magrib, aku minta registrasi hadiah yang mau aku ambil dicepetin karena aku belum sholat.

Dan gagal deh operasi si sales itu.

Nah entah ada modus apalagi di dalam mall. hati-hati ya. sebagai orang Jawa kita patut waspada terutama pada modus2 sales yang memanfaatkan ketidakenakan kita dalam membuat penolakan, apalagi setelah berbusa si sales menjelaskan. kadang naluri jawa kita 'rikuh' untuk menolak dan lebih memilih melayang kocek berjuta-juta.

#11 LCCP

UKM itu identik dengan tidak mampu. Makanya, pemerintah hobi sekali membantu. Ya enggak apa-apa si, namanya membantu masa ditolak. Tapi, betapa tidak kreatifnya bantuan dari pemerintah, LSM dan mahasiswa, karena orientasinya ke alat produksi melulu.

Sekalinya mencoba menyasar perbaikan kemasan, apa jadinya? Jadinya pakai aluminium foil polos, yang terus ditempelin stiker. Yah, bagusan dikitlah daripada plastik bening disablon satu warna. Tapi tetap saja itu belum menjadi solusi.

Alumunium foil itu mahal loh, stiker fullcolor itu mahal loh. Menjadi disebut mahal, karena peningkatan harga yang pantas, tidak sebanding dengan peningkatan biaya packaging.

Low Cost Premium Packaging (LCCP) hadir beroperasi untuk mensiasati orang2 yang peduli pada UKM, yang sadar bahwa ujung tombak kemajuan UKM bukan di produksi tetapi di penjualan, dengan membuat packaging kelas premium dengan biaya yang low.

#10 Hanya "semacam iklan" di Masjid, Bolehkah?

Bank Konvensional enggak berani, tetapi sebuah bank syariah berani melakukan ini : memberi nasehat di kaca-kaca sebuah masjid "Handphone Harap Dimatikan!" plus ada logo dan alamat kantor si Bank itu.

Ya, tentu saja takmir masjid itu tidak mempromokan kaca masjidnya untuk space iklan. Dan bank syariah itu pasti berkilah bahwa itu bukanlah iklan--sekalipun ada logo lengkap dengan alamat perusahaan. Tapi, sebagai bank yang prinsipnya syariah, akhlaknya islamiyah, apa pantas memasang logo dan alamat perusahaan seperti itu yang sedikit banyak pasti, pasti dan pasti memberikan efek promoting & branding?

Saya pernah melihat pedagang kecil berdagang di masjid dan diusir, tapi saya tidak melihat diantara para jamaah dan tokoh agama mengusir iklan atau kalau tidak mau disebut iklan, benda semacam iklan ini dari dalam masjid.

Tunjukkan syariahmu dengan akhlakmu ya bank.

4/4/13

#9 Lima menit pertama

Ilmunya mas Ilham saat mentoring Live in CJC di Nira Satria Cooperative Februari lalu memang benar-benar cadas abis. Yakni tentang ilmu durasi. Bahwa, sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan durasi yang hemat, berarti itu informasi adalah banyak tidak pentingnya.

Teori ini berlaku dalam pembuatan scene film, dan berlaku juga di saat kita presentasi. Boros slide namanya kalau 5 menit saja tidak bisa dioperasionalisasi, "aduuuh saya butuh durasi presentasi lebih...".

Enggak banget deh pernyataan butuh durasi lebih macam gitu. Yah, kalau 5 menit dikiranya kita disuruh untuk menjelaskan semua, ya pasti cengap-cengep. tapi sebetulnya tugas di 5 menit presentasi itu cuma 1 kok yang harus dilakukan. apa satu hal itu, yakni : membangun curiousity, alias rasa ingin tahu.

Dan hari ini aku berhasil. Saat time keeper menstopku presentasi karena sudah lima menit, baru 3 slide yang aku paparkan dari 11 slide. Eh, tapi para juri minta dilanjut. Nanggung, pengen tahu lengkapnya kali...

Bangun curiousity, itu saja. Dan 5 menit adalah amat sangat longgar untuk itu. Offerkan sesuatu yang impresive, menohok, tidak biasa atau bahkan nakal. Lakukan itu maka curiousity akan terbangun.

Toh ya apagunanya memaksimalkan 5 menit untuk menjelaskan semuanya, sementara yang kita jelasi tidak benar-benar ingin mendengar penjelasan kita juga. Benar-benar menjadi tidak operatif kan jadinya kalau begitu?

*operatif, bahasa mana itu..haha

#8 slide yang operasional

Membuat slide itu harus menarik, oke. Membuat slide itu harus hemat tulisan, oke juga.

Dan yang sering aku lupakan adalah : membuat slide harus operasional. Mudah padahal caranya, gunakan fitur untuk menyeting hyperlink yang sudah disediakan oleh microsoft sehingga kita bisa mudah mengoperasikan slide saat :
1. Sesi tanya jawab yang memerlukan loncat2 slide
2. Saat dikejar tempo
3. Saat perlu menegaskan slide tertentu sehingga perlu mbalik lagi.

Begitulah slide yg operasional. Bukan cuma slide, hidup juga harus operasional.

#7 Rahasia Perulangan

Kita tahunya saat harus mengulang sesuatu, berarti kita mandeg. Berarti operasi kita tidak jalan. Padahal tidak. Karena dari perulanganlah mahir itu datang.

Kita mahir ya karena mengulang2. Mengulang prestasi, mengulang diomelin orang, mengulang bangkrut. Seperti pilot lah, makin bnyak jam terbang, makin naik capabilitynya.

Percayalah, saat mengulang hal yang sama sekalipun. Sesungguhnya kita sedang mengalami empirical experience yang berbeda. Kenapa? Karena kan waktunya beda, kondisi beda, pengetahuan kita sudah beda.

Misalnya terulang kejadian ditimpuk pipimu. Makin sering terulang, makin meningkat capability kamu. Mungkin bukan njur kamu jadi kebal digebukin, tapi minimal kamu lebih fast respon mencari obat merah, perban, lakban untuk mengobati lukamu.

Mahir itu datang karena perulangan.

#6 Apartmen Minded

Seminggu tinggal di apartemen mewah two bed room, membuatku jadi apartemen minded. Minded gimana mas? Pengen tinggal di pusat kota? Yang bisa liat monas tiap hari?

Ah klo cuma urusan monas mah gampang, tinggal pasang fotonya diruang tamu besar2. Kan jadi bisa liat tiap hari. *mending majang monas di ruang tamu kan daripada gambar hilton. Hehe

Kembali ke topik. Ya apartemen itu keren, didesain untuk sangat operasional. Lemari built in menyatu dengan tembok, rak buku dengan meja. Semua serba simple, tapi utilities sebuah rumah ada semua. Piring, meja setrikaan, hanger, tempat handuk, tempat sepatu semuanya tidak menjadi sampah mata.

Semuanya rapi, tidak terpajaaang semua seperti di L22 saat ini.

Go operation to be more operational!

#5 Common Sense

Peradaban modern itu menggiring kita justru pada hal2 yang tahayul. Misalnya, untuk meyakini bahwa kita sakit harus orang lain yang bilang, yakni dokter dengan surat keterangan sakitnya. Untuk kalau ada duri dijalan kita pinggirkan, harus pakai hadits. Bla bla bla dan seterusnya silahkan cari contoh sendiri.

Nah, akibatnya common sense kita tidak lagi bisa beroperasi dengan baik. Tidak peka rasa, tidak inisiatif pada kebaikan, tidak bisa memutuskan baik benar dan indah dari diri sendiri. Kita menjadi sangat bergantung pada faktor eksternal. Ahsanu takwimnya kemana itu berarti, hayo...

Padahal, kalau common sense kita terbiasa kita operasikan, dia akan makin peka setiap saat untuk mendeteksi mana yang baik, yang benar, yang indah dan yang tidak.

#4 kinara Indonesia

Di event BNIcreativepreneur yang sedang aku ikuti ini, aku berkenalan dengan Kinara Indonesia, sebuah lembaga yang dikontrak oleh BNI untuk menjadi mentor.

Yang menggawangi lembaga Kinara Indonesia ini salah satunya adalah mas Fajar Anugerah. Ya, orang yang bolan balen aku temui di event2 British Council, sewaktu dia masih jadi program manager disana.

Aku sangat apreciate dengan Kinara ini. Karena digawangi oleh orang2 yg sudah malang melintang bersama entrepreneur start up mungkin, jadinya materi2 yg disampaikan saat mentoring cukup operasional walau dgn durasi yang singkat.

 Dan kerennya lagi, Kinara menjadi salah satu lembaga pertama di Indonesia yang punya fasilitas seed capital (permodalan) tanpa harus menjaminkan agunan seperti saat kita berurusan dengan bank.

Aku terpikir, mungkin lembaga kayak gini kali ya yang disebut lembaga modal ventura. Yang dinanti2kan banyak wirausaha pemula.

#3 introvert? Why inferior..

"Introvert itu cool", adalah salah saty judul bab di bukunya mas Wahyu Aditya si pendiri Hellomotion school of design yang terkenal itu.

Dari bukunya pendiri Kementerian Desain Republik Indonesia (KDRI) itulah aku pertama tahu bahwa ternyata banyak tokoh besar dunia yang dia bukan narsisus, tukang cererempeng, sanguin super supel, tetapi adalah orang2 introvert yang identik debgan pemalu, pendiam, tidak pandai sosialisasi. Lebih jelasnya baca bukunya mas Wahyu Aditya sok.

Tapi dua alasan yang aku garis bawahi kenapa introvert bisa adalah : pertama, penyendiri punya quantity time yang banyak dengan dirinya sendiri. Ide, ilham, cetusan ini itu banyak muncul ketika kita sedang menyendiri bukan meramai-ramai. Salahnya adalah banyak yg menyangka ketika kita memperbanyak meluangkan waktu untuk menyendiri, berkontemplasi misal, kita menganggap itu kontraproduktif.

Menyendiri tidak ada dalam kamus operasional kita. Yang ada di benak kita operasional itu ya terjun ke lapangan, sambangi customer, nimbrung ini itu. Pemahaman itu sepertinya perlu kita luruskan. Betapa operasionalnya menyendiri itu, makanya di forum2 maiyah bahkan berkenalan dengan kiri kanan menjadi tidak penting. Karena seolah2 yang ada di maiyah adalah pernyataan "nuwun sewu saya kesini mau menemui dan menjamu diri saya sendiri".

Kemudian alasan kedua kenapa orang introvert bisa unggul adalah : orang pendiam, pemalu itu sekalinya ngomong ya bermanfaat. Iya to, istilahnya basa basi ba bi bu nya minimum. Jadi bahasa mereka lebih operasional ketimbang yang ceriwis yowis.

#2 Cantik itu, relatif

Cantik itu relatif, begitu kata orang. Sama relatifnya dengan kebenaran pernyataan orang "cantik itu relatif" itu sendiri.

Kalau yg membuat pernyataan itu adalah seorang yang kekasihnya mukanya pas2an, maka pernyataan itu bisa jadi cuma pembenaran agar dirinya tidak didiskreditkan orang.

Kalau yg membuat pernyataan itu adalah seorang yang tak kunjung dapat kekasih karena standarnya ketinggian, bisa jadi pernyataan itu cuma pembenaran karena sebentar lagi dia akan menurunkan standar kriterianya. Haha...

Begitu juga slide presentasi, ada yg bilang slide yang cantik adalah yang ramai gambar, ramai warna. Tapi karena cantik itu relatif, kataku adalah slide yg cantik adalah yang backgroundnya simpel, hurufnya sedikit.
Bahkan satu slide mungkin cuma berisi 3 huruf dengan size 185pt, tapi ketiga huruf itu merupakan bahasa operasional.

4/1/13

#1 Efisiensi

Kalau kamu dari atau ke Jogja dari arah Purwokerto, kamu akan berpapasan dengan bus 16an kali atau lebih sepanjang perjalanan. Bua itulah yang namanya bus Efisiensi.

Pagi ini aku menaiki bus itu lg untuk yg kesekian kalinya. Bedanya kali ini, lebih was wes wes...buanternya dah kayak haryanto aja. Secara...dinihari gitu....sepi jalanan.... Catch the moment, cadas mengoperasionalkan bus. Begitulah kalau sopir ketemu jalanan lengang.

#aprilOperation

Dan seperti itulah kalau entrepreneur ketemu peluang. Go operation! Atau cara jawanya, gek ndang ditandangi! Dan resikonya memang dibilang ambisius, rakus, profit oriented sapiturute... Lah biarin saja.

Tinggal dibalas aja itu mereka yg bilang begitu : penakut lu, pace, kagak punya harapan hidup lu, mental miskin lu. Atau mending nggak usah ditanggapi lah.

April Operation

Rencana jadi tindakan. Tindakan jadi hasil. Hasil kemudian diapresiasi. Apresiasi ada dua macamnya :

1. Selebrasi
2. Evaluasi

Heum, ada banyak fakta2 berbalik mengejutkan menjelang april. Mulai dari penawaran gula kristal dari produsen berbondong-bondong, sampai soal jadiannya uliel & uda yang sangat : nggak nyangka.
Kira2 ada ke-nggaknyangka-an apalagi di bulan ini? Kita tunggu saja kejutan-kejutan selanjutnya sambil jalanlan operasi.


3/31/13

#16 BO Paradigm

Business owner (BO) mempunyai kerangka berpikir atau paradigma yang berbeda dengan manajer atau karyawan.

Karyawan, orientasinya adalah report. BO orientasinya adalah progress.

Manajemen waktu karyawan dibagi antara hari kerja dan hari libur. Manajemen waktu BO dibagi antara own tasking dan delegate tasking.

Bagi karyawan, bisnis tidak boleh mengganggu keluarga. Keluarga tidak boleh mengganggu bisnis. Bagi BO bisnis itu ya keluarganya, anaknya, yang ditimang, dititah, sampai akhirnya jalan sendiri.

3/28/13

#15 Bukan Membangun Bisnis, tapi Membangun Budaya

Nyatanya membangun bisnis bukanlah sekedar membangun bisnis, tapi membangun budaya. Coach Barlian di coaching yang lalu menuturkan ulang apa yang disampaikan oleh Chairul Tanjung, bahwa : di Indonesia itu yang berlaku adalah "Manajemen Contoh". Artinya, orang mudah dikelola, apabila diberikan teladan terlebih dahulu.

Ini beririsan dengan sebuah karya yang pernah saya pelajari bahwa, masyarakat pedesaan di Indonesia kebanyakan berbudaya paternalistik. Makanya untuk membuat perubahan di sebuah komunitas masyarakat, kuncinya adalah adanya figur yang menjadi father. Baru lainnya diam-diam mengikuti.

Dicontohkan dulu bagaimana memaksimalkan penggunaan waktu, membuat ritme kerja yang terrencana, menyikapi kebangkrutan dengan bijak, mengatasi perselisihan dengan cerdas. Baru deh mengangkat tim, mendelegasikan tugas, oke punya nanti hasilnya.

Soal konflik, jangan dipikir serius2 amat lah. Kalau Hilmy tidak pernah mau karena tidak bisa membuat proposal, ya enggak aku marahin. Kalau aku enggak kencang mengikat tali di bak pick up, juga Azis enggak ngomel-ngomel. Atau kalau Azis prindang prinding saat harus membuat instruksi ke orang produksi juga Hilmy enggak banyak komentar.

Yang kurang ditutupi, yang lebih dimaksimalkan, itu saja. Faham kemewahan dan limitasi yang kita miliki, itu bahasanya Mas Ramadian Bachtiar dulu sewaku kita dimentori olehnya.

Semua sikap-sikap yang kita pilih untuk kita ambil itu akan menjadi bukan sekedar lembaga bisnis, mesin pencetak uang belaka. Semua itu akan menjadi budaya, yang akan bertahan jangka panjang dana menular di radius sekeliling kita.

#14 Forum Maiyah Purwokerto, Monggo Dirawuhi...

Semalam akhirnya terselenggara rapat perdana persiapan penyelenggaraan Forum Maiyah Purwokerto yang disepakati diberi nama forum itu "Juguran Syafaat".

Hadir dalam rapat tadi malam adalah para jomblo : Aku, Kusworo, Demas dan ikut serta pula Naim yang setia dan aktif berpartisipasi dengan mendengarkan. Perlu diketahui rapat tersebut terinisiasi akibat obrolan-omong-omong inisiatif beberapa waktu terakhir dengan Kukuh, Hilmy, Pak Chalid, Pak Saratri dan Pak Ilyas.

Forum akan dilaksanakan perdana 13 April besok, selanjutnya rutinan di malam minggu kedua setiap bulan atau sama saja dengan H+1 Kenduri Cinta di Jakarta. Rencana tempat adalah di Pendopo Kawedanan yang sekarang jadi rumah dinas Wabup, atau di depan Sriratu.

Tema yang akan diangkat di pertemuan perdana ini adalah "Baik / Benar / Indah". Nah, mau mengupas apa sajakah tema esok. Monggo dirawuhi saja.

Undangan berasal dari unsur perwakilan komunitas muda, komunitas hoby dan komunitas profesi yang ada di Purwokerto. Jadi acara ini sekaligus sebagai ajang komunikasi lintas komunitas. Ya, begitu adanya. Forum ini beda dengan Maiyah dimanapun, karena setiap Maiyah harus mempunyai ciri khasnya sendiri-sendiri.

Maiyah berarti melingkar. maknanya ada dua : Pertama, peserta di acara ini akan duduk membentuk lingkaran (ubengan) sehingga tidak ada hirarki, tidak ada feodalisme. Bupati sekalipun tidak duduk lebih tinggi. Siapapun yang berbicara nanti tidak ada yang mengkultus2kan dengan pidato, misalnya "Bapak Bupati yang saya hormati, Bapak ini bapak ono dan bapak anu yang saya hormati" dan kemudian baru "serta para hadir yang berbahagia", tidak, tidak seperti itu. (Lebih jelasnya klik disini). Jadi betul-betul melingkar.

Makna kedua : Forum ini adalah lingkaran dari berbagai komunitas dari komunitas jalanan sampai gedongan, komunitas sejarah sampai calon2 pembuat perubahan. Mereka semua sekali-sekali dipertemukanlah. jangan jalan sendiri-sendiri.

Seperti apa pastinya, monggo dirawuhi saja. Mudah2an tidak menyesal datang. Karena ini forum bukan obrolan omong kosong, bukan juguran omong kosong, tapi juguran syafaat. Nawaitunya rengeng-rengeng menyapa Kanjeng Nabi dan menawar kepada Allah, agar kita dipilih-Nya untuk kebagian cahaya-Nya.


"metode penelitian yang ditawarkan manusia hanya sampai pada tingkat fenomena atau gejala alam dan sosial, yang hanya merupakan bagian kecil dari kehadiran Allah. Istilahnuurun ala nur sungguh luar biasa. Cahaya yang berlapis-lapis, dan manusia diperintahkan menuju cahaya ! Karena cahaya berlapis-lapis, berarti tidak ada kata berkesudahan. Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya.” boleh jadi orang yang dikehendakiNya, untuk diresapkan keimanan dan al-Qur-an ke dalam dadanya. Ini hak prerogratif Allah, dan manusia harus mencarinya, atau menawarkan diri kepada Allah agar dipilih untuk diberi cahayaNya."--Saratri Wilonoyudho. (dari sini)

3/26/13

#13 A Salah B Salah : Enjoying Life

Jadi ternyata buah simalakama memang bukan mitos, tapi memang fakta adanya. Ketika menyelesaikan garapan dengan santai, let it flow. Itu dianggap salah. Karena tidak menantang-menantang amat. Beda sama marketing bank yang ditarget sedemikian rupa lengkap dgn fasilitas dan presurenya.

Nah, ketika kok mencoba men-switch ke sebaliknya, lebih mempresure diri. Tetap menjadi salah juga karena enak aku masih single, belum berkeluarga, jdi bisa siang malam ngegarappun gak masalah. Hahaha, begitulah serunya hidup.

Disalahkan orang ya biasa saja, tidak usah dirasa2 amat. Karena memang selamanya selalu ada celah untuk dianggap salah. Padahal ya belum tentu to? Sebagai single apa pentingnya meng up presure utk lebih cepat mencapai target. Bukannya yg lebih berkepentingan atas target yang lebih besar adalah yang sudah berkeluarga... Enjoying life..

#12 Tukang Ngamen Naik Haji

Ngamen, adalah profesi yg sangat tidak membuat simpatik orang. Maka wajar, ada sedikitnya dua temanku yg punya prinsip : anti ngasih duit ke pengamen. Si andri, anti karena anak muda yg ngamen dia simpulkan sbg anak muda yg malas. Nggak cari duit dari kerja yang lazim saja. Dan si aan, anti karena menurut keyakinannya musik itu haram.

Dan aku sendiri tidak anti, tidak juga pro. Atau bahasa lainnya adalah : mencla-mencle. Hehe.. Aku cuma pernah menempel stiker di kaca depan rumah : NGAMEN BAYAR! Tulisan stiker itu just untuk men-deghaust bahwa tuan rumahlah yg sejatinya punya otoritas untuk mengijinkan atau tidak mengijinkan seseorang membuat suara dihalaman rumahnya.

Persoalan ijin ini bukankah lebih duluan, sebelum masuk ke ranah : boleh ngasih uang, haram ngasih uang, ngasih uang hari jumat doank Dll. Dan betapa ngamen menjadi sebuah pekerjaan yang mulia, yang pekerjaan ini dilakukan oleh seorang ibu muda, malam hari, yg tidak punya akses penghasilan. Karena memilih antara menjadi buruh pabrik vs momong anak secara waktu bagai memakan buah simalakama.

Dia akhirnya memilih pergi ke tukang elektronik, pesen speaker yg bisa nyambung ke hp. Pergi ke konter hp, beli beberapa album mp3 karoke. Latihan nyanyi dirumah dan beraksilah menyanyi di atas bus. Dia lebih memilih pekerjaan tidak simpatik semacam itu, karena nyanyi di atas bus minta recehan lebih possible untuk mengantarkan dia naik haji, ketimbang jadi lonte.

#11 Enjoying Sinar Jaya

Establishing shootnya purwokerto ya sinar jaya. Bis yang ada di setiap terminal di ibukota dan ada juga di kota sekitarnya dan kebanyakan armadanya melintas di purwokerto. Awak bus dan penumpangnya juga kebanyakan ngapak2.

Hari ini setelah sekian lama aku menaiki bis ini, bis pemberangkatan merak tujuan bobotsari ini aku naiki tadi dark agen bojanegara, dekat pintu tol cilegob timur. Jam 2 tadi bis patas ac 2-3 ini datang. 80.000 tiketnya. Ini adalah satu2nya maskapai darat yang melayani rute cilegon purwokerto tanpa oper.

Heum, nyaman juga walau armada lumayan tua. Aku sangat menikmati perjalanan ini. Sang supir naga2nya disiplin menjaga batas atas kecepatan, jadi bus yang full-seat ini jalannya stabil.

3/25/13

#10 Super Bawang

Orang eropa dulu jauh2 mempertaruhkn nyawa, menghabiskan waktj berbulan2 pergi menjelajah samudera, untuk mencari di indonesia rempah2. Dan salah satu rempah2 itu adalah bawang.

Bawang itu tercipta untuk menjadi bagian dari bumbu dapur. Bawang itu super. Super kenapa? Super karena bawang tidak narsis. Buktinya coba si lihat, begitu sudah jadi masakan, apa kelihatan si itu bawang? Sudah teruleg bersama didalam masakan.

Tapi sekalipun ngga kelihatan, bawang memberikan peranan yg penting bagi masakan. Buktinya, wlw sekarang harga bawang naik 2-3 kali lipat, orang tetap.mau rela rela membeli bawang. Sampai tembus 100.000/kg tetap saja mau dibeli.

Jadilah bawang, nggak harus karya kita diakui orang, kontribusi kita diakui orang, yg penting orang membutuhkan kita, dan mau membayar mahal kita.

#9 pidato feodal di negeri egaliter

Kita katanya negara republik bin demokrasi. Anti dengan kerajaan, karena kerajaan itu feodal. Tapi kok ya saban pejabatnya sambutan dari pembukaannya aja udah feodal banget : bapak menteri yg sy hormati, bapak ini, ibu ono yang saya hormati. Dan tak lupa para hadirin yang berbahagia.

Kalau memang egaliter, format pembukaan pidato harusnya diubah : warga sekalian yang saya hormati. Rasa hormat ini termasuk pula untuk pak menteri, pak ini dan bu ono yang hadir disini pula bersama kita.

Enak mana kedengarannya coba? Nggak enak karena nggak biasa, enak karena biasa

3/15/13

#8 jurusanku bagian kecil dari hidupku

Aku jurusannya informatika, terua dilanjut telekomunikasi, nanti kalau ada mood ya lanjut ke ilmu komputer. Wehe...

Tapi apakah kampus2ku itu berhak aku tuhankan untuk menjadi penentu hidupku. Sehingga kalau aku mengerjakan yang diluar jurusanku aku disebut salah jurusan?

Jurusan oh jurusan, apa juga alasan itu dijadikan garia hidupmu. Seberapa besar si kapasitas kampus sehingga engkau rela saja memberikan legitimasi untuk menjadi penentu hidupmu?

3/13/13

#7 Nira Super

komoditi yang sedang aku geluti bernama gula kelapa kristal, atau gula serbuk, atau gula semut, atau gula palm atau brown sugar atau gula merah yang dihaluskan sehingga bentuknya butiran-butiran.

Kalau gula merah cetak, yang biasanya berbentuk bumbung, bathok dan koin, semua orang sudah mengenalnya. dari pasar tradisional sampai pasar modern gula ini tersedia. Tahukah bahwa praktek mafioso di komoditi gula ini sudah membuat gula yang seharusnya memberikan efek memaniskan yang dia gulai, pada akhirnya justru nyampah di perut atau bahkan bisa berdampak racun dalam jangka panjang?

Ya, pengrajin gula merah kelapa maupun gula merah aren yang nakal tidak segan-segan mencampuri benda-benda tambahan mulai dari natrium bisulfit (zat kimia buatan yang berfungsi untuk mengeraskan), atau manggar (bulir2 bunga kelapa), nasi aking, tepung krekel (singkong yang dijemur kemudian digiling halus), hingga sisa produksi minuman serbuk m*rimas dan semacamnya.

Hii, mengerikan bukan kalau dalam gula merah atau gula jawa yang kita konsumsi ada campuran zat-zat begituan? Zat-zat itu dicampurkan semata-mata untuk tujuan mendulang untung semaksimal-maksimalnya. salah satu alasannya, dengan adanya tambahan zat itu, berat gula mereka jadi bertambah. sungguh picik, karena mereka para produsen tidak berfikir mengenai dampak negatif bagi yang mengkonsumsi.

Oleh karena itu amannya adalah, satu : belilah gula langsung di dapur produsen/pengrajin gula. Dua : sebelum memakai gula jawa, encerkanlah dulu terus amati ada endapan apa saja , kemudian saring sampai bersih. Atau cara ketiga : konsumsilah gula merah kristal, bersih tidak ada bulir2 bunga kelapanya apalagi nasi aking, tahan lama karena kandungan airnya minimum dan yang pasti terbuat dari nira kelapa pilihan, kualitas nomor satu. Para penderes bilang, nira super.

3/11/13

#6 Intansurulloha Yansurkum...

Orang mapan itu kalau... kalau sudah punya nomor induk pegawai (NIP). Kalau sudah diangkat jadi karyawan tetap di perusahaan BUMN. Kalau sudah bisa memasukkan anaknya ke kepolisian dengan terlebih dahulu mengirimkan sumbangan sukarela ke pos polisi. dll.

Aku mencoba sok menafsir-nafsirkan Quran Surat Muhammad ayat 7. ingat ya menafsir2kan, bukan menafsirkan, beda loh. Karena aku bukan ahli tafsir makanya aku tak berani menafsirkan, tapi sebagai subyek yang dikirimi wahyu oleh Allah maka dengan segala kebodohanku aku menafsir-nafsirkan.

...Intansurulloha yansurkum, wayutsabbit aqdaamakum 
.. barangsiapa menolong agama Allah, maka Allah akan menolongmu, dan meneguhkan kedudukanmu

mapan, alias teguhnya kedudukan, didapat bukan dengan nyuap untuk diterima di kepolisian. menempuh segala cara untuk bisa jadi pegawai. berpikir ndunya untuk mendapatkan karier terbaik di BUMN. pindah-pindah jadi kutuloncat di perusahaan swasta satu ke perusahaan swasta lainnya. Tidak, tidak dengan semua itu. kalau mau mapan, cukup dengan menolong agama Allah.

Imbalan dari menolong agama Allah ada dua :
1. Allah menolongmu
2. Meneguhkan kedudukanmu

nah loh, mantep kan? imbalannya dobel.

Lalu, bagaimana caranya menolong? dengan melakukan sweeping yang tidak pada puasa? mengusir gelandangan dengan membuat pagar tinggi-tinggi di mesjid, sampai2 mesjid mirip gereja yang dibukanya cuma saat ibadah? atau dengan bagaimana cara menolong agama Allah?

Silahkan tadzaburi sendiri maksud dari menolong agama Allah, aku cuma berikan ilustrasi. bahwa Allah itu tanpa ditolong kita juga bisa sendiri kok. Analoginya adalah Persebaya tanpa pertolongan kita bisa kok tetap menang bertanding. Justru kalau kita nimbrung ke lapangan malah ricuh jadi pertandingan kacau berantakan bisa-bisa.

Tugas kita menolong tim kesebelasan itu cukup dengan bersorak-sorai menyemangati, damai saat menonton, akur di perjalanan menuju stadion. Nah itu saja sudah lebih dari cukup untuk menolong.

Mensuporteri Allah, itu sudah bernilai menolong. Tidak usahlah sampai merusak-merusak, sekalipun dengan kedok sweeping kemaksiatan. Pertanyaannya bagaimana mensuporteri Allah? Ya kalau Allah mencintai syukur, ya jadilah pribadi yang pandai bersyukur. Kalau Allah Mahatinggi, ya capailah prestasi puncak. Kalau Allah Al Mukmin, ya jadilah pribadi sejujurmungkin lah kita.

Yang namanya supporter kan intinya PRO, jangan ketika Persebaya kebobolan gol justru kita sorak sorai, bukan superter itu namanya.




#5 Rahasia Durasi

Cak Nun kok ya bener lagi, kalau yang nikmat itu bukan saat bebas-sebebas2nya, tapi justru saat kita dibatasi. Kalau kamu mengirim proposal lomba, panitia lomba yang baik akan memberikan batasan lembar maksimal proposalmu. Ya, karena kalau kepanjangan, berarti ada yang tidak penting ikut dimuat.

Kalau kamu membuat video, kok durasinya panjang.... sementara bisa diperpendek, berarti belum efektif itu video untuk menyampaikan informasi. bisa-bisa malah membingungkan para penonton.

kalau kamu berproses kok ubek-ubek itu-itu saja dalam waktu yang lama, berarti ada yang keliru barangkali. Maka yang super adalah, yang bisa diselesaikan dengan pendek, singkat, sederhana, tidak usah dibuat bertele-tele.

#4 SuperResepsi


WO atau Wedding Organizer lagi-lagi meninggalkan cap kurang sedap buatku. Kenapa? Karena WO telah menjadi bagian dari yang mengaburkan mana subyek dan mana obyek event. Telah membuat jurang inferiorisasi tamu dihadapan mempelai. Padahal, apa tidak mikir, sudah jauh-jauh dan rela-rela tamu datang, transport sendiri, ngamplop pula, meninggalkan sejumlah agenda hanya untuk datang resepsi. Eh sampai di tempat resepsi cuma dapat kesempatan salaman, paling seperempat menit. Untung ada bonus cendol, sate dan es krim.

Kalau aku ditanya, saat nikah nanti kenapa membuat resepsi?
a. untuk bertemu dengan para tamu memohon doa restu
b. untuk menjadi fotomodel sehari

jawabannya ya A to?

lantas kenapa, ketika masih ada tamu, kok penganten disibukkan dengan kamera?tamu, kerabat, keluarga suruh nonton model dadakan, gitu? Kalau memang tamu itu dipentingkan oleh WO, ya nanti to acara fotomodelnya, apa biar bisa pulang gasik gitu?kalau komersial minded ya begitu itu.

Tapi ya begitulah, tahayul terjadi dan begitu lestarinya. sampai tidak jelas, saya bikin ini ngapain ya? saya begitu untuk apa ya? tahunya, karena saya sedang begini ya saya membuat itu, karena saya sedang begitu ya saya membuat ini seperti orang-orang lainnya gitu.

SuperRESEPSI itu justru terjadinya disaat ijabqabul. saat para tamu begitu diarep-arep doanya, baik tamu dari kalangan manusia, malaikat maupun dari para penghuni langit. Karena moment itu memang benar-benar bukan peragaan fotomodel.

#3 Manajemen Gosip


Ternyata gosip kalau di manaj dengan baik, akan menjadi alat pemasaran. Gosip sampah kantong plastik yang jumlahnya makin meresahkan misalnya, bisa jadi alat jualan untuk sebuah perusahaan tas ramah lingkungan di Bandung. Kemudian gosip ancaman gula tebu terhadap kenaikan gula darah yang berdampak pada resiko diabetes, dijadikan alat jualan bagi produsen gula sehat.

Maka di jaman seperti sekarang ini, menjadi ada yang kurang menjual sesuatu eh hanya 'product knowing', sebatas mengenalkan produk kita kepada konsumen. ketika kita bisa mengelola gonsip, kita bisa membangun urgensi produk kita dihadapan konsumen.

tapi ya itu, harus tetep pakai hatinurani ya. jangan sampai menjual gosip kemiskinan, gosip kemanusiaan dan lain-lain yang tidak semestinya dijual.

#2 Pedagang Super : Pedagang Kaki Dua


Aku adalah orang yang seringkali terkagum-kagum dengan rakyat bangsa ini. Salah satunya adalah dengan kaum yang disebut PKL atau pedagang kaki lima. Mereka adalah korban kekurangmampuan atau bahasa kerennya disfungsi pemerintah yang tidak sanggup menyediakan lapangan rejeki bagi rakyat-rakyatnya.

Karena mereka tidak mau merepotkan pemerintah, maka mereka berinsiatif sendiri untuk mengisi perut mereka dengan modal sendiri, ide sendiri, resiko sendiri dan hasil dinikmati sendiri (dipotong retribusi dan uang paguyuban yang tidak jelas juntrungannya).

Tapi pemerintah ternyata bukan cuma disfungsi, tetapi bahkan sudah durhaka. Siapakah pemerintah yang durhaka itu? Yakni pemerintah yang menggusur paksa PKL dan memasang rambu PKL dilarang berjualan disini. Nah tuh, bayangkan saja, sudah tidak diberi lapangan rejeki, eh ditambah lapangan untuk sekedar memarkirkan gerobag roda tiganya saja dilarang. Brengsek tidak itu si pelat-pelat merah yang berbuat begitu?

Tapi namanya rakyat, hatinya memang superjembar. dia yang tadinya kaki lima, yakni dua kaki miliknya sendiri + 3 kaki lainnya berupa roda yang berjumlah tiga digerobagnya, akhirnya mengamputasi kakinya. Kini hanya menjadi PKD alias pedagang kaki dua. Sumpah ini beneran ada, coba si di alun-alun, mereka cuma membawa baki dan menenteng tas, demi bisa mencari sesuap nasi tanpa dirongrong satpol PP.

terakhir kemarin aku melihat di sekitaran Taman Budaya Jogja, seorang PKD membawa baki di atas tangan kanannya berisi cilok, dan tangan kirinya menteng tas kresek berisi dua botol saos yang gantungan tas kreseknya sudah tipis nyaris putus dan pasti sakit di jari tuh saking tipisnya. Mau aku ambil gambarnya kemarin, tapi tidak tegalah. Trenyuh dengan perjuangan dia, trenyuh dengan keluasan hatinya dia, yang tidak cuma menuntut pemerintah, tetapi memilih mencari jalan sendiri.

Dengan status PKD alias pedagang kaki dua itulah, mereka terbebas dari penertiban kaki lima, terbebas dari rambu PKL dilarang berjualan disini. Yah, aman, karena sejauh ini aku belum menemukan rambu Pedagang Kaki Dua dilarang berjualan disini.


#1 SuperHABIBIE



Beberapa bulan lalu heboh pemberitaan tentang mantan presiden Habibie yang dikata2i oleh orang Malaysia. Habibie dibilang menjual bangsa lah, antek ini itu lah dan seterusnya. Hahaha... tapi yang menarik adalah, Habibie sama sekali tidak terrangsang untuk tempramen. Beliau kalem-kalem saja, menanggapi dengan senyuman. Itulah hebatnya Habibie, begitu jembar hatinya untuk menampung semua suara sumbang, getir, pahit, bermuatan fitnah semua terkunyah lezat oleh Habibie.

Tapi itu barulah Habibie. Masih ada yang lebih, siapakah itu? Yang lebih dari itu adalah SuperHABIBIE. Sebuah fase hidup yang tidak ringan dilalui si super ini, ketika perusahaan yang ia bangun dengan peluh keringat, dengan pengorbanan atas waktu dan perhatian untuk istrinya, pokoknya atas dedikasi penuhnya. Eh, ketika sudah siap diterima pasar internasional selangkah lagi, perusahaan stratetegis penerbangan nasional itu, PTDI, ditutup.

Konspirasi besar nan jahat yang didalangi industri penerbangan Barat ini benar-benar keterlaluan bersikap terhadap karya super anak negeri. Tapi dasar seorang yang super, Habibie bisa melaluinya. Bahkan sampai hari ini Habibie masih menantang pemerintah, kalau pemerintah mau memberikan 5 triliun saja, Habibie bisa buatkan pesawat yang lebih canggih dari yang pernah dibuatnya dulu. Dan investasi itu akan kembali ke negara berkali-kali lipat.

Yah, pantas saja Habibie tidak bergeming ketika dikata-katai oleh si Malaysia. Karena cobaan yang lebih berat ribuan kali lipat terkait PTDI saja, beliau berhasil melaluinya. Aku pikir, kita-kita yang masih memble ini malu menyaksikan kebesaran jiwa seorang Habibie. Kalau masih punya pikir, dan kalau masih punya malu si.

Beyond Propaganda

Kata orang SUPER SEMAR alias Surat Perintah Sebelas Maret itu cuma propaganda. Propaganda siapa ya?Amerika? Pak Harto? atau entahlah. 

Dan kataku, kita ini hidup dilingkaran propaganda-propaganda yang sebagian kita sendiri yang membuat propaganda-propaganda itu. Kalau begini harus begitu, kalau begitu harus begini. Kalau yang lain pada begini, maka aku juga. Kalau yang lain tak pernah begitu, kenapa aku perlu begitu? dan seterusnya. 

Mari kawan-kawan yang berhati baik, jadi pribadi super yang meng-atas-i lingkaran propaganda-propaganda yang kita buat sendiri. Kalau belum bisa meninggalkan propaganda-propaganda itu, minimal kita sadar kita sedang didalam atau diluar propaganda, propaganda itu kosntruktif atau destruktif, kemana juntrungan dan darimana asal propaganda itu, dan seterusnya. 

Selamat menjalani bulan maret yang sebentar ini.