12/30/08

Pelajaran Berharga dari Honda Jazz untuk Para Pemimpi

Honda Jazz lagi2 telat, padahal sudah kerja keras, korbankan banyak hal? kenapa? ketemu jawabannya setelah beberapa hari berlalu dari 1 Desember. Ya, karena aku sibuk menyiapkan segala sesuatu tetapi lupa menginternalisasikan kata 'mungkin' ke alam bawah sadarku.

Padahal Pa Lee pernah berpesan dulu, "ketika kita bisa memikirkannya (memikirkan bahwa itu mungkin), berarti itu mungkin terwujud".

Inilah pelajaran yang sangat berharga bagi para pemimpi. Bukankah kita sudah tahu kalau mekanisme kerja alam bawah sadar itu jauh lebih punya pengaruh, jauh lebih besar, bahkan sangat besar terhadap keberhasilan pencapaian kita.

Tapi seringnya kita lupa, menginternalisasikan kesadaran bahwasannya pencapaian kita "mungkin" terwujud. Sehingga sekeras apapun kita berusaha, jalan menuju pencapaian impian kita akan penuh ganjalan dan tak kunjung finish.

Karena itu, saya mulai belajar menginternalisasikannya kuat-kuat. Apa indikasinya? Indikasi itu sudah terinternalisasi dan semakin terinternalisasi adalah ketika kita tidak lagi punya perasaaan heran atas pencapaian kita. Contoh sederhana saja, kita akan sulit bisa mencapai impian untuk bisa mahir mengendarai mobil, kalau kita sendiri masih merasa heran kita bisa menyetir mobil mulai dari pelan-pelan. Mungkin, mungkin, mungkin.

Kata "mungkin" adalah kunci ketercapaian pencapaian kita, satu kunci dari sekian banyak kunci. Satu kunci yang menentukan. Mudah, tidak perlu hal-hal ribet untuk meniupkan kata 'mungkin', hanya perlu 'ketelatenan'. Berkomunikasi dengan bawah sadar itu harus telaten, telaten dan telaten.

Semangat mewujudkan mimpi, ucapkan 'mungkin'! Dari hati terdalam.

Begini Caraku Bermimpi

Pengen mbawa Honda Jazz, nanti saja,
Aku yang beliin,
STNK atas namamu,
aku anterin bikin SIM-nya..

Maaf, kalo ini mungkin akan terwujud nanti.
Karena memang beginilah caraku bermimpi

12/29/08

Untuk Para Srikandi

Terus terang saya ngenes, mengakunya srikandi, tapi melihat ruangan berserakan, melihat ini dan itu berantakan, tidak tersentuh..

Saya sampai posting ini di blog, karena memang menurut saya ini sudah pada tahap yang kelewatan, sebelumnya sudah secara halus by lisan, lalu ditempel di tembok, eh, tetap saja..

Memang dekadensi moral kaum wanita begitu kentara, kalau teman saya menyoroti soal baju ketat dan penampilan seksi, saya menyoroti sudut pandang lainnya, ya soal 'primpen' dan 'handarbeni'. Jangankan dibandingkan dengan Ibu saya dan angkatan Ibu saya, bahkan dengan teman-teman se-SD saya, sungguh apa mereka pada tidak ngenes, pandai guyon, pandai bermanja-manja, tapi radar akan primpen dan handarbeninya seakan nggak bergerak melihat ketidakrapihan..

Apa calon ibu macam ini yang anak-anaknya akan menjadi generasi emas, yang primpen membenahi bangsanya, yang handarbeni akan ibu pertiwi. Itung2an, analisis, akademis, absensi, okelah, tapi kalau kepekaan sebagai satu bagian naluriah seorang wanita nggak diasah, ya, apa yang mau dihaturkan kepada sang suami?

saya bertanya-tanya

Memperangkap Otak Kita Sendiri

Bukti itu sudah dihadapan saya, kalau memang saya akan mampu menunjukkan bahwa keberhasilan finansial bisa didapat tanpa harus mendikotomisasi kuliah. Kuliah is Rubish!!!!!!!!!

Kenapa Rubish? Ya, memperangkap, membatasi otak kita sendiri, apa bukan pembodohan itu namanya. Sekalipun saya dipenjara (dikucilkan) oleh orang2 kebanyakan bak Galileo, argumentasi saya sungguh kuat tak terbantahkan, karena itu saya tetap akan bertahan.

Karena saya punya prinsip

12/26/08

Penokohan dalam ESQ

Bahwa memang tidak ada penokohan, pengkultusan terhadap tokoh tertentu di dalam ESQ. Menyoal foto dan video Ary Ginanjar yang seringkali tampil bukanlah wujud budaya kultus ESQ terhadap Ary Ginanjar. Seperti pada slide pra pembukaan, Ary Ginanjar hanyalah difungsikan sebagai icon.

Apa maksudnya icon?

Icon agar orang akan lebih mudah mengenali bila ada ESQ ESQ lain yang berusaha menyerupai, tampilan Ary Ginanjar berfungsi bak hologram, bahwasanya ESQ yang Anda lihat adalah ESQ yang sama dengan yang dimaksud banyak orang, ESQ yang dirintis dan dikembangkan salah satunya oleh tangan Ary Ginanjar.

Sebagai icon, bermakna pula bahwa Ary Ginanjar sebagai shortcut yang memudahkan orang mengenal ESQ, tanpa harus bertanya2 dulu, ini ESQ yang mana ini.. mengingat, pelatihan2 bernada spiritual kian berkembang saja, tentu ada yang koheren dan ada yang sebaliknya.

Dan di slide akhir training, kini nama Ary Ginanjar sudah tidak lagi disebutkan sendirian, satu bukti ESQ tidak diidentikkan dengan satu figur tertentu, tetapi seperti disebutkan diatas, adalah sebaliknya, diidentikkan sgar fungsionable sebagai shortcut.

Ary Ginanjar Agustian dan Ridwan Mukri, begitulah terpampang di slide akhir training mulai baru-baru ini.

12/25/08

Dari Tata

...berpisah (sementara) hingga bertemu lagi pada keadaan diri yg masing-masing telah menjadi lebih baik, di waktu terbaik. Amin...

Agenda Agenda Tertunda

Berbenah (tambal ulang) Gigi dan THT
1 hari 1 buku
Avanza SDI
Sektor Real SDI (Toko)
Shubuh, Maghrib di Masjid Always

Hari Ini

Ihwan, temen kos semasa SMA dulu hari ini nikah dengan Inung, temen di Rohis.
Dahsyat!!!! benar2 meresonansi...

Semoga, dimudahkan dan disegerakan jalan indah untukku, terima kasih Ya Allah

12/22/08

OSIS Edutraining 1

di add semua ya alamat2 di bawah ini :

banditz-Boys

osispwt_smk75_2

osisjtl_smanjatilawang

osispwt_sma3

osispwt_smkn1

osisskj_sma1

osisajb_man1

osisbms_smkpurnama

osisbms_smkypesumpiuh

osisbtr_smp2

rizky165

kyo_ansh

12/20/08

ESQ dan PT sebagai bangun usaha yang dipilihnya

Sudah saya terima salam njenengan melalui teman baik saya, tentu jalinan silaturahmi tidak akan terputus hanya karena adu argumentasi dan telisik ilmiah macam ini.

Ini saya dapatkan langsung dari Mas Novriza, trainer, sama seperti Fadli Mudaz, ketika beliau berbincang dengan Kepala RSUD Purbalingga di kesempatan training beberapa waktu lalu.

ESQ memang sengaja memilih bangun usaha PT, bukan yayasan atau ormas, karena memang ESQ punya program jangka panjang yang berkesinambungan. Sifat netral oksigennya dan independensinya terhadap kepentingan-kepentingan apapun, baik itu kepartaian, faham sosial, bahkan obsesi pribadi Pa Ary sekalipun menuntut profesionalitas lembaga pelatihan yang sering disalahpersepsikan sebagai insitusi dakwah (pengajian) ini.

Namun demikian, sebelum beranjak pada kajian ilmiah alasan pemilihan PT, dan mungkin memang tidak akan saya jelaskan disini, secara pribadi, tidak terbantahkan bahwa PT bukanlah mesin komersialisasi ESQ bagi pendirinya.

Sekali lagi lebih pada strategi, yakni strategi agar universalitas ESQ bisa diterimaoleh seluruh lapisan. Sebenarnya ini sudah pernah saya jelaskan. Analoginya begini, tentu profesionalitas Pa Ary dan ti sudah tidak diragukan lagi untuk melakukan estimasi-estimasi, bahwasannya bila harga diturunkan, maka expansi 'the esq way 165' ke daerah-daerah baru, negara-negara baru. Artinya, ESQ memerlukan lembaga donor, dan independensi ESQ akan dipertanyakan.

Namun, justru dengan mempertahankan profesionalitas, termasuk harga, ESQ saat ini sudah berhasil membuat gedung sendiri, yang disebut2 sebagai gadung milik alumni, bukan gedung milik ESQ sebagai korporasi. Apa buktinya, kantor ESQ Leadership Center tetap tidak berpindah dari Ciputat yang sesak dan kecil, padahal gedung megah itu sudah berdiri megah setinggi 6 lantai.

Apa maknanya, gedung itu memang dirancang sebagai bagian dari strategi ESQ, untuk memberi kemaslahatan kepada alumni. sedikitnya dua kemaslahatan, pertama : Alumni memiliki ruang yang leluasa untuk berinteraksi, sehingga proses pencarian akan Tuhan tidak selesai hanya pada training, seperti pesan para trainer "training yang sesungguhnya adalah setelah sholat Isya dirumah, hingga ajal menjemput, 2 hari di ruangan ini kita hanya bersenang-senang..."

Dan kedua, alumni memiliki semacam mesin wakaf, ya, pendapatan dari operasional gedung yang mungkin setara dengan pusat perkantoran macam menara Telkomsel atau menara SCTV di kawasan traffic activities di Jakarta akan memungkinkan untuk memberikan trainig gratis bagi 1 juta guru seperti target ESQ 2020 "1 juta guru sudah mengenal the esq way 165", begitu juga kalangan menengah ke bawah.

Strategi cerdas semacam ini lebih memungkinkan ESQ memberikan kiprah berlipat ganda lebih besar ketimbang memilih menurunkan harga. Sekarang, dengan menurunkan harga, efeknya justru akan lebih luas, misalnya, biaya pengembangan skill SDM trainer akan terpangkas, biaya pengadaan sound LCD dan macam peralatan lainnya demikian pula, sehingga training berjalan dibawah standar, dan tahu apa akibatnya, ya, semakin deras peserta melontarkan persepsi-persepsi negatif, dan the esq way 165 tidak dipahami secara utuh dan positif.

Lepas dari semua itu, saya tidak punya obsesi untuk berdebat berpanjang-panjang, nyatanya, tidak ada ikatan formal apapun antara ESQ dan saya, kecuali : kesamaan visi, dan saya sedang belajar sungguh-sungguh meng-kaizen-kan strategi brilian ESQ yang memang amat jarang sekali terlintas di benak orang, cerdas, ya, itu strategi cerdas.

Satu hal yang membuat saya kecewa, pemaparan Anda di blog memang ilmiah, namun demikian, tidak WISDOM dalam pandangan saya, mengapa? karena dari delapan butir atau lebih yang dimuat, selidik punya selidi, diperhatikan dengan seksama, kesemuanya adalah point2 yang sudah dipilih, yang memang mendukung argumentasi Anda.

Saya memang tidak paham liberal, apalagi kiri, terlebih Marx, tapi saya paham, seandainya mau fair, ada ratusan atau bahkan ribuan point yang sebenarnya akan melengkapi sudut pandang argumentasi-argumentasi Anda sehingga tidak terkesan sempit atau memang sengaja dibuat sempit agar terkesan kuat.

Dan terakhir, 3 Desember lalu tepat 3 tahun saya menjadi alumni ESQ, dan mudah-mudahan benar yang saya rasa, bahwasannya sedikitpun saya tidak mengkultuskan ESQ, baik itu dengan syndrom 165, exlusivis training atau mengkultuskan Pa Ary.

Soal nomer hp yang 165, dan pengamat nomor-nomor pelat mobil 165, saya rasa itu cuma bagian dari kekuatan fokus saja. Terhadap ESQ training, sayapun mengkritisi habis alumni pasca training, cuma memang kritis saya beda, tidak dengan memasang kertas2 demo, atau tulisan-tulisan perlawanan, tapi dengan mencoba menggiatkan alumni-alumni yang selama ini terbengkelai, dalam bentuk kegiatan lanjutan yang tidak melulu training, karena memang proses pencarian itu tidak selesai dengan 2 hari bersenang-senang diatas karpet biru.

Soal pa Ary, bertemu dengan beliau yang saya rasa tidak berbeda dengan ketika saya bertemu dan bersalam semut dengan Hilmy, sahabat baik saya atau Abah Bahrun, rekan sekelompok saat training Character Building di Semarang lalu. Karisma yang saya tangkap dari beliau bukan kekuasaan, ketokohan, tetapi lebih sebagai sahabat, saudara spiritual lebih tepatnya.

Demikian, semoga tulisan ini jauh dari riya, postingan ini ditulis disaat saya merasa demikian hina, dijauhi oleh 2 orang terdekat di waktu yangnyaris bersamaan. Mudah2an ada kesempatan untuk saya memperbaiki keadaan yang cukup menyita pikiran ini. Nuwun

Keren hari ini

Luar biasa lah,
its so, so... ta terlukiskan

Ya, ta terbayang betapa indahnya besok, lusa,
ah, terlalu dangkal imajinasi ini

Jl. Kalisari, Gg Gn Merapi, Gn Muria, Jend Soedirman, Dr Angka

3 Rumus Mengenali Orang

Seseorang, bisa kita kenali dari 3 hal,
1. Dengan siapa dia beteman
2. Buku apa yang dia baca
3. Bagaimana dia bersikap dalam kondisi sulit

Soal Foto

Sejak lama saya kepikiran ini, ya, mudah2an beberpa saat lagi terwujud. Belakangan marak diperempatan-perempatan jalan foto berukuran jumbo, dengan tagline aneka-gombal-ria dan saya yakin cukup enek dilihat oleh bakul2kangkung di pasar, atau oleh songan2 jagung rebus di alun-alun.

Saya ingin memasang foto dengan ukuran yang sama, tapi itu adalah Bung Tomo, itu adalah Diponegoro, ituadalah Ahmad Yani. Nyatanya mereka bukan hanya berkoar, bukan hanya nampang muka, mereka benar-benar mau dan berani berkontribusi.

Untuk para caleg, mbok ngaca dulu, sebelum berani memajang fotodi keramaian. Apa nggak malu?

1. Sudah pada bikin (berkiprah) apa kalian?
2. Mau dapat untung berapa dengan majang foto diatas banner macam gitu...

1 meter pampangan fotomu, itu 10 bungkus nasi telor buat pedagang asongan yang nggak dapat 1 rupiahpun karena hujan seharian. Seperti itu wakil rakyat?

12/19/08

Jelang 1 Muharram

Selamat Tahun Baru 1430 H,

Teriring doa,
semoga bisa menjadi Rizky yang lebih baik,

bisa memperbaiki yang sudah dirusak,
bisa meneruskan yang belum tuntas,
bisa menjemput yang belum ketemu.

12/14/08

Ikut?

Besok pagi saya mau ke tempat Pak Waidi, siapa mau ikut?

Jumat depan diajak Aan belajar Bahasa Arab,
Sabtu ba'da Ashar diajak Huda ke tempat Mas Ryan

Dream sharing

SDI adalah mimpi kita!
Ini harga mati, tak ada yg bisa ditawar-tawar, semua hal lain hanya soal posisi dan reposisi

Tetaplah ini mimpi kita bersama, sampai kapanpun!!!

12/13/08

It's "The Power of Love"

Karena cinta, ada orang mau keliling Eropa, Afrika, bahkan berbulan-bulan makan dedaunan di Rusia. Karena cinta, orang bisa membuat kapal berkecepatan tinggi, menyelam berpuluh-puluh menit ke dalam arus. Karena cinta, orang mau menjelajah ke sepuluh pulau angker di selat Malaka.Itulah teman, kekuatan cinta..

Betul2, karena itu, akan aku jaga cinta yang begitu tulus ini, sungguh tanpa pamrih apapun, satu cinta, satu cinta untuk Indonesiaku, sebuah darma baktiku untuk Tuhanku.

Indonesia, sambutlah cintaku, dan dukunglah aku di setiap jengkal tanahmu... Aku percaya pada kekuatan cinta ini, kekuatan cinta yang akan membuatmu gilang-gemilang, tidak ada tawar-menawar, itu harga mati!

Psikopat

Psikopat, saya tidak tahu arti persisnya, cuma yg saya sering denger, ini identik dengan pembubuh berdarah dingin. Orang yang membunuh tanpa sadar.

Saya takut, kalau-kalau ternyata saya bisa jadi psikopat. Membunuh potensi orang, Membunuh karakter orang, membunuh kepercayaan diri orang, membunuh keberanian orang.

Apa orang berpotensi menjadi hilang potensinya ketika didekatmu? Apa orang menjadi minder karena kata-katamu? Apa orang jadi takut melangkah, takut berbagi, takut berpendapat terhadapmu? Gimana Ki?

Perbaikilah, mumpung belum jauh... sampaikan maafmu untuk seisi alam

16 Mei

16 Mei, satu bukti bahwa kemustahilan itu tidak punya tempat di dunia ini, Aray menikah dengan Zakiah Nurmala binti Berahim Metarum

Rejeki v.s. Kebutuhan

Otak kiri bilang kebutuhan mengikuti rejeki.
Otak kanan bilang rejeki mengikuti kebutuhan.

Yang kedua, saya sudah membuktikannya, benar. Yakin itu!

Wajib Segerakan Makan

Hukumnya wajib dan tidak dapat diwakilkan, itulah hukum makan di L22. Kenapa? karena 10 menit saja makanan dianggurkan, maka akan disemutin... pedas!!!!

Prioritas di atas Prioritas

Ini mungkin salah satu mimpi masing-masing dari kami (founders), walaupun bisa jadi dalam frame yang berbeda. Hanya belum sempat kita diskusikan saja untuk direalisasikan.

Dalam beberapa hari kedepan saya memimpikan SDI bukan hanya punya intstrumen bernama kumpul mingguan, tapi juga ada kajian mingguan... misalnya dalam bentuk sholat maghrib jamaah dilanjutkan buka bersama puasa sunnah (seperti Psimis Indonesia dulu), dilanjut tadarus, dilanjut Isya, dilanjut kajian, dilanjut tanya jawab... saya rasa ini hal positif yang perlu diprioritaskan.

Prioritas di atas prioritas

Idola

tahukah kamu teman, siapa yang akan bangga terhadap diri kita? yang paling bangga adalah istri kita, bangga karena punya suami motivator... charger semangat, bisa ngecash setiap hari..

Dan tahukah ada yang lebih bangga, yang paling bangga diantara yang paling bangga adalah anak-anak kita. Hingga kita tak perlu cemas mau dimanapun dia akan kita sekolahkan, kita akan jadi guru yang tulus menuntunnya, dengan motivasi, dengan motivasi yang benar...

Jadilah dia brilian bukan hanya akademiknya. Bukankah untuk alasan itu kita pantas memperjuangkan diri menjadi seorang idola? idola untuk anak-anak kita. Dia akan jauh lebih hebat dari kita, akan menjadi sangat hebat, hebat, menembus batas, melebihi apapun

Bertahanlah Ki, bertahanlah Teman

tetap yakin, kita tak sedang salah jalan. postingan macam inilah yang membuat Soichiro Honda bertahan walau 4 kali pabriknya ludes terbakar. Orang gila yang memimpikan motor dan mobil sementara piston saja waktu itu masih super keramat dan ultra ajaib.

Tapi postingan macam inilah yang membuat Honda Jazz hari ini membanjiri Indonesia, membuat saya bisa belajar tentang sebuah impian, walau 1 Desember kemarin tertunda (indent), dan ya, bertahan.

Ini lagi praktikum Adversity Question alias kecerdasan ketahanmalangan. Agar kita kuat, ayo diskuiskan saja, bagi-bagi saja.

William (Bill) Hewlett & David (Dave) Packard akan bercokol dari Indonesia, David Filo & Jerry Yang pendiri Yahoo akan lahir dari Purwokerto, John C Mather & George F Smooth Nobel Big Bang akan menggeliat dari tempat ini.

Dari Pa Andy Zaky

Pengusaha sukses muda, kuliah (nggak selesai, nggak wisuda-wisuda), 2 tahun merintis lebih awal dari saya, sukses sukses sukses, itulah Pa Muhammad Andy Zaky.

Orang berwawasan asal Bandung, public speakingnya top, banyak kiprahnya, banyak idenya, banyak relasinya, banyak duitnya, pernah sms :

"Kita butuh energi besar untuk menjadi orang hebat, iya kan Ki?" terima kasih pa, ingatkan saya kalau saya rapuh lagi

Pintu dari Mendiknas

Orang negatif berpikir, Rizky jualan sertifikat, aji mumpung, mumpung guru2 memburu sertfikat pelatihan untuk sertifikasi biar gaji jadi dua kali lipat.

Orang positif berpikir, Rizky memang calon the most powerfull people & idea, dia bisa tangkap peluang untuk memasukkan nilai-nilai motivasi pada para pendidik, ujung tombak kemajuan anak-anak peradaban melalui pintu yang dibukakan oleh Mendiknas bernama 'sertifikasi guru'.

Yee, emang kamu, yang cuek-cuek aja, melihat guru-guru kita kebanyakan diasupi materi-materi teknis jauh dari pelatihan-pelatihan psikologis... Lah, terus kapan kita akan mengambil peran dalam pembangunan ini? apa bisanya cuma berkoar2 menentang pengangkatan Pa Harto sebagai Pahlawan Pembangunan? Mahasiswa ...

Dari Ketua Karmun untuk Sang Pembaharu

"Archimedes, Boi, Ia dituduh gila, lalu ia dipenggal kepalanya oleh kopral balok satu Romawi. Galileo dipaksa membaca tujuh maszmur pertobatan lantaran menentang bapak tua Aristoteles. Muhammad dilempari batu. Columbus terbirit-birit dipanah orang Indian, Mary Currie megap-megap kena radiasi, Faraday senewen keracunan merkuri. Gandhi ke penjara seperti ke jamban saja!"
...

"Namun, merekalah para pembaharu! merekalah pahlawan! Keajaiban akan muncul bagi orang yang berani mengambil resiko untuk mencoba hal-hal yang baru!"

(Maryamah Karpov 440)

Dare to Success (5)

Menikmati sukses dengan berbagi

Orang mau berbagi, itu tandanya orang itu berkelimpahan. Betul nggak temen-temen? Apa iya Kak, terus kenapa ada orang miskin yang suka sedekah, mereka kan nggak berkelimpahan. Eit, bisa jadi hartanya nggak kaya melimpah, tapi kekayaan hatinya yang menggunung-gunung, iya nggak?

Karena itu, berlatih sukses salah satunya adalah berlatih berbagi. Karena orang sukses yang nggak berbagi nggak akan menemukan kebahagiaan secuilpun. Mulai hari ini, berlatihlah berbagi, jangan berlatihnya menunggu sukses. Kenapa? karena dengan kita mau berbagi, maka jalan kita akan semakin dimudahkan. Orang yang suka menolong orang lain, Tuhan orang itu akan lebih suka menolongnya. Orang yang sering memberi kejutan pemberian untuk orang lain, akan mendapat kejutan anugerah pula dari Tuhannya.

Soal berbagi, baca semua buku-buku yang penulisnya Ustadz Yusuf Mansyur, ada banyak keajaiban berbagi disana. Cari dan Baca lalu berbagi isinya.

dare to Success (4)

Menapaki sukses dengan merancang impian

Booming Film Laskar Pelangi, sudah pada nonton belum? Keren abiz, luar biasa kisahnya. Teman, film keren berjudul Laskar Pelangi itu diangkat dari novel yang judulnya ya Laskar Pelangi, ini novel fenomenal, novel terlaris di Indonesia sepanjang zaman, keren nggak tuh?

Dan novel ini merupakan satu dari empat seri novel tetralogi Laskar Pelangi, seri kedua berjudul Sang pemimpi, yang ketiga Edensor dan yang keempat Maryamah karpov. Ayo cari dan baca tulisan bang Ikal (Andrea Hirata), anak miskin asal Bangka Belitung yang sudah lulus dari Prancis saat ini.

Emang kenapa kak harus baca? Biar kamu terinspirasi untuk merancang mimpi-mimpi terhebatmu atas masa depanmu. Bukankah selama ini kita sering nggak yakin atas diri kita dengan segala kekurangan yang kita punyai saat ini? Yakinlah teman, nggak ada yang mustahil bisa kita capai di dunia ini, dan mulailah dengan berani bermimpi, rancang impian masa depanmu, seperti Ikal dan sahabat-sahabat Laskar Pelangi yang berasal dari sekolah miskin di pulau Bangka Belitung merancang mimpi-mimpi mereka.

Doa rizky Hari Ini

Ya Allah, biarkan aq menjemput jodoh darimu, dengan mudah, siap dan segera. Amin...

Aminkan ya teman-teman

dare to Success (3)

Merengkuh sukses dengan meluruskan motivasi

Didominasi otak kiri itu nggak baik, ya, pintar di akademik tapi nggak pandai bergaul maka akan susah kita ketika dewasa nanti. Tapi, seimbang antara otak kiri dan kanan saja nggak cukup. Karena itu selain mengejar prestasi akademik, belajar beradaptasi untuk bisa bergaul dengan baik, kita juga harus punya kecerdasan spiritual yang mantap.

Rajin sholat, rajin ngaji (bagi yang muslim), dan bukan hanya itu, tapi rajin menegakkan nilai-nilai sholat dan rajin mempraktekkan pesan-pesan indah dari kitab-Nya yang mulia. Spiritual akar katanya spirit, spirit itu bahasa Indonesianya semangat atau motivasi.

Orang yang cerdas spiritual tahu betul untuk apa semangatmu sekolah, apa motivasimu mengejar nilai bagus, nah, pernahkah teman-teman bertanya hal-hal semacam itu ke dalam diri masing-masing? Orang yang spiritnya benar, nggak butuh mencontek, nggak terbang oleh pujian, dan nggak merasa lelah tuh belajar sepanjang hari. Eit, ingat, belajar bukan cuma mendengarkan guru ceramah, membaca buku pengetahuan umum, membantu orang tua di rumah, berdiskusi dengan teman, menonton berita, bermain basket, renang, semua bisa jadi bahan belajar kita. Bahkan, pergi ke pasar mengamati bagaimana orang berinteraksi disana itu juga belajar.

Sekali lagi, tanyakan pada diri kita : "untuk apa aku sekolah? untuk apa aku harus mendapar rangking di kelas? untuk apa masa depanku aku kajar susah-susah?". Teman, ada buku bagus yang akan membantumu, judulnya ESQ for Teens 1 dan 2, bacaan khusus remaja ditulis oleh Ary Ginanjar Agustian dan Ridwan Mukri, ayo cari dan lagi-lagi baca, biar kamu selangah lebih maju dari teman-temanmu.

Dare to Success (2)

Mengejar sukses dengan melangkah, bergerak dari zona nyaman

Ada satu buku bagus warna sampulnya dominan kuning pula, tebal, tebal sekali buku ini teman, tapi tenang, setiap halaman kanan dari buku yang tebal ini adalah gambar dan slogan-slogan keren... Jangan takut sama tebalnya dulu, ukuran hurufnya besar-besar kok, hehe.

Di Buku ini kita akan temukan banyak hal-hal menakjubkan yang tidak diajarkan di bangku-bangku kelas di sekolahmu, misalnya, ada sat kupasan menarik, kita disuruh mengingat-ingat ke masa lalu, selama beberapa waktu terakhir, berapa jumlah pujian yang kita terima dan berapa jumlah celaan yang kita terima. Hasil survay buku ini menyebutkan lebih banyak celaan ketimbang pujian yang diterima rata-rata orang.

Ada pengaruhnyakah hal itu teman? bukan hanya ada, tapi sangat berpengaruh besar, itulah yang menyebabkan kebanyakan kita lebih pandai minder ketimbang percaya diri. Kita pandai fokus pada kekurangan ketimbang kelebihan diri. Akibatnya potensi diri sulit kita gali, dan kita menjadi pribadi yang kalah, yang nantinya diwisuda tapi hanya menambah jumlah pengangguran, yang nantinya jadi orang sukses tapi tidak bisa memberi manfaat bagi sekelilingnya, sebelum itu terjadi, ubah cara pandang kita, untuk berhenti 'berleha-leha', isitlah buku ini, keluar dari zona nyaman, belajar, belajar, belajar, dari lebih banyak sumber, sehingga akan seimbang antara otak kiri dan kananmu.

Judul buku yag luar biasa bahkan spektakuler ini adalah Quantum Learning, sekolahmu pasti punya. Tanya saja pada pustakawan, buku ini karangannya Bobbi DePorter & Mike Hernacki (berbahasa Indonesia kok..)

Dare to Success (1)

Sukses, apa si sukses itu? Sukses adalah ketika kita berhasil mencapai apa yang kita impikan. Jadi, siapa orang yang paling tidak mungkin sukses itu? dia adalah orang yang tidak punya impian.

Mencapai sukses dengan membuka wawasan

Banyak dari kita nggak sadar, termasukkah kita salah satu di dalamnya? Nggak sadar apa Kak? Nggak sadar kalau bangsa kita hari ini sedang dijajah. Hah? yang benar Kak? Benar, kita sedang dijajah barat, bedanya kalau dulu barat datang dengan membawa amunisi, rudal dan pesawat tempur, hari ini kita dijajah dengan : Dominasi Otak Kiri, Budaya Hedonisme dan Krisis Cinta Tanah Air. Kalau jaman dulu kita 'perang militer', jaman sekarang kita 'perang pemikiran'.

Teman, mulai hari ini tersadarlah untuk melawan tiga sekutu penjajahan itu. Apa itu dominasi otak kiri? banyak contohnya, salah satu saja adalah di sekolah, kita diajari dengan rupa-rupa hal dari luar diri kita, sementara sering dilupakan tentang cara bagaimana menggali potensi di dalam diri. Padahal di Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tertulis jelas pada pasal 3 "..., bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri...".

Begitulah teman, otak kiri itu soal berilmu, sementara proses cakap, kreatif, mandiri, menggali potensi itu bagiannya otak kanan. Nah, mana yang lebih dominan selama ini kita pelajari?

Lalu apa budaya hedonisme itu? hedonisme itu diantaranya bermewah-mewahan, lebih suka membeli HP ketimbang buku-buku pengetahuan, lebih suka membangun pagar keliling sekolah ketimbang mengundang instruktur ekstrakurikuler yang handal.

Dan soal krisis cinta tanah air sudah jelas, pahlawan-pahlawan kita cuma dihafal nama dan tanggal lahirnya, mana tahu kita soal semangatnya, pengorbanannya, kebanggaannya bertanah air Indonesia. Itulah yang jadi sebab kita lebih bangga pakai kaos distro ketimbang batik Banyumasan.

Ada satu buku bagus yang akan membuka wawasanmu untuk mencapai sukses yang hakiki, judulnya "SEKOLAH SAJA TIDAK CUKUP" karangan Andreas Harefa si manusia pembelajar, bukunya kecil,tipis pula cuma 192 halaman, sampulnya kuning penerbitnya Gramedia. Ayo cari di perpustakaan atau toko buku terdekat, dan jangan cuma dicari, tapi dibaca. Oke?

Isrof

Berlebih2an tidur itu tidak baik, mengakibatkan lemes
Berlebih2an makan itu tidak baik, kadar dalam tubuh tak seimbang nanti
Berlebih2an kerja itu tidak baik, dianggapnya kita workaholic
Berlebih2an melindungi itu tidak baik, menjadi pencemburu kita]
Berlebih2an memakai laptop itu tidak baik, membuat charger rusak, mahal harganya
Berlebih2an memberi perhatian itu tidak baik, membuat takut orang yang kita perhatikan
Berlebih2an bermimpi, itu baik apa tidak? kenapa?

12/11/08

www.friendster.com/rizky165

ada blog saya juga disitu, yang bagi orang tertentu mungkin tepat dinamai 'blog sampah', terserahlah, aslinya saya jauh lebih jelek.

komentar tanpa rasio

Seorang berkomentar : "ESQ itu cuma proyek cari
duit ajalah! dengan
berkedok agama dan
spiritualitas..."

Padahal bukankah yang kita saksikan selama ini, di dalam materi promo ESQ sangat minim akan muatan2 ritual religi, karena memang ESQ adalah Pelatihan Sumber Daya Manusia, sama seperti Seven Habitz, atau Dale Carnegie... bedanya, mereka mengadopsi kata2 Alecxander Agung, Socrates & lainnya... sementara ESQ ada mengadopsi kata2 Nabi Muhammad.

ESQ cuma proyek pembangunan peradaban menuju peradaban yang lebih beradab, itu lebih tepat.

Tidak Bergeming

Banyak orang mengkritisi ESQ tidak secara substansi. Saya tahu, pa Ary tidak bergeming akan hal ini, banyak yang menganggap, ESQ target outputnya adalah meng-alim-kan seseorang. Bahkan yang lebih parah, membeli surga dengan 1 juta, 2 hari training...

Telisik lebih dalam, bagaimana Brunai Darussalam menerima citra baik 180 derajat tentang Indonesia yang semula mereka kenal dengan negeri pembantu, itu sebelum ESQ masuk kesana.

Atau Oxford, ketika bahkan tokoh2 ateis mengakui eksistensi sifat2 mulia bersumber dari Al Asmaul Husna.

ESQ mahal-ESQ mahal, mereka berteriak2 seperti itu. Sayangnya, teriakan macam itu hanyalah mode MUTE bagi perjuangan panjang ESQ yang dari waktu ke waktu terus menunjukkan hasilnya. Visi Indonesia Emas, atau orang awam mungkin lebih menerimanya sebagai Indonesia yang lebih berakhlak.

Bukan 2 hari training selesai, ada konsep pembangunan peradaban yang satu paket terus diperjuangkan Pa Ary dan semua yang mendukungnya. Seberapa kontribusi kita untuk kemajuan negeri ini hari ini?

12/9/08

Sesi Background

Dijelaskan dengan gamblang pada sesi background
ESQ itu bukan pengajian atau pesantren kilat, atau kegiatan keagamaan.
dijelaskan dengan AMAT JELAS, ESQ itu pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM).

strategi orang cerdas, dan kritik

"kalau mau Indonesia Emas, ESQ jangan mahal-mahal donk biar semua bisa merasakan, rakyat miskin juga bisa menerima..."

Orang bodoh akan menurunkan harga training ESQ agar bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Tapi tidak dengan pendiri ESQ, Pa Ary berjuang bukan maju dengan konyol, tapi punya strategi.

Srategi pa ary berhasil, walau belum tuntas. soal public yang menuntut transparasni keuangan ESQ? lucu.. dia saja yang kuper, pa ary sudah demikian transparan mengungkapnya, melalui apa? menara 165 salah satu bentuknya.

Anda tahu seberapa megah gedung itu? sejajar dengan menara telkomsel atau menara2 pusat bisnis lainnya. apakah itu untuk markas besarnya ESQ? TIDAK SAMA SEKALI. ESQ tidak mau pindah ke gedung itu, ESQ tetap dengan bersahaja di kantor sumpek nan kecil di ciputat sana. Pa Ary selalu menyebut menara 25 lantai di Cilandak itu sebagai gedung milik alumni, gedung peradaban milik Indonesia.

nyatanya memang begitu, nama pribadi pa ary sudah dijaminkan untuk pinjaman puluhan milyar demi untuk pembangunan menara itu, wakaf dan saham para alumni, sungguh biaya yang sangat besar hingga pa ary tak lagi menyisakan untuk kesensanngan dan tabungan dirinya. untuk apa semua itu?

dari pengelolaan pusat bisnis itu, akan ada keuntungan. apakah untuk pa ary? bukan, tapi untuk diwakafkan, agar rakyat miskin di negeri ini tersubsidi silang merasakan training ESQ. pernahkan berpikir sejauh itu?

Sebut saja abah joni, alumni dari jawa barat, karena dia yang diajak ikut ESQ duluan, sesudah ikut dia mewakafkan ratusan juta untuk training gratis, konsolidasi forum alumni gratis, dan sebagainya. itu baru satu contoh...

strategi, bahkan membuat kritik dan komentarpun gunakan strategi. kecuali orang2 skeptis, yang menyusun paragraf demi paragraf, seolah begitu ilmiah, namun sesungguhnya tidak fair. kenapa? karena yang diungkap haya hal2 yang mendukung argumen dirinya saja, tidak WISDOM

Senyum Formalitas

Setahu saya senyum simetris diajarkan dari hati... buktinya, senyum itu dilanjutkan dengan salam semut dan outputnya adalah sahabat sejati.

Not Just Snack

Lalu pandangan komprehensif lain yang membantah bahwa ESQ mahal sediitnya ada dua lagi yang dapat diungkap. tentu argumentasi ini hanya bisa diterima setelah kita keluar dari fragmentasi pandangan materialisme.

Apa itu materialisme? materialisme yang saya maksud sederhana saja, memandang segalanya berdasarkan nominal, bukan pada nilai-nilai yang terkandung.

Namun sebelum itu, satu hal lagi yang menegaskan bahwa ESQ bukan mengkomersilkan spiritualitas, namun merupakan langkah memasukkan nilai-nilai spiritualitas dalam pelatihan SDM. Sekiranya ini belum bisa diiyakan, tentu, menjual mushaf Al Quran dengan mengambil selisih keuntungan tentu bisa dikatakan pula sebagai mengkomersilkan spiritualitas. Nyatanya tidak kan?

Baiklah, dua argumentasi lagi tentang mahalnya ESQ. pertama, ESQ training bukan semata training yang membutuhkan 3 layar besar, sound puluhan ribu watt dan gedung yang ber-AC. dibalik itu, ada audio visual (film) yang harus diedit, disusun dan dirancang. di dalamnya itu, ada materi yang tersusun dengan sendirinya, tapi dengan waktu, tenaga dan biaya. seandaninya saya yang menyusun materi yang begitu komprehensif ini, belum tentu saya ikhlas untuk tidak dibayar, sementara waktu saya habis, tenaga saya habis, energi saya habis, uang saya habis untuk membeli buku, berguru kesana kemari, mencari data-data otentik, dan waktu yangseharusnya saya pakai untuk menafkahi diri dan keluargapun tersita.

artinya, ketika saya membayar biaya training, saya bukan hanya menghitung berapa snack dan makanan,berapa harga sertifikat. tapi lebih dariitu, berapa harga materi ini disusun, berapa harga trainer belajar public speaking yag demikian hebat, dan sebagainya.

lalu argumentasi kedua, orang-orang yang memandang membayra training sekan rupiah hanya untk dua tatau tiga hari training tentu akan hitung2 pusing. tapi tidakkah berpikir, sesudah itu kita sudah memiliki akses bebas untuk berapa kalipun masuk ke ruangan training di kelas manapun. bisa kenal secara pribadi antar alumni, dengan trainer bahkan sang master trainer tanpa strata, sama sekali tanpa strata...

taruhlah saya, alumni sejak desember 2005. sejak itu mungkin seratus kali lebih saya sudah ikut training ini lagi tanpa bayar lagi. cobalah nominal itu anda bagi 100, berapa hasilnya. dan di ruang training saya menikmati sncak 4 kali dan makan 2 kali. berkenalan dengan puluhan alumni, bahkan ratusan, demikian juga dengan para trainer, satu keluarga spiritual ESQ. saya jadi bingung, darimana ini bisa dilihat mahal, materiil apalagi moril keuntungan justru yang saya dapat berlimpah.

penetrasi nilai-nilai spiritual pada pelatihan SDM

Pada sudut pandang parsial, Training ESQ dikatakan mahal, bukan sekedar itu,ESQ bahkan dianggap sebuah propagnada komersialisasi spiritualitas. Demikiankah adanya, menurut hemat saya secara utuh, ESQ tidak lebih sebagai sebuah terobosan.

Menilik dari bagaimana training ini dirintis benar-benar jauh dari motif bisnis, masjid Pondok Indah sebagai saksinya, sebuah momen gratis tetapi mengecewakan. Maka tersentuhlah sang penemu untuk menyusun siasat, sebagai sebuah prasyarat perjuangan, maka lahirlah konsepsi training ESQ.

Sebuah pergerakan masif yang dimulai dengan mengambil pintu 'pelatihan SDM Lembaga Corporasi profesional'. Ini bisa dijelaskan secara sederhana, Pa Ary melihat ada anggaran yang demikian besar oleh perusahaan-perusahaan nasional apalagi multinasional, darisinilah argumentasi ESQ mahal terbantahkan. untuk kelas pelatihan SDM, ESQ sangatlah murah, bandingkan saja dengan pelatihan SDM sekelas dale carnegie, seven habit dan banyak lagi lainnya, secara nominal ESQ sangat bersahabat.

Lalu, bagaimana kok bisa ada kelas reguler bahkan mahasiswa. Ini semata-mata efek perkembangan, secara materi, ESQ memberi dampak yang tidak sembarang pelatihan berikan, karena itu Pa Ary memberi kesempatan kepada masyarakat umum untuk ikut menerimanya, karena itu dibukalah kelas profesional dengan harga setengahya. kelas reguler dengan harga sepertiganya, kelas mahasiswa dengan harga seperenamnya, bahkan kelas untuk guru dan dhuafa sacara gratis training ini diberikan.

bagaimana pula dengan isu mengkomersilkan spiritualitas? saya rasa pendapat ini malah terbalik 180 derajat. bukankah memasukkan nilai-nilai spiritual dalam hal ini spiritual islam, iman dan ihsan tanpa memberi batasan exlusiv umat tertentu itu berarti sebuah terobosan yang pantas untuk diacungi jempol, sebuah langkah penetrasi nilai-nilai spiritualitas dalam pelatihan SDM yang selama ini mungkin dangkal sebatas motivasi bahkan berkiblat pada teorema-teorema barat..

12/6/08

Password

Zero Zero Zero
cuma itu password buat mengorbit,
Momentum Idul Adha, momentum tepat buat saya untuk menyembelih semua ini, MERDEKA!!!! menjadi pribadi yang MERDEKA!!!!

karena kebenaran bukan berdasarkan pendapat orang, kebenaran yang mengukur hati.

12/5/08

Tidak tertarik lagi

Saya sudah tertarik lagi menanggapi tulisan orang yang penuh persepsi, cerdas menganalisis, tapi tak cerdas menangkap makna. Pandai menonton, tak pandai melibatkan diri.

Saya jadi tahu, godaan terbesar orang yang terlalu banyak literatur adalah berpandangan sempit

Penonton atau Peserta

Sejak saya kenal ESQ saya tertarik dengan isinya, ikut training basic dengan biaya sendiri (saya mau kok..), training lanjutannya juga, kecuali MCB memang ditambahi hadiah dari Bunda-Bunda di Reps... terima kasih Bun.

Saya semakin tertarik untuk bergabung dalam perjuangan ini, setelah mengenal secara pribadi para trainer, termasuk cerita-cerita tentang Pa Ary dari orang-orang terdekatnya.

Semakin tertegun saya ketika saya tahu Pa Ary tidak mengais menyambung hidup dari pendapatan training, bahkan hak lisensinyapun sudah diwakahfakn untuk perjuangan.

Tahu merchandise ESQ, tahukan kalau semua keuntungan atas penjualan itu diwakafkan?

Mengikuti training itu dengan hati, menangkap makna, meresapi naluri. Bukannya menganalisis dimensi fisik yang terlihat di ruangan, penuh dengan persepsi.

Penonton training ESQ hanya akan menjadi penonton Indonesia Emas.
Peserta training ESQ akan ikut serta tercatat jasanya dalam perjuangan mewujudkan Indonesia Emas, walau mungkin tak ada yang tahu

Sebelum Habis Waktumu

anda tahu bukan, motivasi menghindari penderitaan itu lebih kuat ketimbang motivasi untuk mendapatkan sesuatu.
karena itu, untuk melibatgandakan energi kita, carilah motivasi yang lebih kuat,
bukan untuk mencapai target impian kita semata
tapi untuk menyelamatkan kondisi kita saat ini

apa maksudnya?

tidak ada yang abadi, semua akan berlalu, termasuk keperkasan kita hari ini, kebersamaan kita,
kesediaan kita untuk merintis. sadarilah waktu akan memangkas semua itu,

maka,

sebelum habis waktumu, dahsyatkan dirimu

Seberapa Coleriskah Saya

rasa tidak tega,itulah yang seringkali saya lawan.
karena memang perjuangan ini ada ukurannya.
target ini ada batas waktunya.
kita sedang berpacu dengannya, sang waktu

Besok Even di Cilacap

Besoknya lagi di Kebumen,
Kudus,
Jakarta,
Malaysia...

Still Under Contruction

www.semangatdonk.com, mimpi kita sejak 12 Desember 2006, kita punya domain dan hosting sendiri sekarang...

Peta Indonesia

"...Wan, besok kita akan ada disini (sambil menancapkan bendera di salah satu kota di peta Indonesia), lalu kesini, lalu kesini, dan tiba-tiba semua tersebar dimana-mana"

tidak lama berselang

"...Wan, cepat sekali waktu berlalu, kemarin baru di Jambi, sekarang sudah di Padang, besok harus di Bandung..."

mungkin itu salah satu hal yang membuat Pa Ary dan mas Ridwan begitu mudah menitikkan air mata spiritual setiap kali memulai training...

12/4/08

2024

"...menggantikan tugas ayahku, yang dulu menggantikan tugas ayahnya. Aku menolak semua itu! Aku menolak perlakuan buruk nasib kepada ayahku dan kepada kaumku. Kini Tuhan telah memeluk mimpiku. Atas nama harkat kaumku, martabat ayahku, kurasakan daam aliran darahku saat nasib membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak kepada para pemberani."

Dari Maryamah Karpov yang bukunya mau datang besok... telat... (gapapa!)

Selamat Pagi Indonesia

Beri saya kekuatan
untuk tetap bertahan menjemput keemasanmu,
berat langkah ini atas tatapan-tatapan ragu orang-orang terdekat
atas cibiran-cibiran halus yang dikira saya tidak mendengarnya

sungguh, ini belum apa-apa ketimbang yang diterima aktivis rengasdengklok,
galileo dan copernicus

Indonesia,
semua ini akan terwujud, bukan?
sebuah ketulusan ungkapan cinta untukmu, atas dasar cinta-NYA

kalau saya terkesan begitu berambisi,
percayalah bukan karena saya kurang empati melihat perjalanan panjang mereka,
bukan juga karena aku saya terlalu mencintai dunia,

sungguh,
saya hanya ingin menunjukkan bukti,

agar mereka yakin,
agar keyakinan yang mereka tebarkan, yang tertebar sampai pada saya,
adalah motivasi,
bukan lagi pemberat langkah dan cibiran halus

Semoga, semua yang tertunda, terwujud dalam waktu dekat
dalam hitungan hari

12/3/08

ESQ Spiritual Parenting

Ini mimpi saya bulan ini, tanggal 27 Desember sore bisa berangkat ke Jakarta, cari koridor Trans, turun di Menara 165 nginep disana, paginya ikut ESQ Spiritual Parenting...

Calon orang tua, calon orang tua... 800ribu

12/1/08

Lalu seperti apa Semangat Donk itu

Semangat Donk akan tumbuh berkembang menjadi sebuah komunitas motivasi litas wilayah dan lintas pulau, akan ada, berdiri di ribuan kabupaten dan semua dalam satu kesatuan utuh yang tidak terpecah-pecah.

Semangatdonk.com akan menjadi sebuah jaringan pertemanan yang produktif dan saling menyemangati. Nasihat menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

dan Semangat Donk Indonesia (SDI) akan menjadi lembaga korporasi profesioal. Kantor pusatnya di Purwokerto, tidak jauh dari alun-alun sebagai pusat kota, ada 3 lantai disitu, lantai dasar ada Mushola "Al Hambra" yang lebih luas dan representatif daripada musholanya Bank Muamalat, perpustakaan "Granada" yang selengkap dan senyaman Gramedia dimana oran bukan hanya bisa membaca tapi juga membeli buku di sana, dan sebuah kantin sekaligus penyedia snack & catering "Sevilla".

Lalu di lantai 1 (diatas lantai dasar) ada sebuah ruangan nyaman dikenal dengan ruang Gibraltar yang di dalamnya ada 3 meja kerja exlusive dan 1 sova penerima tamu itu adalah meja Direktur, wakil direktur dan direktur keuangan berkantor. sementara di luar ruangannya ada sekat-sekat yang di dalamnya ada menja kantor administrasi untuk manajemen Semangat Donk Training Center (SDTC), Semangat Donk Connecting Point (SDCP), Semangat Donk Larning Center (SDLC), Semangat Donk Care Canter (SDCC), Penerbit Semangat Donk (PSD), Satria Muda Consulting (SMC), Semangat Donk FM (SDFM), manajemen Semangatdonk.com, redaksi Koran Dinding Semangat Donk, Redaksi majalah Semangat Donk, Semangat Donk Curriculum Designer (SDCD), Jasa Konstruksi Semangat Donk (JKSD), Slash Point Coorporation (SPC) dan banyak lagi divisi-divisi lainnya yang terhubung dengna mitra usaha se-Indonesia bahkan se-Dunia.

Masih di lantai itu, ada sebuah ruang rapat yang lebih bagus dari platinum room nya Plasa telkom, itulah Semangat Donk Meeting Room atau dikenal dengan ruang Andalusia.

Lalu di lantai 2 (lantai teratas) ada dua satu ruangan besar dengan kapasitas 200 orang yang bisa disekat jadi dua atau empat, itu adalah SDCR (Semangat Donk Convention Room) atau dikenal dengan ruang Cordoba. dan di lantai atas itu pula ada dua kamar tidur dengan masing-masing 1 bed lebar untuk termpat transit dan istirahat serta 1 kamar lagi tempat penjaga gedung tinggal.

Seperti apa SDTC itu?

Kamu tahu kampus Unsoed? atau IPB? ya, lahannya seluas itu, ada banyak bangunan, ada banyak space, taman, outbond peripheral, fasilitas olahraga, sebuah learning center dimana anak-anak muda yang keluar dari situ akan siap bertebaran di muka bumi mencari ridho Allah dengan semangat dan motivasi yang benar, tidak ada lagi

1. Dominasi otak kiri
2. Budaya Hedonisme
3. Krisis Nasionalisme

1 Desember 2008

Hari yang istimewa, hari dimana diturunkannya harga Premium 500 perak. Dan saya senang sekali, dalam hitungan jam, website semangatdonk.com akan di upload, begitu juga poster roadshow "gerilya Jenderal Soedirman" di Jawa Tengah akan dicetak, begitu juga proposal yang akan mengindonesiakan semangat dan menyemangatkan Indonesia akan ditanda tangani.

Terima kasih, saya senang hari ini.

11/30/08

Matematika Dahsyat 2

Beda!

Lebih lengkap dan Lebih mencengangkan....

11/24/08

8 Hari Lagi

Honda Jazz 1 Desember 2008

Stik untuk 10.000

Saya masih geram, semakin geram, sungguh semakin geram pada diri saya sendiri : SEPULUH RIBU LEBIH ALUMNI MEMBANJIRI KOTA INI. APA YANG BISA SAYA LAKUKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Apa bangga saya berpangku tangan karena merasa surga sudah menanti?
Apa pantas saya mengambil peran sedangkan saya (kata teman baik saya) cuma Jarkoni!

Aku berikan stik, apa aku akan minta stik? Untuk apa aku meminta stik kalau hanya akan aku berikan ke orang lain?

Be Yourself

"Berbaur, tapi tidak lebur."

Itulah satu kata sederhana, sebuah pesan kepemimpinan dari bude tempat 3 tahun semasa SMP sy tinggal disana yang begitu mendalam maknanya.

Beliau adalah orang kelima yang saya niatk berangkatkan ke tanah suci setelah Ibu, Bapak dan kedua mbah saya.

Begitu memang, disadari atau tidak, diterima atau tidak, sesuai buku BERPIKIR BESAR, buku favoritnya Pa Purdi, kita musti menyadari dan menerima kalau adakalanya seseorang mampu menjadi magnet karisma dan pengaruh, sementara orang lainnya bagai angin lalu.

terkait dengan kalimat sederhana di atas, buku favorit Pa Purdi dan komen salah seorang teman di blog FS, membuat saya makin tertantang untuk berpikir...

kalau memang bukan karena fisik, karena apa? terus mencari jawaban.

11/23/08

Al Mudatsir




Ini bukan rute gerilya Jenderal Soedirman, tapi ini akan coba kita jajaki, untuk mengindonesiakan semangat kita. Ayolah, semangat donk INDONESIAKU!!!

He pemuda, calon pemimpin masa depan, panjatlah pohon belimbing (yang lima) itu,
walau licin panjatlah,
walau dicerca, walau dipersesi negatifi panjatlah, walau dianggap yang macam-macam tetaplah,
untuk bekalmu nanti, ketika kau ditanya : apa kontribusimu?

wahai engkau, apa kontribusimu hari ini?
sebandingkah dengan butiran2 nasi yang kau masukkan ke dalam perutmu hari ini?

Mobil dulu apa ke tanah suci dulu... Apa beli tanah dulu?

tergantung... kalo mobil dibeli dan dipandang sebagai kekayaan, ya jelas ke tanah suci dulu. Beli mobil untuk aset kita membangun lebih besar lagi aset sehingga lebih banyak orang bisa kita berangkatkan, atau ke tanah suci dan pulang-pulang kita kehilangan aset.

Ini bukan soal materialisme. ini cuma soal aset atau liabilitas... bukankah segala sesuatu (kebaikan) itu bernilai ibadah?

soal tanah? nanti tanya pa purdi dulu

Searching...

Naa2nya (saya pribadi) masih tergelayut dalam euforia pernikahan, ya, belum berpikir secara intergral dan belum mendiferensiasikannya dalam bentuk aksi-aksi realis.

Mulut ini bilang, segera, sebentar lagi. Tapi saya masih kurang bisa membaca radar hati (ini) yang sesungguhnya.

Apakah saya sudah siap menikah?
Hal apa yang membuat saya merasa layak untuk siap menikah?

terus mencari jawaban.

11/22/08

Kompakan Ni Ye..

Bunda Ani dan Bunda Nuniek beli mobil kompakan, Avanza cuma beda warna dan tipe. Yang satu platnya R 9165 AH dan yang satu R 165, wah senangnya...

Saya juga senang, saat yang ditunggu-tunggu lama akhirnya tiba, dalam hitungan hari, tinggal menunggu pergantian bulan, DP untuk mobil sudah bisa dibayarkan, tinggal menunggu mobil diindent, dilunasi, plat jadi dan siap deh pulang naik mobil operasional...

deg-degan ni, sebentar lagi men...

11/20/08

Dari Mario Teguh : Kenapa Kita Musti Grogi

Kenapa kita merasa grogi? karena kita merasa takut proses popuarisasi diri kita nggak berjalan perfect. Karena itu berpikirah dalam kerangka lebih luas.

Bukan untuk popularitas, atau prestise, berpikirlah kalau yang kita ucapkan, yang kita bawa, yang kita usulkan, yang kita garap adalah sesuatu yang akan memberikan manfaat dan tambahan kebaikan untuk sasaran yang sudah kita bidik.

Fokus bukan pada kepentingan diri kita, fokus pada manfaat yang akan terjadi bila kita lancar membawakannya

11/17/08

Jangan Merasa

Kata2 pa Ary benar.. kita jangan sok merasa. Merasa sholeh belum tentu sholeh, meraca tampan belum tentu tampan..

Begitu juga merasa sudah siap menikah belum tentu kita sudah benar-benar siap menikah.. karena itu jangan menunggu merasa siap menikah untuk menikah. Melangkahlah sedari sekarang RIzky

13.5 Km 11.13

"Dudu nduwe ku, nduwe e ramane.."

menyentuh... kita sering lupa, apa2 yg dihadapan kita itu cuma titipan...

Jangan bergantung pada apapun

termasuk friendster...

11/16/08

Training The Power of Seven

Hari ini banyak mimpi2 saya dan teman baik saya yang sudah terwujud. Saya ingat dengan Hilmy dulu pernah bermimpi punnya training khusus tentang cinta tanah air, membumi seperti ESQ, mengindonesia seperti ESQ, dengan segmentasi anak-anak muda (pelajar) saja...

Apa si tujuan training ini, untuk membentuk komunitas-komunitas yang satu visi, satu misi dan satu koordinasi aksi untuk Indonesia Emas 2020. Ya, melahirkan peradaban baru.

Dan kalo kita belajar dari Jepang dan kejayaan abad ke-7 maka ketemu satu garis klu, bahwasannya kebangkitan suatu peradaban lahir dari 7 ayat berulang-ulang yang terinternalisasi ke dalam diri dan kemudian mengeksternalisasi dalam bentuk kegagahan beraksi dan keperwiraan melewati kegagalan demi kegagalan..

Saya memimpikan training ini dibawakan berdua nanti, saya dan hilmy, director n vice director SDI, tapi nanti sesudah masing-masing dari kita menikah. kenapa?

karena itu yang pernah saya ungkapkan dulu. kalaupun konsep trainingnya sudah tergambar jelas dan detail di benak saya, nyatanya hari ini public speaking skill kami masih perlu banyak di asah, slide belum di olah dan metode ESQ yang sedikit banyak akan dipakai belum diurus perijinannya

Dan alasan krusial pribadi saya (Hilmy si saya rasa tidak), saat ini masih terlalu banyak 'res-res' dalam pikiran saya, yang membuat ide dan ungkapan pemikiran saya tidak benar-benar orisinil... .mudah2an ini proses, dan akan terperbaiki nanti

teman, saya masih terlalu banyak pikiran 'ngeres' saat ini

Inisiasi diri (tahap ketiga Explore Yourself)

Saya percaya ini diniati bukan untuk sembrono, proses inisiasi diri memang memerlukan figur. karena itu, kalau Pa Ary menginisiasi dirinya (bukan mengaku-ngaku lho ya) bak Sunan Kalijaga 500 era digital, maka Rizky merasa cocok menginisiasi diri sebagai Jenderal Soedirman era perjuangan Indonesia Emas.

Positif saja, ini sekedar implementasi kecil dari doa kita puluhan kali setipa hari "Tunjukilah kami jalan yang lurus, yakni jalannya orang-orang yang Engkau beri nikmat...".

Tanpa inisiasi, orang akan terombang-ambing tak pernah bisa maju. Inisiasi tanpa figur, akan mempersulit diri. Karena itulah sesungguhnya yang sedang dilanda bangsa ini, bangsa ini kehilangan figur untuk menginisiasi dirinya.

Siapa figur inisiasi dirimu? Jangan mengaku Semangat Donk sebelum tanpa 'inisiasi diri'.

Lir Ilir dan Abah Bahrun

waktu itu saya nggak 'ngeh' pas di semarang pa ary menjelaskan makan lagu lir-ilir, beliau menyampaikan kalo lir-ilir itu lagu semangat.

mana semangatnya? pikir saya begitu, mars bukan, hymne bukan, tempo lagunya juga sedang2 saja. Namun sungguh, lir ilir aransemenan yang dibawakan cak nun benar2 membuat saya merinding dan mendidihkan semangat di dada saya.

saya baru 'ngeh' sekarang, inilah lagu semangat yang dibuat sunan kalijaga, yang beliau tinggalkan untuk peradaban berikutnya. saya jadi semangat,untuk meninggalkan sesuatu yang berguna bagi peradaban, sebelum saya pulang.

Sekarang kalo saya down, putar lagu itu

Money Politik 500 perak

Pa Wapres kita lebih lucu dari Ucup Kelik rupanya... enak dia berkomentar pas BBM naik dulu, naiknya kan cuma 1.500 nah sebulan dapatnya 100.000 kan masih lebih tuh. Jan, apa nggak mikir kalo naiknya BBM itu, bikin naik harga angkot, harga beras, harga rames, harga obat dan harga diri pejabat-pejabat kita...

Nah ini, pas BBM turun, menteri perhubungan lebih ngelawak lagi dari wapresnya, jan, kalo di Jepang mending mundur deh daripada malu tapi nggak nyadar begini... orang BBM cuma turun 500 perak, tarif angkot suruh diturunin, wakakakak lucu nian ini pak menteri. Nanti supir angkot minta penurunan harga rames gitu, terus bakul rames minta penurunan sama tukang beras, terus tukang beras, minta penurunan ke petani, terus petani minta ke menteri pertanian, terus menteri pertanian minta ke Presiden. nah, apa nggak kebayang tuh gimana sakitnya menhub ditendang presiden...

itulah cermin pejabat-pejabat kita, yang empatinya cuma buat perutnya... sama sekali nggak kegambar gimana kondisi rakyatnya. Pak, mundur saja lah, dimana malumu, yang nggak paham sama rakyatmu sendiri?

Milih then Nerima

Mac yang sempurna & 12" yang setia

Kata mas Imam, "pasanglah kriteria setinggi-tingginya, lalu terimalah apa adanya dengan toleransi". Dari jauh memang siap si yang nggak mengakui high-performanya Macbook, putih, smart, excellent. Tapi ya itu, kita musti terima kenyataan, bahwasannya 'nothing is perfect'... ada kekurangan yang sepaket yang harus kita terima, tanpa slot MMC, butuh konnektor khusus ke LCD, programnya berat-berat buat diinstal dan gampang kotor.. ya, pinter2nya kita menguasai sang Mac.

Tanpa Coller Pad (Pendingin laptop), HP-Compaq B1257 siang dan malam setia menemani menjelajah dunia dengan mozilla firefox, mendesain ungkapan inspirasi dengan Corel X3, mengungkap sejuta makna dalam tiap-tiap hamparan slide dengan powerpoint dan mengkalkulasi sukses dengan Excel.

Nggak pernah mengeluh, walau seringkali minta perhatian berlebih, update antivirus setiap saat lah, disk clean up lah, dan yang paling bikin repot install ulang Vista dan install program sebulan sekali.. tak masalah, cinta gitu loh...

Imut memang 12", tapi bukan karena imutnya saja aq suka, lebih karena performanya, cucok.. sama 'kekarepan'. bervisi jauh ke depan, loyal-setia, dia adalah berlian yang indah nian, pelengkap perjuangan indah ini.

Rizky yang komersil

Masalahnya adalah karena training bukan pekerjaan perasaan saja. Ya, karena bangsa ini tidak selesai di bangun dengan training. Seperti halnya baja, tak cukup ketika kita memanasinya dengan bara dan kita puas lalu selesai, ada pekerjaan selanjutnya yakni membentuk baja itu menjadi senjata dan menggunakannya.

Begitulah, profesionalitas jauh diperlukan lebih diatas sikap sok dermawan. perjuangan ini membutuhkan aset untuk perjuangan selanjutnya. dari media, menjadi training, menjadi event, menjadi media, menjadi komunitas motivasi, menjadi unit bisnis, menjadi kampung pembelajar, menjadi wilayah percontohan, menjadi negara emas, menjadi peradaban impian.

Semangat Donk Indonesia

Perbedaan saya dan fikry soal the power of spirit

Kording itu buatan manusia, buatan manusia nggak ada yang saklek... ada perbedaan urutan antara saya dan fikry soal pemaknaan judul keempat : The Power of Spirit yang mungkin 500 tahun lagi akan jadi polemik nasional.

Biarlah postingan ini tetap tersimpan dan akan menjadi manuskrip yang akan menjadi solusi polemik ini.

Menurut fikry, yang dimaksud the power of spirit adalah bahwa untuk mencapai the power of success kita membutuhkan yang namanya spirit atau semangat atau motivasi... setelah kita punyai itu, barulah kita bisa beraction...kira2 begitu

Sedangkan menurut Rizky, yang dimaksud the power of spirit adalah sama seperti tagline Toyota Camry. bahwa "True Spirit, True Power".... hanya semangat atau motivasi yang benarlah yang akan menjaga action kita dari down-up nya curva takdir kehidupan kita....

jadi, the power of spirit bukan mengajak kita untuk harus punya semangat. tapi memberitahu kita untuk memiliki semangat yang benar, agar action kita tetap terjaga, nggak mudah menyerah, nggak mudah patah... karena memang the power of action, spirit, knowledge and idea ada di ranah kedua konsep aksi pengembangan diri "character building" atau dalam tema explore yourself masuk dalam sesi menggali source semangat...

sehingga "kamu harus punya motivasi" akan berbeda dengan "bikin bener motivasi kamu"

Explore Yourself

Ada lima hal yang kita explore disini
1. pertama destinasi motivasi kita
2. source motivasi kita. disini kita diajak mengenal karakter kita
3. self labeling yang benar dan hebat
4. change keyakinan dari yang negatif jadi positif
5. real plan

Rumah

saya belum menemukan tempat terbaik dimana ide-ide saya terexlore detail, pemikiran saya menggerayang bebas dan konsentrasi saya terfokus padu,

kecuali di rumah

Posesif & Iri

Dua musuh terdekat yang hampir memberangus saya.. Ya, sense of belong yang berlebihan akan mengakibarkan sifat obsesif-cumpulsif yang malah akan bikin repot kita sendiri.

lalu bagaimana dengan iri? kesadaran yang musti kita tanamkan pada diri kita dalam-dalam, bahwasannya tampan, cantik, jago ini, jago itu, banyak yang suka, banyak yang perhatian, tidaklah dibagikan merata pada manusia... seorang mungkin lebih dari kita, banyak malah, mereka bisa jadi adalah orang-orang terdekat kita

'nerima' saja, ini sudah suratan

11/11/08

Bagaimana Bu Nuniek Berkorban

Begitulah perjuangan, the truely perjuangan... bukan seperti kalian, yang mau berjuang kalau nggak ada kuliah, kalo nggak ada ujian , kalo nggak ada tugas.

Pejuang-pejuang krupuk yang cuma gara-gara cibiran-cibiran kecil akibat hasil yang kita peroleh belum seberapa terlihat, keyakinan kita sudah melempem menciut... memalukan.

Pejuang kutukupret yang cuma jago di atas meja-meja rapat. Bangsa ini tidak butuh pejuang macam itu. Bangsa ini butuh pejuang macam Bung Tomo, yang terus berteriak sekalipun sekeliling mengabaikannya. Yang terus bertemput sekalipun teman-temannya sibuk mencari menghidupan, memenuhi keinginan perut masing-masing. Pejuang yang tidak pernah menghitung berapa peluh keringat yang sudah menetes dan membandingkannya dengan berapa banyak yang sudah dia dapatkan...

Bu Nuniek hebat, Pak Tamimi hebat.

Mbah yang Awet Muda


Dulu saya diajari untuk selalu cuci muka air anget setiap pagi. Mbah, masakannya paling enak, nggak ada yang mengalahkan, walau cuma 'kangkung' atau 'so' ... citarasa Pring Sewu kalah jauh... suwer!!!

Mudah2an saya bisa memberangkatkan mbah ke tanah suci taun depan, kalo nggak taun depan ya taun depannya lagi. Semoga sehat selalu ya mbah...

SMC Jualan Sertifikat


Orang-orang negatif lebih suka mengatakan itu dengan cibiran rendah terhadap salah satu divisi kita, SMC, divisi event.

Namun begitu, masih tetep ada yang memberi acungan jempol, kalo dianggapya kita pandai MENGAMBIL PELUANG. peluang cari duit? bukan, tapi peluang menjejali guru2 dengan psiko-emosi, tema umum training dan seminar kita buat para pendidik2 kita.

Betapa tidak, sejuta mahasiswa di negeri ini menutup mata, ketika semangat guru2 mencari ilmu dipacu oleh mendiknas dengan program bernama sertifikasi... kita justru menafaatkan itu untuk menyuntikkan virus2 motivasi dan pendidikan alternatif

Dinas pendidikan pelatihan2 yang dibikinnya itu-itu saja. Lalu siapa yang akan memperbaharui pola pikir guru-guru kita menjadi lebih maju? Bagi saya nggak mempan dikatakan penjual sertifikat... Nyatanya impact yang saya kontribusikan lebih dari sekedar itu..

Tahu, siapa yang menyampaikan kata-kata dukungan itu? Ibu saya.

11/9/08

Tiga Generasi Sebelas Tahunan



Pa Ary saat ini 43 tahun
Mas Ridwan saat ini 32 tahun
Rizky saat ini 21 tahun

Berapa Nilai Diri Kita?

Bagi saya belajar bisnis pada dasarnya adalah belajar The Way of Life. Bukankah The way of life itu adalah dien (jalan), bukankah itu adalah spiritualitas, bukankah itu adalah agama?

Saya sungguh terpikat dengan perangai ketua HIPMI Pusat yang 28 Oktober lalu bertemu di Menara 165. Katanya, anak muda harus bisa prioritas... mana yang jadi prioritas, membangun produktivitas atau ibadah ritual tambahan... menurut beliau... kalo memang karena kesungguhan kita membangun produktivitas sampai2 kita belum sempat banyak2 beribadah ritual tambahan ya tidak apa-apa, ketimbang kebalikannya...

Dicontohkannya : Mending produktif dan baru bisa tahajud sedikit, ketimbang banyak tahajud tapi masih meminta-minta...

Kembali ke topik awal, darimana saya bisa mengatakan belajar bisnis itu belajar agama. Ya, di agama saya diajarkkan untuk memilih surga bukan neraka. di level yang lebih tinggi saya diajarkan untuk tidak menjadikan surga itu tujuan, pertemuan dengan-Nya lah sesungguhnya tujuan kita, surga (pahala) itu cuma bonusnya.

Begitu pula di training2 entrepreneurship awalnya kita diajarkan untuk memilih menjadi orang sukses bukan menjadi orang gagal. lalu di level yang lebih tinggi, yakni di materi NLP (Bahasa Pemrograman Otak), ternyata yang terbaik bukanlah kita menjadikan sukses sebagai tujuan, melainkan sukses itu cuma efek samping, fokus kita adalah maksimal mengaplikasikan potensi diri (suara hati).

lainnya lagi, kalo di agama diajarkan, kalo mau masuk surga syaratnya bukan saja harus jadi orang baik, banyak memberi, sabar, penolong, bekerja keras, beribadah.. tapi syaratnya adalah harus berani : mati.

kalo di bisnis, orang menjadi berhasil tidak cukup dengan modal kerja keras, banyak bersabar, menolong, membuat ide-ide.. tapi syaratnya harus berani : action.

sesungguhnya orang-orang yang sesat yang menganggap bisnis adalah cara kita menumpuk kekayaan finansial. bisnis adalah kawah candradimuka yang mengajarkan dan memberi kesempatan pada kita untuk meningkatkan satu hal di dalam diri kita : NILAI DIRI kita.

Keinginan dan Komitmen

Inilah bedanya keinginan dan komitmen...

Keinginan adalah sesuatu yang ingin kita raih. Komitmen adalah sesuatu yang ingin kita raih dengan sungguh-sungguh.

Keinginan hanya membutuhkan waktu untuk berimajinasi dan kemudian melangkah mewujudkannya. Sedangkah komitmen membutuhkan keuletan, kesabaran dan bahkan pengorbanan.

Keinginan hanya membutuhkan sikap. Komitmen membutuhkan karakter.

Kita baru ingin, apa sudah berkomitmen. Kalo memang sudah menjadi komitmen, kenapa masih mengeluh, kenapa masih melangkah setengah-setengah, kenapa masih banyak berpikir dengan 'mumet' membuat pusing diri sendiri, kenapa masih ragu-ragu, kenapa masih miris melihat hasil yang tak kunjung dituai sesuai keinginan, kenapa masih merasa salah langkah padahal sudah sejauh ini, kenapa?????????????????

Saya Iri, Betul-Betul Iri

Pada mas Ridwan yang sudah mewakafkan jiwa, jasad dan umurnya untuk perjuangan menjemput pertemuan agung dengan-Nya

Pada Dedy Mizwar yang telah membelalakkan rasa nasionalisme generasi bangsa ini dengan skill actingnya.

Pada Sayuti Melik, yang ikhlas mengetik ketika yang lain tidur, demi menyiapkan satu babak baru bagi bangsa ini : Indonesia Merdeka

Pada Jenderal Soedirman, orang desa tanpa HP, tanpa laptop, tanpa akses internet, tapi bisa mempertahankan keutuhan negeri ini.

Pada Bang Andres, yang tak pernah bangga dengan dahi hitam atau celana cungklang tapi tak pernah putus Tahajud dan Rawatibnya.

Pada orang-orang terbaik di bidangnya. Saya ingin belajar pada mereka.

Granada Room, Menara 165 Menanti

Darimana saya harus ragu
Dari mana saya harus berpikir untuk tidak yakin
Dari mana alasan saya untuk mendengar cibiran dan hasutan mereka
Dari mana sebab saya harus memutar arah progress ini

Dari mana saya harus tidak yakin
Dari mana hal yang membuat saya berpikir untuk berkontribusi kecil,
apalagi tidak berkontribusi

Dari mana saya harus mengeluh atas follower yang bergitu enteng mencibir pemimpinnya, saya hanya berdoa, mudah2an ini bukan satu bentuk kedurhakaan

Dari mana perasaan lelah harus dimunculkan padahal perjalanan begitu indah
Dari mana saya harus ragu

Satu demi satu terwujud nyata. Teman, belajarlah dari Nobita yang tak pernah memikirkan kebodohan dirinya, tapi juga tak pernah berpikir untuk membuat mimpi sebesar-besarnya.

Teman, itulah berharganya CB. Miris, tidak habis pikir saya, hanya karena ujian mereka menunda untuk ikut. Mencari yang gratisan pula. Sungguh kalau harga CB itu 780.000... tidak ada 10% nilainya dari apa yang kita dapatkan setelah mengikutinya...

Kenapa harus ragu
Kenapa harus berpikir 2X

APA PERLU SEKOLAH GRATIS????

Saya termasuk orang yang tidak sejalan dg misi membangun sekolah gratis. Menurut saya yang dibutuhkan mendesak oleh anak-anak negeri ini adalah sekolah-sekolah yang mengajarkan produktivitas. Yang kurikulumnya mmeungkinkan untuk bisa menggali potensi diri, mengasah otak kanan, membakar nyali untuk berani mengeksplor ide dan melangkah...

Pelajaran berharga dari ESQ di awal-awal berdiri, bagaimana orang begitu tidak menghargainya ilmu ESQ yang waktu itu dijajakan gratis. Belajar juga dari sekolah-sekolah anak jalanan yang (tidak semua si) rendah respon karena gratisnya itu.

Percayalah, orang-orang miskin di negeri ini bukan orang-orang yang membutuhkan belas kasihan. Membebaskan kesenjangan bukan dengan memborbardir mereka dengan donasi semata. Mereka itu butuh perhatian. Perhatian dalam bentuk arahan bagaimana menstimulasi otak kanan, menggali potensi, mengasah nyali... jangan pandang sebelah mata karena kondisi kemiskinan mereka. Jangan lupakan, hati mereka yang kaya, jiwa mereka yang peka, nyali mereka yang menggelora, mental mereka yang sekeras baja... semua bak dinamit yang tinggal disulut sumbunya.

Mereka terlahir kaya, hanya mereka tak tahu bagaimana mengelolanya. membelaskahihani mereka sama saja tidak memanusiakan mereka sebagai manusia.

11/8/08

Saya bermimpi 6

Saya sudah mampu berkiprah sekaliber nasional (skala presiden) di tahun 2024, dengan posisi dan jabatan apapun saya dimasa itu, tidak harus menduduki jabatan presiden secara politis. Yang jelas kiprah saya saat itu No. 1 di bidang saya.

Kata Eyang Tung Desem... belajarlah dari yang terbaik 80%, sisanya belajarlah dari siapa saja. Bukankah Mas Andri itu yang terbaik di bidangnya, bukankah Pa Zainal itu yang terbaik di bidangnya, bukankah Pa Ary itu yang terbaik di bidangnya, bukankah Mas Dedy itu yang terbaik di bidangnya... kita sudah terapkan itu

Saya bermimpi 5b

Saya bermimpi Pa Ary mengenal dan akrab dengan saya sepertihalnya Mas Ridwan dengan saya sekarang, Mas Dedy HPP dengan saya sekarang...

dekat, dialog, saling dukung, bekerja sama, berjuang untuk satu visi yang sama

lebih baik

lebih baik saya dianggap sombong ketimbang saya tidak bisa berkontribusi
lebih baik saya dianggap kejam ketimbang komunitas ini cuma jadi komunitas manja yang jalan ditempat
lebih baik saya dianggap 'ndunya' ketimbang saya cuma bisa melakukan kiprah2 sepele yang nggak pantes2nya dihargai

Saya bermimpi 5a

saya mendapat penghargaan the most powerfull people and ideas in bussiness
saya mendapat apresiasi luar biasa sebagai public speaker handal
saya produktif menulis 100 buku setahun
saya memiliki komunitas di setiap kabupaten di Indonesia (minta bantuan telkomsel aja yang BTS nya ada dimana-mana) dan terhubung baik dengan banyak organisasi produktif lainnya
saya bermanfaat

Saya bermimpi 4

Bulan ini sudah punya LCD sendiri
Bulan depan sudah bisa men-DP dan merenovasi L22
Bulan depannya lagi Avanza SDI sudah on the road
Bulan depannya kita ke mataram rame-rame... ketemu Ezan (he)

Saya Bermimpi 3

Satu juta guru di Indonesia sudah ikut Training ESQ... 75% guru di negeri ini sudah mengenal motivasi, meninggalkan dominasi otak kiri, memahami pentingnya menyisipkan pesan-pesan nasionalisme disetiap penagajarannya.

Marak dan berkembanglah workshop dan diklat penerapan metode ESQ di sekolah-sekolah, bukan mahalnya, bukan wah nya, tapi student-orientednya, psiko-orientednya, hingga anak-anak negeri ini berkembang potensi otak kanannya, terasah spiritualnya, dan tertinggallah Jepang sang raksasa

Saya Bermimpi 2

Permintaan akan jasa-jasa terhadap SDI melonjak grafiknya, hingga pada satu titik dimana aset harus dikelola dengan demikian cermat, maka dibelilah satu lahan di setiap karesidenan, dan dibangunlah satu hall (gedung serba guna) : Semangat Donk Convention Center (SDCC)

Saya Bermimpi 1

Di setiap kabupaten di setiap bulan ada training motivasi
ada komunitas motivasi yang berkumpul melakukan hal-hal yang produktif merubah wajah bangsa ini, hingga era keemasan berkilau di 2020

Awal Agustus-Awal November 2008

Tiga bulan sudah... ya, seperempat tahun sudah Hilmy sakit, belum juga fit. Seperempat tahun men... satu waktu yang cukup untuk membuat satu self-change yang revolusioner

lebih berani

Lir Ilir dan Abah Bahrun

Dari jamannya dulu Lir-ilir cuma jadi lagu intermeso di training ESQ, sekarang dikupas begitu mendalam, hingga meninggalkan bekas kesan yang so Amazing di training ESQ lanjutan II : Character Building. Masih terngiang di benak saya merekam gerakan jogetan lugu Abah.. sesepuh 165 di kota Satria ini.

Dari jamannya dulu saya menelusuri jalan di depan Bank Indonesia, Jalan Sitapen namanya... cuma untuk mencari rental komputer terdekat dari SMA 2 demi mengeprint selembar naskah doc. Sekarang ada PC sendiri, baru di upgrade RAM nya, ditambah 512, satu angka berlipat-lipat dari komputer standar rentalan. Bukan cuma itu, ada di tas saya sekarang si imut 12" yang selalu menemani saya kemana saja walau harus diinstal vistanya sebulan sekali. Tidak cukup itu, tinggal klik icon wireless, telunjuk saya sudah bisa membukakan pintu kemana saja, berkeliling dunia dengan internet....

Dari jamannya dulu saya tergila-gila dengan seorang gadis yang (menurut saya waktu itu) imut... dan sekarang hadis itu sudah tergabung dalam perkumpulan persit candrakirana (kata Kusworo si) sampai sekarang rasa2nya kesungguhan ini kian menanjak grafiknya... apakah dia sang soulmate yang akan mendampingi perjuanganku nanti setelah setahunan saya vakum of love?

Dari jamannya dulu aktivitas saya cuma dicerca, mesin pin bikin 10 rusak 70, nyebar surat ratusan tanpa pengganti uang bensin hanya mbalik 200 atau 300 ribu sunggu amat sangat tidak menutup operasional. Sampai sekarang selalu saja ada permintaan, entah itu order, itu ajakan kerja sama, itu undangan training, dan banyak lagi hingga saya kewalahan ini ada 20 list proposal dan berkas-berkas numpuk menemani malam minggu saya.

Dari dulu L22 yang panas pengab, tanpa aliran PDAM, tanpa kasur, sendiri, benar-benar sendiri malam-malam pertama saya disini, tanpa teman, sahabat sekalipun... sampai sekarang markas kebangkitan negeri ini selalu ramai setiap hari. orang2 besar sudah datang kesini, trainer ESQ, pa Zainal, mas Andri Maadsa, Mas Dedy, Pak Nano, pak Witono.

Dari yang dulu Purdi E Candra cuma saya liat fotoya di web, Pa Ary saya kenal dari bukunya, mas Ridwan cuma saya tahu dari kejauhan... sekarang mereka adalah sahabat2 dan guru2 terbaik saya.

Dari sisi mana saya harus ragu dengan action saya hari ini dan planing saya besok, juga dream saya di masa depan???

jawab kawan, darimana???? darimana????

Tersebar di Seluruh Indonesia*

Ini yang saya iri dari Jepang, di negara Sakura itu seminggu sekali ada pelajaran khusus semacam training motivasi untuk pelajar-pelajar disana. Bahkan ada yang hal itu dilakukan setiap hari, pagi belajar, sore dilatih motivasinya.

Pantas saja negara matahari terbit itu maju begitu pesatnya, berkebalikan dengan bangsa yang anak mudanya paling memfavoritkan pulang gasik bernama Indonesia.

Nyatanya SDTC terus berkembang, sebuah lembaga training yang dulu dipandang sebelah mata, terus menancapkan cakar pengaruhnya, hingga mimpi saya terwujud : di setiap kabupaten setiap bulan di negeri ini ada anak-anak muda pembelajar penuh semangat yang berkumpul dan menamakan dirinya sebagai 'komunitas motivasi'. artinya, Jepang hampir tersaingi, tak apa Indonesia baru bisa training motivasi sebulan sekali... kita akan terus bergerak hingga penajajah bernama 'dominasi otak kiri' mundur tunggang langgang dari bumi pertiwi ini.

Inilah kebahagiaan yang diungkapkan hari ini oleh Rizky salah satu dari dua orang founder dan inventor Semangat Donk Indonesia, sungguh semakin tampak nyata kebenaran visi kita : "menjadi komunitas terdepan yang mewujudkan peradaban emas Indonesia".

"Kami akan menggandeng semua", lanjut Rizky disela-sela kesibukan agendanya melepas Giring Nidji* yang hendak kembali ke Bandung seusai kunjungannya ke Banjar Negara selama sepekan ini

11/4/08

Apa Cukup Kording?

Di Jepang (kata mas Arif Rahu)... setiap seminggu sekali dan bahkan ada yang setiap pulang sekolah (sore hari) di sekolah-sekolah disana ada pelatihan MOTIVASI...

Di Indonesia... setiap hari dan berganti setiap bulan sekali, mulai dari karesidenan banyumas, ada media MOTIVASI, namanya Koran Dinding Semangat Donk...

Dan semarak Temu OSIS kemarin yang mengumpulkan 200an pengurus OSIS dari Seantero Banyumas untuk meneguhkan MOTIVASI, membuat saya jadi berani memimpikan...

Kalau suatu saat nanti, bukan hanya di Jepang, di Indonesia setiap bulan sekali, di setiap Kabupaten, ada training MOTIVASI dan berkumpul teman-teman muda yang mengatasnamakan diri mereka sebagai komunitas MOTIVASI. Insyaallah...

Apa Indonesia tidak menjadi emas tuh?

Pemimpin Muda Bervisi dan Berkarakter

Bangsa ini sudah jenuh dengan aktor-aktor lama yang mengkoar-koarkan nama rakyat tetapi bermain dengan penuh intrik di atas panggung perpolitikan kita. Sudah menjadi satu hal yang musykil akan lahirnya tokoh baru, untuk menyelamatkan bangsa yang tak kunjung reda dari porak poranda ini.

Sepuluh tahun lebih, bila dibandingkan dengan krisis Jepang semasa dijatuhi dua bom atom di Hirosima dan Nagasaki dulu adalah waktu yang lebih dari sekedar cukup untuk berbenah diri. Tentu kita harus banyak berkaca dari bangsa ini bagaimana dirinya bisa maju, melepaskan diri dari belenggu krisis yang membelit.

Visi dan karakter, itu adalah prasyarat utama untuk menduduki tampuk-tampuk kepemimpinan negeri ini. Visi dan karakter seperti apa yang dimaksud? Bukankah figur-figur yang maju ke kancah perpolitikan negeri ini selalu menawarkan visi-visi indahnya dengan karakter-karakter khasnya masing-masing?

ini yang perlu kita koreksi bersama, betulkah yang mereka bawa adalah visi, atau hanya sekedar euforia mimpi yang diperdagangkan pada calon pemilih di bilik-bilik suara nanti. Demikian pula, betulkan yang mereka tampilkan adalah karakter, atau hanya sekedar penonjolah-penonjolan agar dirinya mudah dikenali saja.

Sangat jauh bedanya kalau kita mau telaah. Visi itu tajam visi itu bukan bualan, visi yang terletak jauh di masa depan, walau jauh tapi selalu bisa dirunut hingga ke garis waktu hari ini untuk ditentukan langkah-langkah strategis seperti apa yang bisa dijadikan pilar-pilar untuk menjalankan seperangkat misi menuju kesana?

Begitu juga karakter, karakter amat erat kaitannya dengan prinsip-prinsip yang diemban sang personal. Karakter adalah idealisme, karakter yang membuatnya berbeda bukan karena ingin dikenal, tapi karena memang dia mengusung satu yang berbeda, dia meyakininya dan dia melangkah untuk itu tanpa goyah sekalipun bertentangan dengan yang ada di sekelilingnya.

Pemimpin muda tidak ditentukan oleh usia atau lama tidaknya kiprah dirinya di panggung perpolitikan, pemimpin muda adalah dia yang visioner dan berkarakter. Visinya yang tajam membuatnya berbeda, karakternya yang kuat membuat banyak orang mengikutinya.

orang-orang yang visioner akan berkaca dari Jepang, dari Eropa dan dari bangsa-bangsa yang pernah besar sebelumnya tentang bagaimana mereka membangun budaya bangsanya untuk sebuah pencapaian besar. Budaya membaca sebagai implikasi semangat belajar yang tinggi, budaya bersih sebagai bentuk sikap tertib dan tertata, budaya menghargai sebagai ekspresi orang-orang berbudi, serta budaya malu sebagai ciri khas orang-orang cerdas.

Semua itu tersublim pada watak pribadinya yang santun dalam menyuarakan aspirasi, slogan yang tidak hiperbolis, lebih menitikberatkan pada pencapaian-pencapaian kiprah ketimbang perjuangan melejitkan popularitas, serta berbeda dari figur-figur lama kebanyakan.

Sosok seperti itulah yang dirindukan muncul di negeri ini, mungkin banyak orang tidak tergambar siapa figur itu. Namun satu hal yang saya yakini, figur itu ada dan saat ini sedang berbenah diri. Bukan membawa janji-janji lama yang telah kadaluwarsa, bukan berkoar-koar melejitkan popularitas diri. Fokusnya pada pembenahan misi menuju visi dan pembenahan membudayakan karakter-karakter hebat sebagai ciri bangsa hebat, sebagaimana yang dimilik bangsa-bangsa yang pernah hebat.

Tak Ada Logika

percayalah teman, saking bulatnya keyakinan ini kadang bahkan sering sampai-sampai logiksa saya tak mampu menjelaskan alasan-alasan real kenapa saya harus tetap melakukan ini, bertahan disini dan terus berikhtiar mewujudkan impian ini..

Masih mau bersama saya?

11/3/08

Tentang Visi Pa Purdi

Pertama saya kenal beliau dari internet... eh, sama kaya Mas Ridwan Mukri, sekarang sama pa Purdi sang Raja Primagama Grup, Raja Entrepreneur Indonesia, sekarang saya sudah hopengan sama beliau...

Entrepreneur muda punya visi membuka lapangan kerja bukan mencari lapangan kerja. Tapi Pa Purdi nyeleneh, lebih hebat lagi, dia punya visi mencetak orang2 berjiwa entrepreneur... sehingga orang2 itu bisa membukakan lapangan kerja.

Kalau Rizky (kayak yang pernah saya tulis di Koran Ra'yap dulu), semakin nyeleneh lagi, beda lagi saya... saya punya visi mencetak orang2 seperti Pa Purdi... agar semakin banyak entrepreneur... .

Visi saya kini semakin terlihat nyata. Lihat saja Andri, Kusworo, Naim... semakin hebat saja mereka... idealisme mereka, semangat pembelajar sejati mereka, kesungguh2an mereka... saksikan!!!!tidak lama lagi mereka akan sehebat Pa Purdi bahkan lebih.

Sudah Pada Alumni Greenbelt

Di lagu Lir Ilir yang 'bolan=balen' disenandungkan di training intermediet 2 ESQ CHaracter building ada lirik, "tandure wus sumilir..."

yea... arti indonesianya "tanamannya sudah menghijau..."

Betul2, sudah menghijau, Purwokerto juga sudah menghijau... sudah belasan alumni ESQ menyandang greenbelt (sabuk hijau) sekarang...

Semangat Donk juga sudah semua, kurang Hilmy saja karena kemarin sakit jadi masih yellow sabuknya. Ga jadi soal...

Satu hal, kata Ambar ketika sudah menyandang greenbelt, ada beban berbeda yang kita bawa. Kok? kenapa harus mikir gitu... bukankah lebih enak bilang... Ada tantangan lebih menarik setelah greenbelt...

Semoga kita bisa melipatgandakan action dan kepasrahan kita untuk kesuksesan yang hakiki... Selamat Berjuang Para Satria Sabuk Hijau 165. Perjuangan ini semakin indah saja

11/2/08

Dari Pak Waidi : Jangan Bangga

Sang Maestro NLP nya Purwokerto, performanya di Purbalingga kemarin jauh lebih duahsyat ketimbang di ASiatic yang pernah qta undang dulu man...

Satu hal yang menurut gw menarik dari topik materi kemarin, "Jangan Bannga..."!

Jangan bangga jadi seorang pembelajar... karena ternyata 'pembelajar' adalah sifat yang sudah menjadi fitrah (suara hati mendekat pada Yang Maha Berilmu) manusia. Karena itu berjuanglah menjadi PEMBELAJAR SEJATI.

Jangan bangga jadi seorang yang mengejar sukses... karena ternyata 'mengejar sukses; adalah sifat yang sudah menjadi fitrah (suara hari manusia mendekat pada Yang Maha Tinggi) manusia. Kata Pak Waidi... yang hebat adalah menjadikan SUKSES sebagai HASIL SAMPINGAN.

sudahkah kita menjadi pembelajar sejati? atau baru pembelajar?
masihkah kita menjadikan sukses sebabagi tujuan utama, atau sudah menjadi hasil sampingan?

Belajarlah tanpa batas, lebih cepat, lebih banyak dan lebih bermanfaat. Bekerjalah, berikhtiarlah bukan karena iming2 suskes, sukses cuma bonus, kebahagiaan sejati lahir ketika kita maksimal beraksi...

Itu menurut teori dasar bahasa pemrograman otak... sinkron kan? sinkron banget....

Temu OSIS II Besok...

Besok kita akan mengukir sejarah... sejarah dimana bangsa ini mulai berbangkit. bukan sebagai saksi, tapi sebagai pelaku

saya memimpikan temu OSIS tiap tahun diadakan semakin bertambah pesertanya, seperti tahun ini yang empat kali lipat lebih banyak dari tahun lalu.

saya memimpikan OSIS-OSIS itu produktif dengan komunitas yang akan dibentuk besok, dengan atau tanpa dukungan legalitas dinas pendidikan (yang kampungan, kolot, so konserfatif)

saya memimpikan suatu saat nanti temu OSIS bisa diadakan disetiap kabupaten... mulai dari se-Karesidenan Banyumas, lalu se-Jawa Tengah,, lalu se-Indonesia

di ruang granada menara 165, OSIS-OSIS itu akan berkumpul secara nasional. sebuah pertemuan yang akan melahirkan mahasiswa-mahasiswa visioner... yang akan berkiprah besar semasa kuliahnya, yang akan berkiprah hebat selulus kuliahnya, yang akan berkiprah dahsyat sebelum akhir hayatnya...

apa Indonesia tidak menjadi emas tuh? semua ada di tangan kita!!!!! pesan Kak Ridwan : jangan kekalahan perang uhud terulang kembali, akibar ketidakdisiplinan kita merealisasikan mimpi kita hari ini dengan keringan kita hari ini

pergilah, tanggunglah derita!!!

10/31/08

Do'a Pa Ary untuk kita




di Taman mini, ini adalah kursi presiden yang baru beberapa detik yang lalu ditinggalkan SBY dan Ibu Negara... perasaan biasa aja tuh kursinya...



makan-makan dulu....




Mengharukan, teman... kalau kau dengar sepotong doa yang di dalamnya terkandung harapan yang begitu dalam pada kita dari Pa Ary... niscaya kaupun tak ubahnya aku, tanpa disuruh, air mata bukan menetes, tapi mengalir lembut, sejuk di pipi...



Pulang... saatnya beraksi, kembali bersa'i dengan semangat baru... perjalanan misi kita bisa jadi acak-acakan... tapi visi kita berkilau utuh bak intan, tajamkan pandangan kita untuk menatapnya dengan yakin, untuk menapap menuju kesana dengan mantap!!!

Cipularang photo-photo



Cihampelas Walk, kata orang ni tempat bergengsi buat belanja 'n nongkrong2... apa iya? kok aq nggak betah ya disini... see you dunia, dunia dah ga menarik lagi bagiku




Ini di balkon alumni, ruang granada menara 165... hall dengan kapasitas 1.000 orang lebih, milik kita bersama, milik alumni semua

ESQ memang benar2 intens ingin menapaktilasi semangat kejayaan peradaban abad ke-7 maka nama2nyapun diambil dari situ, ruang grananda, duang andalusia, ruang cordoba dan ruang gibraltar...

Eneng... Sholeh neng... Mau neng sama Aa'?

Eneng... Ini Aa neng...
Alumni E Es Qi neng...
Sholeh neng...
Hapal Asmaul Husna neng... sembilan-sembilan neng... sama artinya neng...
Udah ikut eM Ce Be neng...
Punya Pisi Misi neng...
Jomblo nih neng...
Mau neng sama Aa neng...
wakakak...

Dengan logat sunda anak2 rame menirukan gaya itu.




pagi-pagi jalan2 ke boscha jalan kaki... meretas jarak, merengkuh hati, hati siapa tuh?




Jelang konsolidasi tahap I anak2 pe we te photo bareng kak Ridwan... pada konsolidasi tahap II dan seterusnya pe we te dipercaya mewakili Jawa Tengah... luar biasa



At Ciwidey... tempat syutingnya heart, disini ada setan dan tom & jery... duhai indahnyo... dingin nian tapi udaranyo...

Sumpah Pemuda, Sumpeh lo...



perjuangan menuju ke mess sebelum training (ber14 naik 1apv dahsyat....)



ikutan amazing trening MISSION AND CHARACTER BUILDING... 150 anak suku dari 21 daerah seindonesia hadir.... gratis pula... kok ya ada yang bilang mahal?



The Takashimaya hotel... kayana si bintang 3, ya enaklah buat istirahat...

Roket Indonesia Emas

Tanpa sadar sebuah isu nasional akan kebangkitan sebuah bangsa terlontar di malam 27 Oktober lalu... Sungguh, tiada menyangka saya bisa sedekat ini dengan Kak Ridwan Mukri, kader pertama Pa Ary yang setiap harinya tiada terlewat berlinang air mata karena takut, karena rindu kepada Allah..

Sungguh, orang seperti beliaulah yang pantas memegang amanah mewujudkan visi Indonesia Emas, Indonesia yang kemilau akhlaknya... Namun begitu, banyak yang lebih soleh dari saya, banyak yang lebih pandai dari saya, banyak yang lebih gagah-berani dari saya, tetapi kenapa saya yang dipilih...

karena alasan inilah tiap kali saya masuk ruangan training saya menangis berlinang air mata, seperti halnya di hotel Patra Jasa menjelang Ramadhan lalu... saya ingin alim, saya ingin pandai, saya ingin berstamina prima... mas Ridwan, Pa Ary, 165 membutuhkan saya, kita untuk melanjutkan perjuangan ini teman...

ESQ adalah motor penyadar, ketahuilah teman, saat ini ESQ sedang cemas, belum ada figur-figur muda yang lahir, yang mendeklarasikan dirinya dan beraksi sebagai motor penggerak... yang akan membubungkan negeri ini menuju visi Indonesia Emas 2020

Amanah besar dan mulia itu ada di pundak kita. Akan terwujud nyata, seperti dekatnya saya dengan Kak Ridwan yang dulu hanya mimpi... beberapa saat lagi dekatnya saya dengan Pa Ary dan dengan terwujudnya visi mulia kitapun akan menjelma nyata
yakinlah 103%, bulat, utuh, bak intan yang tiada retak sedikitpun. yakinlah! dan aplikasikan keyakinanmu dalam aksi nyata.

Mereka mencari orang seperti kita, komunitas seperti kita. kita yang seperti apa? kita yang konsisten dengan visi kita, walau dalam perjalanan misinya banyak aral batu dan gelombang besar melanda...

Dari Mas Firdaus

Mas Firdaus memandang ESQ dari bukunya saja... itupun dari jarak yang sangat jauh. Sementara saya memandang ESQ lebih suka pada pribadi-pribadi, sosok demi sosok para trainer yang berparas lembut berpandangan penuh kerendah-hatian, hingga kebersahajaan Pa Ary namun dengan semangat beliau yang tinggi

Apakah saya mengkultuskan Pa Ary? sejak pertama kali bertemu beliau... tak ubahnya pandangan saya terhadap Hilmy... persepsi ketokohan Pa Ary tiada membekas, terkalahkan oleh persepsi akrabnya sebagai seorang sahabat.

Pa Ary hanya orang biasa, sesungguhnya seandainya ada setitik kekaguman terhadap ESQ, bukan pada jasad figur pendiri, namun pada proses pencarian tentang manusia yang selanjutnya disebut sebagai The ESQ Way 165

dari Mas Firdaus saya bercermin, terlalu banyak literatur justru membuat kita semakin bodoh (terbelenggu), bila fitrah diri kita atas keterbukaan terhadap ilmu justru semakin mati. Apa ciri mati itu? menghakimi terlalu dini...

10/22/08

Bertemu Allah di Bandung

Dulu Dia mengundangku untuk menemui-Nya di Gd. BPD Purwokerto, berulang kali, demikian juga di Gd. Sumarjito Pwt...

belum cukup itu, Dia mengundangku untuk menemui-NYa di Purbalingga, lalu di Jogjakarta, lalu di Semarang

belum cukup itu, lalu di Kudus, lalu di Bogor, lalu di Semarang lagi
dan besok di Bandung...

Kata salah seorang trainer, bukankah banyak yang lebih soleh dari kita, bukankah banyak orang2 baik yang tidak sehina kita... tapi kenapa Dia terus mengundangku

aku malu...
untuk inilah aku ingin mempersembahkan yang terbaik.

Bukan untuk laptop, bukan untuk honda jazz, bukan untuk rumah, bukan untuk punya istri, bukan untuk punya anak, bukan untuk populer, buka untuk punya kekuasaan... sedang belajar lah aku...

"...Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Ia kehendaki, dan menyesatkan kepada siapa yang Ia kehendaki..."

10/21/08

Tiga orang se-visi yang kutemui

Ada tiga orang yang aku temui dan sangat mempengaruhi perjalanan kehidupanku, pengaruhnya bukan hanya lebih dari pengaruh yang lain, tapi benar-benar luar biasa...

mereka adalah orang2 yang se-visi denganku, walau dalam aksi kadang qt beda, bukan jadi soal

pertama Pa Ary, yang meneladani saya banyak hal (Ing Ngarso Sung Tulodho). kedua Hilmy, sahabat yang menjaga semangat saya (Ing Madyo Mangun Karso, lalu siapa ketiga?

yang ketiga*) adalah kader saya, yang akan meneruskan visi, misi, idealisme saya (Tut Wuri Handayani). Dia istri saya, yang melahirkan generasi-generasi kader terbaik penerus saya... yang 'momong' dan mendampingi saya dengan 'handayani'...

...Terima Kasih Cinta

mereka cuma orang biasa, tiada beda, Saya beruntung bertemu mereka

Setuju???

Persahabatan bagai kepompong..

Persahabatan ini tiada akan pernah berujung..
mudah2an begitu

Lusa plan ke Bandung

MCB Training dilanjutkan ke Vila Pa Ary dan Sumpah Pemuda di Menara 165... Semua ikutan, Hilmy belum fit, so pasti belum bisa ikutan...

Sabar ya man... sesembuh lu, gw bakal banyak berguru, pokoknya berguru habis2an ke lu.

Ketika yang lain lagi trening tentang sabar dan sholat buat menempa karakter diri bak gatutkaca masuk kawah candradimuka biar bisa otot kawat balung wesi urat bendrat di Bandung, di saat yang sama lu lagi praktikum tentang sabar dan positif ma garis nasib dari-NYA...

Lu bukan hanya bakal dapat motor baru, tapi juga fisik yang baru (lebih putih coz jarang keluar rumah), jiwa yang baru (ngendaliin urat sabar dan syukur? dan hati yang baru (lebih banyak ngasih teladan)..

met ngikutin cpns... salah benernya bukan pada apa2... tapi pada motivasi qta

doa gw bwt lu men

10/20/08

Kenapa kita harus kuliah

kenapa kita harus kuliah, karena kita harus mencari teman
kenapa kita harus berkomunitas, karena kita harus mencari teman
kenapa kita harus mencari teman, karena kita perlu berkolaborasi
kenapa kita perlu berkolaborasi, karena potensi tak ternilai dalam diri manusia itu bernama kolaborasi

10/18/08

Pintu Kemana Saja

Dulu saya pikir pintu kemana saja itu warnanya pink, kalo ditaur di laut, pindtu dibuka... air laut masuk semua ke rumah kita

eh ternyata yang dimaksud doraemon bukan seperti itu, memang si kotak bentuknya, tapi ada keyboardnya.. ada sinyalnya yang naik turun

itulah internet

memang bener2 pintu kemana saja... ni lagi ngobrol ma kakak kelas yang sekarang di kalibagor eh kalifornia maksdunya...

dahyatlah.... sampai hari ini saya masih terkagum2 sama yang namanya internet, amal jariyahnya bill gates (andai dia muslim...)

Dari Arif ATS

Arif anak yang sok cool dan sok trendy, salah satu ATS terrajin yang biasa nongkrong di belakang kamera... nggak nyangka, spirit pengembangan diri bahkan nasionalismenya tinggi juga (nggak salah jadi temenku kamu rif)

Arif nggak pernah tau kalo q punya impian masuk dalam daftar 100 tokoh edisi terbaru nanti, berapa puluh atau ratus tahun lagi... tapi dia kok ya mendoakan, dan memeberi semangat pula

katanya, semua orang2 besar di dunia, mereka memulai segalanya seorang diri, sama keadaanya dengan kita saat ini, so, kita pun sangat bisa jadi seperti mereka nanti...

begitulah... kalau kita mau menghitung sampai seribu atau sejuta sekalipun, harus mulai dari angka pertama...

semangat rif, qta akan mewarnai negeri ini dengan pelangi 165 (walau dengan segala kekurang kita)

obsesi dan mimpi-mimpi

Mengejar obsesi itu melelahkan... yang didapat cuma lelah lelah dan lelah kalo kita lakukan itu. Beda dengan mewujudkan mimpi... ketika mimpi kita terwujud satu-satu, adanya senang yang kita rasa

Apa bedanya?
bisa jadi yang kita kerjakan sama, berpikir, beride, beraksi, berkembang, jatuh, bangun, melompat, terbang dan berbagi... untuk satu tujuan yang ingin kita capai nanti

tapi yang jelas beda adalah di SPIRIT nya, yeah, judul kording The Power of Spirit pas banget untuk ini...

pulang dari MCB, rasanya berguguran semua obsesi dan ambisi saya... sukses, kaya dan bahagia sekalipun, itu bukan lagi ambisi yang musti saya kejar...

ketiganya cuma mimpi, yang akan terwujud pada waktu yang tepat di waktu yang tepat
yang penting jangan berhenti berlari, jangan berhenti

istirahat boleh, break boleh, tapi jangan memutuskan untuk berhenti

10/15/08

Kording Bulan Ini : Dare To Care


...Bahkan dalam sebulan setidaknya 3 juta dikeluarkan orangtuanya untuk membeli obat pereda sakit itu. “Kami hanya bisa pasrah dan mengobati seadanya. Saat ini hanya upaya itu yang kami lakukan, karena pengobatan ke medis, dokter sepertinya sudah angkat tangan,” Ujar Kesan, sembari mengusap dahinya....



...Tim dokter RSU Sardjito menyatakan tidak bisa menangani tumor ini dengan operasi. Satu-satunya jalan dengan pengobatan penyinaran dan kemoterapi. Sebanyak tiga kali kemoteraspi belum juga ada perubahan berarti. Penangan dilanjutkan beberapa waktu kemudian dengan penyinaran.

(Radar Banyumas, Selasa, 14 Oktober 2008 Hal. 1 & 7)