4/16/17

Terdakwa Asmara

Semakin kamu merasa jadi terdakwa atas kegagalanmu menemukan sejolimu, semakin itu terjadi, semakin bersyukur saja kamu.

Itu tandanya masih banyak orang-orang yang memperhatikanmu.

Memang bagi sebagian orang menikah adalah prestasi. Sesuatu atas yang mereka capai atas jerih payahnya sendiri. Lupa ada mawadah & rohmah-Nya yang padahal keduanya bekerja lebih dominan.

Oleh mereka, orang-orang yang belum menikah dianggap belum berprestasi. Lebih parah, orang-orang gagal.

Sungguh membuat depresi sosial memang statement-statement mereka. Tapi kembali pada postulat pertama : itu bentuk perhatian mereka kok.

Mending perharikan postulat kedua ini : Kamu boleh menentukan siapa sejolimu atas dasar apapun. Entah dasar kamu sreg, dasar kamu merasa sudah tiba waktunya, dasar takdzim pada yang memperkenalkan, dasar wangsit mimpi, atau apapun saja dasarnya.

Asalkan jangan atas dasar yang satu ini : atas dasar kamu mengalami depresi sosial. Depresi oleh umpatan, cemooh, bully-an orang-orang disekelilingmu.

Kalau itu alasanmu membuat keputusan. Hasilnya nanti tidak bagus.

Sebab kamu tidak benar-benar sedang membangun masa depan. Tapi, kamu hanya sedang berupaya menyelamatkan citra dirimu sendiri.

Biarlah kamu dicap belum berprestasi, dianggap orang gagal, terlalu idealis, terlalu banyak cing-cong, rumit, atau apapun saja.

Tutup kuping saja, sambil senyam-senyum.

Bangun masa depanmu dengan pijakan yang baik sedari awal.

No comments:

Post a Comment