11/11/09

Ngaku Saja!

Yess! Yeah...

Siapa bilang mengaku itu gampang, hm, tapi apa boleh buat, inilah yang terjadi, yess, dengan tangan terbuka saya katakan, saya sudah gagal.

sesuatu yang tidak mengenakkan, sesuatu yang memalukan, sesuatu yang melemahkan, sesuatu yang pantas disesali, itulah "gagal".

Ya, mau bagaimana lagi.. tetap pilihan ada di tangan saya, meratapi kegagalan, atau mensyukuri kegagalan? Hm, kalau meratapi, apa yang saya dapat? cuma kesal disindir di note, cuma sedih dimintai bantuan nggak bisa bantu, cuma termenung biasanya menasehati sekarang dinasehati, cuma dipamitin saja enggak, hm, menyakitkan kalau semua itu dirasa.

Terus, kalau memilih yang kedua? Mensyukuri kegagalan? Apa yang didapat? Tidak ada konsekuensi lain atas pilihan itu, kecuali "mikiir...". Mikir, mikir apa? mikir apa yang musti saya syukuri?

Yah, akhirnya sore ini ketemu. Salah satu yang mesti saya syukuri adalah, saya tak perlu mempertahankan apa-apa. Enteng, main tanpa beban. Loh iya, mau mempertahankan kesuksesan? lah kan enggak sukses, gagal. Mau mempertahankan ini, itu, anu, ono, ene, ane-ane hh saja...

Wahai ego, syukurin lu udah gagal, giliran gue yang mimpin : hati.

Oke, nyamleng tenan sore ini, nggak ada yang perlu dipertahankan, nggak ada yang perlu dicemaskan, nggak ada yang perlu dikejar, nggak ada yang perlu dicapai, nggak ada yang perlu diminta, nggak ada yang perlu diapa-apain...

Baru maksud istilahnya Indie : "dolanan...".

Thkz for read

No comments:

Post a Comment