
Ada juga infak parkir, yakni kotak infak yang diperuntukkan bagi yang mereka yang memparkir motor dan mobilnya di halaman Masjid. Kalau enggak infak, jadinya rikuh deh.

Kalau menurutku infak ya infak saja. Kalau ada embel-embelnya lebih tepat : bayar sepatu, bayar wc, bayar titipan sepatu. Karena walau tidak ada maksud mewajibkan, di kebudayaan Jawa ada yang namanya rikuh, dan keberadaan rikuh itu bisa-bisa berdampak sistemik terhadap niatan orang berinfak, bukan krono Siro Ta'ala, tapi krono rikuh karo tukang parkir.
Daripada infak parkir, infak WC dan infak sepatu, mending infak infak aja deh.
No comments:
Post a Comment