5/2/09

Fungsi Pengawasan

Hm, jangankan berpoligami... memanaj banyak urusan saja susah, apalagi memanaj banyak istri, huehe.

Satu hal, sinergi itu membuat kita lebih pusing, urat egois seolah2 diputus dengan paksa. Tapi kenapa pepatah mengatakan dan orang banyakpun mengamini bahwa "dua kepala lebih baik daripada satu kepala, dan seterusnya...?"

I just want to remembering all of you, bahwa, kita sudah bersepakat kemana kendaraan ini akan kita bawa, ya, ke era Indonesia Emas. Bukan sebagai penonton, tapi sebagai pelaku. Bukan pelaku biasa, tapi pelaku di garis depan...

Ingat2lah, saat bahwa kita bersepakat tidak akan da figur seperti Aa Gym bagi MQ atau Ari Ginanjar bagi ESQ, disini ya kita semua figurnya. Dan ingat2lah, tidak ada yang mengalir begitu saja layaknya pikiran orang 'goblok' like Bob Sadino... kita punya batas capaian, itu yang dinamakan target.

Bagaimana kiprah kita menasional, bagaimana satu korporasi bernafaskan pemberdayaan mampu menggerakkan puluhan lini dan jutaan lengan pemuda negeri ini. Its not just "mengisi perut sendiri".

Tidak gampang, tapi bukan hal yang mustahil. But, for this reason-lah I try to peduli... yesss, saya ga mau pilih kasih, satu bidang digalakkan yang lain tidak. Like three or four mount ago, melulu training... sampai saya diprotes habis2an, geram dan terpukul sangat saya waktu itu. Eh toh, akhirnya semua berlalu dan impian saya tercapai, raupan finansial & perkembangan mindset yang melesat... "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan???"

Saya begitu akomodatif, this is a request from all, kalau kita kembangkan banyak lini. Yess, makanya Hilmy jadi dirigen grup orkestra bernama Action Club I.

One point! Keep Consistent, still istiqomah, tetap tak mau saya ada figur disini, semua adalah figur. So, as konsekuensinya, sebagai figur, semua harus berkontribusi secara seimbang.

Adalah tanggung jawab besar saya sebagai seorang pemimpin yang akan ditanya di alam akhirat nanti, kalau sampai ada kesenjangan di sini akibat ketidak atau kekurangpedulian saya, atau pilih kasih pada bidang tertentu. Mana adil, kalau satu orang berkontribusi besar yang lain berkontribusi kecil, tapi mustahil semua akan berkontribusi rata dan sama, memangnya kita komunis? huehe

Namun demikian, tugas kita hanya berupaya sejauh cipta akal ini mampu menjangkau. Yess, itulah kenapa saya ikhtiarkan begini : diberlakukan fungsi pengawasan. Andri di Event & Training, Hilmy di Unit Bisnis...

Agar bisa mendekati keseimbangan kontribusi, agar tidak ada ketimpangan yang satu melesat dahsyat karena kedisiplinan dan keuletan tinggi sementara yang lain stagnan karena kurang pertolongan, agar bisa saling melengkapi, atas kesadaran bahwa semua punya kewajiban yang sama untuk memberikan sumbangsih pada SDI...

planing, organizing, actuating & controlong? isn't it?

No comments:

Post a Comment