5/18/09

Setelah The Power of Idea, ternyata The Power of Focus


Alpukat di pending dulu, saya gak bisa menjalankan. Hm.. kalau pada ide2 berhasil saya dulu pujian mengalir deras dan saya terima, kenapa pada saat ide2 gagal saya saya harus menggerutu dicemooh dan di-apatis-i? ...iya to???

bau nyadar saya setelah periode the power of idea tinggal berikutnya adalah the power of focus, berulang saya bicara, kalau dihadapan kita ada samudera, ya samudera... samudera peluang, lautan ide, lautan prospek... betul itu! tapi saya bertanya2 sebulan belakangan, kenapa kok gini2 aja? ya, jawaban sementara yang saya dapat dari ustadz YM, ikhtiar saya belum seimbang, baru ikhtiar dunia, ikhtiar akhiratnya masih dikesampingkan... bahasa mas Arifnya, baru sibuk nggunting, jadi nggravitasi terabaikan.

ini praktikum saya, disamping praktikum mata kuliah baru yang musti saya ambil dan harus dapat nilai A, berapa kalipun mengulangnya. Apa itu? tentang fokus... dua hal :

pertama : pilih fokus kemana saya, ke "beban dan rasa bersalah atas masalah" atau ke "hikmah"..??? Kalau dengan ini saya meningkat, apa jeleknya? kalau dengan ini saya frustasi dan bunuh diri di jembatan suramadu, apa bagusnya? Jelas to, kemana saya harus fokus? itulah kenapa harus berpuluh2 kali saya ke Gramedia belakangan.

kedua: pilih fokus kemana? ke yang tidak ideal, atau ke yang ideal? banyakan mana antara keduanya? bahkan saya sekarang punya suhu tubuh normal, tak ada pening, tak ada mules, tak ada diare, bukan cuma punya organ yang hampir 100% sehat, sayapun punya rumah yang utuh, keluarga yang semuanya ceria, tak beda dengan teman2 yang ceria menyambut saya, ada daftar memori indah dan membanggakan, kemana saya fokus.. jelas, bukan?

ya, ternyata cuma masalah fokus saja masalah harus dihadapi. Kenapa harus merenung dan jalan-jalan, karena dengan itu area mindframe kita akan meluas, dan area fokus kita yang dipilih akan semakin tepat.

Tidak kuliah, bukan berarti tidak tambah ilmu.

No comments:

Post a Comment