2/7/11

Etika, Estetika & Saintika

Kebenaran, keindahan dan kebaikan itu adalah satu paket. Peci sejelek apapun tidak sepatutnya diletakkan di bawah kaki, begitu juga sandal sebagus apapun tidak match diletakkan di atas kepala.

Benar dan tidak benar itu ada di dalam etika. Indah dan tidak indah itu ada di dalam estetika. Baik dan tidak baik itu ada di dalam saintika. Dunia politik Indonesia saat ini dipenuhi orang-orang pandai yang mengerti sesuatu yang baik dan tidak baik, mereka mengerti saintika, tapi mereka kurang dari segi etika dan estetika. Maka wajar, banyak rakyat muak dengan mereka.

Berbeda dengan dunia pesantren, mereka mengerti tentang benar dan tidak benar, mengerti tentang etika, tapi mengenyampingkan estetika dan menomorduakan saintika. Keindahan berpakaian, keindahan berinteraksi sosial lemah, begitu juga pelajaran-pelajaran sains dianggap lebih rendah dibanding ilmu pelajaran agama. Maka wajar, mereka terpinggirkan dari simpul-simpul pengaruh di masyarakat bahkan sebagian dari menjadi pengemis infak di jalanan.

Sebetulnya ilmu ini bukan ilmu baru, dari 8 tahun yang lalu saya dapati dari Ary Ginanjar di bukunya saya sudah dikenalkan tentang konsep ketiga hal ini, etika itu kecerdasan spiritual (SQ), estetika itu kecerdasan emosional (EQ) dan Saintika itu kecerdasan intelektual (IQ).

No comments:

Post a Comment