3/20/11

16 | Babar Blas

Sekolah itu memang aliran sesat sejati, aliran sesat yang dilegalkan. Contohnya adalah pelajaran sejarah. Pertama : nama-nama dan tahun-tahun harus dihafal, nilai-nilai dan pesan moral, blas... babar blas.. .

Lainnya lagi soal revolusi Industri, misalnya. Paradigma yang dibentukkan ke anak termasuk ke kita saat itu adalah bahwa revolusi industri adalah sebuah kemajuan, sebuah pintu dunia baru yang dipimpin oleh Barat yang hebat yang mulia. Padahal, apakah begitu adanya?

Susu formula hasil industri, isinya bakteri, hanya susu kambinglah yang sehat selain susu wanita, eits ASI maksudnya.. Pasta gigi hasil industri mengandung flouride, bahan perusak gigi itu malah dipamerkan di iklan dengan bangganya. Belum lagi iklan shampo hasil industri, bisa-bisanya 7 dari 10 wanita Indonesia, data riset darimana itu? sampai yang nonton termasu kita juga kok mau-maunya dibohongi.

Babar blas apa untungnya public, society, kita, dari Industri itu coba. Memang terkesan kita diuntungkan, loh kan sekarang jadi komunikasi gampang, ada telpon, sms, facebook. Eits jangan salah, jaman dulu saat teknologi internal masih berjaya, orang awam juga bisa telepati, tidak perlu ngetik keypad short messege service dari pikiran ke pikiran bisa terjadi dalam kecepatan fiber optik.

Sekarang kalau bukan kepentingan industri, apa coba yang membuat TV hologram belum muncul. Apa coba yang membuat listrik wireless belum dikembangkan. Apa coba yang membuat global warming tidak bisa diakali. Apa coba yang membuat kualitas makanan yang kita makan benar-benar menyehatkan tubuh secara jangka panjang?

Jujur saja, makin kesini saya makin benci dengan industri. Ada proyek penertiban kota, ujung-ujungnya ya hanya untuk melayani aksesnya orang kaya. Ada training gratis, ujung-ujungnya ya bayar paket seminarkitnya mahal. Di zaman ini, hati dan segenap tools nya memang sudah babar blas tidak digubris apa ya.

No comments:

Post a Comment