1/2/11

Setelah yang ke-4

Sekitar jam 9 malam, saya dapat SMS, "semua perangkat kena petir! mati", kira-kira begitu. Hm, dengan meredam kepanikan saya coba diam dan memikirkan hal-hal yang sepantasnya dipikirkan. Begitu terus, sampai akhirnya ketiduran, lalu dini hari saya coba SMS koordinasi dengan beberapa pihak, menanyakan ini dan itu berharap ada alternatif kemungkinan. Sampai akhirnya di siang harinya saya bisa bergerak meninjau langsung lokasi TKP...

Haha, sepertinya sudah agak menyeramkan belum setting paragraf di atas? Hm, perangkat koneksi internet L22  yang memayungi jaringan internet di Griya Satria terkena petir, ini bukan yang pertama kalinya, tapi keempat kalinya.

Kejadian ini persis terjadi dan dialami oleh Soichiro Honda, salah seorang terkaya di dunia yang hobinya begitu sederhana, melukis di atas kain sutera (mungkin terinspirasi mbah-mbah pengrajin batik tulis Indonesia). Honda, pabriknya terbakar sampai empat kali. Tapi dia tidak menyerah, selalu saja ada langkah-langkah penyelamatan, hingga hari ini Honda masih bertahan, ya sampai sebesar ini ini.

Mudah-mudahan setelah petir keempat yang menyambar ini, ada revolusi nasib bagi RT RW Net pertama di Purwokerto yang saat didirikan dulu namanya SDCP ini. 

No comments:

Post a Comment