2/15/10

Memoles & Membangun Marketing

Marketing, adalah pilar utama dalam setiap bisnis. Bahkan bukan hanya bisnis, tetapi juga dalam mempopulerkan karya hingga dakwah agama. Banyak orang mengetahui itu, tapi sebagian memperhatikan betul marketingnya, tetapi sebagian sisanya tidak mementingkan apa itu marketing.

Dari sekian banyak yang mementingkan marketing, tidak semuanya berhasil, karena sebagian hanya memoles dan sebagian sisanya membangun. Yang membangun marketing inilah yang berhasil.

Inilah beberapa diantara perbedaan antara memoles dan membangun marketing


Memoles marketing :
-Cukup dalam waktu singkat
-Biasanya membutuhkan dana besar (maklum, memake-up...)
-Dilakukan dengan menyebarkan brosur, kartu diskon, spanduk dan aneka rupa re-reklame-an lainnya
-Setelah brosur habis, booming issue-pun memudar, apesnya kalau issue belum booming, brosur sudah habis (layu sebelum berkembang)
-Kuncinya adalah kreatif, kreatif membuat media promo yang mahal dan wah

Membangun marketing :
-Membutuhkan waktu lama
-Kebutuhan dana dikondisikan bisa
-Dilakukan dengan memperbanyak kabin sehingga pengunjung tidak jera tiap-tiap datang harus antri, dilakukan dengan memberikan pelayanan produk jadi tepat waktu, kualitas rasa yang membuat ketagihan untuk kembali, kualitas jaringan dan teknisi yang siap dihubungi 24 jam, isi materi yang berkualitas
-Media akan menulis profilnya tanpa dibayar, orang akan menularkan promosi dari mulut ke mulut tanpa disuruh
-Kuncinya adalah telaten, telaten rugi di awal, tetap optimis walau tekor-tekor terus di awal

Hm, jadi bisa membedakan yah antara memoles dan membangun? Kalau memoles, yang penting adalah bagaimana kita menampilkan sedangkan kalau membangun yang penting adalah bagaimana kita menyuguhkan.

Belum tentu orang diuntungkan dengan tampilan menarik kita, tetapi pasti orang berkesan dengan suguhan menarik kita.

Termasuk dalam memarketkan blog kita, berikanlah pengunjung suguhan, bukan tampilan.

No comments:

Post a Comment