6/3/09

SBY-JK Mengubah saya


Dua tokoh bangsa, yang dalam beberapa sisi amat berbeda, saya belajar dari mereka, negarawan-negarawan yang mulia (lepas dari pertarungan mereka di pilpres ini). Tenang, ini bukan postingan kampanye politik, karena saya Golput inih.

SBY itu reaktif, itu kritisi saya untuk beliau, kadang ada omongan nggak enak dari lawan politiknya, langsung beliau tanggapi, atau beliau membela diri.

Beda dengan JK yang tedeng aling-aling alias nggak punya muka, ketika beliau punya satu putusan, beliau nggak peduli orang berpendapat apa atau berpersepsi apa tentang dirinya.

Kemarin dan dulu saya SBY banget, sampai-sampai saya "kokehen cangkem" kebanyakan membela diri dan menjaga image. Sekarang dan esok saya akan seperti JK, mau dikomentari atau diacuhkan, dipuji atau diremeh-temeh, diikuti atau dikritisi, sepanjang jalan yang saya putuskan, kebijakan yang saya keluarkan saya yakini dan saya sanggupi terima segala konsekuensinya, saya akan tidak pedulikan apapun rekasi orang.

Lihat saja nanti! Dalam diri saya mengalir darah sang pemenang, Putra Sang Fajar, orang besar yang dilahirkan di waktu fajar jam 5 lewat 15 menit, 22 tahun yang lalu.

No comments:

Post a Comment