6/22/09

Spesialkan waktu-waktu kita

Beberapa waktu lalu di sebuah perjalanan kereta api saya berbincang dengan seorang penumpang yang bijak berilmu, dia tanyakan umur pada saya, saya jawab 22. Terus dia lanjutkan lagi, kira-kira sisa umurnya tinggal berapa? Wallahu 'alam saya jawab, lalu dia menimpali, "kita pakai hitungan rata-rata saja ya, 60 tahun misalnya. Berapa umur tersisa?" jawaban saya : " 38".

Ya, terhenyak saya, sadar bahwa dalam hitungan manusia yang begitu terbatas, sudah sepertiga umur saya habis, sisanya tak lebih dari dua pertiganya. Pertanyaan yang terlontar ke sanubari saya, dengan sisa waktu saya itu, yang sedikit itu, apa cukup saya hidup datar-datar saja? apa merasa mulia hidup hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri saja? Bagaimana pertanggungan saya di kehidupan sesudahnya?

Dari situ saya, kita, tahu bahwa, waktu kita itu sedikit. Sedikit tapi istimewa. Tapi seringkali kita meremehkan waktu kita, "ah, nanti sajalah" atau "ah pelan-pelan saja yang penting kelakon", seolah-olah waktu kita berlimpah ruah sampai bingung menghabiskannya.

Sangat disayangkan bila seperti itu, padahal dengan waktu yang demikian terbatas, sudah seharusnya kita menghargai waktu demi waktu kita, memandangnya dengan spesial. Hingga perjalanan hidup kita, adalah sebuah perjalanan dari satu momentum ke momentum lainnya.

Maka terjawab sudah, momentum tidak cuma ditunggu. Kita bisa menciptakan setiap waktu kita menjadi momentum, waktu yang spesial, yang amat sayang untuk dilewatkan.

No comments:

Post a Comment